Tentang eMoney atau Uang Elektronik

Internet telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dunia. Kehadiran internet memberikan beragam manfaat positif, antara lain mempermudah akses masyarakat mendapatkan beragam informasi dari mana saja dan kapan saja. Selain itu, internet juga memberikan kemudahan dalam membantu berbagai pekerjaan dengan cepat tanpa batasan waktu dan jarak. Bahkan, Internet juga memberikan sumbangsih besar terhadap perkembangan teknologi perbankan dan transaksi keuangan.

Salah satu produk perbankan yang memanfaatkan kemajuan teknologi adalah e-Money (elektronik money/uang elektronik). e-Money adalah alat pembayaran yang memiliki nilai uang yang tersimpan secara elektronik dalam suatu media server atau chip. e-Money dapat digunakan untuk berbagai macam jenis pembayaran seperti membayar tiket transportasi umum, tarif jalan tol dan berbelanja di toko yang bekerja sama dengan penerbit e-Money. Nilai uang dalam e-Money akan berkurang pada saat konsumen menggunakannya untuk pembayaran.

e-Money hadir di Indonesia sejak tahun 2009. e-Money diterbitkan oleh pihak perbankan dan lembaga selain bank atas perizinan dari Bank Indonesia. Data Bank Indonesia per Juli 2016 mencatat terdapat 20 penerbit e-Money, yang terdiri dari 9 bank dan 11 lembaga selain bank. Peraturan tentang e-Money diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik (Electronic Money).

Penggunaan e-Money tergolong praktis, fleksibel dan mudah digunakan semua orang. Berdasarkan bentuk fisiknya, e-Money dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni: Pre-paid Card untuk e-Money berbentuk kartu serta e-Wallet yang tersedia dalam aplikasi digital.

Transaksi di era digital saat ini, masyarakat mulai banyak dibanjiri dengan berbagai macam produk dan layanan seperti yang lagi ramai pembayaran tol lewat emoney mandiri, brizzi BRI, Tap Cash BNI, atau yang lainnya. Sedangkan beberapa periode yang lalu kita juga mulai dikenalkan denga berbagai produk pembayaran seperti T-Cash Telkomsel, XL Tunai, Rekening Ponsel CIMB Niaga, BBM Money Permata Bank dan sebagainya. Sistem isi ulang juga bervariasi, mulai dari pengisian lewat ATM, lewat indomaret atau yang lainnya. Hal ini sering membuat masyarakat jadi bingung dan rancu.
Agar tidak bingung, semua hal tersebut merupakan jenis transaksai elektronik yang bisa dikategorikan dalam berbagai jenis seperti berikut ini:

