Candlestick Saham: Pengertian, Pola, dan Cara Membacanya

Selain grafik saham model garis dan bar, apa kamu juga pernah melihat grafik saham bentuk lilin? Itu namanya candlestick saham.

Mengutip laman Sikapiuangmu OJK, candlestick saham adalah salah satu jenis grafik saham atau grafik harga saham yang biasa digunakan dalam analisis teknikal. Grafik ini menunjukkan harga tertinggi, harga terendah, harga pembukaan, dan harga penutupan suatu saham pada periode waktu tertentu.

Periode waktu ini bisa satu jam, satu hari, satu minggu, atau satu bulan. Satu candlestick saham mewakili satu periode. Pada umumnya, satu candlestick saham menunjukkan satu hari.

Baca Juga: Harga Saham IHSG Hari Ini (IDX Composite)

Mengenal Candlestick Saham


Candlestick saham

Kemunculan candlestick saham ternyata memiliki sejarah yang menarik untuk disimak. Candlestick mulanya adalah alat yang digunakan pedagang beras di Jepang.

Fungsi candlestick ini untuk mencatat harga pasar setiap saat. Kemudian menggunakan data tersebut untuk memproyeksikan pergerakan harga di tahun-tahun mendatang.

Selanjutnya metode ini dikembangkan seorang pedagang beras asal negeri Sakura, Bernama Munehisa Honma pada abad ke-18.

Tidak berhenti sampai disitu, model perhitungan candlestick kemudian dipopulerkan oleh Steven Nison lewat bukunya yang berjudul “Japanese Candlestick Charting Techniques.”

Saat ini, teknik tersebut justru digunakan di pasar saham. Sebagai analisis teknikal saham candlestick sehingga dapat membantu investor dalam mengambil keputusan investasi sendiri.

Belajar Candlestick Saham

Belajar candlestick saham

Belajar candlestick saham bisa dimulai dengan informasi dasar, seperti bagian-bagian candlestick saham, warna candlestick saham, dan lainnya.

1. Komponen utama candlestick saham

Candlestick saham mempunya dua komponen utama yang memiliki arti, antara lain:

  • Tubuh candle (body)

Bagian dari candlestick saham yang menunjukkan harga pembukaan dan harga penutupan pada titik waktu tertentu. Bentuknya persegi empat berwarna merah dan hijau atau warna hitam dan putih.

  • Ekor candle (shadow/wick)

Bagian yang menunjukkan harga tertinggi dan harga terendah saham pada titik waktu tertentu. Ditunjukkan dari garis lurus yang membentang di atas dan di bawah tubuh candlestick saham berwarna sama, seperti bentuk lilin atau candle.

2. Candlestick saham warna merah dan hijau, berarti?

Candlestick saham disajikan dalam warna merah dan hijau. Tetapi dalam beberapa kasus bisa juga ditunjukkan dengan warna hitam dan putih.

Merah

Hijau

Hitam

Putih

Terjadi penurunan harga saham (bearish). Harga penutupan lebih rendah daripada harga pembukaan (perdagangan saham)

Terjadi peningkatan harga saham (bullish). Harga penutupan lebih tinggi dibanding harga pembukaan

Menunjukkan situasi bearish atau turun

Menunjukkan situasi bullish atau naik

Baca Juga: Cara Beli Saham Luar Negeri dan Sekuritas Pilihan

Contoh Candlestick Saham

 
Belajar candlestick saham

Keterangan:

  • High: Harga Tertinggi
  • Low: Harga Terendah
  • Open : Harga Pembukaan (Perdagangan Saham)
  • Close : Harga Penutupan.

Contoh BBRI Saham Candlestick


BBRI saham candlestick (Sumber: RTI.co.id)

Cara Membaca Candlestick Saham


Cara membaca candlestick saham

Buat kamu yang masih bingung, cara membaca candlestick saham pdf maupun dalam bentuk file yang lain, yakni dengan memperhatikan ukuran candle. Candlestick saham memiliki ukuran tubuh dan ekor yang tidak sama.

1. Melihat panjang pendek tubuh candlestick saham

Kalau kamu lihat, ada tubuh candle yang panjang dan ada yang pendek dalam suatu grafik.

  • Semakin panjang tubuh candle, maka semakin tinggi tekanan jual beli saham
  • Semakin pendek tubuh candle, menunjukkan pergerakan harga yang minim dan terjadi konsolidasi harga saham

2. Melihat panjang pendek ekor candlestick saham

Panjang pendek ekor candlestick saham pun memiliki makna atau arti tersendiri.

