Mau Cuan Besar? Ini 6 Tips Investasi yang Wajib Dilakukan di Masa Pandemi

Sebagian besar orang menolak melakukan investasi di tengah-tengah pandemi yang terjadi sekarang. Hal yang sangat wajar karena kondisi perekonomian di negara ini sedang mengalami gejolak, yang tentunya akan mempengaruhi return investasi itu sendiri.

Memang, tapi menunda-nunda investasi sama saja dengan membuang kesempatan untuk memperoleh cuan. Kamu bisa kok memperoleh cuan besar meskipun saat pandemi. Caranya dengan menetapkan tips-tips berikut ini.

1. Alihkan ke investasi yang resikonya lebih rendah

Investasi terdiri dari berbagai instrumen, ada saham, obligasi, deposito, valuta asing, dan emas. Instrumen ini tentu memiliki risiko yang beragam dengan tingkat keuntungan yang beragam pula. Namun karena kondisinya lagi pandemi, sebaiknya pilih instrumen investasi yang resikonya lebih rendah.

Misalnya, deposito atau reksa dana yang risikonya jauh lebih rendah dibandingkan saham. Berinvestasi di sektor minim resiko setidaknya dapat mengamankan portofolio investasi saat ini. 

Seandainya rugi pun, ruginya tidak terlalu besar. Kamu bahkan bisa menutupi kerugian tersebut dari keuntungan investasi yang mungkin akan didapatkan dalam beberapa bulan ke depan. 

2. Menambah aset pada instrumen yang lebih aman

Emas merupakan salah satu investasi yang katanya kebal terhadap inflasi. Jika kamu sudah mempunyai investasi emas, apa salahnya menambah emas yang kamu miliki. Bukan untuk meningkatkan kekayaan, tapi lebih untuk mempertahankan kekayaan di tengah-tengah pandemi yang tak kunjung usai.

Jika memang belum punya, tidak ada salahnya coba investasi emas dengan modal seadanya dulu. Toh, nanti kamu juga bisa tambah seiring berjalannya waktu.

Kini investasi emas bisa dilakukan secara online, melalui website, aplikasi, maupun e-commerce. Sebaiknya tentukan jumlah uang yang akan dialokasikan untuk membeli emas agar tidak menghambat kebutuhan investasi yang lain.

Baca Juga: 6 Cara untuk Berinvestasi dengan Efisien

3. Lakukan secara hati-hati

Kondisi ekonomi yang terjadi sekarang berbeda dengan tahun sebelumnya, makanya investasi perlu dilakukan secara hati-hati. Jika kamu asal menempatkan dana saja tanpa mempertimbangkan risiko, bukan untung yang didapat melainkan rugi.

Sebelum berinvestasi, coba bandingkan besarnya keuntungan dan potensi kerugian yang ada pada instrumen yang bersangkutan. Jika memang kamu tidak siap dengan risiko investasi besar, beralihlah ke investasi yang minim resiko seperti deposito.

Meskipun wajib hukumnya, tapi investasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi finansial mu juga. Jangan sampai berat sebelah.

4. Berinvestasi ke obligasi pemerintah

Saat ini pemerintah tengah gencar-gencarnya menerbitkan obligasi ke masyarakat dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN). Kalau mau, kamu bisa membelinya dan mendapat keuntungan dengan range 6,5 – 6,75 persen per tahun dan dalam tenor 10 tahun. Persentase keuntungannya lebih tinggi daripada deposito. 

Suku bunga obligasi sendiri diberikan dalam bentuk kupon yang otomatis ditransfer ke rekening kamu setiap bulan. Pemerintah juga memberlakukan sistem early redemption, dimana investor bisa melakukan pencairan awal sebelum obligasi jatuh tempo.

Early redemption bisa dilakukan setelah investasi selama satu tahun. Menariknya lagi, pencairan ini tidak dikenakan biaya dalam bentuk apapun. 

Baca Juga: Tips Investasi Forex, Aman dan Cuan

5. Berinvestasilah pada lembaga terpercaya

Jika mau berinvestasi, pada instrumen apapun itu, sebaiknya dilakukan di lembaga yang terpercaya. Dalam arti sudah memiliki sertifikat dan dilindungi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebab, banyak oknum yang menjadikan ketidakstabilan ekonomi sekarang untuk memperkaya diri sendiri.

OJK biasanya mempunyai daftar nama perusahaan yang legal. Kamu bisa cek ke situs OJK langsung untuk menghindari terjadinya penipuan. 

Sebaiknya jangan tergiur dengan tawaran keuntungan besar, apalagi kalau syaratnya mudah. Kamu harus bandingkan besarnya keuntungan yang didapat dengan kerugiannya. Karena sudah hukumnya jika keuntungan sejalan dengan kerugian.

6. Kelola portofolio investasi

Tips yang terakhir adalah mengelola portofolio investasi sebaik mungkin. Meskipun instrumen investasinya sudah dikelola oleh Manajer Investasi (MI) sekalipun. Kamu perlu tahu berapa banyak yang dialokasikan untuk investasi A, B, dan C.

Begitu pula dengan keuntungan yang kamu dapatkan dari investasi. Ada baiknya jika keuntungan itu digunakan untuk menambah modal investasi daripada dihabiskan untuk hal-hal yang kurang penting.

Amati grafik peningkatan maupun penurunan investasi secara berkala. Dan hindari yang namanya panic selling dan emotional investing karena kamu harus mempertimbangkan dampaknya dalam jangka panjang. Kalau memang dalam jangka panjang tidak atau kurang menguntungkan, baru boleh jual dan sebaliknya.

Bijak Mengelola Investasi Saat Pandemi

Perekonomian secara keseluruhan boleh saja tidak stabil, tapi tidak dengan perekonomian pribadimu. Kelola investasi dengan bijak, baik itu dengan cara diversifikasi, mereview portofolio investasi secara berkala, dan menempatkan modal secara tepat. Terapkan pula tips-tips investasi mendapatkan cuan besar di atas agar return yang kamu peroleh maksimal.

Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Sederhana Biar Gaji Tetap Awet (Infografis)