Investasi Kripto vs Saham, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Investasi sudah membumi. Semakin banyak orang yang terjun berinvestasi dengan tujuan melindungi dan meningkatkan kekayaan.

Instrumen atau produk investasi kini beragam. Jika mencari investasi high risk high return, kamu dapat memilih investasi saham atau mata uang kripto.

Kedua instrumen investasi ini jelas berbeda. Apa saja perbedaannya dan mana yang lebih menguntungkan? Simak ulasannya berikut.

Baca Juga: Mau Coba Investasi Bitcoin? Perhatikan Dulu Fakta dan Risikonya Berikut Ini

Investasi Mata Uang Kripto

Mata uang kripto atau cryptocurrency adalah mata uang digital yang hanya ada di dunia maya. Selain bitcoin yang sangat populer, contoh duit kripto lainnya adalah ethereum, ripple, litecoin, dogecoin, mrai, dashcoin, dan sebagainya. 

Investasi kripto, terutama bitcoin diperkenalkan Satoshi Nakamoto pada Januari 2009. Digunakan untuk berbagai transaksi, seperti pembelian jasa game dan sebagainya. Dari situ, jual beli bitcoin makin marak dan populer hingga muncul uang kripto lainnya.

Mau tahu harganya? Dari laman coinmarketcap pada Kamis (20/5) pukul 13.14 WIB, harga bitcoin cs kompak turun.

Bitcoin dijual seharga USD 39.429,37 per koin atau anjlok 1,03% dalam 24 jam. Sedangkan selama sepekan, harga bitcoin sudah jatuh 22,85%.

Pun dengan uang kripto lain, ethereum. Dalam seminggu, ethereum terperosok lebih dalam sebesar 34,74% ke harga USD 2.608,51 per koin. Sementara penurunan sehari sebesar 13,01%.

Dogecoin andalan miliarder Elon Musk sama nahasnya. Harga dogecoin nyungsep 19,78% dalam sepekan atau 15% dalam sehari ke level USD 0,35 per keping. Makin gak ada bernilai kan?

  • Dilarang BI dan OJK, Tidak Bisa Buat Belanja

Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kompak menegaskan bahwa mata uang kripto bukan merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Jadi, gak bisa buat belanja atau beli barang dan jasa.

Kalau tetap ngeyel investasi kripto, ya tanggung sendiri akibatnya jika terjadi apa-apa. Misalnya kena tipu pedagang kripto, atau masalah lainnya. Regulator angkat tangan karena tidak diakui.

  • Kripto adalah Komoditi, Seperti Kopi dan Karet

Lalu bagaimana dengan Bappebti (Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditas)? Katanya perdagangan bitcoin cs sudah legal.

Bappebti hanya melegalkan perdagangan aset kripto di bursa berjangka Indonesia. Mengawasi pedagang dan aset kripto yang diperjualbelikan. Artinya aset kripto ini dikategorikan sebagai komoditas, sama seperti karet, teh, kopi, dan lainnya. 


Nilai mata uang kripto memiliki fluktuasi yang sangat tinggi

  • Fluktuasi yang Gila-gilaan

Karena merupakan jenis komoditi, aset kripto memiliki fluktuasi nilai yang tinggi. Sewaktu-waktu bisa naik dan turun dengan cepat.

Sulit memprediksi nilai mata uang kripto. Bisa untung dalam semalam, tetapi juga rugi besar dalam sekejap. Naik turunnya aset kripto mengikuti permintaan dan penawaran. Jadi ditentukan kekuatan pasar.

Uang kripto tidak memiliki dasar penjualan yang jelas. Ini berarti kamu mempertaruhkan uang untuk sesuatu yang bisa bernilai nol.

Bila dianalogikan, apabila sudah tidak ada lagi orang di dunia ini yang menerima transaksi uang kripto, maka aset kamu ini tidak akan ada harganya sama sekali.

Baca Juga: Caranya Mudah, Untungnya Berlimpah! Begini Cara Sukses Investasi Bitcoin

  • Investasi Kripto Haram

Investasi kripto, seperti bitcoin haram karena mengandung unsur gharar yang merujuk pada spekulasi yang merugikan orang lain. Tertuang dalam 11 catatan tentang bitcoin yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Selain itu, tidak memiliki aset pendukung (underlying asset) sehingga tidak ada pihak yang dapat mengontrol harga dan menjaminnya secara resmi.

  • Bisa Membuat Stabilitas Sistem Keuangan Negara Tidak Stabil

Mata uang kripto rentan terhadap risiko penggelembungan (bubble), serta rawan digunakan sebagai sarana pencucian uang dan pendanaan terorisme. Oleh karena itu, dapat mempengaruhi kestabilan sistem keuangan negara dan merugikan masyarakat.

