Cara Mencegah Kartu Kredit dan Debit Dibajak Orang

Apakah Anda punya Kartu Kredit? Kartu Debit atau kartu ATM? Kartu kredit dan kartu debit sudah menjadi alat transaksi yang Anda gunakan sehari-hari, malah kadang lebih sering Anda gunakan ketimbang uang tunai karena lebih praktis. Namun di balik kemudahan dalam penggunaannya, kartu-kartu ini rentan diincar oleh penjahat yang bermaksud menyalahgunakan data yang tersimpan dalam kartu-kartu tersebut untuk mengeruk keuntungan, yang sering disebut sebagai pembajakan kartu. Ada beberapa teknik dan istilah untuk kejahatan pembajakan data kartu ini, di antaranya phishing dan skimming, yang pada dasarnya sama-sama mencuri data kartu kredit atau debit.

Pengertian Phishing dan Skimming

Penjelasan Mengenai Phising dan Skimming

Penjelasan Mengenai Phishing dan Skimming via thaivisa.com

 

Phishing adalah pencurian data identitas penting milik orang lain, seperti data pribadi yaitu nama, alamat, email, nomor telepon genggam, dan lain sebagainya, dan juga data yang berkaitan dengan keuangan seperti nomor rekening bank, nomor dan PIN kartu ATM, dan data kartu kredit seperti nomor, PIN, dan nomor di belakang kartu. Sementara skimming adalah teknik lama yang digunakan pembobol kartu ATM dengan menempatkan alat tersembunyi pada mesin ATM untuk merekam data dari strip magnetik kartu ATM.

Data yang telah dicuri atau dibajak tersebut kemudian dimanfaatkan oleh pembajaknya untuk berbagai tindak kejahatan seperti menguras isi rekening bank Anda atau berbelanja dengan menggunakan data kartu kredit Anda, biasanya secara online. Sebelum mengetahui tips dan trik untuk mencegah kartu kredit atau kartu debit/ATM Anda dibajak orang lain, ada baiknya Anda terlebih dahulu menyimak apa saja cara yang sering digunakan oleh pembajak kartu untuk mencuri data Anda, yaitu:

1. Melalui Internet (online)
Dalam bertransaksi online, pemilik kartu tidak perlu menggunakan kartunya secara fisik (card not present atau CNP) dan juga tidak perlu membubuhkan tanda tangan ataupun memasukkan PIN. Situs dengan keamanan tidak memadai akan dimanfaatkan oleh pembajak untuk mencuri data identitas kartu yang dimasukkan orang yang bertransaksi di Internet menggunakan fasilitas CNP tersebut. Nah, dengan hanya bermodalkan nomor kartu dan kode pengaman di belakang kartu yang berupa 3 digit nomor di belakang kartu kredit yang dimasukkan pemilik kartu melalui Internet, para pembajak dapat melakukan aksinya.

2. Melalui Telepon atau Email
Pembajak akan menghubungi Anda melalui telepon atau email dengan mengaku pihak bank penerbit kartu kredit atau kartu debit dengan maksud antara lain untuk memperbarui data Anda atau memberitahukan bahwa ada masalah dengan rekening Anda yang harus ditangani dan pihak bank perlu menyamakan data Anda dengan data yang tersimpan di bank. Perlu Anda ketahui bahwa bank tidak akan pernah meminta data nasabah melalui telepon, email, maupun surat. Jika Anda melayani telepon semacam ini dengan memberikan data pribadi rahasia Anda, maka kartu kredit atau kartu debit Anda berisiko dibajak.

3. Melalui Survei Online Maupun Telepon
Kadang pembajak akan memanfaatkan fasilitas telepon maupun Internet untuk mengarang survei yang buntut-buntutnya akan meminta data keuangan Anda, misalnya berkaitan dengan kartu kredit atau debit. Pembajakan data kartu kredit atau debit berkedok survei ini juga harus diwaspadai.

