Beli Rumah di Pinggir Kota, Kenapa Tidak?

Punya rumah sendiri pasti lebih menyenangkan. Selain bisa untuk ditinggali, rumah juga dapat menjadi investasi di masa depan.

Mau sampai kapan ngontrak atau ngekos terus? Mulai berpikir jangka panjang sedari muda. Kamu dapat mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) bila uang tunai belum cukup untuk membeli rumah secara cash.

Cari rumah di pinggir kota. Harganya tidak semahal hunian yang berada di pusat kota. Daerah pinggiran kota Jakarta, di antaranya Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Baca Juga: Mending KPR Subsidi Tenor Panjang atau Pendek?

Apakah Layak Beli Rumah di Pinggir Kota?


Beli rumah di pinggir kota 

Kenapa tidak? Rumah yang berada di pinggir kota sebenarnya tidak seburuk yang dibayangkan. Memang lokasinya mungkin jauh dari kantor, namun untuk fasilitas tidak kalah memadai dengan rumah di jantung kota. Selain itu, harganya bisa lebih murah.

Toh, ada akses transportasi umum. Oleh karena itu, cari atau beli rumah di pinggir kota yang dekat dengan stasiun kereta api, halte Transbodebek, atau angkutan umum lainnya. Jadi, lokasi jauh pun tetap bisa dijangkau.

Jika tidak ingin menempatinya, kamu dapat menyewakan rumah tersebut ke orang lain. Lumayan dapat penghasilan tambahan dari uang sewa setiap bulan.

Baca Juga: Investasi Properti: Pengertian, Keuntungan, dan Caranya

Tips Membeli  Rumah di Pinggir Kota


Tips membeli rumah di pinggir kota

Kalau tertarik membeli rumah di pinggir kota, berikut tipsnya.

1. Tentukan kriteria rumah

Kamu harus tentukan terlebih dahulu kriteria rumah yang sesuai kebutuhan atau keinginan, serta kemampuan finansial. Setiap pengembang menawarkan konsep, desain, ukuran unit yang berbeda.

Memilih rumah seperti memilih jodoh. Tentu banyak pertimbangannya. Kriteria ini harus kamu pikirkan agar membeli rumah sesuai selera dan keuangan, agar tidak menyesal di kemudian hari.

2. Tanyakan harga

Dalam proses pencarian rumah, penting untuk menanyakan harganya. Bandingkan harga satu rumah dengan rumah lain yang ditawarkan pengembang. Jadi, kamu bisa mendapatkan rumah idaman dengan harga sesuai kantong.

3. Fasilitas rumah

Rumah yang dijual pengembang kebanyakan sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas. Misalnya di komplek perumahan, sudah dibangun kolam renang, sekolah, pasar, food court, taman bermain anak, lapangan basket, dan fasilitas lainnya.

Fasilitas tersebut bersifat umum. Artinya, warga di komplek perumahan tersebut dapat menggunakannya setiap saat. Komplek rumah yang sudah tersedia ragam fasilitas tersebut, harganya bisa lebih mahal dibanding yang tidak memiliki fasilitas.


Beli rumah di pinggir kota

4. Kunjungi pameran

Untuk memperbanyak referensi rumah, kunjungi pameran KPR atau properti. Biasanya banyak pengembang menawarkan rumah dengan harga promo. Ada yang inden, ada pula yang sudah terbangun atau siap ditempati.

Model rumah yang dijual pun macam-macam. Dari tipe sederhana sampai tipe rumah mewah, bisa kamu temukan. Tanyakan hal-hal yang kamu ingin tahu dari rumah incaranmu kea gen properti atau marketing.

Jika beruntung, kamu bisa memperoleh rumah KPR di pinggir kota dengan harga miring. Bahkan disertai dengan bonus menarik.

Baca Juga: 3 Hal Penting yang Perlu Dilakukan sebelum Sewa Rumah

5. Survei langsung

Saat ini, jual beli rumah bisa dilakukan secara online. Penawaran rumah juga banyak melalui media online.

Meski demikian, kamu tetap harus melakukan survei langsung ke lokasi untuk mengetahui kebenarannya. Apakah rumah yang ditawarkan sudah terbangun, konsep, model, dan desainnya seperti apa, bahan materialnya bagaimana kualitasnya, dan sebagainya.

Terkadang, apa yang diperlihatkan di online tidak sama dengan aslinya. Maka dari itu, survei langsung ke lokasi agar terhindar dari penipuan.

6. Bayar DP rumah 

Meskipun DP rumah pertama lebih ringan, 10-30% dari harga rumah, bahkan bisa DP 0%, namun sebaiknya lakukan pembayaran uang muka 50% dari harga rumah.

Semakin besar DP, semakin ringan cicilan KPR yang dibayar setiap bulan. Semakin kecil DP, makin besar cicilannya. Pilih mana? Tentu saja balik lagi ke kondisi finansialmu.

Contohnya, harga rumah Rp 650 juta, tenor pembayaran 5 tahun dengan suku bunga flat 6,75% per tahun. Dengan DP Rp 325 juta, maka cicilan per bulan adalah Rp 7,2 jutaan.

Bandingkan kalau DP yang dibayarkan 20% dari harga rumah. Maka cicilan per bulan dengan perhitungan suku bunga dan tahun yang sama menjadi Rp 11,5 jutaan.

Pilih Lokasi yang Potensi Berkembang

Beli rumah di pinggir kota sebenarnya worth it dari segi harga, tetapi kamu harus tahu juga apakah lokasi tersebut punya potensi berkembang atau tidak.

Misalnya, akan dibangun jalan raya, jalan tol, pembangunan LRT, atau bakal ramai penduduk dalam jangka menengah panjang. Ini penting agar rumah yang kamu beli dapat menjadi investasi menguntungkan di masa depan.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Beli Rumah KPR?