Cara Investasi Kripto untuk Pemula

Berikut urutan proses pembukaan akun baru untuk investasi dan transaksi mata uang kripto/cryptocurrency:

  1. Membuka akun di Bitcoin Exchange, atau bursa Bitcoin.
  2. Mendapatkan verifikasi KYC
  3. Melakukan deposit (Rupiah & Kripto)
  4. Memilih pair aset kripto
  5. Mulai order
  6. Berikutnya melakukan transaksi jual-beli
  7. Withdraw/penarikan
  8. Membayar biaya/fee berdasarkan jumlah transaksi
  9. Transfer aset kripto ke wallet yang merupakan tempat menyimpan aset kripto.
  10. Pilih fitur trading untuk yang ingin fokus trading mata uang kripto.

Semua tahap dilakukan secara online tanpa harus menyertakan data pribadi seperti nomor KTP atau nomor hp. Jika tidak ingin menggunakan rekening bank untuk penarikan aset, bisa transferkan aset ke akun PayPal atau dompet digital seperti OVO dan Go-Pay. Bahkan sekarang telah banyak aplikasi online untuk investasi kripto yang aman dan telah terdaftar di Bappebti dan diawasi oleh OJK yang membuat proses investasi kripto menjadi lebih mudah.

Investasi Saham

Investasi saham adalah kegiatan penanaman modal berupa pembelian saham (surat berharga) perusahaan. Jadi dengan membeli saham perusahaan, kamu menjadi pemilik perusahaan tersebut.

Perusahaan yang sahamnya dibeli melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah perusahaan tercatat atau istilah kerennya emiten (perusahaan yang menjual sahamnya ke publik). Setiap emiten punya kode saham masing-masing. Selalu terdiri dari empat huruf.

BEI fungsinya seperti mal yang menyediakan tempat bagi para pelaku saham untuk bertransaksi, jual beli setiap saham atau efek yang mereka miliki.

Saham merupakan salah satu produk pasar modal dan instrumen investasi jangka panjang. Jumlah minimal pembelian saham dari suatu emiten sebanyak 1 lot = 100 lembar.

Jika ingin investasi saham, kamu harus buka rekening di perusahaan efek. Kemudian membeli saham bisa lewat pasar perdana (IPO) maupun di pasar sekunder (milik investor lain).

  • Halal

Berbeda dengan kripto, transaksi jual beli saham halal berdasarkan Fatwa DSN-MUI Nomor 135 tentang Saham. Artinya memenuhi syariat Islam. Ada rukun akad jual beli, yakni pihak yang bertransaksi, barangnya, harganya, dan ijab qabul atau serah terima.

  • Tetap Bernilai Meski Harganya Menurun

Jika aset kripto bakal jadi debu ketika sudah tidak ada peminat, beda dengan saham. Mau harganya terjun bebas, saham akan tetap bernilai.

Kamu tetap pemilik perusahaan yang sahamnya kamu beli. Tetap bisa dapat dividen kalau perusahaan untung, dan memperoleh capital gain bila harga sahamnya naik.

  • Risiko Rugi dan Likuidasi

Main saham juga ada risikonya. Pertama, capital loss karena harga jual saham lebih rendah dari harga beli. Kedua, risiko likuidasi jika perusahaan bangkrut dan tidak memperoleh uang sepeserpun.

Baca Juga: Mantul, Transaksi Jual Beli Bitcoin Sudah Legal di Indonesia

  • Ada ‘Wasitnya’

Investasi saham diatur dan diawasi OJK. Kalau investor dirugikan perusahaan efek, atau ada emiten yang melanggar aturan bisa disemprit OJK. Bahkan kena sanksi tegas. Pun jika saham bergerak secara tidak wajar.

  • Bisa Dianalisa untuk Hindari Kerugian

Lain dengan investasi kripto yang penuh spekulasi, investasi saham justru lebih pasti. Sebelum mengambil keputusan agar cuan maksimal atau menghindari kerugian, bisa melakukan analisis fundamental dan teknikal.

Analisis fundamental mengacu pada pendekatan kondisi politik, ekonomi, serta tren usaha. Kamu bisa melihatnya melalui laporan keuangan perusahaan atau emiten

Analisis teknikal menggunakan pergerakan pendekatan saham pada rentang waktu tertentu, termasuk harga dan fluktuasi, serta informasi titik tertinggi dan titik terendah saham. 

Cara Memulai Investasi Saham Online

Investasi saham online adalah pilihan paling populer dalam berinvestasi saham saat ini. Berikut langkah-langkahnya:

1. Mempersiapkan Dokumen Pribadi

Dokumen pribadi yang harus dipersiapkan berupa:

  • ID Card: KTP/KITAS/Passport, ID Card
  • NPWP
  • Cover Buku Tabungan
  • No Identitas KSEI, persyaratan ini hanya berlaku apabila kamu sebelumnya sudah memiliki rekening saham dan ingin membuka rekening kedua.
  • Fotokopi KTP suami untuk yang ibu rumah tangga, fotokopi NPWP suami, dan juga fotokopi Kartu Keluarga biasanya juga perlu disertakan.
  • Meterai Rp 6.000, bisa juga sediakan uang untuk membeli meterai. Meterai yang dibutuhkan antara 2-8 meterai, bergantung pada kebutuhan.

