Sering Pakai Kartu Debit? Waspadai 6 Hal Ini

Keberadaan kartu debit saat ini sudah menjadi sesuatu yang tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Kartu debit adalah jenis kartu yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran saat berbelanja di toko-toko yang menerima pembayaran dengan kartu debit.

Saat ini, bisa dikatakan setiap kartu ATM yang dikeluarkan oleh bank juga berfungsi sebagai kartu debit. Disebut kartu debit karena setiap bertransaksi menggunakan kartu ini, maka secara otomatis akan mengurangi atau mendebit saldo tabungan.

Cara pemakaian kartu debit mirip seperti kartu kredit, yaitu dengan digesekkan atau dimasukkan ke dalam mesin EDC (Electronic Data Capture).Saat ini, penggunaan kartu debit sudah menjadi hal yang lazim sebagai alternatif pengganti uang tunai atau bahkan lebih dipilih daripada kartu kredit karena tidak membuat penggunanya berutang kepada bank.

Namun, meskipun mengurangi ketergantungan pada kartu kredit merupakan hal yang positif, penggunaan kartu debit ternyata memiliki risiko tersendiri yang harus diwaspadai.Simak apa saja hal yang harus diwaspadai ketika menggunakan kartu debit.

Baca Juga: Pengetahuan Umum Seputar Kartu Debit

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Kartu Debit

  1. Rawan Penyalahgunaan

    Kartu Debit Lebih Mudah Disalahgunakan

    Penyalahgunaan kartu debit di sini dapat dilakukan antara lain apabila kartu debit kamu hilang atau dicuri.

    Tidak seperti kartu kredit, apabila kartu debit berpindah tangan ke orang lain dan orang tersebut memalsukan tanda tangan kamu atau entah bagaimana bisa mengetahui PIN kartu tersebut, ia bisa dengan leluasa menghabiskan uang kamu.

    Sebab, penggunaan kartu debit secara otomatis mendebit atau mengurangi saldo tabungan. Berbeda dengan kartu kredit, transaksi yang menggunakan kartu kredit tersebut dapat dibatalkan dan tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar transaksi tersebut apabila terbukti bukan kamu yang menggunakannya. Jika kartu debit digunakan oleh orang lain, kamu tidak akan mendapatkan uang kamu kembali.

    Baca Juga: Cara Mengurus Kartu Kredit Hilang

  2. Tidak Ada Jaminan dari Bank

    Kartu debit memang dapat digunakan untuk melakukan pembelian secara online, sama seperti kartu kredit. Meski demikian, ada hal yang harus diwaspadai saat menggunakan kartu debit untuk transaksi belanja online.

    Misalnya, ketika membeli barang dan ternyata barangnya tidak sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan atau merupakan barang tiruan. Jika membelinya dengan menggunakan kartu kredit, biasanya kamu dapat melaporkan kasus tersebut ke perusahaan penerbit kartu kredit sehingga kamu tidak perlu membayar tagihan untuk transaksi tersebut sebelum sengketanya terselesaikan. Namun, dengan kartu debit, bank tidak bertanggung jawab atas transaksi yang dilakukan dengan kartu debit sehingga kamu tidak akan mendapatkan uang kamu kembali.

    Jadi, kamu sebagai pemilik rekening merupakan pihak yang bertanggung jawab atas kartu debitnya dan segala bentuk kesalahan atau kecerobohan dalam penggunaannya harus ditanggung sendiri oleh kamu.

    Baca Juga: Cegah Rekening Dibobol, Segera Ganti Dengan Kartu ATM Chip

  3. Banyak Biaya

    Cukup Banyak Biaya yang Perlu Dibayar

    Kartu debit memang praktis dan memudahkan, tetapi perlu diingat bahwa pihak bank menarik sejumlah biaya. Meski satu per satu relatif kecil, tapi jika dijumlahkan bisa menjadi cukup besar.

    Tergantung pada bank dan jenis tabungan yang dipilih, kamu mungkin akan dikenakan biaya apabila kamu menggunakan kartu debit untuk sejumlah transaksi tertentu dalam satu bulan. Ada lagi biaya apabila kamu menarik uang tunai di mesin ATM selain dari bank yang mengeluarkan kartu debit kamu tersebut.

    Pastikan dulu biaya apa saja yang dikenakan kepada kamu ketika menggunakan kartu debit sebelum memakainya untuk bertransaksi atau berbelanja.

    Baca Juga: Biaya Transfer Antar Bank, Berapa yang Mesti Dibayar?

  4. Tidak Selalu Diterima di Semua Tempat

    Tidak seperti kartu kredit yang pada umumnya diterima dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran di berbagai tempat di seluruh dunia, kartu debit memiliki sejumlah keterbatasan.

    Beberapa tempat yang mungkin mengharuskan kamu melakukan pembayaran dengan menggunakan kartu kredit dan tidak bisa menggunakan kartu debit adalah tempat penyewaan mobil dan hotel.

    Meskipun mungkin tetap bisa membayar sewa mobil atau kamar hotel dengan menggunakan kartu debit, banyak perusahaan rental mobil dan hotel mengharuskan kamu untuk melakukan deposit dengan menggunakan kartu kredit sebagai jaminan keamanan bagi perusahaan.

    Selain itu, tidak semua kartu debit dapat digunakan di negara lain, tidak seperti kartu kredit. Untuk itu, pastikan bahwa kartu debit kamu sudah di aktifkan dari bank penerbit sehingga dapat digunakan di tempat-tempat atau lokasi di luar negeri yang hendak dikunjungi.

