Punya Investasi Reksa Dana? Ini Cara Lapor Reksa Dana dalam SPT Pajak

Apakah Anda sudah melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak dari penghasilan atau gaji Anda? Ingat, batas waktu dari pelaporan SPT Pajak setiap tahunnya ini berakhir pada 31 Maret 2019, lho!

Jadi, jangan tunda lagi untuk melaporkannya jika memang sudah memegang lembar SPT Pajak yang diberikan perusahaan tempat Anda bekerja. Jika belum, buruan minta ke bagian keuangan (finance) kantor Anda dan segera laporkan SPT Tahunan Pajak secara online.

Omong-omong soal lapor SPT Pajak yang wajib bagi para pekerja ini, ternyata yang dilaporkan bukan hanya rincian gaji tahunan Anda. Tapi juga seluruh harta kekayaan Anda juga, tak terkecuali investasi yang dimiliki.

Tak Dikenakan Pajak, Tapi Reksa Dana Tetap Harus Dilaporkan

Reksa Dana
Punya investasi reksa dana? Jangan lupa dilaporkan ya

Memang, reksa dana bukan termasuk objek yang dikenakan pajak. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan dan Undang-Undang Pasar Modal.

Yaitu UU No.36/2008 tentang Pajak Penghasilan, Pasal 4 ayat 3 poin (i). Berbunyi, yang dikecualikan dari objek pajak adalah bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif.

Pada Undang-Undang Pasar Modal, merujuk pada UU No.8/1995 tentang Pasar Modal, Pasal 18, yang berbunyi Reksa Dana dapat berbentuk: a. Perseroan; atau b. Kontrak Investasi Kolektif.

Namun demikian, bukan berarti Anda tidak perlu melaporkan reksa dana yang dimiliki dalam pelaporan SPT Tahunan Pajak.

Sebab reksa dana yang dimiliki merupakan instrumen investasi yang termasuk dalam kategori harta kekayaan yang memang harus dilaporkan dalam SPT Pajak, selain gaji atau penghasilan.

Karena reksa dana adalah harta, sama seperti uang tunai, emas, tabungan, obligasi, saham, emas, bangunan, tanah, dan lainnya yang harus dilaporkan dalam SPT Pajak.

Lalu, bagaimana cara melaporkan harta reksa dana dalam SPT Tahunan Pajak ini? Tak sulit, berikut ini Cermati.com ulas langkah-langkah pelaporan harta reksa dana dalam SPT Tahunan Pajak secara elektronik.

1. Laporkan Reksa Dana dalam SPT Pajak Melalui ‘e-Filing’

Login DJP Online
Ilustrasi login DJP online

Langkah pertama untuk bisa melaporkan reksa dana dalam SPT Pajak tentunya dengan membuka situs resmi DJP Online atau bisa disebut pelaporan SPT Pajak melalui e-filing.

  • Buka di sini DJP Online Pajak untuk Login.
  • Isi kolom semua kolom Login DJP Online mulai dari NPWP, Password, dan ketikkan Kode Keamanan (capctha code)
  • Lalu, lanjutkan klik kolom Login
  • Kemudian klik e-Filing
  • Isi sesuai petunjuk dan ketentuan pengisian SPT Pajak sesuai tahap-tahapnya
  • Lanjutkan pengisian hingga menemukan kolom pelaporan Penghasilan Bukan Objek Pajak yang ada di langkah ke-6

Baca Juga: Cara Mengisi SPT bila Pindah Kerja di 2 Perusahaan dalam Setahun

2. Langkah Pelaporan Penghasilan Reksa Dana dalam SPT Pajak

Melaporkan Reksa Dana di SPT
Ilustrasi melaporkan reksa dana dalam SPT Pajak via wsjay.wordpress.com

Setelah Anda melakukan pengisian sesuai urutan tahapan pengisian SPT Tahunan Pajak, maka lanjutkan dari langkah-langkah pada poin 1 di atas.

  • Pada langkah ke-6, isi atau jawab pertanyaan sesuai dengan kolom yang tertera, mulai dari pertanyaan ‘Apakah Anda memiliki penghasilan yang Tidak termasuk Objek Pajak?’ hingga menyebutkan nominal penghasilan lainnya yang tidak termasuk Objek Pajak yang terdiri dari 6 poin
  • Centang ‘Ya’ bila Anda memang punya penghasilan Tidak termasuk Objek Pajak
  • Bila Anda punya reksa dana senilai Rp20 juta dan menjualnya sebesar Rp22 juta, maka keuntungan Anda sebesar Rp2 juta. Nah, keuntungan sebesar Rp2.000.000 inilah yang dimasukkan dalam poin ke-6 yang bertuliskan ‘Penghasilan Lainnya yang tidak termasuk Objek Pajak’
  • Keuntunagn reksa dana juga bukan hanya dari penjualan saja, tapi bisa dari transaksi switching (pengalihan). Misal, Anda beli Reksa Dana Saham Rp20 juta, setelah berjalan 5 bulan, investasi Anda berkembang jadi Rp25 juta. Lalu dana itu dialihkan ke Reksa Dana Campuran. Saat pengalihan, Reksa Dana Saham Anda mengalami keuntungan sebesar Rp2.000.000, maka nominal keuntungan ini juga dilaporkan pada kolom poin ke-6
  • Selesaikan hingga langkah selanjutnya. Setelah itu, lanjutkan langkah ke-8, yang menanyakan ‘Apakah Anda memiliki harta?’

3. Langkah Pelaporan Harta Reksa Dana

Melaporkan Reksa Dana dalam SPT Pajak
Ilustrasi pelaporan reksa dana dalam SPT Pajak via kompas.com

Melanjutkan poin di atas, setelah Anda menyelesaikan langkah ke-6 dan seterusnya, Anda akan masuk dalam langkah Pelaporan Harta pada langkah ke-8.

  • Centang ‘Ya’ bila Anda memang memiliki harta
  • Lalu lanjutkan dengan mengisi kolom Harta Baru/New Asset, yang terdiri dari Kode Harta, Nama Harta, Tahun Perolehan, Harga Perolehan, dan Keterangan
  • Untuk reksa dana, menggunakan Kode 036
  • Nama Harta, ditulis Reksa Dana
  • Tahun Perolehan, diisi tahun sesuai dengan reksa dana itu didapat (misal, 2019)
  • Harga Perolehan, diisi nilai beli reksa dana (misal, Rp25.000.000)
  • Keterangan, ditulis nama perusahaan tempat berinvestasi reksa dana (misal, Indopremier Investment – Reksa Dana Premier Campuran Fleksibel)

Baca Juga: Cara Mengatasi Kurang Bayar dan Lebih Bayar saat Lapor SPT Pajak Online

Tak akan Disuruh Bayar Pajaknya, Jangan Takut Laporkan Harta

Pelaporan reksa dana dalam penyampaian harta pada SPT Tahunan Pajak tidak akan membuat Anda bakal dikenakan atau diharuskan membayar pajaknya. Oleh karena itu, tak perlu takut dan khawatir untuk melaporkan atau mencantumkan investasi reksa dana Anda dalam penyampaian SPT Pajak. Jadilah wajib pajak dan warga negara yang cerdas dengan sadar akan pentingnya pajak untuk membangun negeri.

Baca Juga: Cara Registrasi DJP Online dan Cara Mendapatkan e-FIN