Prospektus – Pengertian, Contoh, Isi, dan Cara Membacanya

Prospektus adalah dokumen yang wajib dipahami investor sebelum memulai investasi. Baik itu membeli saham, membeli obligasi, maupun membeli reksadana.

Prospektus didesain dalam bentuk buku tebal. Berisikan informasi atau data penting perusahaan. Sementara prospektus reksadana menyajikan informasi lengkap seputar produk reksadana yang dijual perusahaan sekuritas.

Namun saat ini, prospektus perusahaan dapat kamu unduh dari beberapa situs resmi seperti situs e-ipo, situs Bursa Efek Indonesia (BEI), dan situs emiten tersebut. Lalu untuk prospektus Obligasi ataupun Reksadana, kamu juga bisa memperolehnya melalui situs resmi Perusahaan issuer dan situs resmi agen penjual (APERD).

Baca Juga: Cut Loss Saham - Arti, Contoh, dan Cara Menentukannya

Pengertian Prospektus


Prospektus adalah..

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBB), prospektus adalah keterangan tertulis dan terperinci mengenai kegiatan baru perusahaan atau organisasi, yang disebarluaskan kepada umum atau disampaikan kepada kelompok tertentu.

Sedangkan prospektus menurut BEI adalah setiap informasi tertulis sehubungan dengan penawaran umum dengan tujuan agar pihak lain membeli efek (saham atau obligasi).

Dilansir dari Investopedia, prospektus adalah dokumen formal yang memberikan rincian tentang penawaran investasi kepada publik. Prospektus diajukan untuk penawaran saham, obligasi, dan reksadana.

Jenis-jenis Prospektus

Jenis-jenis prospektus perusahaan, antara lain:

1. Prospektus Awal

Prospektus awal adalah dokumen tertulis yang memuat seluruh informasi dalam prospektus yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari pernyataan pendaftaran, kecuali mengenai informasi:

  • Nilai nominal
  • Jumlah dan harga penawaran efek
  • Penjaminan emisi efek
  • Tingkat bunga obligasi, atau
  • Hal lain yang berhubungan dengan persyaratan penawaran yang belum dapat ditentukan.

2Prospektus Ringkas

Prospektus ringkas adalah ringkasan dari isi prospektus awal.

3. Prospektus Final atau Prospektus Akhir

Prospektus final adalah dokumen yang memuat rincian lengkap penawaran investasi kepada publik. Dalam prospektus final memuat informasi latar belakang final, serta jumlah saham dan harga penawaran.

Manfaat Prospektus

IDX prospektus

Penerbitan prospektus dapat menguntungkan investor. Berikut manfaat prospektus bagi investor:

  • Membantu investor membuat keputusan investasi yang lebih tepat karena prospektus berisi sejumlah informasi relevan tentang investasi
  • Menginformasikan kepada investor tentang risiko yang terkait dengan investasi saham maupun reksadana tertentu. Seperti risiko yang dihadapi perusahaan dalam bisnisnya, risiko keuangan, risiko reksadana, dan lainnya.

Baca Juga: Margin Call Saham dan Forex: Pengertian dan Cara Mencegahnya

Cara Membaca Prospektus: Isi Prospektus


Cara Membaca Prospektus

Perusahaan yang ingin melakukan penawaran saham perdana (IPO), menerbitkan dan menjual obligasi kepada masyarakat harus mengajukan prospektus kepada Komisi Sekuritas dan Bursa, dalam hal ini OJK sebagai bagian dari proses pendaftaran.

Perusahaan harus mengajukan prospektus awal dan prospektus final. OJK memiliki pedoman khusus mengenai isi dan bentuk prospektus.

Sebenarnya, bentuk dan isi prospektus diatur dalam Peraturan OJK Nomor 8 Tahun 2017 tentang Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas.

Efek bersifat ekuitas adalah surat berharga saham biasa, saham preferen, obligasi, surat pengakuan utang, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.

Cara membaca prospektus perusahaan, kamu perlu mengetahui bentuk dan isi prospektus sebagai berikut.

Bentuk prospektus menurut POJK 8/2017, prospektus paling sedikit memuat:

  • Informasi pada bagian kulit muka prospektus
  • Daftar isi
  • Ringkasan prospektus
  • Penawaran umum
  • Penggunaan dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum
  • Pernyataan utang
  • Ikhtisar data keuangan penting
  • Analisis dan pembahasan oleh manajemen
  • Faktor risiko
  • Kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan public
  • Keterangan tentang emiten, kegiatan usaha, serta kecenderungan dan prospek usaha
  • Ekuitas
  • Kebijakan dividen
  • Perpajakan
  • Penjaminan emisi efek (jika ada)
  • Lembaga dan profesi penunjang pasar modal, serta pihak lain
  • Ketentuan penting dalam anggaran dasar dan ketentuan penting lainnya terkait pemegang saham
  • Tata cara pemesanan efek bersifat ekuitas
  • Penyebarluasan prospektus dan formulir pemesanan pembelian efek bersifat ekuitas
  • Pendapat dari segi hukum
  • Laporan keuangan, dan
  • Laporan penilai dan laporan tenaga ahli (jika ada).

