Kebijakannya Pengaruhi Ekonomi Dunia, Kenali Apa Itu The Fed dan Sederet Tugas yang Diembannya

Bagi para pengamat ekonomi dan investasi, The Fed tentu menjadi nama yang tidak asing lagi terdengar. Ya, The Fed adalah sebutan dari bank sentral di Amerika Serikat yang memiliki nama sebenarnya, The Federal. Sebagai bank sentral yang ada di Amerika Serikat, tentu seharusnya kebijakan yang dibuat oleh federasi ini hanya berlaku pada kondisi ekonomi di sana.

Akan tetapi, pada kenyataannya hampir semua kebijakan yang dibuat oleh The Fed seputar ekonomi, entah itu tingkat suku bunga atau ketentuan lainnya, hal tersebut bisa turut berdampak pada kondisi ekonomi di dunia. Yang menjadi pertanyaan, kenapa kebijakan yang diambil oleh lembaga ini memiliki dampak yang besar bagi kondisi ekonomi global?

Nah, jika kamu ingin tahu jawabannya, yuk kenali lebih dalam tentang The Fed dan segala hal penting seputarnya berikut ini. 

Pengertian The Fed

Sesuai penjelasan sebelumnya, The Fed adalah sebuah bank sentral Amerika Serikat dan merupakan singkatan dari The Federal. Didirikan pada tahun 1913 pada Kongres AS di masa kepresidenan Woodrow Wilson, The Fed digadang-gadang sebagai bank sentral paling tua di dunia. 

Sebagai bank sentral, The Fed adalah lembaga independen sehingga segala kebijakan dan kewenangan yang diambilnya tak memerlukan izin pemerintah Amerika Serikat. Walaupun begitu, kinerja dari lembaga ini masih harus terus secara berkala dievaluasi oleh pemerintah agar mampu berdampak baik bagi kondisi ekonomi di sana. 

Sejarah Pembentukan The Fed

Awal mula dibentuknya bank sentral ini adalah karena terjadi keresahan dan kepanikan yang terjadi di Amerika Serikat imbas dari krisis keuangan di tahun 1907. Untuk menjawab permasalahan tersebut, sejumlah orang melakukan suatu pertemuan untuk berdiskusi di Jekyll Island tahun 1910 secara rahasia.  

Pada pertemuan ini, sekelompok orang tersebut membahas sebuah rencana terkait perbaikan sistem bank negara sebab krisis finansial kala itu membuat ekonomi AS bergejolak. Kemudian, 3 tahun setelah pertemuan tersebut, dibentuklah sistem Federal Reserve di tanggal 23 Desember tahun 1913. 

Ada sejumlah tujuan dari pembentukan sistem tersebut, antara lain:

  • Menentukan suku bunga serta ketersediaan kredit dari perbankan. 
  • Menciptakan kebijakan finansial negara
  • Mengatur dan mengawasi lembaga finansial negara.
  • Menyediakan layanan finansial bagi lembaga penyimpanan negara dan lembaga asing yang resmi lainnya di wilayah Amerika Serikat. 

Baca Juga:  Prinsip Ekonomi, Manfaat dan Contohnya di Kehidupan Sehari-hari

Struktur Entitas di The Fed

Guna menopang tugasnya, The Fed memiliki 3 entitas utama, antara lain Dewan Gubernur, 12 Bank Federal Reserve, dan FOMC. Berikut penjelasan terkait ketiga entitas pembantu The Fed tersebut. 

1. Dewan Gubernur

Entitas pertama pada struktur The Fed adalah Dewan Gubernur yang juga menyandang jabatan tertinggi di lembaga ini. Berbentuk lembaga pemerintahan pusat yang bersifat independen, Presiden Amerika Serikat akan menunjuk tujuh anggota dewan, tak terkecuali ketua serta wakilnya dan kemudian dikonfirmasi pihak Senat. 

Masa dari jabatan Dewan Gubernur ini adalah 14 tahun dan hanya bisa berlaku sekali saja. Namun, untuk pihak ketua serta wakil Dewan Gubernur, jabatan tersebut hanya diampu selama 4 tahun, meski bisa diangkat lagi saat masa jabatannya berakhir. 

Tugas dari Dewan Gubernur adalah menetapkan kebijakan keuangan nasional, sekaligus mengatur dan mengawasi sistem bank di Amerika Serikat secara umum. Entitas ini wajib membuat laporan setiap tahun pada Dewan Perwakilan Rakyat di AS. 

2. 12 Bank Federal Reserve

Entitas ini pada dasarnya adalah bank cadangan yang dimiliki oleh The Fed dan bergerak secara independen, tapi tetap di bawah pengawasan Dewan Gubernur. Perbankan ini tersebar di sejumlah wilayah Amerika Serikat, serta dinamai sesuai dengan lokasi kantornya, misalnya New York, Atlanta, dan sebagainya. 

Bank ini secara terpisah didirikan serta mempunyai dewan direksinya sendiri. Tugas utama dari entitas ini adalah memberi layanan finansial utama, menjamin likuiditas di sistem finansial, serta mengawasi maupun memeriksa tiap bank anggota guna menjamin penegakan hukum. 

3. FOMC

Entitas terakhir ada FOMC yang merupakan singkatan dari Federal Open Market Committees. Pada dasarnya, seluruh Presiden Bank dari The Fed berkontribusi terhadap diskusi serta penilaian komite atas ekonomi dan juga opsi kebijakan. Tapi, hanya ada 5 presiden yang nantinya ditunjuk sebagai anggota FOMC serta memberi suara terkait keputusan kebijakan. 