  5. Tidak Berpengaruh pada Sejarah Kredit kamu

    Tidak Memberikan Penilaian pada Sejarah Kredit

    Penggunaan kartu debit memang memiliki sejumlah keuntungan dibandingkan kartu kredit, antara lain dengan menggunakan kartu debit artinya kita tidak berutang kepada bank.

    Meskipun kamu mungkin tidak harus bergantung pada utang atau pinjaman kartu kredit untuk membayar belanja bulanan atau bensin, kamu mungkin akan membutuhkan pinjaman untuk pembelian yang lebih besar, seperti rumah atau mobil.

    Penggunaan kartu kredit merupakan salah satu cara paling mudah bagi kamu untuk membangun sejarah kredit yang solid sehingga kamu dapat membuktikan diri sebagai peminjam yang menjanjikan saat kamu mengajukan aplikasi untuk pinjaman yang lebih besar. Sayangnya, penggunaan kartu debit tidak akan memberikan manfaat ini.

  6. Terdapat Limit Harian

    Meski praktis dalam penggunaannya, kartu debit biasanya memiliki limit atau batasan pemakaian setiap harinya. Artinya, kamu mungkin tidak akan dapat melakukan pembelian dalam jumlah sangat besar dengan menggunakan kartu debit.

    Jadi, pastikan dulu berapa batas maksimal harian kartu debit kamu sebelum menggunakannya.

Cara Menjaga Keamanan Kartu Debit dan Rekening Bank

 

Sadari bahwa modus kejahatan perbankan di era digital makin berkembang. Ada berbagai modus baru yang senantiasa memanfaatkan kelalaian konsumen dalam menjaga data pribadi.

Sebagai pengguna kartu debit atau kartu ATM, sebaiknya selalu waspada dengan potensi kejahatan yang bisa menguras uang di rekening.

  • Jangan memberi tahu password atau PIN kartu ATM/Kartu Debit maupun Kartu Kredit kepada orang lain. Ingat, pihak bank tidak akan meminta kamu menyebutkan PIN/Password kartu debit/kartu ATM/kartu Kredit.
  • Waspadai Kloning Kartu ATM atau Kartu Debit. Kamu harus waspada karena ada modus kejahatan kloning kartu ATM/Debit/kartu kredit tanpa disadari.
  • Lebih baik selalu mawas diri terhadap orang yang menawarkan bantuan ketika kesulitan saat transaksi di mesin ATM. Jika mengalami kesulitan, segera datang atau hubungi ke bank terkait.
  • Waspadai Modus Skimming. Alat skimming biasanya di pasang di mesin ATM dan bisa mencuri nomor kartu dan password/PIN. Pastikan sebelum transaksi kamu cek dulu apakah di mesin ATM ada alat yang mencurigakan atau tidak, dan jangan mudah percaya dengan nomor telepon call center bank yang tidak resmi yang di tempel di mesin ATM.

Simak cara aman bertransaksi menggunakan kartu debit dan menjaga keamanan rekening bank kamu berikut ini.

  • Jika kartu debit  masih menggunakan tanda tangan, pastikan segera mengubahnya dengan menggunakan PIN.
  • Cek kartu debit atau kartu kredit kamu, jika masih menggunakan kartu dengan pita magnetik (garis memanjang berwarna hitam di belakang kartu), segera urus penggantian kartu dengan kartu debit atau kartu ATM / kartu kredit berteknologi chip.
  • Pastikan tiga angka di belakang kartu (CCV) kamu tutup dengan kertas atau stiker sehingga tidak mudah diketahui orang lain. Jangan pernah membagikan nomor CCV kepada siapapun.
  • Rajin-rajinlah mengganti PIN secara berkala guna meminimalisir pembobolan rekening.
  • Saat mengetik nomor PIN di mesin ATM, tutuplah dengan tangan supaya tidak terintip orang lain
  • Jaga data pribadi kamu.Jangan mudah percaya dengan telepon yang mengatasnamakan bank dan jangan pernah memberikan User ID, kode OTP, PIN rekening atau nama Ibu Kandung ke siapapun, termasuk pihak bank.
  • Aktifkan fitur notifikasi SMS transaksi. Jika ada transaksi dana masuk/keluar, bank akan mengirimkan SMS pemberitahuan ke nomor telepon kamu.
  • Aktifkan fitur verifikasi dua langkah, seperti menggunakan pindai sidik jari atau wajah supaya data-data lebih terjaga.
  • Gunakan jaringan internet pribadi dan hindari menggunakan WiFi Publik (Free WiFi) Untuk melakukan transaksi perbankan.
  • Sering-seringlah memeriksa saldo tabungan / rekening secara berkala. Supaya gratis, lakukan cek saldo rekening melalui aplikasi mobile banking atau internet banking Bank.
  • Berhati-hati saat bertransaksi dengan menggunakan ATM.
  • Segera blokir kartu debit / kartu ATM maupun Kartu kredit  kamu jika hilang atau dicuri.

Meski Praktis, Tetap Mawas Diri

Memang kartu debit membuat aktivitas berbelanja lebih praktis karena tidak perlu membawa banyak uang di dalam dompet, belum lagi kadang diminta membayar dengan uang pas karena tidak ada kembalian.

Pembayaran dengan kartu debit akan memungkinkan kamu selalu membayar dalam jumlah yang tepat. Meski demikian, kamu tetap harus mewaspadai hal-hal yang telah diuraikan di atas dalam penggunaan kartu debit.

Jika mengalami kendala saat bertransaksi dengan kartu debit/ kartu ATM ataupun kartu kredit, segera hubungi layanan kontak Bank penerbit kartu. Kunjungi website resmi Bank terkait untuk mengetahui nomor telepon resminya.

Baca Juga: Cara Mencegah Kartu Kredit dan Debit Dibajak Orang