  1. e-Money
    Uang elektronik atau e-money adalah alternatif transaksi elektronik pengganti sistem uang tunai. Cara kerjanya adalah menyimpan sejumlah nilai moneter yang disimpan secara elektronik saat menerima dana, dan dapat digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran. E-money bisa dipegang dalam bentuk kartu, perangkat chip, atau di simpan di server. Beberapa contoh sistem e-money ini adalah kartu prabayar, dompet elektronik, atau layanan berbasis web, seperti PayPal. Dengan demikian, e-money dapat digunakan sebagai alat bayar untuk sejumlah produk dan layanan nilai elektronik yang lebih spesifik. Penyedia layanan yang mengeluarkan e-money sebagai aksesori untuk bisnis intinya, yaitu perusahaan telepon genggam, perusahaan angkutan umum, dll.
  2. Dompet Elektronik (e-Wallet)
    Dompet elektronik ini adalah salah satu bagian dari e-money yang mengacu pada nilai tunai yang tersimpan pada kartu telepon, atau perangkat elektronik lainnya. Kartu prabayar adalah salah satu bentuk dompet elektronik. Dompet elektronik bisa mewakili nilai tetap. Dalam kasus ini, setelah nilai saldonya habis, kartu tidak bisa lagi digunakan. Dompet elektronik bisa diisi ulang - untuk digunakan lagi dan lagi. Istilah dompet digunakan karena kartu atau telepon dianggap sebagai pengganti uang tunai yang biasanya dibawa di dompet seseorang.
  3. Layanan Keuangan Mobile
    Mobile Financial Services atau MFS adalah istilah umum lainnya yang mengacu pada berbagai layanan keuangan yang dapat ditawarkan di seluruh telepon seluler. Tiga bentuk utama MFS adalah transfer uang bergerak, pembayaran mobile, dan mobile banking.
  4. Transfer Uang Bergerak (MMT-Mobile Money Transfer)
    Layanan dimana pelanggan menggunakan perangkat mobile mereka untuk mengirim dan menerima nilai uang - atau lebih sederhana lagi, untuk mentransfer uang secara elektronik dari satu orang ke orang lain menggunakan telepon genggam.
  5. Pembayaran Mobile (Mobile Payment)
    Sementara MMT menangani transfer uang orang-ke-orang, pembayaran mobile mengacu pada pembayaran orang-ke-bisnis yang dilakukan dengan telepon genggam. Pembayaran mobile melibatkan telepon seluler yang digunakan untuk melakukan pembayaran di terminal penjualan point-of-sale (POS). Dalam kasus ini, ponsel dapat berkomunikasi dengan POS melalui teknologi tanpa kontak, seperti Near Field Communication (NCR).
    Pembayaran jarak jauh seluler melibatkan penggunaan telepon sebagai mekanisme untuk membeli layanan terkait ponsel, seperti nada dering, atau sebagai saluran pembayaran alternatif untuk barang yang dijual secara online. Pembayaran tagihan telepon seluler cenderung memerlukan interkoneksi dengan rekening bank dari bisnis penerima, dan karenanya dianggap sebagai bagian dari mobile banking.
  6. Mobile Banking
    Mobile banking memungkinkan pelanggan untuk menggunakan ponsel mereka sebagai saluran lain untuk layanan perbankan mereka, seperti deposito, penarikan, transfer rekening, pembayaran tagihan, dan penyelidikan saldo. Sebagian besar aplikasi mobile banking bersifat aditif (tambahan saja) karena mereka menyediakan saluran pengiriman baru kepada nasabah bank yang sudah ada.

Dunia bisnis menghendaki banyak pihak untuk bertransaksi dengan sistem modern. Jenis bisnis ini melibatkan penggunaan perangkat seluler, terutama smartphone dan tablet, untuk melengkapi berbagai jenis transaksi. Salah satu yang populer adalah E-money dan e-Wallet dengan beberapa produk yang sudah mulai populer saat ini. Pembayaran mobile ini semakin bersaing dengan metode pembayaran 'tradisional' yang ada selama ini.r

Anda perlu memahami perbedaan kedua jenis pembayaran tersebut dan juga cara menggunakannya dengan benar agar bisa memanfaatkan setiap aspek kebutuhan melalui teknologi canggih ini.

  • Sistem Penyimpanan Data dan Saldo
    E-money merupakan sistem transaksi yang umum dimana data keuangan termasuk saldo di dalamnya di simpan dalam server operator/bank dan bisa juga di simpan di dalam chip kartu. Dalam hal ini, e money lebih dikenal dalam bentuk kartu (data keuangan pengguna tersimpan dalam kartu chip). Contoh e-money adalah Tap Cash BNI, atau E-money Mandiri.

    e-Wallet pada dasarnya merupakan bagian dari e money juga yang masuk kategori data di simpan di dalam server (server based). e-Wallet memungkinkan pengguna untuk menyimpan informasi keuangan termasuk saldo di dalamnya di dalam sever dari ponsel mereka, tergantung dari operatornya misalnya saja T-Cash untuk Telkomsel. e-Wallet memungkinkan konsumen menggunakan ponsel cerdas mereka untuk membayar atau melakukan pembelian produk tanpa perlu kartu. Semua data sudah tersimpan dalam server operator telekomunikasi sehingga tidak perlu lagi repot membawa uang atau kartu untuk bisa melakukan transaksi.

    Layanan ini memerlukan beberapa proses pendaftaran. Anda bisa mendaftar dengan salah satu layanan seperti di atas dan masing-masing akan memerlukan beberapa langkah untuk memvalidasi sebagai pengguna, mengakses sejumlah dana (melalui transfer dana langsung ke layanan dari rekening bank atau kartu kredit, atau melalui asosiasi dari kartu kredit dengan layanan itu. Setelah saldo e-Wallet terisi, Anda siap menggunakannya. Aplikasi untuk layanan yang dipilih akan bertindak seperti kartu kredit, atau bahkan proxy untuk kartu kredit dan uang akan dikurangkan seketika dan ditransfer ke penyedia layanan (produk atau jasa).
  • E-money Lebih Fleksibel dalam Penggunaan Dibandingkan e-Wallet
    Satu hal yang perlu dipahami dengan jenis layanan e-Wallet ini adalah bahwa layanan ini berlaku terbatas ( tidak diterima di banyak tempat secara bebas). Peritel atau bisnis yang ingin dibayar perlu juga memiliki jenis aplikasi atau layanan yang sama atau setidaknya bekerja sama dengan operator yang sama agar dapat menerima pembayaran dengan cara ini.

