Cara Beli Saham Luar Negeri dan Sekuritas Pilihan

Tertarik beli saham luar negeri, seperti Apple, Amazon, Netflix, Google, Tesla, atau Facebook? Caranya hampir sama dengan membeli saham di Indonesia.

Bukannya tidak cinta perusahaan dalam negeri, beli saham luar negeri bisa menjadi langkah diversifikasi investasi saham. Mengoleksi saham asing berpotensi menghasilkan keuntungan lebih besar.

Sebagai contoh saham Google, dalam kurun waktu setahun, kenaikan harga saham perusahaan Alphabet Inc Class A dengan kode GOOGL naik sebesar 74,26%.

Harga saham Google per 21 Oktober 2021 senilai USD 2.786,17. Atau jika di rupiahkan sekitar Rp 39 jutaan per lembar saham.

Jika memiliki uang atau dana nganggur, buat apa nanggung beli saham ecek-ecek. Cara investasi saham luar negeri lebih baik dibanding uang menguap begitu saja untuk hal yang tidak penting.

Baca Juga: Cara Beli Saham BRI Online, Setoran Awal dan Biayanya

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Cara Beli Saham Luar Negeri

loader
Cara beli saham luar negeri

Sama seperti di Tanah Air, cara membeli saham perusahaan luar negeri juga harus melalui beberapa tahapan. Antara lain:

1. Buka rekening saham luar negeri

Beli saham di luar negeri mesti punya rekening saham terlebih dahulu. Artinya, kamu harus membuka rekening saham di perusahaan sekuritas luar negeri.

Perusahaan sekuritas adalah pihak perantara bagi orang yang ingin investasi saham secara offline maupun online. Biasanya, sekuritas memiliki aplikasi trading saham untuk investor dalam transaksi jual beli saham.

Pada proses pembukaan rekening saham luar negeri, kamu akan diminta mengisi formulir dan data diri secara lengkap. Selanjutnya, ikuti tahapan berikutnya dari perusahaan sekuritas, seperti verifikasi data maupun akun.

2. Menyetor dana untuk beli saham

Jika akun sudah terverifikasi dan dapat digunakan, kamu harus menyetorkan dana untuk keperluan membeli saham. Masing-masing sekuritas luar negeri menetapkan besaran setoran awal yang berbeda.

Dana tersebut dapat disetor melalui transfer bank yang menjadi rekanan sekuritas luar negeri. Jadi, cari tahu apakah rekening bank milikmu bisa untuk melakukan transfer ke sekuritas tersebut atau tidak.

Bila tidak, kamu dapat membuka rekening baru di bank rekanan atau memilih sekuritas luar negeri lain yang bekerja sama dengan bank kamu. Cara membeli saham di luar negeri mudah, bukan?

Baca Juga: Investasi untuk Pemula Gaji Rp 5 Juta Sebulan

Sekuritas untuk Beli Saham Luar Negeri Terbaik

loader
Sekuritas untuk beli saham luar negeri

Cara beli saham luar negeri tidak bisa melalui sekuritas Indonesia. Tetapi harus lewat sekuritas internasional. Ada empat perusahaan sekuritas untuk beli saham luar negeri yang cukup popular di kalangan investor, seperti dilansir dari Investopedia:

1. eToro

eToro adalah sekuritas paling ramah untuk investor ritel, termasuk dari luar negeri seperti Indonesia. Didirikan pada tahun 2007, eToro yang bermarkas di Inggris sudah memiliki lebih dari 17 juta pengguna di 100 negara.

eToro merupakan platform investasi online raksasa di dunia. Menawarkan layanan jual beli atau trading saham, ETF, forex, kripto, dan lainnya. Untuk saham, disediakan 2.000 saham yang dapat kamu pilih.

  • Minimal setoran awal: USD 200 atau sekitar Rp 2,8 juta (asumsi kurs Rp 14.000 per dolar AS)
  • Biaya penarikan dana: USD 5
  • Biaya tidak aktif: USD 10 per tahun (untuk akun tanpa aktivitas trading selama 12 bulan)
  • Tidak ada biaya transaksi jual atau beli saham untuk posisi long
  • Biaya short selling: 0,18% dari nilai transaksi.

2. Interactive Brokers

Sekuritas untuk beli saham luar negeri lainnya adalah Interactive Brokers (IBKR). Interactive Brokers adalah perusahaan pialang saham yang menyediakan layanan jual beli saham, forex, obligasi, ETF, dan sebagainya.

Pengguna sekuritas luar negeri ini menjangkau lebih dari 220 wilayah. Menawarkan akses di 135 pasar yang tersebar di 33 negara dan sudah menggunakan 23 mata uang.

  • Minimal setoran awal: USD 10.000 atau sekitar Rp 140 juta
  • Biaya transaksi yang menghasilkan kurang dari 1% total nilai perdagangan: USD 1
  • Biaya transaksi 1.000 saham: USD 5 (gratis untuk klien IBKR Lite)
  • Bebas biaya menutup atau transfer akun
  • Bebas biaya akun tidak aktif.

Baca Juga: Rekomendasi Saham Hari Ini dan Jenis Saham Lainnya

loader
Cara Beli Saham Perusahaan Luar Negeri

3. Saxo Bank

Saxo Bank bisa menjadi sekuritas pilihan untuk investasi saham. Berdiri pada 1992, Saxo Bank menyediakan platform trading saham online, yakni SaxoTraderPRO.

Investasi yang ditawarkan mencakup, forex, saham, komoditas, obligasi, dan masih banyak lainnya.

  • Minimal setoran awal: USD 3.000 atau sekitar Rp 42 juta
  • Biaya kustodian: mulai dari 0,12%-0,25% per tahun (tergantung tingkatan member)
  • Biaya minimal bulanan: EUR 5 atau sekitar Rp 82.320 (asumsi kurs Rp 16.464 per Euro)

4. TradeStation

TradeStation adalah sekuritas untuk beli saham luar negeri yang menerima nasabah dari luar negeri, termasuk Indonesia. Nasabah menggunakan platform dari sekuritas global ini untuk trading kripto, saham, reksadana, ETF, obligasi, dan membeli saham IPO.

  • Minimal setoran awal: USD 2.000 atau Rp 28 juta
  • Biaya transaksi atau trading gratis
  • Transaksi saham bebas biaya untuk 10 ribu saham pertama per transaksi dan USD 0,005 untuk setiap saham tambahan di atas 10 ribu.

Beli Saham Luar Negeri sesuai Kantong

Melihat cara membeli saham luar negeri di atas, tidak jauh beda dengan di Indonesia kan? Sangat mudah.

Namun memang setoran awal untuk beli saham luar negeri di sekuritas asing cukup besar. Kalau buat beli saham perusahaan dalam negeri, mungkin sudah bisa berlot-lot.

Yah, konsekuensinya mau investasi saham perusahaan luar negeri. Cari saja perusahaan sekuritas yang menawarkan setoran awal terjangkau. Minimal pas di kantong.

Beli juga saham asing yang harganya tidak terlalu mahal, tetapi memiliki prospek bagus di masa depan.

Baca Juga: Saham Blue Chip: Pengertian, Ciri-ciri, dan Daftarnya