Perbaiki Gaya Hidup, Inilah Penyebab Sakit Stroke

Menurut data yang dihimpun oleh World Health Organization (WHO), penyakit kardiovaskular menjadi penyebab kematian nomor 1 di dunia. WHO juga memperkirakan penyakit ini menyebabkan hampir 18 juta kematian setiap tahunnya. 

Penyakit kardiovaskular atau cardiovascular disease (CVD) merupakan kategori yang ditujukan untuk gangguan jantung dan pembuluh darah. Diantaranya adalah, jantung koroner, penyakit serebrovaskular, penyakit jantung rematik, dan kondisi berkaitan lainnya. 

Ternyata, serangan jantung dan stroke memimpin sebagai penyebab kematian utama dalam kasus CVD. Kadang, mungkin kita terbayang bahwa CVD biasa menyerang lansia. Namun fakta menyebutkan, sepertiga dari kematian karena CVD terjadi pada orang di bawah usia 70 tahun.

Tentu saja, data dari WHO ini akan membuat kita lebih waspada lagi. Terutama dalam mencegah penyakit CVD. Dan sekarang kita akan membahas, apa saja penyebab-penyebab timbulnya penyakit stroke.

1. Makanan Tidak Sehat

Bagi mereka yang usianya masih berada di bawah 30 tahun, mengonsumsi makanan-makanan berlemak atau berminyak bisa jadi adalah hal yang biasa. Nikmati, mumpung masih muda, begitu katanya. Padahal sebenarnya, mengurangi konsumsi makanan yang kurang sehat harus dilakukan sedini mungkin.

Karena, perilaku menyantap banyak makanan yang tinggi akan lemak jenuh, lemak trans, dan garam meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami stroke atau penyakit jantung. Makanan-makanan seperti ini, dapat membuat orang memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

2. Kolesterol Tinggi

Sayang sekali memang, karena jenis makanan lezat terkadang justru tidak sehat. Menyambung poin pertama, tingginya kadar kolesterol dalam darah, dapat memicu terjadinya stroke.

Kolesterol adalah lemak berwarna kekuningan yang diproduksi oleh tubuh manusia melalui organ hati. Selalu menjadi tertuduh dari beberapa penyakit CVD, lemak ini memiliki beberapa fungsi penting. Diantaranya, membuat hormon seks, adrenal, juga vitamin D.

Jika kandungan kolesterol dalam darah berada pada batas normal, atau tidak lebih dari 200 mg/dl, tidak mengapa. Namun, jika berlebihan, kolesterol dalam aliran darah akan berbahaya bagi tubuh.

Kondisi kandungan kadar lemak dalam darah yang terlalu tinggi ini biasa disebut dyslipidemia. Kondisi tersebut bisa berujung pada penumpukan plak lemak pada pembuluh arteri. Lantas, terjadilah penyempitan pembuluh darah sehingga memicu terjadinya stroke.

Baca Juga: Skoliosis, Gangguan Tulang yang Perlu Perhatian Khusus

3. Merokok

Sepertinya, semua orang telah mengetahui bahaya dari merokok. Rokok memang dapat memicu berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah stroke. Karena, nikotin dan karbon monoksida yang terkandung dalam asap rokok dapat merusak sistem kardiovaskular.

Selain itu, nikotin dan karbon monoksida mempercepat terbentuknya plak kolesterol pada pembuluh darah. Pada saat pecah, plak yang ditimbulkan oleh rokok ini dapat menyumbat pembuluh darah. 

Jika Anda termasuk seorang perokok, sebaiknya berusaha menghentikannya dari sekarang. Karena dengan berhenti merokok, Anda dapat menurunkan risiko terkena stroke hingga 12 persen.

4Aktivitas Fisik Yang Minim

Atau yang kita kenal dengan: jarang olahraga. Kurangnya aktivitas fisik akan membawa kita ke beberapa kondisi gangguan kesehatan. Sebut saja obesitas, diabetes dan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Satu penyebab yang dapat bisa menimbulkan beberapa faktor penyebab stroke sekaligus.

Maka dari itu, usahakanlah untuk berolahraga. Dianjurkan, Anda sebaiknya melakukan olahraga selama 150 menit dalam seminggu. Andaikan belum menemukan waktu yang tepat, Anda bisa menggantinya dengan aktivitas lain seperti jalan-jalan misalnya. Setidaknya Anda tidak terus duduk berdiam diri.

5. Faktor Genetik

Stroke juga tergolong dalam penyakit keturunan. Jika salah satu anggota keluarga Anda pernah mengalami stroke, otomatis Anda juga memiliki risiko mengalaminya. Terutama, jika anggota keluarga Anda tersebut mengalaminya sebelum usia 65 tahun.

Selain itu, ada beberapa jenis penyakit pembuluh darah turunan lain yang dapat menghambat aliran darah. Salah satunya adalah, Cerebral Autosomal Dominant Arteriopathy with Sub-cortical Infarcts and Leukoencephalopathy (CADASIL). Kondisi ini juga dapat menjadi faktor risiko terjadinya stroke.

Baca Juga: Waspadai Penyakit Malaria di Tengah Pandemi

6. Faktor Usia

Stroke memang dapat terjadi pada mereka yang telah menginjak usia 55 tahun ke atas. Mengingat bahayanya, mungkin Anda juga sudah harus mulai mengontrol orangtua di rumah. Terutama dari segi makanan yang mereka konsumsi.

Tapi bukan berarti Anda dapat bersantai-santai saja. Karena sekarang, stroke menyerang dengan tidak memandang usia. Malahan, dapat terjadi pada mereka yang masih berada di usia produktif atau 35 tahun ke bawah.

7. Faktor Lain

Siapa yang menyangka bahwa risiko stroke juga memandang jenis kelamin. Pria disebut memiliki risiko lebih tinggi dibanding dengan wanita. Sementara pada wanita, stroke umumnya menyerang pada usia lanjut dan memiliki fatality rate yang tinggi.

Beberapa faktor lain adalah, mereka yang biasa mengonsumsi alkohol berlebih secara rutin. Termasuk, pecandu obat-obatan terlarang atau narkoba. Dan satu lagi, yaitu diet. Betul, diet yang tidak sehat juga dapat mengakibatkan serangan stroke.

Gaya Hidup Tidak Sehat

Melihat pemaparan di atas, penyebab timbulnya penyakit stroke terutama adalah karena pola hidup yang tidak sehat. Sehingga mulai saat ini, Anda bisa menghindari kebiasaan-kebiasaan yang tanpa Anda sadari, dapat mengganggu kesehatan kardiovaskular.

Beberapa hal utama yang dapat Anda lakukan untuk menghindari penyakit ini adalah, dengan melakukan olahraga teratur, juga mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak. Dan jangan lupa untuk meninggalkan kebiasaan merokok.

Baca Juga: Penyebab, Gejala Infeksi Saluran Kemih, dan Cara Mengobatinya