Mulai dari Pengertian, Jenis, Hingga Penggunaannya, Ini Segala Hal Penting Seputar Yield Curve

Dalam menjalani aktivitas investasi, kondisi dan praktik ekonomi mampu memberi pengaruh krusial terhadap potensi keuntungan atau pengembalian yang bisa didapatkan investor. Hal ini secara umum berlaku khususnya jika kamu menanam modal pada produk obligasi, saham, atau instrumen investasi lainnya. 

Secara tidak langsung, memahami praktik ekonomi menjadi hal yang penting untuk dilakukan oleh investor agar mampu mengambil keputusan investasi yang akurat dan tepat. Salah satu contoh hal yang tak boleh dilewatkan oleh investor adalah informasi terkait yield curve atau kurva imbal hasil. 

Yang menjadi pertanyaan, apa pengertian dari yield curve ini, termasuk jenis, manfaat, cara penggunaan, dan beragam jenisnya? Nah, untuk menjawab sederet pertanyaan tersebut, simak penjelasan lengkapnya berikut ini. 

Pengertian Yield Curve

Kurva imbal hasil, atau bisa juga disebut sebagai yield curve adalah jenis kurva yang menggambarkan imbal hasil dari 1 atau lebih obligasi pada periode waktu jatuh tempo berbeda. Sebuah yield curve dapat berisikan tiga jenis obligasi, sebagai contoh obligasi pemerintah dengan tenor 1, 5, dan 10 tahun. Tujuannya adalah untuk lebih mudah mengamati dan membandingkan yield atas ketiga obligasi tersebut pada sisa periode jatuh temponya. 

Selain itu, yield curve juga bisa diartikan sebagai representasi visual atas tingkat bunga dari obligasi. Jadi, investor instrumen tersebut bisa memetakannya menggunakan grafik guna menentukan kondisi masa depan dari sekuritas treasury serta aspek ekonomi lain. 

Dengan kurva ini, investor bisa mengukur imbal hasil obligasi serta bentuk utang lain pada periode jatuh tempo berbeda. Tentunya, hal tersebut hanya bisa dilakukan pada produk obligasi yang memiliki kredit sama saja. 

Cara lainnya dalam menentukan kurva yield ini adalah perbedaan dari suku bunga dari obligasi pemerintah berjangka pendek dengan berjangka panjang. Obligasi pemerintah berjangka pendek ialah utang treasury 3 bulan, sementara obligasi berjangka panjang ialah treasury notes 10 tahun. 

Umumnya, yield curve dimanfaatkan sebagai acuan pada market surat utang, misalnya acuan dari tingkat bunga kredit atau pinjaman perbankan. Kurva ini juga bisa digunakan untuk memperkirakan pertumbuhan ekonomi di masa depan oleh investor. 

Baca Juga: Peringkat Obligasi – Arti, Jenis, dan Contohnya

Alasan Yield Curve Penting Dipahami

Ada beragam alasan kenapa investor perlu memahami tentang apa itu yield curve. Salah satunya adalah dengan kurva tersebut, investor bisa lebih mudah memprediksi kondisi ekonomi di masa depan. Sebagai contoh, seperti apa risiko terjadinya inflasi di waktu mendatang, termasuk resesi ataupun peningkatan kemakmuran perekonomian masyarakat secara umum. 

Selain itu, dengan adanya kurva imbal hasil ini, investor serta pelaku bisnis bisa menentukan dan mengambil keputusan finansial yang terbaik untuk aktivitas investasi ataupun bisnisnya. Dengan begitu, peluang untuk mampu meraih keuntungan yang maksimal menjadi lebih besar. Pun sebaliknya, jika ternyata ada kemungkinan terjadi resesi, mereka bisa mengambil keputusan yang mampu meminimalkan risiko kerugian. 

Tak berhenti sampai di situ, investor obligasi dan pakar ekonomi umumnya menggunakan yield curve agar bisa menentukan proyeksi dari harga obligasi pemerintah. Informasi seputar kurva ini juga tersedia bagi publik dan bisa diakses oleh masyarakat umum. 

Bagi masyarakat, kurva ini bisa menjadi dasar untuk menentukan keputusan finansialnya di masa depan. Misalnya, melalui informasi dari kurva yield, masyarakat bisa menentukan apakah mengajukan pinjaman pribadi di waktu mendatang adalah keputusan yang bijak atau tidak. Hal ini juga berlaku pada aktivitas investasi masyarakat di instrumen obligasi dan juga saham. 

Dalam sektor bisnis, yield curve juga kerap digunakan oleh perusahaan terkait keputusannya dalam berinvestasi pada obligasi pemerintah maupun pinjaman lain guna membantu kinerja bisnisnya. Perusahaan juga perlu menganalisis kurva ini agar lebih mampu menentukan apakah sebaiknya mencairkan obligasi yang dimilikinya atau membiarkannya sampai jatuh tempo. 

Cara Menggunakan Yield Curve

Dapat digunakan agar lebih mudah dalam mengambil keputusan finansial dan investasi, yield curve memang memiliki banyak manfaat yang penting untuk didapatkan. Akan tetapi, manfaat dari kurva ini tidak akan bisa kamu dapatkan tanpa mengetahui bagaimana cara menggunakannya dengan tepat.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah cara agar bisa memaksimalkan penggunaan yield curve dengan tepat. 

