Agar Tak Merasa Rugi, Pertimbangkan 6 Kekurangan Investasi Emas Perhiasan Ini Sebelum Membeli

Tidak sedikit orang menganggap emas sebagai aset yang ideal sebagai instrumen investasi karena kecenderungan nilainya yang terus meningkat seiring waktu. Selain itu, logam mulia ini juga dikenal sebagai barang mewah yang memiliki harga tinggi dan bisa menjadi penunjuk tingkat kekayaannya. Karenanya, beberapa orang memilih untuk berinvestasi emas dengan membeli emas perhiasan.

Meski begitu, tahukah kamu jika investasi emas dalam bentuk perhiasan ini tidak akan memberikan peluang imbal hasil yang optimal selayaknya saat kamu membeli emas batangan? Bahkan, jika dibandingkan dengan emas murni, ada beragam kekurangan investasi emas perhiasan yang wajib kamu perhatikan dan pertimbangkan agar tak merasa merugi. 

Nah, jika kamu ingin tahu apa 6 kekurangan investasi emas perhiasan, simak penjelasan berikut ini.

Kekurangan Investasi Emas Perhiasan

Kekurangan Investasi Emas Perhiasan

1. Kebanyakan Bukan Emas Murni

Ketika kamu memutuskan untuk membeli emas perhiasan, pahami jika kebanyakan bukan lah emas murni dengan kadar 24 karat. Berbeda dengan emas batangan yang umumnya tergolong sebagai emas murni dengan tingkat kemurnian nyaris 100 persen, emas perhiasan cenderung memiliki tingkat kemurnian yang rendah. 

Mengapa kebanyakan emas perhiasan bukan emas murni? Pasalnya emas murni memiliki sifat fisik yang cenderung lunak dan jika dijadikan sebagai perhiasan pasti gampang rusak dan seiring waktu kualitasnya menurun drastis. Saat hal tersebut terjadi, sudah pasti harganya akan anjlok dan merugikan pemiliknya. 

Sementara jika dicampur dengan logam lain, seperti tembaga, perak, paladium, dan seng, emas memiliki daya tahan yang lebih kuat dan cocok dijadikan perhiasan. Karena alasan inilah emas perhiasan umumnya bukan emas murni dan membuatnya kurang cocok jadi aset investasi. 

2. Harganya Cenderung Lebih Mahal

Meski memiliki kisaran harga yang lebih beragam dan bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan, tapi perhiasan emas biasanya mempunyai harga yang lebih mahal dibanding emas murni. Kenapa bisa? Alasannya tidak lain ada beban biaya produksi dan desain saat kamu membeli emas perhiasan. 

Tergantung dari desain dan bahan yang digunakan, proses pembuatan emas perhiasan bisa dibilang cukup rumit. Belum lagi risiko kerusakan ketika melakukan kesalahan dalam proses pembuatan atau produksi mengharuskan pembuatnya melakukan semuanya dari awal. Karenanya, biaya tenaga ahli untuk membuat emas perhiasan ini terbilang mahal dan turut memengaruhi harga jualnya pula. 

3. Ada Risiko Kehilangan dan Rusak

Baik emas batangan atau emas perhiasan pada dasarnya memiliki risiko kerusakan dan kehilangan yang tidak jauh berbeda. Tapi, kebanyakan orang yang investasi emas batangan hanya akan menyimpannya di brankas khusus atau menggunakan jasa bank sehingga risiko kehilangan atau kerusakannya bisa diminimalkan. 

Sementara untuk emas perhiasan, kebanyakan dari kamu tentu membelinya dengan tujuan untuk mengenakannya sebagai aksesoris di perhelatan tertentu. Karena lebih sering digunakan di tempat umum, sudah pasti risiko kehilangan emas perhiasan ini menjadi lebih tinggi. Mengetahui hal tersebut, kamu perlu mengantisipasi risiko kehilangan dan kerusakan ini sebagai salah satu kekurangan investasi emas perhiasan agar tak merugi.

4. Lebih Cocok Dijadikan Aset Guna

Sama-sama memiliki bahan emas, beberapa orang mungkin menganggap jika emas perhiasan termasuk sebagai aset investasi selayaknya emas batangan. Namun, jika melihat karakteristiknya, emas perhiasan sebenarnya lebih cocok dijadikan sebagai aset guna dibanding untuk investasi. 

Jika kamu membelinya, jangan anggap emas perhiasan sepenuhnya sebagai aset investasi hingga berharap mampu mendapatkan keuntungan yang tinggi dan setara dengan emas batangan. Pasalnya, karena adanya komposisi logam campuran di dalamnya dan harga beli yang relatif lebih mahal dibanding harganya saat dijual kembali, potensi imbal hasil dari emas perhiasan terbilang lebih rendah dan tak menggiurkan. 

5. Nilai Jual dan Potensi Imbal Hasil Rendah

Kekurangan investasi emas perhiasan lain yang perlu kamu antisipasi adalah nilai jual serta potensi imbal hasilnya yang rendah. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, emas perhiasan lebih pas jika dianggap sebagai aset guna saja daripada instrumen investasi. 

Bukan tanpa alasan, harga jual dan potensi keuntungan yang rendah dari membeli produk emas ini disebabkan adanya biaya pembuatan dan campuran logam lain di dalamnya. Di samping itu, di toko emas, harga jual emas perhiasan juga lebih murah karena tingkat kemurniannya yang rendah. Oleh karena itu, ada baiknya untuk mempertimbangkan kekurangan investasi emas perhiasan ini agar tak salah menjadikannya sebagai instrumen investasi. 

6. Harus Dirawat dengan Cara Khusus

Terakhir, kekurangan investasi emas perhiasan adalah kamu harus bisa merawatnya dengan baik agar kondisi dan kualitasnya terjaga. Meski memiliki daya tahan yang lebih kuat karena adanya kandungan logam lain di dalamnya, emas perhiasan memiliki risiko warnanya memudar dan terlihat kusam atau menghitam. 

Jika hal ini terjadi, jangan heran jika harganya akan menurun drastis dan malah berisiko sama sekali tak memberi keuntungan saat dijual kembali, bahkan merugi. Untuk itu, ketika berencana untuk membeli emas perhiasan, pastikan untuk mempelajari cara merawatnya dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga dan tak sampai kehilangan nilai. 

Emas Perhiasan Layak Dipilih Jika Tak Mengutamakan Manfaat Investasi

Itulah penjelasan tentang kekurangan investasi emas perhiasan yang penting untuk kamu pertimbangkan sebelum memilihnya. Jika dibandingkan dengan emas batangan atau emas murni, emas perhiasan memang memiliki potensi kenaikan harga yang lebih rendah serta lebih berisiko. Oleh karena itu, jika tidak terlalu mengutamakan manfaat investasi dan cenderung menjadikannya sebagai aset guna yang bernilai tinggi, emas perhiasan sah-sah saja untuk dijadikan pilihan.