    Misalnya saja jika ingin menggunakan T-Cash dari Telkomsel, maka transaksi bisnis yang ingin Anda lakukan misalnya belanja online maupun offline untuk beli pulsa atau token listrik juga harus menawarkan opsi T-Cash bisa dibayarkan disini. Hanya dengan kerjasama inilah mereka akan dapat menerima pembayaran. Sebenarnya lebih praktis transaksi tanpa kartu ini namun karena terbatas maka membawa uang tunai atau kartu kredit bersama Anda kapan pun pergi keluar untuk berjaga-jaga jika tempat yang Anda inginkan tidak melayani e-Wallet tetaplah diperlukan.

    E-money lebih global fungsinya karena bisa digunakan untuk transaksi sehari hari, mulai dari bayar tol, sampai belanja sehari hari termasuk beli tiket transportasi bagi yang sudah bekerja sama. Penggunaannya juga lebih luas digunakan di banyak tempat.
  • Proses dan Cara isi Ulang Saldo
    E-money maupun e-Wallet memiliki proses yang sama dalam hal pengisian saldo yaitu melalui jaringan penerbit uang elektronik tersebut, bisa melalui bank, mesin EC atau lewat toko yang sudah kerjasama seperti indomaret misalnya. Saldo untuk e-money masih terbatas, maksimal 1 juta sedangkan untuk e-Wallet bisa lebih besar bahkan sampai mencapai 10 juta rupiah.
  • Biaya isi Ulang e-Money Tergantung Kebijakan Otoritas
    Otoritas yang berwenang menentukan kebijakan biaya isi ulang ini adalah Bank Indonesia. Kebijakan ini bisa saja berubah seiring berjalannya waktu. Biaya dibedakan menjadi biaya untuk jaringan penerbit kartu yang sama dan jaringan yang berbeda. Anda bisa mencobanya untuk isi ulang di toko yang kerjasama misalnya Indomaret untuk mengetahui besaran biaya ini.

Berikut ini ada 26 perusahaan operator e-money yang terdaftar di Bank Indonesia, perusahaan ini terdiri dari lembaga bank dan non-bank:

  • PT Artajasa Pembayaran Elektronis.
  • PT Bank Central Asia Tbk.
  • PT Bank CIMB Niaga.
  • PT Bank DKI.
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
  • PT Bank Mega Tbk.
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
  • PT Bank Nationalnobu.
  • PT Bank Permata.
  • PT Bank Rakyat Indonesia.
  • PT Finnet Indonesia.
  • PT Indosat, Tbk.
  • PT Nusa Satu Inti Artha.
  • PT Skye Sab Indonesia.
  • PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
  • PT Telekomunikasi Seluler.
  • PT XL Axiata, Tbk.
  • PT Smartfren Telecom Tbk.
  • PT Dompet Anak Bangsa (Go-Pay).
  • PT Witami Tunai Mandiri (True Money).
  • PT Espay Debit Indonesia Koe.
  • PT Bank QNB Indonesia Tbk.
  • PT BPD Sumsel Babel.
  • PT Buana Media Teknologi.
  • PT Bimasakti Multi Sinergi.
  • PT Visionet Internasional.

Seiring dengan banyaknya transaksi digital, penggunaan e-Money menjadi hal yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Menggunakan e-Money tentu saja memiliki keuntungan tersendiri untuk para penggunanya. Misalnya seperti:

  • Mengurangi peredaran uang palsu di masyarakat.
  • Mencegah risiko pencurian atau perampokan karena membawa uang tunai dalam jumlah banyak.
  • Transaksi lebih akurat karena dilakukan oleh komputer atau mesin.
  • Tidak perlu menunggu uang kembalian karena nominal uang Anda akan langsung dipotong.
  • Proses transaksi bisa dilakukan dengan relatif lebih cepat.
  • Dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi bernilai kecil dengan frekuensi yang tinggi, seperti: bayar tol, tiket transportasi, bayar parkir, pembayaran fast food, dan transaksi lainnya.