1. Menentukan Waktu untuk Membeli

Melalui analisis pada grafik dari yield curve, kamu bisa mengetahui kapan kira-kira waktu terbaik dalam membeli obligasi pemerintah atau jenis pinjaman tertentu. Kamu bisa memperkirakan peluang membeli obligasi di harga yang terendah, serta memastikan perkembangan harganya dengan tingkat bunga yang terus terakumulasi seiring berjalannya waktu. 

2. Menentukan Waktu untuk Menjual

Selain itu, yield curve juga bisa digunakan untuk membantumu menentukan waktu terbaik dalam menjual obligasi kembali di waktu mendatang. Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan imbal hasil atau pengembalian yang terbaik terhadap aktivitas investasi menjadi lebih tinggi. 

Apabila kamu secara kontinu meninjau kurva hasil ini pada investasi obligasi yang dimiliki, kamu mampu memperkirakan kapan risiko resesi ekonomi bisa terjadi. Saat mengenali pertanda dari awal kemerosotan ekonomi, kamu tentu bisa segera mengambil keputusan untuk mencairkan modal obligasi sebelum resesi benar terjadi dan menghilangkan keuntungan. Jadi, aktivitas investasi pun bisa dijalankan dengan lebih optimal dan mampu memberi imbal hasil yang maksimal.

3. Membandingkan Tingkat Suku Bunga Kredit

Kurva yield juga bisa membantumu dalam menganalisis hubungan terkini antara tingkat suku bunga dengan pinjaman yang tersedia. Melalui perbandingan komponen tersebut, kamu bisa membuat asumsi atau perkiraan terkait seberapa besar tingkat suku bunga bakal menjadikan kredit obligasi meningkat atau melemah seiring waktu. 

Baca Juga: Obligasi Konversi – Pengertian, Jenis, dan Cara Kerja

4. Menentukan Waktu untuk Mengambil Risiko 

Terakhir, melalui yield curve ini juga kamu bisa menggunakannya untuk mengetahui kapan waktu yang optimal dalam mengambil risiko tertentu. Apabila kurva ini menunjukkan peningkatan yang positif dalam waktu yang cukup panjang, artinya langkah untuk mengambil pinjaman, membeli obligasi pemerintah, maupun hipotek boleh saja dilakukan.

Akan tetapi, tak ada jaminan yang pasti terkait stabilitas ekonomi di masa depan, pun saat kurva imbal hasil menunjukkan pergerakan yang menjanjikan. Oleh karena itu, informasi dari yield curve ini hanya digunakan untuk menyusun asumsi dan perkiraan dengan dasar yang jelas terkait bagaimana pergerakan kondisi ekonomi di masa depan. 

Jenis Kurva Imbal Hasil atau Yield Curve

Terdapat sejumlah yield curve yang menunjukkan perkiraan kondisi ekonomi di masa depan. Setiap jenis yield curve ini tentu penting untuk dipahami oleh setiap investor. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 4 jenis yield curve. 

Jenis Yield Curve Penjelasan
Jenis Normal

Yield curve normal dengan kemiringan ke atas terjadi saat garis plot menunjukkan obligasi berjangka panjang mempunyai tingkat imbal hasil lebih tinggi ketimbang obligasi berjangka pendek. Dalam kata lain, ekonomi bakal terus berkembang secara konsisten. Gambaran dari kurva jenis ini adalah garis yang diplot memiliki pergerakan dari bagian sudut bawah kanan menuju atas kiri. 

Jenis Datar

Untuk jenis kurva ini bisa dilihat sebagai periode atau waktu sebelum yield curve terbalik terjadi. Hal tersebut menunjukkan peluang pergeseran perekonomian di masa depan. Meski tak bisa dipastikan apakah kurva bakal kembali bergerak normal atau malah sebaliknya, kurva ini umumnya menandakan risiko terjadinya resesi ekonomi. 

Jenis Terbalik

Pada yield curve jenis terbalik, kurva memiliki kemiringan ke bawah dan bisa dibilang jarang terjadi. Merupakan kebalikan dari yield curve normal, kurva jenis ini memiliki garis plot yang menggambarkan obligasi berjangka pendek mempunyai imbal hasil lebih tinggi dibanding obligasi berjangka panjang. 

Saat investor melihat tren tersebut, umumnya mereka akan mencairkan obligasinya karena menjadi pertanda terjadinya resesi di perekonomian masa depan. Gambaran dari kurva ini adalah garis plot dimulai dari kanan dan menurun ke sudut bawah kiri.

Jenis Curam

Terakhir ada yield curve curam yang berkaitan dan umumnya mengawali yield curve normal. Pada kurva jenis ini, investor menganggapnya sebagai tanda akan terjadinya pertumbuhan ekonomi yang stabil dan menanggapinya dengan lebih banyak membeli saham. 

Saat hal tersebut dilakukan, kurva normal bakal lebih vertikal dan berubah menjadi yield curve curam. Perekonomian pun kemungkinan besar akan segera bertumbuh. Gambaran dari kurva jenis ini adalah garis plot dengan kemiringan meningkat dengan dramatis dari arah sudut bawah kanan di sudut yang nyaris vertikal, bergerak menuju bagian atas kiri grafik.

Jadikan Informasi Yield Curve Sebagai Pertimbangan Investasi atau Bisnis

Pada dasarnya, yield curve merupakan representasi visual tingkat bunga dari obligasi. Gambaran tersebut umumnya digunakan untuk mempertimbangkan keputusan berinvestasi ataupun berbisnis. Pasalnya, yield curve bisa digunakan untuk memperkirakan potensi pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Baca Juga: Obligasi Tanpa Kupon – Pengertian, Cara Kerja dan Keuntungannya