4. Menempatkan Alat Phishing Berupa Chip di Lubang Kartu Mesin ATM (Skimming)
Mesin ATM termasuk yang sering diincar oleh pembajak kartu ATM maupun kartu kredit. Caranya membajak data pemilik kartu adalah dengan menempatkan alat sederhana berbentuk chip di lubang tempat memasukkan kartu ATM yang akan merekam data Anda dari kartu yang Anda masukkan. Selain itu biasanya pembajak akan menempatkan kamera kecil di salah satu sisi mesin ATM untuk merekam saat tangan Anda memencet kode PIN. Dengan demikian mereka sudah mendapatkan data pribadi sekaligus PIN kartu Anda.

Baca Juga: Kartu Debit vs Kartu Kredit, Mana Pilihan Anda?

Tips Mencegah Pembajakan Kartu Kredit/Debit

Lakukan Tindakan Preventif Terhadap Pembajakan Kartu Kredit/Debit

Lakukan Tindakan Preventif Terhadap Pembajakan Kartu Kredit/Debit via datagravity.com

 

Jadi apa saja tips dan trik untuk mencegah kartu kredit atau kartu debit/ATM Anda dibajak orang lain dan disalahgunakan? Silakan disimak di bawah ini, yang dibagi menjadi tips bagi pemilik kartu kredit dan pemilik kartu debit/ATM.

1. Bagi Pemilik Kartu Kredit

Jika Anda memiliki kartu kredit, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut agar terhindar dari upaya pembajakan identitas kartu Anda:

  • Simpan Bon Transaksi Terbaru Kartu Kredit Anda
    Setiap kali Anda bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit, Anda akan menerima bon bukti transaksi yang harus Anda simpan, tentunya di tempat yang aman dan tidak mudah diakses orang lain. Nanti Anda dapat mencocokkan bon-bon tersebut dengan lembar tagihan kartu kredit yang dikirimkan oleh bank penerbit kartu kredit Anda tersebut kepada Anda setiap bulan. Jika ada yang tidak sesuai, Anda bisa segera menghubungi pihak bank untuk melakukan klarifikasi. Setelah tagihan tersebut dibayar, baru bon tersebut Anda musnahkan.

  • Selalu Periksa dengan Teliti Lembar Tagihan Kartu Kredit Anda
    Tujuan pemeriksaan lembar tagihan kartu kredit secara teliti setiap bulannya adalah agar apabila ada aktivitas transaksi yang tidak Anda lakukan, Anda bisa segera melapor ke pihak bank penerbit kartu kredit tersebut.

  • Segera Musnahkan Lembar Tagihan Kartu Kredit Anda Setelah Pembayaran
    Setelah Anda membayar tagihan yang tertera pada lembar tagihan kartu kredit Anda untuk bulan itu, Anda sebaiknya segera memusnahkan lembar tagihan tersebut karena jika ditemukan orang lain yang berniat jahat, nomor kartu dan informasi lain yang tertera para lembar tagihan tersebut dapat disalahgunakan.

  • Segera Blokir Kartu Kredit Anda Jika Hilang
    Apabila Anda kehilangan kartu kredit, Anda harus segera menghubungi bank penerbit kartu kredit tersebut untuk meminta agar kartu kredit tersebut diblokir. Jika Anda tidak segera memblokir kartu kredit yang hilang tersebut, maka kartu kredit Anda itu berisiko dibajak jika ditemukan oleh orang yang berniat jahat.

  • Aktifkan Layanan Notifikasi dari Bank Via Telepon Selular
    Agar Anda dapat selalu memantau aktivitas transaksi kartu kredit Anda, Anda sebaiknya mengaktifkan layanan pemberitahuan transaksi dari bank penerbit kartu kredit melalui telepon selular. Setiap kali ada transaksi menggunakan kartu kredit tersebut, pihak bank akan mengirimkan SMS  notifikasi mengenai transaksi tersebut. Jika Anda mengganti nomor ponsel, sebaiknya segera melakukan pembaruan data nomor ponsel Anda dengan menghubungi bank penerbit kartu kredit Anda.

