Investasi Reksadana: Jenis, Keuntungan dan Risikonya

Reksadana bukan lagi barang baru dalam kamus investasi. Salah satu instrumen investasi favorit anak muda, termasuk kaum milenial. Eits, tapi tidak hanya anak muda saja yang bisa manfaatkan reksadana untuk cuan, para single parent juga bisa membeli produk reksadana sebanyak apapun demi cuan yang semakin besar dimasa depan.

Reksadana juga cocok untuk yang suka insecure dengan uangnya sendiri karena memiliki sifat yang transparan dimana Investor dapat melihat nilai investasi yang tercatat di portofolio.  Selain itu, dengan modal yang terjangkau (bisa dimulai dari Rp100 ribu saja) kamu sebagai investor sudah bisa memiliki portfolio terdiversifikasi seperti obligasi dan saham.

Jenis–Jenis Investasi Reksadana

Menjadi salah satu instrumen investasi paling murah dan mudah, peminat dari reksadana sendiri pun semakin tinggi saja. Tidak hanya, platform yang menyediakan fitur investasi reksadana pun semakin banyak. Tidak hanya bank, tapi juga e-commerce sampai aplikasi e-wallet.

Berikut jenis-jenis investasi reksadana yang harus kamu ketahui:

Jenis Reksadana

Keterangan

1. Reksadana Pasar Uang

 

Reksadana Pasar Uang adalah reksadana yang 100% berinvestasi di instrumen pasar uang seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Deposito Berjangka, dan Obligasi yang jatuh tempo di bawah 1 tahun.

Reksadana ini tidak mengenakan biaya pembelian dan penjualan kembali dan menawarkan potensi tingkat pengembalian lebih tinggi daripada rekening tabungan/koran.

Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang memiliki risiko lebih rendah dibanding jenis reksadana lainnya tapi imbah hasilnya juga lumaya bahkan bisa lebih baik dibandingkan deposito.

Dengan memilih berinvestasi menggunakan reksadana pasar uang, dana yang kamu investasikan akan 100% diolah menjadi instrumen pasar uang, seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau Obligasi dengan masa batas waktu tidak lebih dari satu tahun.

2. Reksadana Saham

 

Reksadana saham adalah reksadana yang melakukan investasi minimal 80% dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk efek bersifat ekuitas, dalam hal ini saham. Jika memilih reksadana saham, dana yang Anda investasikan akan dikelola oleh manajer investasi (MI). Jadi kamu tidak perlu repot lagi, cukup percayakan saja pada ahlinya.

Investasi reksadana saham sama seperti investasi saham. Dikenal sebagai investasi high risk, high return. Manajer investasi memutar dana investasi dengan cara melakukan kegiatan jual dan beli saham di saat yang tepat. Selisih kenaikan atau penurunan harga jual atau beli itulah yang akan menjadi keuntungan.

Melalui investasi reksadana saham ini kamu dapat masuk dalam dunia saham dengan risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan langsung melalui investasi saham.

3. Reksadana Campuran

 

Reksadana campuran adalah salah satu jenis reksadana yang investasinya ditempatkan pada beberapa efek sekaligus, yakni saham, surat utang, dan pasar uang. Reksadana campuran cocok untuk kamu yang ingin investasi maupun diversifikasi investasi.

Dana yang kamu setor untuk investasi reksadana campuran, oleh Manajer Investasi akan dikelola atau diputar lagi ke tiga instrumen investasi tersebut. Jadi, hasil investasi atau keuntungan reksadana pendapatan tetap kamu lebih optimal.

Reksadana ini cocok untuk investor yang ingin mendapatkan keuntungan dari pasar saham tapi tidak ingin ketinggalan momentum yang ada dalam pasar obligasi.

Reksadana campuran juga cocok untuk tipe investor yang berani mengambil risiko dan agresif. Namun, risiko pada reksadana campuran masih dalam tahap sedang dengan keuntungan tinggi.

4. Reksadana Pendapatan Tetap

 

Reksadana pendapatan adalah tipe reksadana dimana mayoritas dana yang kamu investasikan akan di alokasikan ke obligasi milik pemerintah dan swasta juga pasar uang. Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang paling stabil dibandingkan jenis reksadana lainnya juga dananya bisa ditarik kapan saja.

Selain menjadi jenis reksadana yang paling stabil dibandingkan jenis reksadana lainnya. Imbah hasil reksadana pendapatan tetap pun bisa mencapai lebih dari 10% terutama saat suku bunga deposito menurun.

Baca Juga:  Reksadana Syariah: Pengertian, Keuntungan, Bentuk, dan Cara Kerjanya

Keuntungan dan Risiko Investasi Reksadana

Seperti instrumen investasi lainnya, selain menawarkan keuntungan berinvestasi di reksadana tetap ada risikonya. Nah, agar tidak sembarangan dalam berinvestasi berikut apa saja keuntungan yang didapat dari investasi reksadana berikut dengan berbagai risiko yang mungkin terjadi:

Keuntungan

Risiko

Mudah dilakukan terutama oleh para investor pemula. Ini karena dana yang diinvestasikan Dikelola oleh Manajer Investasi profesional, berlisensi, terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Risiko Menurunnya NAB:

Terjadi apabila ada penurunan nilai unit penyertaan akibat perubahan kondisi pasar

Praktis dan efisien karena Investor bisa bertransaksi secara online kapanpun dan dimanapun. Dana bisa dicairkan kapan saja.

