Apa itu Tabungan Haji Syariah?

Tabungan Haji Syariah sebenarnya mirip dengan Tabungan Berjangka Syariah. Tabungan Haji Syariah sangat direkomendasikan bagi nasabah yang berencana untuk melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci. Tabungan Haji Syariah adalah jenis produk simpanan berdasarkan akad wadiah dan mudharabah muthlaqah yang sesuai dengan prinsip syariah. Nasabah menyetorkan sejumlah dana dengan jumlah tetap dalam jangka waktu tertentu hingga target dana tercapai. Dana yang terkumpul akan digunakan sebagai pembiayaan pelaksanaan ibadah haji nasabah.

  • Tabungan Haji Syariah Wadiah dijalankan berdasarkan akad wadiah, yaitu titipan murni yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat sesuai dengan kehendak pemiliknya.
  • Tabungan Haji Syariah Mudharabah Muthlaqah adalah dijalankan berdasarkan akad Mudharabah Muthlaqah. Nasabah tidak memberikan pembatasan bagi Bank Syariah dalam menggunakan dana yang disimpannya. Bank Syariah bebas untuk menetapkan akad seperti apa yang akan dipakai ketika menyalurkan pembiayaan, kepada siapa pembiayaan itu diberikan, dan usaha seperti apa yang harus dibiayai. Sehingga, prinsip mudharabah mutlaqah lebih memberikan keleluasaan bagi bank.

Tabungan Haji Syariah berbeda dengan Tabungan Syariah. Maka jika nasabah ingin membuka rekening untuk Tabungan Haji Syariah. Berapapun uang yang dimiliki segera mungkin untuk ditabung ke rekening haji agar cepat naik haji.

 

Apa perbedaan antara Tabungan Haji Syariah dengan Tabungan Haji?

Kelebihan sistem syariah dibandingkan sistem konvensional adalah usaha syariah berdasarkan Syariat Islam yang mengedepankan rasa keadilan dan transparansi dalam melakukan transaksi dengan nasabah. Dalam hal perbedaan antara Tabungan Haji Syariah dan Tabungan Haji, yang paling utama adalah Tabungan Haji (dan juga produk lainnya) dalam sistem syariah tidak mengenal bunga (interest) yang tetap seperti bank konvensional, melainkan dikenal istilah bagi hasil (nisbah). Jadi pada saat awal pembukaan rekening dilakukan perjanjian bagi hasil yang tetap antara bank dengan calon nasabah. Dana yang terkumpul dari Tabungan Haji Syariah juga digunakan untuk kredit kepada bidang usaha yang sesuai dengan syariah Islam.

 

Bagaimana cara kerja Tabungan Haji Syariah?

Pada rekening Tabungan Syariah, nasabah menyimpan uang di Bank Syariah dan menerima keuntungan berdasarkan besaran nisbah yang ditetapkan. Nasabah dapat mengakses uang simpanan melalui beberapa cara yakni seperti melalui Teller, Automated Teller Machine (ATM), atau melalui online banking. Sementara untuk Tabungan Haji Syariah, nasabah akan menabung sejumlah uang sebagai penyetoran awal, dan selanjutnya akan melakukan setoran setiap bulannya dengan jumlah tetap selama jangka waktu yang disepakati sampai target dana untuk pelaksanaan ibadah haji tercapai. Dana yang telah ditabung tidak dapat diambil sampai jatuh tempo dan hanya dapat digunakan untuk pelaksanaan ibadah Haji.

 

Apa yang dimaksud dengan nisbah (bagi hasil)?

Yang dimaksud dengan bagi hasil (nisbah) di sini adalah sebagai berikut: Bank Syariah akan menginvestasikan atau menyalurkan dana yang terhimpun pada aktivitas-aktivitas ekonomi yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah, baik produktif dan konsumtif. Hasil atau pendapatan dari aktivitas tersebut kemudian dikembalikan kepada nasabah sesuai dengan nisbah yang sudah diperjanjikan di awal secara proporsional tergantung dari jumlah dan lamanya pengendapan dana.

 

Apakah nisbah yang diperoleh nasabah penabung lebih besar atau lebih kecil dibandingkan dengan bank konvensional?

Masalah besarnya bagi hasil dari para penabung, sangat ditentukan oleh besarnya pendapatan yang diterima oleh Bank Syariah bersangkutan. Jika kinerja dari suatu Bank Syariah baik tentunya pendapatan nisbahnya juga akan besar.

 

Bagaimana cara untuk membuka Tabungan Haji Syariah?