Sedangkan isi prospektus yang harus dicantumkan sesuai POJK 8/2017, antara lain:

  • Tanggal efektif penyataan pendaftaran dari OJK
  • Masa penawaran
  • Tanggal penjatahan
  • Tanggal pengembalian uang pemesanan
  • Tanggal distribusi efek
  • Tanggal pencatatan, jika efek tersebut akan dicatatkan di bursa efek
  • Nama lengkap emiten, alamat, logo (jika ada), nomor telepon, nomor faksimili, surat elektronik, situs web, dan kotak pos termasuk pabrik serta kantor perwakilan (jika ada), dan kegiatan usaha utama dari emiten
  • Nama bursa efek, jika efek tersebut akan dicatatkan di bursa efek
  • Jenis dari penawaran, termasuk uraian mengenai:

1. Jenis dan jumlah efek bersifat ekuitas

2. Uraian singkat tentang efek bersifat ekuitas yang diawarkan

3. Jumlah nominal (jika ada), harga penawaran, dan total nilai penawaran

  • Nama dari penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek (jika ada)
  • Tempat dan tanggal prospektus diterbitkan
  • Pernyataan berikut dalam huruf kapital yang langsung menarik perhatian pembaca:

“OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”

“PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.”

  • Pernyataan dalam huruf kapital bahwa emiten dan penjamin pelaksana emisi efek (jika ada) bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua informasi dan kejujuran pendapat yang diungkapkan dalam prospektus sebagai berikut:

“EMITEN DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK (jika ada) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA, ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.”

  • Pernyataan singkat dalam huruf kapital yang langsung dapat menarik perhatian pembaca, mengenai:

1. Risiko utama yang dihadapi emiten,

2. Risiko kemungkinan tidak likuidnya efek bersifat ekuitas yang ditawarkan (jika ada).

Contoh Prospektus

Kamu atau investor dapat menemukan penerbitan prospektus terbaru dari berbagai emiten di situs resmi BEI atau idx prospektus. Caranya, buka laman idx.co.id, pilih menu Perusahaan Tercatat, klik Prospektus.

Berikut contoh idx prospektus:


IDX Prospektus (situs resmi BEI)

Baca Juga: Buyback – Pengertian Buyback Emas dan Buyback Saham

Prospektus Reksadana


Prospektus Reksadana

Prospektus reksadana adalah dokumen yang mengandung informasi rincian tujuan investasi, strategi investasi, potensi risiko, kinerja reksadana, kebijakan distribusi, biaya dan pengelolaan dana yang dibebankan manajer investasi kepada nasabah atau investor.

Biaya investasi reksadana ini diambil dari keuntungan investor . Biaya tersebut dicantumkan di bagian awal prospektus. Meliputi biaya transaksi pembelian, penjualan, pemindanan dana, serta biaya lainnya.

Bentuk dan isi prospektus reksadana tertuang dalam POJK Nomor 25/2020 tentang Pedoman Bentuk dan Isi Prospektus dalam rangka Penawaran Umum Reksadana.

Prospektus reksadana harus memuat informasi:

1. Informasi yang disajikan pada bagian luar kulit muka prospektus meliputi:

  • Nama lengkap
  • Dasar hukum Reksadana
  • Alamat, logo, nomor telepon/faksimili dan kotak pos alamat kantor reksadana
  • Tanggal efektif
  • Batasan masa penawaran (jika ada)
  • Tanggal akhir penjatahan (jika ada)
  • Tanggal pengembalian uang pemesanan (jika ada)
  • Nama bursa efek dan tanggal pencatatan yang direncanakan, jika reksadana akan dicatatkan di bursa efek
  • Penjelasan singkat mengenai kebijakan dasar rencana investasi reksadana
  • Harga penawaran sama dengan nilai aktiva bersih per saham atau unit penyertaan
  • Biaya penjualan kembali atau pelunasan, serta biaya pengalihan
  • Nama lengkap penjamin emisi efek, jika menggunakan penjamin emisi efek
  • Nama lengkap Manajer Investasi
  • Nama lengkap Bank Kustodian
  • Tempat dan tanggal prospektus reksadana diterbitkan
  • Kolom perhatian dengan menyebutkan:

SEBELUM ANDA MEMUTUSKAN UNTUK MEMBELI SAHAM (UNIT PENYERTAAN) INI ANDA HARUS TERLEBIH DAHULU MEMPELAJARI HALAMAN… (yang menunjuk pada halaman dalam prospektus reksadana mengenai kebijakan investasi, faktor risiko, dan Manajer Investasi

