RDPU dan RDPT, Lebih Cuan yang Mana?
Reksa dana merupakan instrumen investasi dengan beragam pilihan jenis produk, seperti, pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, dan indeks.
Dari semua jenis produk tersebut, ada dua produk yang dianggap lebih menarik bagi investor pemula atau yang memiliki profil risiko konservatif yakni reksa dana pasar uang atau RDPU dan reksa dana pendapatan tetap atau RDPT.
Kedua produk investasi tersebut dianggap memiliki performa yang stabil dengan tingkat risiko rendah. Meski sekilas tampak sama, sebetulnya terdapat sejumlah perbedaan yang cukup mendasar dari kedua produk investasi reksa dana tersebut. Lantas, apa sih yang membedakan RDPU dengan RDPT dan mana yang lebih menguntungkan dari keduanya? Yuk, simak ulasan berikut ini.
Pengertian RDPU dan RDPT
Investasi Reksa Dana
1. RPDU atau Reksa Dana Pasar Uang
Sesuai namanya, RDPU menempatkan danamu 100% pada instrumen pasar uang, seperti deposito berjangka dan surat utang yang jatuh temponya kurang dari satu tahun.
-
Karakteristik: Risikonya sangat rendah dengan nilai yang cenderung naik pelan tapi pasti. Cocok buat kamu yang nggak suka deg-degan lihat grafik merah.
-
Cocok Untuk:
-
Menyimpan Dana Darurat (karena mudah dicairkan).
-
Tujuan keuangan jangka pendek (1–2 tahun).
-
Investor pemula yang belum siap ambil risiko besar.
-
-
Contoh Performa: Sebagai gambaran potensi cuan, produk seperti Insight Retail Cash Fund mencatatkan kinerja +6.29%, dan HPAM Ultima Money Market tumbuh +5.45% (Data per 15 Oktober 2025).
2. RDPT atau Reksa Dana Pendapatan Tetap
Kalau RDPU main aman di deposito, RDPT sedikit lebih berani. Mayoritas danamu (minimal 80%) akan diinvestasikan ke obligasi atau surat utang, baik yang diterbitkan pemerintah maupun korporasi.
-
Karakteristik: Memiliki fluktuasi (naik-turun) sedikit, tapi jauh lebih kecil dibandingkan saham. Potensi imbal hasilnya biasanya lebih tinggi daripada RDPU.
-
Cocok Untuk:
-
Tujuan keuangan jangka menengah (2–5 tahun).
-
Investor konservatif yang ingin imbal hasil lebih tinggi dari sekadar deposito bank.
-
-
Contoh Performa: Beberapa produk unggulan mencatatkan hasil impresif, seperti Insight Renewable Energy yang tembus +10.33% dan Insight Haji Syariah di angka +10.06% (Data per 15 Oktober 2025).
Apa Bedanya RDPU dan RDPT?
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat sejumlah perbedaan antara produk reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap, beberapa di antaranya.
-
Tingkat Risiko yang Harus Ditanggung
Jika dibandingkan dengan RDPU, tingkat risiko dari RDPT memang cenderung lebih tinggi. Terlebih, harga obligasi (surat utang) dalam portofolio reksa dana pendapatan tetap dengan jatuh tempo lebih dari satu tahun menjadikan nilainya lebih naik turun (volatile) dibandingkan RDPU.
Sebab itu, RDPT jauh lebih cocok bagi investor yang memiliki tujuan keuangan dengan jangka menengah (lebih dari tiga tahun).
-
Alokasi Dana yang Dikelola Manajer Investasi
Perbedaan selanjutnya ada pada bagaimana manajer investasi mengalokasikan dana kelolaannya.
RDPU
RDPT
100 persen dana kelolaan akan dialokasikan ke instrumen pasar uang. Misalnya, deposito dan surat utang dengan jatuh tempo kurang dari setahun.
80 persen dari dana kelolaannya akan dialokasikan ke dalam produk sukuk atau obligasi dengan jatuh tempo lebih dari setahun.
Bisa dikatakan bahwa reksa dana merupakan instrumen investasi bebas ribet karena investor tak perlu repot-repot melakukan analisis satu demi satu instrumen investasi yang akan dipilih. Dari strategi hingga alokasi portofolio investasi sepenuhnya berada di bawah pengelolaan ahlinya, yakni manajer investasi.
-
Return yang Diperoleh Investor
Nilai pertumbuhan RDPU cenderung lebih stabil dibandingkan dengan nilai pertumbuhan RDPT. Hanya saja, di lain sisi, RDPT memiliki potensi return yang lebih tinggi dibandingkan RDPU.
-
Target dan Tujuan Investasi
Masing-masing orang tentu memiliki tujuan investasi dengan target waktu dan dana yang berbeda. Dengan memiliki target dan tujuan, seseorang dapat memilih mana produk investasi yang memang cocok jika ingin mencapai targetnya tersebut.
Misalnya, kamu ingin membeli laptop dengan harga 10 jutaan dalam jangka waktu enam bulan, maka RDPU adalah produk reksa dana yang cocok untuk itu.
Namun, apabila tujuan investasinya untuk membeli mobil dalam tiga tahun mendatang dari sekarang. Maka setidaknya perlu produk investasi yang memiliki potensi keuntungan jauh lebih tinggi. Untuk itu, RDPT bisa dijadikan pilihan yang tepat dalam mempersiapkan dana tersebut dan tujuan keuangan lainnya dalam jangka waktu menengah.
Strategi Maksimalin Cuan: Jangan Cuma Pilih Satu!
Bingung pilih yang mana? Kenapa nggak gabungkan saja keduanya? Berikut strategi rahasia biar portofoliomu makin kokoh:
-
Kombinasi Aset (Asset Allocation): Coba racikan 60% di RDPT untuk mengejar pertumbuhan, dan 40% di RDPU untuk menjaga stabilitas likuiditas.
-
Rutin Menabung (DCA): Gunakan metode Dollar Cost Averaging (DCA) alias investasi rutin tiap bulan. Dengan cara ini, kamu nggak perlu pusing mikirin kapan waktu terbaik buat beli (timing the market).
-
Pilih Manajer Investasi Terpercaya: Selalu cek track record, transparansi, dan strategi Manajer Investasi sebelum membeli. Jangan lupa baca Fund Fact Sheet agar kamu paham isi "jeroan" reksa danamu.
Pahami Perbedaan RDPU dan RDPT, Pilih yang Paling Sesuai
Produk investasi RDPU dan RDPT, masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Hal tersebut juga perlu disesuaikan dengan profil risiko dari masing-masing investor, karena setiap orang memiliki toleransi berbeda atas risiko investasi.
Karena itulah, penting untuk memahaminya dengan baik. Agar, produk yang dipilih benar-benar memberikan keuntungan sesuai dengan target dan tujuan finansial yang memang ingin dicapai.
Semoga bermanfaat!