Biar Keuangan Tak Boncos, Begini 7 Tips Menghemat Biaya Asuransi Mobil

Seperti yang diketahui, asuransi mobil sangatlah penting sebagai biaya ganti rugi saat mobil mengalami kerusakan. Namun, sudah tahukah kamu berapa besar biaya premi yang pas agar tidak membebankan finansial?

Besarnya biaya premi biasanya tergantung pada luas tidaknya perlindungan yang diberikan. Namun, tidak lepas juga dari jenis kendaraan dan tahun keluar kendaraan. Misalnya, mobil pribadi Nissan keluaran 2019 jauh lebih mahal daripada keluaran tahun 2013 walaupun modelnya sama.

Itu artinya, semakin mahal dan baru tipe kendaraan, semakin besar pula biaya asuransinya. Lantas, bagaimana cara menghemat biaya asuransinya? Simak dalam tips dan trik berikut ini.

Tips Menghemat Biaya Asuransi Mobil

1. Berkendara yang baik dan benar


Berkendara yang baik dan benar

Besar tidaknya premi yang dibayar tidak lepas dari riwayat berkendara dari pemiliknya. Jika mobil sering ditilang oleh polisi, tarif premi lebih mahal karena mobil memiliki riwayat pemakaian yang buruk. Hal yang sama juga saat mobil terkena kasus hukum karena menabrak kendaraan lain.

Riwayat pemakaian yang kurang baik merupakan tanda kalau kamu pengendara yang cukup berisiko. Dan perusahaan biasanya menetapkan premi yang sesuai dengan risiko. Mulai dari sekarang, coba berkendara dengan baik agar premi asuransi mobil lebih rendah.

Baca Juga: Biar Awet, ini 6 Tips Merawat Mobil yang Baik dan Benar

2. Perhatikan manfaat yang termasuk di dalam asuransi

Akan lebih baik membeli asuransi mobil dengan manfaat yang lebih luas. Apabila terjadi apa-apa, kamu tidak perlu bingung tentang biaya perbaikan mobil. Akan tetapi, kamu tidak memerlukan semua perlindungan itu kalau kondisinya tidak sesuai dengan kebutuhan mobil.

Misalnya, kamu membeli asuransi yang didalamnya sudah mengkover kerusakan akibat banjir, sementara tempat tinggalmu tidak berada di kawasan banjir. Itu artinya kamu tidak perlu membeli asuransi dengan tambahan perluasan banjir karena buang-buang uang. Lebih baik pilih perluasan yang dibutuhkan saja guna menghemat premi.

3. Mengurangi biaya deductible

Biaya deductible ini adalah biaya yang harus polis bayarkan ketika mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi. Besar atau tidaknya biaya deductible tidak lepas dari besarnya premi yang dibayar. Semakin besar premi, biasanya semakin kecil biaya deductible yang perusahaan asuransi tetapkan kepada polis.

Untuk menyiasatinya, bayarkan premi yang sedikit lebih besar dari biasanya agar kamu dapat mengurangi biaya deductible-nya. Akumulasi yang dibayar jauh lebih murah kalau sewaktu-waktu ingin mengajukan klaim sebanyak dua kali kepada perusahaan asuransi.

4. Memanfaatkan diskon yang ditawarkan asuransi


Manfaatkan diskon yang ditawarkan asuransi

Memangnya pernah ya perusahaan asuransi memberikan diskon premi? Ya, pemegang polis maupun agen asuransi biasanya akan mendapatkan diskon sebesar 25% dari pembayaran premi sebenarnya setiap bulan. OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sendirilah yang menetapkan peraturan ini.

kamu bisa memanfaatkan ini guna mengurangi tarif premi yang dibayarkan. kamu bisa negosiasikan persentase diskon ini kepada perusahaan. Tentunya diikuti dengan alasan yang kuat agar negosiasi diterima. 

5. Mengurangi jumlah aksesoris mobil

Mobil memang kelihatan lebih menarik kalau ditambahkan dengan berbagai aksesoris, seperti sayap, velg racing, atau lampu sein yang berubah warna. Namun, penambahan aksesoris dapat menambah besarnya premi yang dibayarkan, lho!

Sebab, kamu perlu melindungi aksesoris tersebut dari kerusakan. Untungnya, kamu boleh tidak mengikutkan aksesoris dalam ketentuan polis guna mengurangi besarnya biaya premi. Tapi, jika sewaktu-waktu aksesoris mengalami kerusakan, maka biaya perbaikannya ditanggung sepenuhnya oleh kamu.

Baca Juga: Lagi Cari Asuransi Mobil yang Enggak Bikin Dompet Jebol? Ini Solusinya

6. Cukup satu asuransi mobil saja

Memiliki lebih dari satu asuransi sekilas terlihat menguntungkan karena perlindungan yang didapat semakin luas. Namun, ketahuilah kalau aksi ini sama saja dengan buang-buang uang. Sebab, kamu membayar premi dua kali lebih besar daripada yang seharusnya sementara mobil jarang mengalami kerusakan.

Lebih baik beli asuransi mobil pada satu perusahaan saja. Agar biayanya semakin ringan, kamu bisa membeli asuransi kesehatan dan jiwa pada perusahaan yang sama guna menikmati diskon.

7. Pilih perusahaan yang menawarkan biaya murah

Setiap perusahaan asuransi memiliki kebijakan yang berbeda-beda mengenai besarnya premi yang mesti dibayarkan polis. Balik lagi kepada reputasi perusahaan, keuntungan, dan perluasan yang ditawarkan. Itulah sebabnya kenapa tarif premi antar perusahaan berbeda-beda.

Jika tujuan untuk menghemat biaya asuransi, maka pilihlah perusahaan yang menawarkan tarif premi murah. Dengan begini, kondisi finansial tidak terlalu terbebani saat membayar premi asuransi setiap bulan.

Jangan Hanya Berpatokan pada Biaya Premi Saja

Pengeluaran bisa dihemat dengan mengurangi jumlah uang keluar, yaitu premi asuransi mobil. Namun, jangan hanya berpatokan pada besarnya premi saja. kamu juga harus mempertimbangkan manfaatnya agar uang yang dikeluarkan berfungsi secara maksimal.

Disisi lain, kamu juga harus menerapkan tips dan trik menghemat biaya asuransi mobil di atas. Dengan begini, penghematan yang dilakukan bisa lebih maksimal nantinya.

Baca Juga: Jangan Terkecoh! kamu Harus Jeli Sebelum Membeli Asuransi Mobil All Risk