4 Langkah Mengatur Keuangan Bisnis Setelah Ramadan

Perubahan kebutuhan selama bulan Ramadan hingga menjelang lebaran biasanya akan meningkatkan aktivitas belanja masyarakat. Hal ini juga menjadi angin segar bagi para pebisnis karena banyak yang belanja dan omset penjualan otomatis meningkat. 

Namun, terkadang pasca lebaran ini membuat omset penjualan turun. Bukan dalam jumlah kecil, penurunan omset ini bisa saja terjadi dalam jumlah yang sangat besar sekaligus.

Untuk itu, sebagai pebisnis sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya penurunan omset penjualan setelah lebaran. Selain mengatur strategi penjualan, kamu juga perlu mengatur keuangan bisnis setelah bulan ramadan agar segala kebutuhan dalam bisnis bisa terpenuhi dengan baik.

Berikut beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan untuk mengatur keuangan bisnis setelah usai Ramadan:

  1. Susun Kembali Rencana Pengeluaran


    Mengatur kembali rencana pengeluaran merupakan langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengantisipasi penurunan omset setelah Ramadan. Cek kembali pengeluaran selama bulan Ramadan dan lihatlah pengeluaran apa saja yang perlu diselesaikan di bulan berikutnya. 

    Alokasikan penghasilan tersebut ke dalam berbagai pos pengeluaran  penting, terutama  yang rutin, seperti: biaya operasional, biaya pemasaran dan promosi, biaya produksi, dan yang lainnya.

    Selain itu, penghasilan Ramadan yang cukup besar juga bisa dialokasikan sebagian untuk kebutuhan pengembangan bisnis. Misalnya, mengembangkan produk baru yang sudah lama direncanakan, membeli peralatan produksi yang baru, dan yang lainnya. 

    Jangan lupa untuk mengalokasikan sebagian penghasilan tersebut sebagai dana darurat. Ini merupakan dana fleksibel yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan yang mendesak, terutama yang berkaitan dengan gangguan keuangan bisnis.

  2. Bayar Biaya Operasional

    Jika rencana pengeluaran telah disusun dengan baik, maka tidak ada salahnya untuk segera menjalankannya di dalam keuangan. Mulailah langkah ini dengan membayar biaya operasional bisnis terlebih dahulu. 

    Hindari untuk menunda-nunda pembayaran yang satu ini, apalagi jika dananya sudah tersedia dengan memadai. Hal ini akan mengamankan aktivitas bisnis dan memungkinkan bisnis tersebut bisa berjalan dengan lancar kedepannya.

    Jika selama ini ada aktivitas operasional yang belum bisa dilaksanakan karena keterbatasan biaya, maka tidak ada salahnya untuk segera merealisasikan hal tersebut.  

    Omset dan keuntungan penjualan Ramadan yang cukup besar tentu bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih baik lagi. Pengembangan bisnis seperti ini akan memungkinkan untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan, termasuk pelanggan yang baru sekalipun.

  3. Lakukan Pelunasan Pinjaman


    Keuangan Bisnis

    Ada banyak alasan yang membuat bisnis memiliki sejumlah utang pinjaman kepada pihak lain. Hal ini tentu tidak masalah, apalagi jika utang tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis dan menjadi  utang yang bersifat produktif. 

    Namun, ketika bisnis mendapatkan cukup banyak keuntungan selama Ramadan, maka ini akan menjadi momen yang tepat untuk melakukan pelunasan utang tersebut.  Semakin cepat utang dilunasi, maka akan semakin baik dampaknya bagi perkembangan bisnis.

    Alokasikan sejumlah dana untuk melunasi hutang bisnis, terutama yang menerapkan bunga serta biaya lainnya terlebih dahulu. Jika belum bisa melakukan pelunasan secara penuh, maka cek kembali mana saja utang yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. 

    Hal ini biasanya bisa dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal penting, seperti: besaran bunga, tanggal jatuh tempo, jumlah penalti, dan yang lainnya. Jika utang sudah terlunasi sepenuhnya, maka beban keuangan akan menjadi ringan dan keuntungan di masa depan bisa dimanfaatkan penuh untuk pengembangan bisnis.

  4. Siapkan Budget untuk Pengembangan Bisnis

    Jika masih memiliki dana yang tersisa, maka jangan lupa memanfaatkan dana tersebut untuk pengembangan bisnis. Hal ini penting untuk dilakukan, agar bisnis bisa tetap berjalan dengan baik dan bahkan bertumbuh ke depannya. 

    Selain untuk mendapatkan angka penjualan yang lebih maksimal, pengembangan bisnis juga biasanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bisnis itu sendiri dalam bersaing. Bagaimanapun juga, persaingan merupakan salah satu tantangan terbesar dalam bisnis.

    Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan bisnis, antara lain: mendatangkan teknologi yang baru dalam kegiatan produksi, meningkatkan aktivitas promosi, memperbarui cara pemasaran, meningkatkan kualitas produk, dan yang lainnya. Alokasikan dana dalam jumlah yang tepat untuk kebutuhan yang satu ini,  agar bisnis bisa berkembang secara maksimal.

Bijak Mengelola Keuangan Bisnis

Bulan Ramadan seringkali menjadi momen di mana para pebisnis bisa mendapatkan lebih banyak omset penjualan dari bulan-bulan lainnya. Hal ini tentu akan sekaligus membawa banyak keuntungan, terutama untuk bisnis yang berjalan dengan stabil dan lancar. Penting untuk mengatur dan merencanakan keuangan bisnis dengan bijak setelah Ramadan, agar bisnis tetap berjalan lancar meskipun omset penjualan biasanya akan mengalami penurunan.