Part Time Trader atau Full Time? Ini Untung Ruginya

Menjadi trader paruh waktu atau full time? Banyak orang bertanya mana yang paling enak. Keduanya enak, tapi balik lagi ke diri masing-masing. 

Sebelum memutuskan, ada baiknya untuk mengenali keuntungan dan kerugian menjadi trader paruh waktu dan full time. Dengan demikian, kamu pun tidak salah memilih nantinya.

Apa Itu Part Time Trader?

Trader tipe ini melakukan aksi jual beli saham pada saat tertentu, seperti saat harga naik maupun turun. Modal yang digunakan untuk transaksi saham biasanya modal pribadi. Untung atau rugi, tentu menjadi risiko masing-masing.

Berbicara mengenai besarnya keuntungan yang didapatkan, persentasenya tergantung dari modal yang digunakan untuk transaksi. Yang pasti, jumlahnya lebih kecil dibandingkan trader full time. Sebab, jam terbangnya juga lebih singkat. 

Apa Itu Full Time Trader?

Merupakan kebalikan dari trader paruh waktu, dimana aktivitas trading dijadikan karir. Seseorang yang bekerja penuh sebagai trader memiliki tanggung jawab besar. Selain mengelola modal sendiri, ia juga harus mengelola modal orang lain yang dititipkan kepadanya. 

Jika modal titipan tersebut untung, maka ia akan mendapatkan upah sesuai jumlah yang telah disepakati dengan pemilik modal. Tak heran jika beberapa orang menjadikan ini sebagai profesi karena hasilnya lebih menjanjikan.

Keuntungan dan Kerugian Part Time Trader


Part Time Trader

Keuntungan Part Time Trader

Kerugian Part Time Trader

1. Tanggung jawab lebih kecil

Sudah pasti karena modal yang dikelola adalah modal sendiri. Tidak ada tuntutan harus untung berapa persen.

Kamu bisa menjual saham kapanpun jika merasa keuntungannya sudah sesuai dengan ekspektasi awal.

Keuntungan yang diperoleh menjadi seutuhnya milikmu. Kamu bisa mengelolanya kembali untuk menambah modal main saham guna memaksimalkan keuntungan.

1. Analisis saham kurang mendalam

Pastinya, karena waktumu tersita untuk mengerjakan hal lain. Kamu perlu lebih berhati-hati sebelum memutuskan untuk beli atau jual agar tidak rugi.

Dan ingat, jangan mengikuti saran dari orang lain karena belum tentu baik.

Untuk kamu yang minat jadi trader paruh waktu, liriklah saham blue chip. Seandainya harga saham turun, waktu untuk rebound relatif singkat asalkan kamu sabar.

2. Waktu trading yang fleksibel

Untungnya jadi part time trader yak arena waktunya fleksibel. Hari ini mau trading atau tidak, kamu sendiri yang menentukan sesuai dengan kondisi pasar saat itu.

Trader paruh waktu cocok untuk kamu yang memiliki waktu terbatas. Jadi, aktivitas trading bisanya dilakukan di sela-sela jam kerja.

2. Jumlah keuntungan sedikit

Alasannya karena modal milikmu terbatas daripada full time trader. Selain itu, jam trading yang tidak menentu juga mengurangi peluang untuk untung.

Mustahil bagimu untuk mengamati pergerakan harga saham setiap waktu karena ada tanggung jawab yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Jadi, keuntungan trading bisa dikatakan sekedar untuk jajan saja.

Baca Juga: Fakta Trading Binary Option dan Alasannya Dilarang di Indonesia

Keuntungan dan Kerugian Full Time Trader


Full Time Trader

Keuntungan Full Time Trader

Kerugian Full Time Trader

1. Kondisi finansial lebih stabil

Selain mendapatkan keuntungan dari modal sendiri, kamu yang nantinya menjadi full time trader juga berhak atas keuntungan dari modal orang lain. Inilah yang membuat kondisi finansialmu menjadi stabil.

Kamu bisa memprediksi jumlah income yang mungkin didapatkan dalam satu bulan. Sebab dalam trading, kamu ikut serta dalam mengendalikan harga pasar karena jumlah modal yang besar.

1. Besarnya upah ditentukan oleh kinerja

Meskipun kondisi finansialmu lebih stabil, kamu harus bisa menerima kenyataan kalau penghasilan tersebut tergantung dari kinerjamu saat trading.

Jika saham yang dibeli justru breakdown, upah yang harusnya didapat hari ini menjadi tertunda.

Kamu harus menunggu saham tersebut breakout untuk menjualnya. Dengan begini, kamu akan kebagian untung dari modal yang dititipkan padamu.

2. Dapat mengendalikan emosi

Jika dibandingkan dengan trader paruh waktu, tingkat pengendalian emosimu jauh lebih baik. Kamu dapat bermain dengan tenang meskipun harga saham turun, dan pastinya tidak mudah terkena FOMO.

FOMO adalah sebutan untuk seorang trader yang takut kehilangan kesempatan, sehingga trader tipe ini biasanya mengalokasikan modal untuk membeli satu saham saja. Dengan harapan, bisa mendapatkan untung besar.

2. Waktunya tersita untuk analisis saham

Sebagai trader, kamu tentu tidak mau income bulanan menurun. Hal yang wajar jika sebagian besar waktumu habis untuk menganalisa saham. Karena dengan analisa, kamu dapat mengurangi potensi rugi.

Terdapat rasa was-was jika harga saham “terjun bebas” karena yang dikelola adalah uang orang lain. Jika sampai rugi besar, orang lain tidak akan percaya lagi pada analisismu yang menyebabkan penghasilan menurun drastis.

3. Pengetahuan tentang saham luas

Trading sudah menjadi karirmu, maka wajar kalau pengetahuan dibidang saham luas. Sebab, kamu menghabiskan banyak waktu untuk menganalisis harga.

Berkat pengetahuan tersebut, kamu tahu saham mana yang berpotensi naik dan turun. Kamu dapat memanfaatkan timing sebaik mungkin untuk mengambil keputusan.

 

Baca Juga: Robot Trading: Pengertian, dan Daftar Aplikasi Robot Trading Forex yang Cocok untuk Pemula

Sesuaikan dengan Psikologis Masing-masing

Mau menjadi part time atau full time trader, sebaiknya sesuaikan dengan kondisi psikologis kamu. Jika kamu tipikal orang yang takut rugi, jadilah trader paruh waktu. Jika kamu agresif dan berani, full time trader bisa jadi profesi yang menjanjikan untuk menjamin kelangsungan hidupmu.

Baca Juga: Apa Itu Trader Investasi? Pengertian, Jenis dan Keuntungannya