Merupakan Obat Hipertensi, Inilah Cara Kerja Amlodipine dan Aturan Pakainya

Penyakit hipertensi atau disebut juga darah tinggi merupakan penyakit yang bisa dibilang cukup berisiko terjadi pada masyarakat masa kini. Bagaimana tidak, kebiasaan merokok, mengonsumsi makanan kurang sehat, dan jarang berolahraga yang banyak dilakukan merupakan penyebab utama seseorang menderita hipertensi. Oleh karena itu, penting untuk menghindari kebiasaan tersebut agar tidak menjadi penderita darah tinggi. 

Akan tetapi, jika sudah terlanjur terdiagnosa penyakit hipertensi, pasien harus segera melakukan tindakan pengobatan yang tepat. Mulai dari menjaga pola makan, menghindari kebiasaan yang dapat memicu hipertensi, serta mengonsumsi obat sebaiknya dilakukan oleh penderita hipertensi.

Salah satu jenis obat yang sering digunakan oleh penderita darah tinggi adalah amlodipine. Amlodipine sendiri adalah obat untuk meredakan hipertensi atau darah tinggi. Dengan mengonsumsi obat tersebut, pasien dapat menurunkan potensi terjadinya penyakit stroke, penyakit ginjal, dan serangan jantung akibat tekanan darah tidak terkontrol. 

Obat jenis ini sebenarnya cukup banyak dijual di apotek. Meski begitu, penggunaan obat tersebut sangat disarankan melalui resep dokter agar manfaatnya bisa didapatkan pasien secara tepat. Nah, agar pemakaian amlodipine bisa dilakukan dengan tepat, simak aturan pakainya berikut ini.

Deskripsi Obat Amlodipine

Amlodipine besylate merupakan obat antihipertensi dari golongan antagonis kalsium dan memiliki bentuk tablet ukuran 5 mg serta 10 mg. Walaupun bisa dibeli di apotek seluruh Indonesia, penderita hipertensi harus menunjukkan resep dokter saat akan membeli dan menggunakannya. 

Hal ini bertujuan agar pasien penyakit tersebut dapat memakai obat ini sesuai aturan dan tidak menimbulkan efek samping yang dapat membahayakan maupun overdosis. Manfaat amlodipine adalah untuk menurunkan tekanan darah dan dapat dikonsumsi oleh orang dewasa maupun anak-anak berusia di atas 6 tahun. 

Meski begitu, masuk dalam obat kategori, amlodipine dicurigai mampu menunjukkan efek samping pada janin dan ibu hamil. Obat tersebut juga dapat terserap pada ASI sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil atau sedang pada masa menyusui kecuali mendapat persetujuan dari dokter.

Cara kerja dari amlodipine adalah dengan melemaskan dinding pada pembuluh darah. Dengan begitu, aliran darah akan menjadi lebih lancar mengarah ke jantung dan tidak terjadi tekanan darah. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk meringankan gejala angina pectoris atau nyeri pada dada akibat penyakit jantung koroner. 

Baca Juga: Hipertensi: Penyebab Hipertensi, Gejala Hipertensi, Pengobatan dan Pencegahannya

Hal yang Harus Diperhatikan

Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi amlodipine, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar tidak mengakibatkan gangguan kesehatan yang tidak diinginkan. 

  • Hindari penggunaan amlodipine pada anak dengan usia kurang dari 6 tahun dan simpan pada tempat yang sulit dijangkau anak-anak.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter mengenai riwayat penyakit yang pernah diderita. 
  • Hindari mengonsumsi obat tersebut bersamaan dengan obat herbal, vitamin, atau obat demam, batuk, flu, dan asma kecuali sudah diizinkan oleh dokter dan diberikan resep obatnya. 
  • Mengonsumsi amlodipine juga dapat menyebabkan pusing. Oleh karena itu, hindari melakukan kegiatan atau aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti berkendara, mengoperasikan alat berat, dan lain sebagainya pasca mengonsumsi obat tersebut. 
  • Pada ibu hamil, pastikan untuk menginformasikan terlebih dahulu pada dokter saat akan mengonsumsi amlodipine. Hal serupa juga harus dilakukan bagi pasien yang akan menjalani operasi agar dokter dapat mengetahui apakah amlodipine dapat menimbulkan dampak selama proses operasi berlangsung. 
  • Jika merasakan adanya reaksi alergi ataupun overdosis, pastikan untuk membawa pasien ke rumah sakit atau dokter. Dengan begitu, reaksi alergi maupun overdosis tersebut dapat segera diatasi dan tidak menimbulkan masalah kesehatan yang dapat berakibat fatal.

Aturan Pakai dan Dosis Amlodipine

Perbedaan dosis pemakaian amlodipine ditentukan pada usia, respons tubuh, serta kondisi kesehatan dari pasien yang mengonsumsinya. Selain itu, dokter juga akan memberikan resep obat amlodipine berdasarkan penyakit yang diderita oleh pasiennya.