  • Semakin panjang ekor candle, mengindikasikan beberapa aktivitas atau transaksi trading jauh melampaui harga pembukaan dan penutupan pada suatu titik waktu tertentu
  • Semakin pendek ekor candle, memperlihatkan kebanyakan aktivitas trading yang terjadi berada dekat harga pembukaan dan penutupan. Fluktuasi harga saham tidak jauh melewati harga pembukaan dan penutupannya.

3. Candlestick saham, ekor atas dan bawah tidak sama

Jika sebuah candlestick saham memiliki ekor atas yang lebih panjang  dan ekor bawah pendek, berarti pembeli mendominasi sesi trading dengan melakukan bidding dengan harga tinggi. Sedangkan penjual berupaya menekan harga lebih rendah dari harga tersebut.

Namun bila sebaliknya, ekor atas lebih pendek dan ekor bawah lebih panjang, mengindikasikan penjual mendominasi sesi trading dan menekan harga untuk turun. Tetapi pembeli tetap bidding di harga tinggi di sesi tersebut.

Baca Juga: Pialang Saham: Pengertian, Tugas, dan Daftar Perusahaannya

5 Pola Candlestick Saham

Pola candlestick saham

Candlestick pattern saham adalah pola candlestick saham yang digunakan investor maupun trader untuk memprediksi pergerakan harga saham di masa depan. Jenis pola candlestick saham sangat banyak, namun yang paling kuat atau memiliki tingkat akurasi tinggi sebagai papan petunjuk arah ada lima pola, seperti dilansir dari Investopedia.

1. Three Line Strike

Bullish three line strike adalah pola pembalikan arah yang ditunjukkan dengan tiga candle dalam tren menurun. Kemudian diikuti candlestick saham keempat yang menutup tubuh tiga candle tersebut.

2. Two Black Gapping

Pola candlestick saham bearish two black gapping adalah candle berwarna hitam dalam posisi terendah dan lebih rendah. Pola ini muncul setelah mengalami tren kenaikan.

Tanda kemunculan pola ini memprediksi bahwa penurunan akan terus berlanjut ke posisi yang lebih rendah. Mungkin juga memicu tren penurunan yang lebih luas.

3. Three Black Crows

Bearish three black crows adalah pola pembalikan yang ditunjukkan dengan kemunculan tiga candle warna hitam di posisi terendah dan lebih rendah. Pola candlestick saham ini memprediksi bahwa penurunan akan terus berlanjut ke posisi yang makin rendah, mungkin juga skalanya lebih luas.

4. Abandoned Baby

Bullish abandoned baby adalah pola candlestick saham yang menunjukkan tanda pembalikan arah menguat. Pola ini muncul setelah serangkaian candle hitam mencetak titik terendah.

Dalam pola tersebut juga membentuk pola Doji kisaran sempit. Memprediksi bahwa pemulihan akan berlanjut ke level yang lebih tinggi. Kemungkinan dapat memicu tren kenaikan yang lebih luas.

Pola Doji adalah tipe candlestick saham yang berarti harga pembukaan dan harga penutupan berada pada tingkat yang sama atau candlestick memiliki tubuh sangat pendek hingga menyerupai garis lurus.

5. Evening Star

Bearish evening star adalah pola candlestick saham yang dimulai dengan candle putih tinggi yang mendorong tren kenaikan ke harga tertinggi baru.

Namun diikuti candle berwarna hitam yang memprediksi penurunan akan terus berlanjut ke posisi terendah atau lebih rendah, bahkan pada skala yang lebih luas.

Pelajari Candlestik Saham agar Cuan Besar

Memahami candlestick saham bagi seorang trader atau investor adalah sebuah keharusan. Sebab, pola lilin ini termasuk bagian penting dalam analisa teknikal.

Dengan begitu, kamu akan tahu ke mana arah pergerakan harga saham suatu emiten maupun IHSG ke depan. Jadi, wajib hukumnya belajar candlestick saham.

Cara belajar candlestick saham bisa darimana saja. Dari buku, internet, ikut seminar atau pelatihan, jurnal, dan sebagainya. Kalau sudah tahu ilmu tentang membaca candlestick saham, kamu dapat mengambil keputusan investasi secara tepat.

Baca Juga: Rekomendasi Saham Hari Ini dan Jenis Saham Lainnya