Penggunaan e-Money tergolong praktis, fleksibel dan mudah digunakan semua orang. Berdasarkan bentuk fisiknya, e-Money dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni: Pre-paid Card untuk e-Money berbentuk kartu serta e-Wallet yang tersedia dalam aplikasi digital. Berikut jenis e-Money dan produk-produk yang beredar di Indonesia:

    1. Pre-paid Card/Kartu Pra Bayar
    2. e-Money dalam bentuk kartu yang beredar hanya dikeluarkan oleh pihak perbankan yang telah mengantongi izin khusus dari Bank Indonesia. Penggunaan kartu ini terbilang sangat fleksibel, semua orang bisa membeli e-Money berbentuk kartu pra bayar, menyimpan sejumlah uang, dan menggunakannya sebagai alat transaksi pembayaran.

      Kartu e-Money perdana dapat dibeli dengan mudah dan tidak memprasyaratkan seseorang memiliki rekening perbankan. Batas nilai uang elektronik yang dapat disimpan dalam media uang elektronik untuk jenis kartu unregistered (tidak terdaftar) paling banyak sebesar Rp1 juta, sedangkan uang elektronik untuk jenis kartu registered (terdaftar) paling banyak sebesar Rp5 juta.

      e-Money berbentuk kartu tanpa registrasi data diri pengguna memiliki maksimum saldo Rp1.000.000, saldo ini tidak berbunga dan tidak dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Kartu ini dapat dipindahtangankan dan bisa diisi ulang (top up) di secara tunai di ATM bank penerbit e-Money atau ATM bersama, mesin EDC, maupun di gerai Indomaret/Alfamart dan merchant-merchant yang menerima transaksi e-Money. Berikut beberapa contoh e-Money berbentuk kartu pra bayar yang banyak beredar dan memiliki cakupan penggunaan yang luas di seluruh Indonesia.

      • e-Money Bank Mandiri
        Bank Mandiri menjadi salah satu bank pemerintah yang serius menggeluti peluang bisnis dari e-Money. e-Money dari Bank Mandiri dapat dengan mudah dimiliki oleh nasabah maupun non-nasabah Bank Mandiri, saldo maksimal yang tersimpan adalah Rp1 juta, dan dapat diisi ulang dan dipindahtangankan. Pembelian kartu perdana Mandiri e-Money dapat dilakukan di Cabang Bank Mandiri, Merchant retail seperti Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Lawson, Superindo, Circle-K, 7-Eleven dan Hypermart.

        Khusus e-Money berbentuk pre-paid card, Bank Mandiri memiliki 3 jenis kartu yang secara khusus didesain dengan fitur tertentu di dalamnya, antara lain: Indomaret Card (Kartu ini bisa digunakan untuk berbelanja dan juga mendapatkan potongan harga khusus pada gerai-gerai Indomaret) ; Gaz Card (Mandiri mengeluarkan kartu ini dengan kegunaan untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pom Bensin milik Pertamina) ; E-Toll (Kartu ini bisa digunakan untuk membayar akses jalan tol)

        e-Money kartu yang dikeluarkan oleh Bank Mandiri tersebut menawarkan kemudahan dan kenyamanan dalam melakukan berbagai transaksi keuangan harian seperti halnya untuk pembayaran tagihan rutin (khusus di gerai Indomaret) seperti : PLN, Telkom, Indovision, First Media, dan Oto Multi Artha.
        Selain hal tersebut, Bank Mandiri juga memberikan kemudahan dalam melakukan isi ulang e-Money, di antaranya: melakukan pengisian ulang di ATM tunai dan juga non tunai yang dilengkapi dengan reader e-Money. Bank Mandiri juga menyediakan aplikasi online yang diberi nama e-Money Isi Ulang yang bisa diakses dengan perangkat android berfitur NFC (Near Field Communication). Pengisian melalui aplikasi ini akan dikenakan biaya sebesar Rp2.500,- dengan minimal pengisian sebesar Rp100.000,-.
      • Tap Cash dari BNI
        Kartu yang dikeluarkan oleh Bank BNI ini juga bisa digunakan untuk berbagai transaksi belanja di Indomaret dan juga Alfamart, bahkan untuk membayar tiket Bus Trans Jakarta dan juga membayar E-Parking. Sedangkan untuk pengisian ulang, bisa dilakukan di berbagai merchant-merchant yang bekerja sama dengan Bank BNI atau pada cabang-cabang Bank BNI terdekat.