2. Pilih Perusahaan Sekuritas Saham Online

Mmenentukan perusahaan sekuritas saham online. Perusahaan sekuritas berperan sebagai perantara perdagangan efek dan bertanggung jawab pada 2 hal yaitu:

  • Pelaksanaan kegiatan jual beli efek untuk kepentingan sendiri atau orang lain.
  • Pelaksanaan jual beli saham dan obligasi yang dilakukan melalui bursa efek atau di luar bursa efek.

3. Isi Formulir Pendaftaran Investasi Saham Online yang Disediakan

Isi formulir pembukaan rekening, termasuk rekening saham dan rekening dana investor. Pengisian formulir mirip seperti saat membuka rekening di bank. Isi setiap kolom pada formulir pembukaan akun dengan benar.

Lampirkan juga persyaratan pembukaan rekening yang berupa kumpulan dokumen pribadi seperti yang dijelaskan pada poin di atas.

4. Membuka RDI (Rekening Dana Investor)

Setelah selesai mengisi formular pembukaan rekening saham. Kamu juga mengisi formulir lain untuk pembukaan RDI (rekening dana investor). RDI adalah rekening dari dana kamu, yang ditempatkan pada bank, terpisah dari rekening perusahaan efek.

Fungsi utama RDI adalah agar kamu mempunyai rekening bank sendiri untuk seluruh penyelesaian transaksi saham. RDI ini sendiri memang bertujuan untuk menyimpan dana nasabah yang tidak dibelikan saham.

5. Menunggu Proses Pembukaan Rekening Selesai

Lamanya pembukaan rekening ini bergantung pada RDI yang pilih. Pada umumnya waktu proses pembukaan rekening memakan waktu kurang lebih seminggu. Setelah proses pembukaan rekening selesai, nantinya investor akan dikonfirmasi dengan nomor RDI yang dibuka.

Baca Juga: Koreksi Saham: Kenali Tandanya dan Tips Investasi saat Saham Terkoreksi

6. Download Aplikasi Trading

Setelah mendapatkan ID, Password dan PIN, artinya kamu sudah dapat memulai berinvestasi saham. Kamu dapat mengunduk aplikasi trading yang disediakan oleh broker baik di AppStore atau PlayStore atau langsung dari website broker tempat kamu mendaftarkan diri membuka rekening saham.

7. Masukan Deposit Awal

Deposit awal disetorkan ketika proses pembukaan RDI telah selesai. Bisa menyetor secara tunai atau transfer dari rekening pribadi ke RDI.

Berikut langkah-langkahnya:

  • Siapkan dana dari tabungan dan setor ke nomor RDN milikmu.
  • Penyetoran dapat ditransfer lewat ATM, mobile banking, ataupun internet banking.
  • Tunggu sebentar setelah transfer ke RDN.
  • Kemudian cek dana yang masuk di aplikasi online trading yang telah di-install.

Setelah menyetorkan deposit awal, kamu tinggal menunggu dikirimkan ID, Password dan PIN untuk dapat login ke akun saham online. Selain itu kamu juga akan mendapatkan kartu Akses KSEI.

8. Bisa Memulai Transaksi Jual-Beli Saham

Minimal pembelian saham itu adalah 1 lot. Pembelian 1 lot saham ini sama dengan pembelian 100 lembar saham. Begitu juga dengan jual saham. Saham dijual minimal dalam besaran 1 lot.

Setiap transaksi beli dan jual saham akan dikenakan fee transaksi sesuai kebijakan perusahaan sekuritas masing-masing. Saham yang ada di BEI punya harga yang variatif. Harga tersebut mencerminkan nilai perusahaan.

9. Order Saham Online

Setelah berhasil melakukan transaksi saham, kamu bisa mengubah harga beli atau harga jual saham. Pada aplikasi saham online fitur ini tersedia ketika kamu melakukan perdagangan saham.

Jika posisi yang kamu pasang tidak terjadi, maka kamu bisa lihat posisi yang tersedia di pasar saat itu. Setelah itu kamu bisa ubah harga sesuai kondisi pasar modal.

10. Menyelesaikan Transaksi Jual-Beli Saham

Pada transaksi saham, penyelesaiannya atau settlement bisa dilakukan dua hari sejak transaksi. Harganya pun sesuai dengan transaksi yang dilakukan dua hari sebelumnya. Jika tidak melakukan settlement pada waktu yang telah ditentukan, kamu akan dikenakan denda sebesar 45 persen per tahun.

Kamu Pilih Mana?

Sudah tahu bedanya investasi kripto dan saham? Keduanya sama-sama punya risiko tinggi yang menjanjikan keuntungan besar. Jika kamu ingin cari investasi yang pasti dalam jangka panjang dan untuk masa depan, tentu saja investasi saham jawabannya.

Namun bila senang dengan ketidakpastian, cari keuntungan sesaat, ingin sesuatu yang unik dan menantang, sangat cocok investasi kripto. Sesuaikan dengan profil risiko atau karakteristikmu agar tidak menyesal di kemudian hari. 

Baca Juga: Cara Beli Saham IPO Lewat e-IPO, Tinggal Klik Langsung Investasi