  • Pernyataan berikut dicetak dalam huruf besar:

“OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”

2. Daftar isi prospektus reksadana

3. Istilah dan definisi tentang reksadana, reksadana yang ditawarkan, manajer investasi, bank kustodian, efek, dan metode perhitungan NAB

4. Informasi mengenai pendirian reksadana, penawaran, penempatan dana awal, ikhtisar keuangan, pengelola reksadana

5. Informasi mengenai manajer investasi

6. Informasi mengenai bank kustodian

7. Tujuan investasi, kebijakan investasi, dan kebijakan pembagian hasil investasi

8. Metode penghitungan nilai pasar wajar dari Efek dalam portofolio reksadana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor pasar modal mengenai nilai pasar wajar dari efek dalam portofolio reksadana

9. Alokasi biaya-biaya, seperti biaya yang menjadi beban manajer investasi, biaya yang menjadi beban reksadana, biaya yang dibebankan ke investor

10. Perpajakan

11. Faktor yang utama reksadana yang ditawarkan

12. Persyaratan dan tata cara pemesanan saham atau pembelian unit penyertaan

13. Persyaratan dan tata cara penjualan kembali atau pelunasan saham atau unit penyertaan reksadana

14. Informasi mengenai penyebarluasan prospektus reksadana dan formulir pemesanan saham atau pembelian unit penyertaan

15. Skema penjualan dan pembelian kembali atau pelunasan reksadana

16. Mengungkapkan hal lain yang material untuk diketahui oleh investor

17. Pembubaran dan likuidasi.

Contoh Prospektus Reksadana

Ini contoh prospektus reksadana:


Contoh Prospektus Reksdana Syailendara Dana Kas November 2022 (1) (Sumber: Syaliendra Dana Kas )


Contoh Prospektus Reksdana Syailendara Dana Kas November 2022 (2) (Sumber: Syaliendra Dana Kas)


Contoh Prospektus Reksdana Syailendara Dana Kas November 2022 (3) (Sumber: Syaliendra Dana Kas)

Informasi Penting pada Prospektus Reksadana

Untuk kamu para investor, setidaknya perhatikan 7 poin informasi penting ini pada prospektus reksa dana, antara lain:

1 Manajer Investasi Di bagian ini, para investor bisa mengetahui rekam jejak atau track record pengalaman dan prestasi dari manajer investasi atau MI. Investor juga bisa mencari tahu track record pihak terafiliasi dengan MI di bagian ini.
2 Tujuan, Kebijakan, serta Pembatasan Investasi Di bagian ini terdapat informasi terkait tujuan reksa dana serta kebijakan strategi terkait pengelolaan aset reksa dana.
3 Manfaat & Faktor Risiko Investasi

Manfaat dari investasi, misalnya pengelolaan modal yang profesional, diversifikasi investasi, transparansi, dan pertumbuhan nilai asetnya bisa diketahui pada bagian ini. Risiko dari investasi reksa dana yang perlu dipahami dan diperhatikan oleh investor juga bisa diketahui pada informasi ini. Beberapa contoh risiko yang mungkin timbul adalah risiko penurunan NAB atau harga, risiko likuiditas, perubahan suku bunga, risiko gejolak kondisi ekonomi dan politik, dan lain sebagai.  

4 Alokasi & Imbalan Jasa Di bagian ini, investor bisa mengetahui rincian informasi terkait jenis serta beban biaya yang merupakan biaya investasi reksa dana. Selain itu, biaya jasa manajer investasi serta biaya pemilik unit penyertaan juga bisa diketahui di bagian alokasi dan imbalan jasa ini.
5 Hak Pemilik Unit Penyertaan Beberapa jenis hak yang tertulis di bagian ini mencakup pemberian informasi terkait nilai aktiva bersih atau NAB, penjualan sebagian atau seluruh unit penyertaan, serta mendapatkan bagi hasil investasi. SKT atau Surat Konfirmasi Transaksi tiap kali bertransaksi serta laporan akun tiap bulan sebagai laporan dari perkembangan investasi dari Bank Kustodian juga bisa diketahui di bagian ini.
6 Pembubaran & Likuidasi Poin ini membahas tentang tindakan atau sebab, dan juga prosedur seperti apa yang bakal dilakukan oleh manajer investasi ketika terjadi pembubaran produk reksa dana.
7 Syarat dan Cara Pembelian, Pengalihan, dan Pembelian Kembali Bagian yang terakhir ini menjelaskan terkait jumlah minimal penjualan, pembelian, dan pengalihan dari unit penyertaan reksa dana. Investor jua bisa mengetahui persyaratan serta ketentuan untuk melakukan penjualan atau pembelian reksa dana pada bagian ini.