        TapCash BNI dapat dibeli di cabang Bank BNI dan merchant-merchant yang bekerja sama dengan BNI. Kartu TapCash BNI bisa digunakan untuk membayar transaksi mulai dari membayar biaya transportasi umum Transjakarta, kereta Commuter Line Jabodetabek, E-Parking, Snowbay Waterpark, hingga makan di kantin Universitas Indonesia, dan restoran yang menerima transaksi TapCash BNI di wilayah Jabodetabek, Makasar, Bandung, Medan, Padang, Denpasar, Palembang, Yogyakarta, Pekanbaru, Semarang dan Surabaya.
      • Flazz dari Bank BCA
        Salah satu Pre-paid card yang paling banyak digunakan adalah Flazz yang dikeluarkan oleh Bank BCA. Penggunaan kartu Flazz BCA memiliki cakupan yang luas dan multifungsi karena bisa digunakan untuk pembayaran di Tol Cipali, food and beverage, minimarket, supermarket, hipermarket, SPBU, parkir, toko buku, tempat rekreasi, transportasi umum (Transjakarta, Commuter Line Jabodetabek dan Trans Jogja) dan banyak lagi jenis merchant lainnya di lebih dari 57 ribu outlet merchant.

        Kartu Flazz bisa di beli di seluruh kantor Cabang BCA, stand penjualan Flazz dan merchant penjualan Flazz. Kota jangkauan Flazz juga luas mulai dari Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, Bali, Makassar, Palembang, Bandar Lampung, Pekanbaru, Medan, Batam, Padang, Banjarmasin, Serang, Cirebon, Balikpapan, Samarinda, Manado dan Pontianak.
      • BRIZZI dari BRI
        BRI juga memiliki e-Money berbentuk kartu yang bernama BRIZZI. Kartu ini bisa dimiliki oleh siapapun (tanpa harus memiliki rekening BRI). Nilai uang di dalam kartu dapat diisi ulang/Top Up (via EDC maupun ATM), mengakomodasi pembayaran transaksi mulai dari Rp1,- sampai dengan Rp1.000.000. Dapat digunakan di merchant yang sudah bekerjasama dengan BRI dan memiliki beragam promo yang menarik.
    1. e-Wallet/Aplikasi
    2. e-Wallet merupakan e-Money yang dikemas dalam bentuk yang berbeda dengan Pre-paid card, di mana produk ini diberikan dalam layanan aplikasi online, sehingga memungkinkan bagi perusahaan non bank untuk menerbitkannya. Selain bank sebagai lembaga keuangan, perusahaan operator telekomunikasi juga mencoba peruntungan di bisnis ini. Beberapa produk e-Wallet yang cukup dikenal di Indonesia antara lain:


    • E-Cash dari Bank Mandiri
      Selain mengeluarkan Pre-paid card, Bank Mandiri juga mengeluarkan produk Mandiri E-Cash dalam melengkapi produk e-Money mereka. Produk ini bisa digunakan untuk berbagai transaksi belanja di merchant-merchant mitra dan juga untuk berbagai transaksi keuangan secara online.

      Mandiri E-Cash bisa diakses melalui smartphone tanpa perlu mendatangi Bank Mandiri secara langsung. Cukup lakukan registrasi dan juga verifikasi data melalui SMS, maka fasilitas ini sudah bisa dimiliki dengan mudah. Sedangkan untuk pengisian ulang, Bank Mandiri memberi kemudahan melalui fasilitas E-Banking Bank Mandiri, transfer melalui bank lain, atau pengisian secara tunai di agen E-Cash.
    • T-cash Tap dari Telkomsel
      Salah satu perusahaan non bank yang memberikan layanan e-Money adalah Telkomsel. Perusahaan yang bergerak di bidang operator telekomunikasi ini mengeluarkan produk T-Cash Tap yang memungkinkan pengguna dapat melakukan transaksi belanja dengan teknologi NFC pada smartphone. Meski begitu, para pengguna smartphone yang belum didukung dengan teknologi NFC tetap bisa menggunakan T-Cash Tap, sebab Telkomsel menyediakan stiker NFC yang bisa dipasang pada smartphone dan digunakan pada saat transaksi T-Cash Tap.
    • Rekening Ponsel dari Bank CIMB Niaga
      Hampir sama dengan e-Wallet lainnya, CIMB Niaga juga memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi keuangan melalui produk ini. Beragam transaksi belanja online bisa dilakukan dengan Rekening Ponsel, hal ini tentu dibarengi dengan berbagai promo dan juga cashback yang dikeluarkan oleh gerai partner.