Risiko Likuiditas:

Terjadi apabila ada pencairan unit serentak oleh sebagian besar pemegang unit, Manajer Investasi akan kesulitan menyediakan uang tunai dengan segera

Modal yang dibutuhkan untuk berinvestasi di reksadana sangat terjangkau, dimulai dari Rp10.000 saja.

Risiko Wanprestasi:

Terjadi apabila dalam kondisi luar biasa, penerbit surat berharga yang menjadi objek investasi Reksadana mengalami kegagalan (default) dalam memenuhi kewajibannya.

Dengan berinvestasi di Reksadana, risiko investasi yang dihadapi investor menjadi terbagi ke beberapa portofolio efek sehingga dapat memperkecil risiko. Cocok untuk kamu yang ingin diversifikasi risiko.

Risiko Pembubaran:

Terjadi apabila NAB Reksadana kurang dari jumlah minimum yang ditetapkan atau diperintahkan OJK untuk dibubarkan

Imbal hasil dan dana dari hasil penjualan unit yang diterima investor sudah bersih dan tidak dipotong pajak alias bebas pajak.

 

Baca Juga:  Reksa Dana Terproteksi: Pengertian, Karakteristik, hingga Risikonya

Tips Investasi Reksadana untuk Pemula

Untuk kamu yang tertarik berinvestasi di reksadana. Berikut, beberapa tips yang bisa dilakukan agar investasi sukses, terutama untuk para investor pemula:

1. Pilih Platorm Investasi yang Tepat

Jangan sampai karena tergoda imbah hasil yang tinggi akhirnya kamu jadi menginvestasikan uang kamu ke website investasi reksadana bodong. Bukannya untung malah buntung.

Penjualan produk reksadana yang serba online membuat banyak akun atau investasi bodong beredar dimana-mana dengan iming-iming menjual reksadana dengan modal rendah, imbah hasil tinggi dan risiko rendah dalam modus penipuannya.

Penting untuk mencari tahu tempat membeli reksadana yang kredibel dan berlisensi baik itu dari aplikasi online seperti e-commerce atau aplikasi e-wallet atau langsung dari bank. Jadi jangan sembarangan tanam dana yah.

2. Pilih Reksadana yang Sesuai dengan Kebutuhan bukan Tingginya Imbah Hasil

Untuk melakukan tahap ini dengan baik, pengetahuan terhadap masing-masing jenis produk reksadana itu penting banget loh. Asal memilih karena cuman mengincar keuntungan tanpa tahu level risiko masing-masing jenis reksadana akan mengantarkan kamu ke kegagalan dalam berinvestasi.

Contohnya, jika kamu adalah pribadi yang senangnya hal-hal yang simple bisa mencoba reksadana pendapatan tetap.

Dengan sistem kerja seperti deposito dimana kamu hanya perlu menyetorkan langsung dana investasi kamu dan mengambilnya sesuai dengan settingan waktu yang kamu inginkan baik 3 bulan atau 1 tahun.

Walaupun bisa dicairkan kapan saja, tapi demi keuntungan maksimal lebih baik cobalah untuk bersabar dan biarkan dana investasi kamu diolah dengan reksadana dalam periode waktu tertentu.

3. Tentukan Jangka Waktu Investasi

Untuk jangka waktu kurang dari setahun, sebaiknya memilih reksadana pasar uang. Untuk investasi 1-3 tahun, kamu dapat memilih reksadana pendapatan tetap. Untuk jangka waktu 3-5 tahun, gunakanlah reksadana campuran.

Terakhir, untuk yang menginginkan investasi jangka panjang, yakni lebih dari 5 tahun, gunakanlah reksadana saham. Santai saja, anggap saja sedang menyimpan uang dengan keuntungan ekstra.

4. Pastikan Produk Reksadana Ada Izin OJK

Pastikan dulu dan cek perizinan dari produk reksadana dan manajer investasi. Jika meragukan, kamu berhak untuk menolak tawaran berinvestasi. Pegecekan izin ini juga merupakan bentuk upaya preventif agar tidak tertipu oleh bentuk investasi bodong atau abal-abal.

Investasi bodong ada dimana-mana, tidak memiliki izin karena tidak memenuhi standar dan persyaratan dalam mengelola investasi yang bersih dan sehat. Ciri utama investasi reksadana bodong biasanya menawarkan keuntungan investasi yang sangat besar. Namun, bisa jadi risiko yang ditanggung juga besar.

5. Belajar Apa Itu Prospektus Reksadana

Prospektus dapat dikatakan sebagai buku manual untuk berinvestasi di reksadana. Segala macam informasi yang dibutuhkan tentang reksadana ada di sini, mulai dari perizinan, manajer investasi, kebijakan investasi, biaya-biaya investasi, hingga tata cara pembelian dan penjualan reksadana.

Membaca prospektus adalah hal yang wajib dan mutlak. Tidak hanya membaca, kamu pun harus memahami setiap detail isinya dan jika kebingungan, tidak perlu ragu untuk bertanya.

Ayo Mulai Berinvestasi

Momok paling yang paling sering membuat orang tidak mau berinvestasi adalah isu-isu tentang penipuan, modal besar sampai risiko yang terlalu tinggi. Wajar saja, apalagi bagi mereka yang benar-benar tidak familiar dengan dunia investasi.

Namun, dengan banyak perkembangan saat ini masa iya kamu mau kondisi finansial kamu stuck disitu-situ saja. Dengan belajar berinvestasi kamu bisa mendapatkan segudang manfaat selain menambah nilai aset dan uang kamu.

Baca Juga:  Cara Menabung di Reksadana, Keuntungan dan Tipsnya