Cerdas Investasi: Ini Pengertian Imbal Hasil Reksadana dan Cara Menghitungnya

Investasi bukan lagi menjadi hal yang tabu untuk diperbincangkan. Sudah banyak orang, baik kalangan tua dan muda sekalipun yang sudah terjun di dunia investasi. Salah satu, jenis investasi yang sekarang ini diincar masyarkat adalah reksa dana, baik yang non-syariah ataupun Syariah.

Kebanyakan dari mereka tertarik melakukan investasi reksa dana apalagi kalau bukan ingin mendapatkan imbal hasil yang nilainya lumayan besar. Dengan begitu, kondisi keuangan akan menjadi lebih aman, tak perlu khawatir bila ada kebutuhan darurat.

Misalnya, bisa pakai uang dari imbal hasil investasi reksa dana jika membutuhkan biaya yang besar seperti untuk menambah biaya pendidikan atau nikah. Bahkan, tak jarang orang dari imbal hasil investasi tersebut juga dipersiapkan untuk dana pensiun kelak.

Imbal hasil dari reksa dana yang cukup menggiurkan ini bisa mudah didapat, asalkan sang investor memahami dengan benar bagaimana imbal hasil dari setiap perkembangan reksa dana. Dengan begitu, investor bisa menentukan strategi investasi yang tepat untuk ke depannya.

Bagi Anda yang baru saja terjun menjadi investor reksa dana, sebaiknya simak dan pahami ulasan berikut ini mengenai imbal hasil reksa dana baik non-syariah dan Syariah yang Cermati.com rangkum dari berbagai sumber investasi.

Pengertian Reksa Dana


Pengertian reksa dana

Pengertian Reksa dana sendiri menurut UU Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 Pasal 1 ayat 27, adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal dan untuk selanjutnya diinvestasikan dalam ortfolio Efek oleh Manajer Investasi.

Bukan cuma imbal hasil yang lumayan tinggi saja, tapi banyak keuntungan lain yang bisa investor dapatknya, di antaranya:

  • Diversifikasi Risiko
  • Dikelola Manajer Investasi Profesional
  • Jumlah Investasi Kecil, mulai Rp 10 ribu
  • Beli dan Jual Reksa dana melalui online

Terdapat empat jenis produk reksa dana, di antaranya:

  • Reksa dana pendapatan tetap
  • Reksa dana pasar uang
  • Reksa dana campuran
  • Reksa dana saham

Baca Juga: Investasi Reksa Dana, Hukumnya Halal atau Haram?

Pengertian Imbal Hasil Reksa Dana

Imbal hasil adalah keuntungan berupa bunga atau deviden dari sebuah investasi surat berharga yang diterima oleh penanam modal. Besaran imbal hasil dapat bergantung pada metode perdagangannya (aktif/pasif), dan bagaimana usaha pedagang dalam mengatasi keadaan pasar saat itu.

Terdapat beberapa Jjenis-jenis imbal hasil di antaranya adalah imbal hasil internal, persentase tahunan, imbal hasil saat ini (current yield), imbal hasil pada jatuh tempo (yield to maturity; untuk obligasi), dan dividen (untuk saham).

Sementara investasi reksa dana, menggunakan jenis imbal hasil persentase tahunan. Berikut imbal hasil dari setiap produk reksa dana, antara lain:

  • Imbal hasil reksa dana pendapatan tetap: 5% - 10% setahun
  • Imbal hasil reksa dana pasar uang: 6% - 8% setahun
  • Imbal hasil reksa dana campuran: 10% - 12%
  • Imbal hasil reksa dana saham: 10% - 20%

Baca Juga: Tips Pintar Belanja Reksa Dana Online

Contoh Perhitungan Imbal Hasil Reksa Dana


Contoh perhitungan imbal hasil reksa dana

Bagi Anda yang ingin mengetahui imbal hasil dari investasi reksa dana yang dijalankan, maka perhatikan rumus dan cara berhitungnya berikut ini:

Rumus imbal hasil reksa dana:

Imbal Hasil = (jumlah unit x harga terkini reksa dana) – modal investasi

Contoh kasus:

Naura berinvestasi rutin sebesar Rp1 juta pada tanggal 10 Januari kepada reksa dana dari PT A. Saat pembelian tersebut, harga Unit Penyertaan (UP) reksa dana perusahaan tersebut sebesar Rp991,47.

Dengan demikian, saat berinvestasi Tara mendapatkan UP sebanyak 1.008,60 dari jumlah dana dibagi harga UP. Sementara itu, harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit pada tanggal tersebut adalah Rp1.100.48.

Dengan studi kasus di atas maka perhitungannya sebagai berikut:

= (991,47 x Rp1.100,48) – Rp1.000.000

= Rp 1.109.944– Rp 1.000.000

= Rp 109.944

Dari perhitungan ini maka diketahui jika Tara mendapatkan hasil investasi sebesar Rp109.944 atau jika dipresentasekan sejumlah 99,91%

Lakukan Strategi Tepat Biar Dapat Imbal Hasil Tinggi

Setiap investor reksa dana pastinya ingin mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi lagi. Untuk itu, pastikan melakukan strategi investasi reksa dana dengan tepat. Misalnya saja, membeli dan menjual di waktu yang tepat. Misalnya membeli Ketika harga rendah dan menjual Ketika harga sedang tinggi. Kemudian, tidak langsung melakukan penarikan dana saat perkembangan investasi sedang terjadi penurunan.

Asah kemampuan investasi Anda dengan belajar investasi online ataupun mengikuti training investasi yang sering diselenggarakan oleh media finansial ataupun para investor ternama. Dengan begitu, Anda akan menjadi seorang investor yang handal.

Baca Juga: Punya Investasi Reksa Dana? Ini Cara Lapor Reksa Dana dalam SPT Pajak