      Namun untuk mendapatkan Rekening Ponsel terbilang cukup merepotkan, di mana calon pengguna harus datang langsung ke Bank CIMB Niaga atau Digital Lounge CIMB Niaga dan melakukan pembukaan Rekening Ponsel. Hal ini akan membutuhkan KTP serta beberapa data diri yang diisikan pada formulir pengajuan rekening. Sedangkan untuk pengisian ulang bisa dilakukan dengan melakukan setoran tunai di Bank CIMB Niaga, transfer ATM, serta melalui gerai Indomaret dan Alfamart.

e-Money menjadi pembicaraan hangat semenjak aturan bayar toll hanya bisa menggunakan e-Money. Bahkan isi ulang e-Money juga kini diatur oleh Bank Indonesia (BI). Resminya, peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur No.19/10/PADG/2017 yang diterbitkan tanggal 20 September 2017. Isinya membahas tentang biaya tambahan (surcharge) yang ditentukan BI setiap isi ulang saldo e-Money.

Merujuk ke peraturan tersebut, nantinya isi ulang kartu e-Money akan dikenakan biaya tambahan, tapi ada juga yang tidak alias gratis.

Tujuan dari adanya aturan ini supaya tidak ada isi ulang e-Money yang biayanya lebih mahal, karena sudah ada batasan harga yang diatur oleh BI sehingga tidak ada lagi pihak yang sembarangan menentukan biaya adminstrasi isi ulang e-Money.

Besaran biaya tambahan atau biaya administrasi yang dibebankan ke pengguna uang elektronik saat melakukan isi ulang bervariatif. Tergantung pada medium yang digunakan saat isi ulang dan besaran biaya isi ulang tersebut.

BI menegaskan bahwa biaya tambahan isi ulang e-Money antar bank tidak boleh melebihi Rp1.500. Jadi, perhitungan biayanya adalah sebagai berikut.

  • Pengisian e-Money di bawah Rp200.000 pada ATM bank penerbit kartu e-Money tidak dikenakan biaya. Misalnya, Anda memiliki kartu e-Money Bank A, lalu melakukan top-up pada mesin ATM Bank A kurang dari Rp200.000, maka tidak ada biaya tambahan yang dibebankan.
  • Pengisian e-Money di atas Rp200.000 pada ATM bank penerbit kartu e-Money dikenakan biaya. Biaya administrasi maksimal yang dikenakan untuk transaksi ini sebesar Rp750. Misalnya, Anda melakukan isi ulang kartu e-Money Bank B di mesin ATM bank B lebih dari Rp200.000, maka akan ada biaya tambahan maksimal Rp750.
  • Pengisian e-Money di jaringan ATM Bersama dikenakan biaya sebesar Rp1500. Misalnya, Anda memiliki kartu e-Money Bank A lalu mengisi ulangnya pada mesin ATM atau jaringan Bank B, maka biaya yang dikenakan adalah sebesar Rp1500. Biaya ini turun karena sebelumnya, biaya isi ulang e-Money beda bank dikenakan biaya yang sama dengan transfer antar bank, yaitu sebesar Rp6500.
  • Pengisian e-Money di minimarket dikenakan biaya sebesar Rp1000. Untuk pengisian e-Money di minimarket seperti, Alfamart, Alfamidi, Indomart, Lawson, dan Circle K akan dikenakan biaya sebesar Rp1000.
  • Pengisian e-Money di halte Transjakarta dikenakan biaya sebesar Rp1500. Untuk pengisian e-Money di halte Transajakarta, Anda akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp1500. Besaran biaya ini turun karena sebelumnya, isi ulang e-Money di halte Transjakarta akan dikenakan biaya Rp2000.

Semua yang sudah diatur oleh pemerintah diharapkan akan memudahkan rakyatnya dalam menjalaninya. Namun, ternyata peraturan biaya tambahan isi ulang e-money ini menuai kontroversi. Di satu sisi, ada pihak-pihak yang setuju dengan peraturan ini, di sisi lain, banyak juga yang protes akan regulasi baru ini.

