Langkah Cerdas Bangkit dari Kegagalan Finansial di Masa Pandemi

Selain berdampak terhadap dunia kesehatan, pandemi nyatanya juga sangat berdampak pada perekonomian masyarakat dunia hampir di segala lini. Bukan hanya di Indonesia saja, banyak pelaku bisnis di seluruh dunia yang harus menutup usahanya. Jutaan pekerja mau tak mau harus rela gajinya dipotong, bahkan terpaksa dirumahkan. 

Diperkirakan ada jutaan lebih pekerja yang kehilangan mata pencahariannya akibat pandemi yang berlangsung hampir dua tahun belakangan. Meski bukan hal yang mudah, namun penting untuk bisa bertahan dan berusaha bangkit agar bisa melalui masa sulit selama pandemi. 

Cara Cerdas Bangkit dari Masalah Finansial Akibat Pandemi

Agar kondisi finansial yang terpuruk akibat pandemi bisa kembali pulih, memang butuh langkah yang tepat. Nah, beberapa langkah berikut ini bisa kamu coba.

1. Jangan Meratapi Keadaan Berlarut-larut

Berhentilah meratapi keadaan dan mulailah untuk bangkit kembali. Selain tak akan ada gunanya, meratapi hal yang lalu juga hanya akan menambah beban pikiran. Cobalah untuk berkomunikasi dengan keluarga atau pasangan tentang kondisi keuangan keluarga. 

Apakah saat ini kamu atau pasangan masih memiliki aset atau tabungan yang dapat digunakan semantara untuk bertahan hidup? Jika iya, cek semuanya dengan detail. Tidak ada yang namanya terlalu sedikit atau kurang banyak, berapapun nominal di tabungan sangatlah berarti. Terutama untuk membantu finansial keluarga atau bisnis jika ada, agar tetap bertahan.

2. Ubah Gaya Hidup

Dengan kondisi kehilangan sumber penghasilan dan terbatas secara finansial, sebaiknya ubah segera gaya hidup konsumtif yang biasa dilakukan. Lakukan perencanaan ulang segala jenis pengeluaran rumah tangga. Kamu tak bisa lagi menggunakan membelanjakan uang seperti sebelum pandemi.

Untuk membuat penganggaran dengan tepat, ketahui dulu seberapa besar pendapatan yang berkurang akibat PHK atau pemotongan gaji. Hal ini akan memudahkan untuk melakukan pemangkasan anggaran belanja bulanan. 

Misalnya saja, gaji bulanan harus terkena pemotongan hingga 50 %, ini artinya kamu perlu memangkas pengeluaran bulanan setidaknya 50 % atau bisa juga lebih. 

Dengan begitu, kamu tak harus berhutang hanya demi bertahan hidup karena sudah melakukan penyesuaian belanja dengan penghasilan. Selain itu, pikirkan kembali dengan matang sebelum membelanjakan uang sekecil apapun untuk apa saja.

Baca Juga: Cara Hidup Hemat agar Bisa Menabung

3. Pilah-pilah Pengeluaran Bulanan

Langkah efektif mengatasi masalah finansial di masa krisis ekonomi akibat pandemi ini yakni dengan memangkas pengeluaran bulanan. Namun sebelum melakukannya, kamu perlu memilah-milah pengeluaran sesuai kategorinya. Agar bisa lebih tahu apa-apa saja kebutuhan wajib dan penting dan mana yang bukan, sehingga bisa melakukan pemangkasan anggaran dengan lebih efektif.

Mulailah dengan memisahkan pengeluaran yang wajib dibayarkan tiap bulannya, seperti tagihan kontrakan atau cicilan rumah, token listrik, makanan sampai tagihan kredit pinjaman. Jika memang masih ada tagihan utang di bank atau kartu kredit, maka jangan abaikan. Kamu tetap harus menganggarkannya, supaya tagihannya tidak membengkak karena denda akibat penundaan pembayaran.

Lalu, buatlah daftar selanjutnya yang berisi pengeluaran bulanan lainnya tapi bukan kebutuhan utama. Seperti, perawatan diri, hobi, belanja pakaian, liburan, nongkrong di cafe, makan di resto dan sebagainya. 

Jangan lupa, buat juga daftar pengeluaran bulanan tidak teratur, misalnya untuk pembayaran pajak rumah atau kendaraan yang harus dibayarkan setiap tahunnya. Ini supaya bisa lebih bersiap saat tagihan akan jatuh tempo.

