Potensi IHSG dan Saham pada Kuartal Kedua Tahun Ini

Kuartal pertama, pada 20 Januari 2026, IHSG mencatat 9174,474 sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high), lalu terkoreksi hingga 6917,322 pada 16 Maret 2026. IHSG terkoreksi 15.79% sejak awal tahun 2026 dan mulai downtrend.

Kuartal kedua, pergerakan IHSG sejak pertengahan Maret 2026 selalu tertahan support 6917,322 dan resistance 7323,702. Sehingga pola pergerakan beberapa pekan terakhir ini mirip dengan periode yang sama pada 2025. Secara historis, kuartal kedua memang sering menjadi awal fase pemulihan, terutama setelah pembagian dividen final selesai. Selain itu katalis yang membuat harga pasar rebound kali ini adalah kesepakatan Iran dan Amerika Serikat untuk melakukan gencatan selama dua pekan mulai Rabu, 8 April 2026 pagi. Ini terjadi usai perang selama lebih dari sebulan sejak 28 Februari lalu dan sekaligus menjawab ancaman Presiden Amerika Donald Trump yang akan memusnahkan peradaban Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali. Bagi Iran, gencatan senjata ini adalah kemenangan sebab Amerika Serikat menyepakati 10 tuntutan yang diajukan Teheran untuk gencatan dan memulai perundingan.

Konfirmasi rebound, terlihat pada pasar saham, komoditas logam dan kripto dari data harian (daily), mingguan (weekly), bulanan (monthly), dan kuartalan (quarterly). Titik aman IHSG pada kuartal kedua harus di atas 7954,2. Penguatan terlihat pada sektor Industri Dasar, Infrastruktur, Energi, Properti, Teknologi, dan Transportasi. Walau tetap berharap sektor Perbankan rebound sehingga dapat menyelamatkan semua indeks konstituen nonsyariah dan menggerakan IHSG lebih tinggi.

Beberapa emiten yang perlu dicermati: RATU, CUAN, COIN, CDIA, PTRO, RAJA, BSDE, SSIA, MINA, VKTR.

Sektor Perbankan yang sudah turun lama, mungkin dapat dicermati: BBCA, BBNI, BNGA, ARTO.

Mau mulai investasi saham?

Investasi Saham di Cermati Sekarang!