KPR Apartemen vs KPR Rumah Tapak: Mana yang Lebih Tepat?

Dalam dunia properti, rumah tapak dan apartemen adalah dua pilihan hunian paling populer di Indonesia. Bagi calon pembeli yang menggunakan skema pembiayaan, pertanyaan yang sering muncul adalah: lebih baik KPR apartemen atau KPR rumah tapak? Keduanya memang bisa dibiayai dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), namun memiliki karakteristik, kelebihan, dan proses yang berbeda.

Agar dapat mengambil keputusan yang tepat sesuai kebutuhan dan gaya hidup, artikel ini akan membandingkan secara lengkap antara KPR apartemen vs KPR rumah tapak, mulai dari syarat, biaya, hingga faktor hukum.

Apa Itu KPR Apartemen dan KPR Rumah Tapak?

1. KPR Rumah Tapak

Kredit Pemilikan Rumah tapak adalah pembiayaan untuk membeli rumah di atas tanah (landed house), baik rumah baru dari developer maupun rumah second.

2. KPR Apartemen

KPR apartemen adalah pembiayaan untuk memiliki unit hunian vertikal (high-rise building) seperti apartemen, kondominium, atau rusun komersial.

Meski sama-sama disebut KPR, ada beberapa perbedaan signifikan dalam proses, tenor, dan legalitas properti yang dibiayai.

Perbandingan KPR Apartemen vs KPR Rumah Tapak

Aspek

KPR Rumah Tapak

KPR Apartemen

Legalitas Properti

Sertifikat Hak Milik (SHM) atau SHGB

Umumnya Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS)

Lahan

Milik sendiri

Hanya hak pakai ruang di dalam gedung

Nilai Investasi

Lebih stabil dalam jangka panjang

Fluktuatif, tergantung lokasi dan tren

Tenor KPR

Bisa hingga 25–30 tahun

Umumnya dibatasi 15–20 tahun

Uang Muka (DP)

Mulai dari 10–20%

Bisa lebih tinggi, tergantung pengembang

Biaya Perawatan

Relatif lebih rendah

Ada iuran maintenance dan service charge bulanan

Fasilitas Umum

Terbatas (tergantung perumahan)

Lengkap: kolam renang, gym, dll

Mobilitas Penghuni

Cocok untuk keluarga

Cocok untuk profesional muda dan urban lifestyle

Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

Kelebihan dan Kekurangan KPR Rumah Tapak

Kelebihan:

  • Kepemilikan lebih kuat, apalagi jika sudah SHM.
  • Cocok untuk jangka panjang dan keluarga.
  • Lebih mudah dimodifikasi atau direnovasi.
  • Nilai jual kembali relatif stabil.

Kekurangan:

  • Lokasi rumah tapak di kota besar seringkali jauh dari pusat aktivitas.
  • Infrastruktur publik (transportasi, fasilitas umum) bisa terbatas.

Kelebihan dan Kekurangan KPR Apartemen

Kelebihan:

  • Lokasi strategis, dekat perkantoran dan pusat kota.
  • Fasilitas lengkap seperti gym, keamanan 24 jam, kolam renang.
  • Cocok untuk gaya hidup modern dan praktis.
  • Tidak perlu repot memikirkan perawatan lingkungan.

Kekurangan:

  • Kepemilikan terbatas waktu (biasanya SHMSRS berlaku selama 20-30 tahun).
  • Biaya bulanan (IPL/service charge) cukup tinggi.
  • Sulit direnovasi atau diubah tata ruang secara bebas.
  • Harga bisa fluktuatif mengikuti tren pasar apartemen.

Proses Pengajuan KPR Apartemen vs Rumah Tapak

1. Proses Pengajuan KPR Rumah Tapak

  • Umumnya lebih familiar di kalangan perbankan.
  • Legalitas tanah menjadi syarat penting (SHM atau SHGB).
  • Appraisal properti bisa dilakukan lebih cepat.
  • Pengembang perumahan biasanya sudah kerja sama dengan bank.

2. Proses Pengajuan KPR Apartemen

  • Beberapa bank masih selektif terhadap apartemen tertentu.
  • Legalitas berupa SHMSRS perlu diperiksa kejelasannya.
  • Appraisal lebih kompleks, tergantung lokasi dan reputasi developer.
  • Tidak semua apartemen disetujui untuk KPR, terutama rusunami atau apartemen inden.

Pertimbangan Sebelum Memilih KPR Apartemen atau Rumah Tapak

1. Tujuan Pembelian

  • Jika untuk hunian keluarga jangka panjang, rumah tapak lebih ideal.
  • Jika untuk tinggal sendiri atau investasi sewa jangka pendek, apartemen bisa lebih menguntungkan.

2. Gaya Hidup

  • Kamu yang menyukai privasi dan kebebasan lebih cocok dengan rumah tapak.
  • Kamu yang dinamis, suka mobilitas tinggi, akan cocok tinggal di apartemen.

3. Lokasi

  • Rumah tapak umumnya lebih luas namun lebih jauh dari pusat kota.
  • Apartemen biasanya berada di tengah kota dengan akses transportasi publik.

4. Perencanaan Keuangan

  • Pertimbangkan beban cicilan, biaya IPL, dan kemungkinan kenaikan biaya lainnya di apartemen.
  • Bandingkan simulasi cicilan untuk KPR rumah vs apartemen sesuai tenor dan bunga.

Tips Mengajukan KPR dengan Cerdas

1. Bandingkan Penawaran dari Beberapa Bank

Gunakan platform seperti Cermati untuk membandingkan bunga, tenor, dan simulasi cicilan dari berbagai bank.

2. Persiapkan Dokumen Lengkap

Seperti KTP, NPWP, slip gaji, rekening koran, dan dokumen properti.

3. Periksa Legalitas Properti

Pastikan properti, baik rumah tapak atau apartemen, memiliki dokumen yang sah dan tidak dalam sengketa.

4. Simulasi Cicilan Secara Realistis

Jangan ambil KPR dengan cicilan lebih dari 30–40% penghasilan bulanan.

Ajukan KPR Apartemen atau Rumah Tapak dengan Mudah di Cermati

Apapun pilihannya, baik KPR rumah tapak maupun apartemen, proses pengajuannya kini semakin mudah melalui Cermati. Dengan fitur perbandingan lengkap dan layanan konsultasi profesional, kamu bisa:

  • Menemukan bank dengan bunga dan tenor terbaik.
  • Melihat simulasi cicilan langsung secara online.
  • Mengajukan KPR dengan proses cepat dan aman.

Jangan biarkan proses pengajuan yang rumit menghalangi impian kamu memiliki hunian sendiri. Ajukan KPR Sekarang juga di Cermati.

Pilih KPR Sesuai Kebutuhan dan Gaya Hidup

Baik KPR apartemen maupun KPR rumah tapak, masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Rumah tapak menawarkan ruang lebih luas dan kepemilikan yang lebih kuat, sementara apartemen memberikan kenyamanan hidup praktis di tengah kota.

Keputusan akhir tergantung pada kebutuhan, tujuan jangka panjang, serta kondisi keuangan. Jangan terburu-buru—pahami perbedaan keduanya sebelum mengajukan kredit.