Tugas FOMC yang utama adalah membuat keputusan dan kebijakan penting seputar suku bunga The Fed serta beragam kebijakan moneter lain. FOMC menentukan organisasinya sendiri yang dibentuk secara internal. 

Baca Juga:  Mengenal Apa Itu Pertumbuhan Ekonomi dan Bagaimana Cara Mengukurnya

Tugas Utama dari The Fed

Mengutip situs resminya, The Fed mempunyai 5 tugas serta fungsi utama, antara lain:

  • Menjalankan kebijakan keuangan negara guna mempromosikan lapangan pekerjaan sehingga tenaga kerja bisa terserap secara maksimal, mampu menstabilkan harga, serta tingkat bunga dalam jangka panjang moderat pada kondisi ekonomi AS. 
  • Menjaga stabilitas dari sistem finansial, dan melakukan usaha untuk meminimalkan risiko melalui aktivitas pemantauan serta keterlibatan aktif, baik dalam negeri maupun luar negeri. 
  • Menjamin keamanan serta kesehatan lembaga finansial individu, sekaligus memantau dampaknya pada sistem finansial secara menyeluruh. 
  • Mendukung keamanan serta efisiensi dari sistem pembayaran & penyelesaian via layanan pada industri perbankan serta pemerintah Amerika Serikat yang memfasilitasi pembayaran dan transaksi USD. 
  • Memastikan perlindungan konsumen via pengawasan dengan fokus kepada konsumen & masyarakat, meneliti serta menganalisis masalah maupun tren konsumen yang timbul, dan melaksanakan aktivitas pengembangan ekonomi serta administrasi aturan & undang-undang mengenai konsumen. 

Kebijakan yang Dilakukan The Fed

Guna menjalankan tugasnya, The Fed akan melakukan sejumlah kebijakan. Berikut diantaranya.

1. Meningkatkan Suku Bunga The Fed

Kebijakan ini pernah dilakukan di tahun 2022, di mana suku bunga The Fed ditingkatkan secara agresif dengan tujuan menjinakkan laju inflasi di Amerika Serikat. Peningkatan suku bunga ini adalah jenis kebijakan moneter dari The Fed, dan mampu mempengaruhi tingkat investasi dan pengeluaran masyarakat.

Saat suku bunga menjadi lebih tinggi, jumlah ketersediaan uang pada sistem finansial umumnya menyusut. Tidak hanya itu, tingginya tingkat suku bunga juga berdampak terhadap lesunya kondisi pasar kerja atau meningkatkan PHK dan menurunkan jumlah lowongan kerja. Hal ini bahkan berisiko memicu resesi jika tidak dipantau dengan baik. 

2. Melakukan Operasi Pasar Terbuka

Open Market atau pasar terbuka merupakan kebijakan dari The Fed yang dianggap sebagai strategi efektif dalam menjaga kondisi ekonomi. Selayaknya Bank Indonesia, bank sentral AS ini juga bisa menjual atau membeli surat berharga milik pemerintah di pasar uang guna menguasai dan juga mengendalikan jumlah uang pada sistem perbankan. 

Pengaruh The Fed pada Kondisi Ekonomi Global

Meski termasuk lembaga independen dan memiliki entitas utama berbagai perbankan swasta, The Fed mampu memberi pengaruh krusial, tidak hanya bagi ekonomi AS, tapi juga dunia. Berikut adalah sederet faktor dasar yang mampu membuat The Federal berpengaruh pada kondisi ekonomi global.

1. Dapat Menguasai Ekonomi Amerika Serikat

Merupakan sekumpulan bank yang mendominasi, The Fed mampu berevolusi menjadi suatu bank sentral Amerika Serikat. Dengan statusnya tersebut, lembaga independen ini mempunyai otoritas tinggi terkait penentuan kebijakan finansial. Sehingga, bisa dikatakan jika lembaga ini mampu menguasai ekonomi negara adidaya tersebut ke arah yang lebih baik. 

2. USD Adalah Mata Uang Dunia

Tak bisa dipungkiri jika aktivitas ekonomi global kebanyakan memakai mata uang USD sebagai alat pembayarannya. Terutama, mayoritas negara dunia menjadikan USD sebagai cadangan devisa. Karenanya, tak mengherankan jika kebijakan dari The Fed ini mampu mempengaruhi kondisi ekonomi negara lainnya. 

3. Kebijakannya Berpengaruh pada Kondisi Pasar

The Fed juga mampu mempengaruhi kondisi ekonomi dunia karena kebijakannya kerap menjadi acuan dari bank sentral di negara lainnya. Contohnya adalah terkait kebijakan suku bunga The Fed yang kerap mempengaruhi pergerakan saham dan kondisi pasar dunia. Selain itu, lembaga ini juga wewenang dengan basis utang, memonopoli pencetakan uang dengan basis utang, dan kewenangan mencetak uang serta utang sesuai kendali pihak swasta. 

Punya Kendali Atas Ekonomi AS, Tak Heran The Fed Mampu Pengaruhi Ekonomi Dunia

Sebagai bank sentral di negara adidaya, Amerika Serikat, The Fed mempunyai kendali terhadap kondisi ekonomi di sana. Hal tersebut secara tidak langsung membuat lembaga ini juga mampu mempengaruhi ekonomi serta kondisi pasar dunia. Oleh karena itu, mencermati dan menganalisis kebijakan moneter yang diberlakukan oleh The Fed menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. 

Baca Juga: Apa Itu Globalisasi Ekonomi? Ini Pengertian, Bentuk, serta Pengaruhnya bagi Bisnis