Terdapat 2 cara untuk menyimpan uang di Bank Syariah:

  1. Titipan/Wadiah
  • Memberikan kekuasaan kepada orang lain untuk menjaga harta/barangnya
  • Titipan bisa memenuhi syarat perniagaan yang lazim jika ada keharusan membayar biaya penitipan atau administrasi bagi penitip
  • Bank harus menjaga dan bertanggung jawab terhadap barang yang dititipkan karena sudah dibayar biaya administrasinya
  • Sebagi imbalan dari titipan yang dimanfaatkan oleh Bank Syariah, nasabaj dapat menerima imbal jasa berupa bonus
  • Namun bonus ini tidak diperjanjikan di depan tetapi tergantung dari kebijakan bank yang dikaitkan dengan pendapatan bank
  • Rekening tabungan harian yang memberlakukan ketentuan dapat ditarik setiap saat

 

     2. Investasi/Mudharabah

  • Pemilik modal menyetorkan modalnya kepada pengelola untuk diusahakan dengan keuntungan akan dibagi bersama sesuai dengan kesepakatan dari kedua belah pihak, jika ada kerugian ditanggung oleh pemilik modal

 

Apa saja keuntungan yang diberikan Tabungan Haji Syariah?

Keuntungan yang mungkin didapatkan dengan memiliki Tabungan Haji Syariah berbeda-beda untuk setiap produk di masing-masing Bank Syariah. Secara umum keuntungan yang mungkin didapatkan adalah,

  • Membantu nasabah dalam merencanakan ibadah haji dan umrah
  • Memudahkan nasabah untuk mendapatkan porsi keberangkatan haji karena sistem BNI Syariah telah terhubung langsung dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) yang berada dalam satu provinsi dengan domisili nasabah
  • Dana nasabah dikelola secara syariah sehingga memberi ketenangan batin dalam menjalankan ibadah haji di tanah suci
  • Pada beberapa bank, nasabah memperoleh manfaat ganda yaitu bagi hasil yang lebih kompetitif sekaligus manfaat proteksi asuransi jiwa
  • Mendapatkan bagi hasil (nisbah)

 

Keunggulan apa saja yang dimiliki Tabungan Haji Syariah?

Tabungan Haji Syariah memberikan keunggulan yang tidak jauh berbeda dengan Tabungan Haji. Berikut adalah beberapa keunggulan yang dimiliki Tabungan Haji Syariah,

  • Tersedia dalam pilihan mata uang Rupiah dan Dollar
  • Memperoleh manfaat proteksi asuransi jiwa untuk risiko kematian akibat sakit maupun kecelakaan
  • Nisbah kompetitif dengan jangka waktu yang fleksibel mulai 1 sampai 20 tahun
  • Setoran awal dan bulanan yang rendah minimal sebesar Rp 50.000
  • Autodebet untuk setoran bulanan dari rekening Tabungan Syariah
  • Pemotongan zakat secara otomatis dari bagi hasil yang didapatkan
  • Sistem terhubung online dengan SISKOHAT Kementerian Agama RI
  • Memungkinkan memperoleh bonus serta souvenir haji

 

Syarat apa saja yang diperlukan untuk memiliki Tabungan Haji Syariah?

Secara umum tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar setiap Bank Syariah mengenai syarat untuk pembuatan Tabungan Haji Syariah. Syarat-syarat yang perlu dipenuhi untuk dapat mengajukan Tabungan Syariah adalah,

  • Memiliki Tabungan Syariah atau Giro Syariah di Bank Syariah yang dituju sebagai rekening induk
  • Menunjukkan asli/copy Kartu Identitias Diri (KTP/SIM/Paspor)
  • Melampirkan asli/copy NPWP
  • Melakukan setoran awal untuk pembukaan rekening
  • Usia nasabah 17 s/d 65 tahun (terdapat bank yang memperbolehkan atas nama anak di bawah 17 tahun)
  • Mengisi Aplikasi Pembukaan Rekening

 

Bagaimana cara membuka Tabungan Haji Syariah?

Untuk membuka Tabungan Haji Syariah, nasabah harus datang langsung dan mengisi beberapa formulir, membawa KTP asli dan fotocopy. Selanjutnya menyiapkan setoran awal dan saldo minimum tergantung ketentuan Bank Syariah yang dituju. Tabungan Haji Syariah tanpa bunga/imbal hasil, tanpa biaya administrasi dan tanpa kartu ATM, karena bersifat hanya untuk pembiayaan haji.

 

Biaya apa saja yang diperlukan untuk membuka Tabungan Haji Syariah?

Biaya yang diperlukan untuk dapat membuka Tabungan Haji Syariah berbeda-beda untuk setiap Bank Syariah. Kebanyakan Bank Syariah tidak mengenakan biaya administrasi. Secara umum biaya yang diperlukan adalah biaya penutupan akun rekening sebelum jatuh tempo. Terdapat juga biaya penggantian buku tabungan dan biaya gagal autodebet.

 

Apa jaminan bahwa produk Tabungan Haji Syariah telah berjalan sesuai dengan prinsip syariah?

Secara umum, Bank Syariah memiliki dewan pengawas yang disebut dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Seluruh produk Tabungan Haji Syariah yang beredar saat ini telah mendapatkan pengesahan dari DPS. Produk-produk yang belum dan akan diluncurkan oleh setiap Bank Syariah terlebih dahulu harus mendapatkan pengesahan dari DPS sebelum diperbolehkan beredar di masyarakat.