Dari pada terus protes pada regulasi isi ulang e-money yang dikenakan biaya ini, ada baiknya mengatur siasat agar kantong tetap aman walaupun isi ulang e-money dikenakan biaya.

  • Isi Ulang E-money di ATM Bank Penerbit
    Hal pertama yang bisa dilakukan agar terhindar dari biaya adminstasi isi ulang e-money adalah melakukan top-up di mesin ATM bank penerbit kartu e-money. Misalnya, Anda memiliki kartu e-money yang diterbitkan oleh Bank C, maka lakukan isi ulang di mesin ATM Bank C agar bebas biaya tambahan.

    Dengan begitu, Anda tidak akan dibebankan biaya tambahan karena hal ini sudah diatur oleh BI. Akan tetapi, perlu diingat, hanya isi ulang di bawah Rp200.000 yang tidak dikenakan biaya tambahan di ATM. Jika Anda melakukan isi ulang lebih dari jumlah tersebut, akan dikenakan biaya maksimal Rp750.

    Berikut daftar e-money beserta bank penerbitnya
    • E-Toll Card BPJT. Diterbitkan oleh Bank Mandiri.
    • Mandiri E-Money. Diterbitkan oleh Bank Mandiri.
    • BRI Brizzi. Diterbitkan oleh Bank BRI.
    • BNI Tapcash. Diterbitkan oleh Bank BNI.
    • BTN Blink. Diterbitkan oleh Bank BTN.
    • BCA Flazz. Diterbitkan oleh Bank BCA.
    • Gaz Card. Diterbitkan oleh Bank Mandiri.
    • Indomart Card. Diterbitkan oleh Bank Mandiri.
  • Isi Ulang Kurang dari Batas Maksimal Berulang Kali
    Cara lain agar terhindar dari biaya tambahan isi ulang e-money, jangan isikan kartu e-money melebihi batas maksimal bebas biaya admin, yaitu tidak lebih dari Rp200.000. Misalnya, Anda mengisi e-money sebesar Rp150.000, maka tidak akan dikenakan biaya tambahan.

    Cara ini juga cocok digunakan untuk pembayaran nonntunai yang harganya lumayan besar, misalnya membayar tol Purbaleunyi, Cipularang dan Cipali. Contoh, Anda ingin melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi dari Pasar Rebo, Jakarta ke Palimanan, via tol Cipali, pulang pergi. Biaya yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.
    Bayar Tol Lingkar Luar Jakarta Rp9.500
    Bayar Tol Cikarang Utama - Cikopo Rp13.500
    Bayar Tol Cikopo – Palimanan - Rp96.000
    Total Rp119.000 Untuk satu kali perjalanan. Pulang pergi jadi: Rp238.000

    Maka, jangan langsung melakukan isi ulang untuk dua kali perjalanan. Lakukan isi ulang sebesar, Rp150.000 dulu di perjalanan pergi sebelum masuk tol, dan lakukan isi ulang sebesar Rp100.000 lagi untuk menambahkan sisa saldo yang tersisa sebelum masuk tol pada perjalanan pulang.
    Ingat, yang dibebankan biaya tambahan adalah isi ulang di atas Rp200.000, bukan saldo yang tersimpan lebih dari Rp200.000. jadi, tidak ada masalah jika Anda melakukan isi terus menerus hingga saldo lebih dari Rp200.000 asalkan besaran top-up tidak lebih dari batas maksimal itu.
  • Apabila Terdesak, Isi Ulang di Minimarket Lebih Murah
    Misalnya, Anda biasa melakukan isi ulang di jaringan ATM yang sama dengan bank penerbit kartu e-money, tetapi di dalam perjalanan Anda sulit menemukan ATM yang sama. Jangan takut, isikan saja di minimarket. Biaya tambahan yang dikenakan di minimarket lebih murah, yaitu sebesar Rp1000, dibandingkan di ATM Bersama yang mengenakan biaya sebesar Rp1500.
Pastikan Anda memiliki e-money dari bank penerbit yang sama dengan bank tempat menyimpan uang. Contohnya, rekening tabungan dari Bank D, maka miliki e-money yang diterbitkan oleh Bank D.

Hal ini dilakukan agar mudah melakukan isi ulang. Misalnya, saat akan melakukan tarik tunai, Anda bisa sekalian melakukan isi ulang e-money. Dengan begitu, sama saja memindahkan uang di rekening ke kartu e-money. Jadi, tidak ada biaya tambahan yang dibebankan.