Untuk mengobati hipertensi pada orang dewasa, amlodipine dapat dikonsumsi dengan kadar 5 sampai 10 mg tiap harinya. Sedangkan untuk pasien anak-anak usia 6 sampai 17 tahun, dosis pemakaian amlodipine adalah 2,5 hingga 5 mg tiap hari.

Untuk mengobati angina pectoris, dokter akan menyarankan pasien untuk mengonsumsi obat ini dengan dosis 5 sampai 10 mg tiap harinya. 

Mengonsumsinya pun harus dilakukan menggunakan air putih, boleh sebelum makan atau sesudahnya. Yang pasti, beri jarak waktu yang cukup di antara dosis minum amlodipine dengan dosis minum yang selanjutnya. Agar efektivitas dari amlodipine lebih optimal, usahakan untuk meminum obat tersebut secara rutin di waktu yang sama. 

Jika terlupa, pasien disarankan untuk segera mengonsumsi obat ini tanpa menggandakan dosis yang sudah diberikan oleh dokter. Selain itu, simpan amlodipine di tempat yang tertutup dan memiliki suhu ruang yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin. 

Pastikan tempat penyimpanan obat tersebut tidak lembap, tidak terkena hawa panas langsung, dan terhindar dari pancaran langsung dari sinar matahari. Yang terpenting, cari tempat yang sulit dijangkau oleh anak-anak agar risiko obat tersebut tidak sengaja dikonsumsi menjadi semakin kecil.

Baca Juga: Neurobion, Suplemen Kesehatan yang Bermanfaat Menunjang Metabolisme dan Sistem Saraf Tubuh

Daftar Obat yang Dapat Menyebabkan Interaksi dengan Amlodipine

Sama halnya dengan penggunaan obat jenis lain pada umumnya, mengonsumsi obat ini juga dapat menyebabkan interaksi dengan pemakaian obat lain. Efek dari interaksi antar obat tersebut bisa berupa munculnya efek samping maupun membuat efektivitas dari manfaat obat menjadi berkurang.

Beberapa jenis obat yang dapat menimbulkan interaksi dengan amlodipine adalah: 

  • Amiodarone
  • Simvastatin
  • Clopidogrel
  • Clarithromycin
  • Ciclosporin
  • Dantrolen
  • Domperidone
  • Digoxin
  • Tegafur
  • Piperaquine
  • Tacrolimus 

Efek Samping Amlodipine 

Sebagai obat kimia, pemakaian amlodipine dapat memberikan efek samping tertentu kepada penggunanya. Terutama pada pasien hipertensi yang baru pertama kali menggunakan obat tersebut, efek samping yang dirasakan biasanya adalah sakit kepala serta tubuh merasa kegerahan. 

Meski begitu, efek samping penggunaan amlodipine tersebut tidak harus dikhawatirkan oleh pasien. Sebab, efek samping tersebut umum terjadi pada pasien hipertensi yang mengonsumsi obat ini dan gejalanya dapat mereda dalam waktu beberapa hari saja. Jadi, asal tidak menyebabkan gejala lain yang dapat mengganggu pasien, efek samping amlodipine tersebut tidak memerlukan pemeriksaan dari dokter. 

Selain itu, pasien juga dapat mengalami gejala efek samping lain. Beberapa efek samping yang dapat disebabkan oleh amlodipine adalah tubuh merasa lelah dan letih, pusing, mual, terjadi pembengkakan pada bagian tungkai, hingga jantung berdebar. 

Efek samping tersebut pada dasarnya umum terjadi dan tidak memerlukan penanganan medis yang berarti. Akan tetapi, ketika gejala dari efek samping tersebut tidak kunjung hilang atau malah bertambah parah, pasien disarankan untuk segera menghubungi dokter. 

Hal yang sama juga perlu dilakukan oleh pengguna jika diketahui muncul reaksi alergi pada obat, seperti ruam pada kulit, wajah, tenggorokan, atau lidah membengkak, gatal-gatal, serta sesak napas. Saat muncul gejala alergi obat tersebut, segera hentikan pemakaian amlodipine pada pasien dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter atau rumah sakit. 

Gunakan Obat Amlodipine Sesuai Anjuran agar Mendapatkan Manfaatnya dengan Optimal

Segala jenis obat yang diberikan oleh dokter sejatinya bertujuan untuk menyembuhkan masalah kesehatan yang dialami oleh pasien. Namun, jika digunakan dengan cara yang salah atau dengan dosis yang tidak sesuai, bukan tidak mungkin penggunanya akan malah mendapatkan masalah kesehatan yang lebih serius. 

Oleh sebab itu, pastikan penggunaan obat amlodipine sesuai dengan anjuran dokter agar manfaatnya bisa didapatkan dengan optimal.

Baca Juga: Sudah Pernah Tahu Air Purifier, Belum? Ini Lho Ragam Manfaatnya untuk Kesehatan