  • Selalu Waspada dalam Melakukan Transaksi Online dengan Kartu Kredit
    Dalam melakukan transaksi di Internet dengan menggunakan kartu kredit misalnya untuk berbelanja atau transaksi lainnya, biasanya pihak toko atau bisnis online mengharuskan Anda memasukkan data dan informasi tambahan untuk memastikan kartu kredit tersebut benar milik Anda. Sebaiknya Anda selalu waspada dan mencari informasi terlebih dahulu tentang situs online tempat Anda hendak bertransaksi dengan kartu kredit tersebut, pastikan keabsahannya agar Anda tidak menjadi korban pembajakan kartu kredit. Menggunakan kartu kredit untuk berbelanja di situs belanja online yang terlihat tidak kredibel tidak dianjurkan karena kurang terjamin keamanannya.

2. Bagi Pemilik Kartu Debit

Sementara itu bagi Anda yang memiliki kartu debit atau kartu ATM, perhatikan tips di bawah ini agar aman dalam menggunakan kartu Anda tersebut dan terbebas dari aksi pembajakan:

  • Perlakukan PIN Kartu Debit/ATM Sebagai Informasi Rahasia
    Demi keamanan lebih, Anda sebaiknya rutin mengubah PIN kartu Anda, setidaknya dua kali dalam satu tahun. Dan yang lebih penting lagi, rahasiakan PIN Anda. Jika Anda sulit mengingat dan harus mencatatnya, simpan catatan kode PIN Anda di tempat yang terpisah dari kartu debit/ATM Anda dan yang tidak mudah diakses orang lain.

  • Segera blokir kartu debit Anda jika hilang
    Sama seperti untuk kartu kredit, jika Anda kehilangan kartu debit atau kartu ATM maka Anda harus segera menghubungi pihak bank penerbit kartu Anda tersebut untuk langsung memblokir kartu itu secara permanen. Kemudian Anda dapat mendatangi kantor cabang bank tersebut untuk meminta kartu debit/ATM pengganti.

  • Gunakan mesin ATM yang berlokasi di tempat aman
    Apabila Anda ingin menarik uang tunai atau melakukan transaksi lain di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), sebaiknya Anda memilih mesin ATM yang berlokasi di tempat yang aman, kalau bisa di dekat kantor cabang bank penerbit kartu tersebut atau yang ada petugas penjaganya. Ini agar Anda dapat segera menghubungi pihak bank atau keamanan apabila ada masalah.

  • Periksa lubang ATM sebelum memasukkan kartu ATM Anda
    Caranya adalah dengan menggoyang bagian tersebut dan pastikan lubang kartu ATM menempel dengan kuat. Jika ada chip perekam yang dipasang pembajak, biasanya hanya direkatkan dengan lem atau selotip sehingga mudah lepas. Jika mesin ATM tersebut Anda anggap mencurigakan, segera laporkan ke petugas berwenang atau cari ATM lain yang lebih meyakinkan.

  • Selalu tutupi tombol-tombol saat Anda memasukkan kode PIN di ATM
    Anda harus selalu mewaspadai adanya kamera tersembunyi yang dipasang pembajak untuk merekam PIN Anda. Karena itu pastikan Anda selalu menutupi tangan Anda saat memasukkan kode PIN.

  • Simpan bukti transaksi kartu debit/ATM
    Jika Anda selalu menyimpan bukti transaksi kartu debit/ATM Anda, maka Anda bisa mencocokkannya dengan data yang tertera pada buku tabungan Anda. Jika ada yang tidak cocok, Anda bisa segera melaporkan ke pihak bank untuk dilakukan penyelidikan.

Cermat Menggunakan Kartu Kredit/Debit, Aman dari Pembajakan

Jika Anda mencermati tips yang diuraikan di atas, niscaya akan memperkecil kemungkinan kartu kredit atau debit Anda dibajak dan disalahgunakan. Kecermatan dan kewaspadaan dalam penggunaan kartu kredit dan kartu debit tentu akan memperlancar aktivitas bertransaksi Anda. Semoga kini kartu kredit dan debit Anda aman dari pembajakan.

Baca Juga: Perbedaan Secured Credit Card dengan Kartu Debit