Baca Juga:  Bantu Investor Pantau Kepemilikan Efek, Ketahui KSEI dan Sederet Fungsinya dalam Investasi

Tips Memahami Prospektus Reksadana

Seperti yang dijelaskan di poin sebelumnya, prospektus reksa dana memiliki banyak komponen penting. Hal tersebut sering kali membuat investor enggan dan malas untuk mencermatinya satu per satu. Padahal, hal tersebut dapat memberi dampak signifikan terhadap aktivitas investasi nantinya. 

Tapi, agar lebih mudah memahami isi dari prospektus reksa dana, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan.

1. Perhatikan Status di OJK

Memperhatikan status legalitas produk reksa dana di OJK bisa menghindarkan dari resiko penipuan berkedok investasi. Status legalitas ini bisa dilihat pula melalui izin regulator dari pengelola dana. Selain itu, daftar manajer investasi yang telah mengantongi izin usaha dari OJK juga bisa dilihat di situs resminya.  

2. Cek Rekam Jejak Manajer Investasi

Setiap investor reksa dana pasti ingin modal investasinya dikelola oleh orang yang tepat. Nah, hal ini bisa dilakukan dengan mengecek rekam jejak manajer investasi sebelum menanam modal pada produknya. Pada prospektus, informasi terkait legalitas manajer investasi, pengalamannya mengelola dana, hingga kinerjanya bisa dilihat secara lengkap dan bisa dibandingkan dengan yang lainnya. 

3. Cek Rekam Jejak dari Bank Kustodian

Bank Kustodian memiliki peran penting pada penandatanganan KIK atau kontrak investasi kolektif yang melibatkan pula manajer investasi. Kontrak tersebut bisa dibilang merupakan reksa dana itu sendiri, dan Bank Kustodian bertugas untuk menyimpan efek, surat berharga, dan aset lain terkait efek, misalnya, dividen, bunga, dan sebagainya. Lembaga ini juga berperan mencegah penyalahgunaan reksa dana oleh MI.

4. Ketahui Metode Perhitungan NAB

Selaku investor, kamu wajib mengetahui bagaimana cara MI dalam menghitung NAB yang merupakan jumlah dana kelolaan MI terhadap sebuah produk reksa dana di mana perhitungannya dilakukan setiap hari kerja bursa. NAB menunjukkan harga bersih atau nilai pasar yang menggambarkan perkembangan modal investasi pasca dikurangi berbagai biaya. Perhitungan NAB ini bisa dilihat pada prospektus reksa dana.

5. Jenis serta Kebijakan Investasi

Pada dasarnya, ada 5 jenis reksa dana, yaitu, pendapatan tetap, pasar uang, campuran, indeks, dan saham. Masing-masing jenis tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta tujuan investasi. Jenis produk reksa dana yang berbeda juga pasti memiliki kebijakan investasi yang berbeda dan perlu dipahami oleh investor. 

6. Biaya yang Dibebankan saat Transaksi

Tidak kalah pentingnya, pada prospektus kamu juga perlu melihat biaya yang ditanggung oleh investor. Beberapa contohnya adalah biaya pembelian, penjualan, pengalihan, dan biaya transfer dari hasil penjualan. Pastikan jika beban biaya tersebut wajar dan tak sampai membuat aktivitas investasi merugi ataupun kurang optimal keuntungannya. 

7. Perhatikan Risiko dan Kinerja

Selain itu, pada prospektus reksa dana juga bisa diketahui kinerja serta risiko investasi yang dapat dijadikan sebagai benchmark dan perbandingan dengan produk reksa dana lainnya. Hal ini bisa membantu investor untuk memilih produk reksa dana yang terbaik dan paling optimal pada aktivitas investasinya.

8. Laporan Keuangan Reksadana

Laporan keuangan juga bisa dilihat pada bagian prospektus reksa dana. Informasi yang tercantum juga cukup lengkap, seperti, posisi keuangan, cash flow, perubahan aset, dan laba. Dengan begitu, investor bisa mendapatkan acuan guna mengetahui apakah suatu produk reksa dana memiliki kinerja yang positif atau tidak. 

Biasakan Baca Prospektus Sebelum Investasi

Prospektus berisikan poin-poin penting mengenai investasi yang ditawarkan. Prospektus bisa menjadi buku pedoman dalam mengambil keputusan investasi.

Maka dari itu, biasakan membaca dan memahami prospektus terlebih dahulu sebelum menanamkan modal. Tujuannya agar dapat memberikan hasil maksimal dan memuaskan.

Sebab, tanpa membaca prospektus, mustahil investasi kamu dapat memberikan keuntungan sesuai harapan.

Baca Juga: Merger dan Akuisisi: Pengertian, Jenis, dan Contohnya