4. Buat Financial Goal Lebih Terencana

Terlepas dari apapun yang jadi tujuan hidup kamu sebelumnya, mungkin semua rencana tersebut harus tertunda lebih lama akibat pandemi. Tak perlu menyesali apapun, kamu hanya harus lebih bijak dalam menghadapinya. 

Sekarang saatnya mulai mengatur kembali financial goals yang sebelumnya tertunda dengan lebih fleksibel. Dengan begitu, kondisi keuangan yang sempat terpuruk akibat pandemi akan lebih mudah bangkit kembali. 

Cara membuat financial goals yang paling mudah adalah dengan menanyakan pada diri sendiri target apa yang ingin kamu capai di dalam hidup. Para ahli merekomendasikan untuk mulai membuat merencanakan goals jangka pendek, menengah lalu jangka panjang. Sehingga, kamu bisa lebih siap saat menghadapi segala jenis risiko keuangan serta bisa menikmati hidup yang lebih nyaman sesuai dengan kemampuan.

Baik untuk goals jangka pendek sampai jangka panjang, memanfaatkan tabungan saja tidak cukup. Mulailah melirik produk investasi yang memiliki risiko yang rendah seperti reksadana pasar uang dan pendapatan tetap. Dengan memiliki investasi maka perencanaan keuangan kamu akan semakin sempurna.

5. Peka dengan Peluang Bisnis

Dibalik dampak buruk yang dibawanya, nyatanya pandemi juga memiliki sisi positif dibaliknya. Salah satunya, membuka banyak peluang bisnis baru yang sebelumnya tak pernah dibayangkan. Hal ini karena terjadi akibat kebijakan pembatasan aktivitas yang hanya boleh di rumah saja.

Sehingga membuat banyak bisnis rumahan mulai bermunculan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dari bisnis kuliner, kebutuhan sehari-hari, hiburan, alat kesehatan dan lain sebagainya. 

Nah, kamu pun bisa ikut memanfaatkan kesempatan ini dengan melihat kemampuan yang dimiliki dan peluang yang ada. Seperti, membuat masakan siap saji yang dipasarkan secara online, menawarkan jasa dan lain sebagainya.

Baca Juga: 7 Tips Kumpulkan Dana Darurat untuk Renovasi Rumah dan Cara Hitung Nominalnya

6. Segera Lunasi Hutang

Hutang akan menjadi beban di dalam keuangan, terutama di masa krisis seperti ini. Jangan biarkan hutang-hutang ini mengganggu ketenangan. Mulailah lakukan pelunasan hutang yang ada di dalam keuangan. 

Jika memiliki jumlah hutang yang terbilang besar, maka dapat melakukan pelunasan ini secara bertahap saja. Jangan mengalokasikan seluruh uang tabungan atau dana darurat untuk melakukan pelunasan hutang sekaligus.

Jika nilainya besar, maka rencanakan pelunasan ini selama beberapa bulan ke depan hingga akhirnya benar-benar bisa menyelesaikannya dengan baik. Saat hutang sudah lunas, maka kamu akan lebih leluasa lagi dalam mengelola keuangan kedepannya.

7. Mulai Mempersiapkan Dana Darurat

Di masa krisis seperti ini, dana darurat tentu menjadi salah satu yang terpenting untuk dimiliki di dalam keuangan. Namun ini akan menjadi rumit, jika ternyata belum pernah mempersiapkannya sama sekali di dalam keuangan. Jangan menunda lagi, segera siapkan dana darurat sekarang, di saat kamu memang masih memiliki penghasilan yang bisa diandalkan.

Kamu bisa menjadikan ini sebagai salah satu pengeluaran prioritas di dalam keuangan. Meski tidak sekaligus, kamu perlu menyiapkan dana darurat ini secara bertahap. 

Tentukan berapa nilai dana darurat yang akan disimpan, sesuaikan dengan jumlah kebutuhan serta tanggungan. Setidaknya, kamu harus menyiapkan dana darurat ini sebesar 6 kali pengeluaran tetap bulanan. Simpan dana darurat di rekening terpisah, agar tidak tercampur dengan dana lainnya. 

Tetap Optimis dan Jangan Pernah Berhenti Berusaha

Di tengah situasi dan kondisi yang tidak pasti seperti sekarang ini, tetaplah untuk menanamkan sikap optimis dan tidak mudah putus asa. Meski kadang kondisi finansial tak seperti yang diharapkan, tetap saja kamu harus selalu berusaha untuk kembali bangkit. 

Mulai dengan memberikan motivasi dan menyemangati diri sendiri, lalu ubah kebiasaan buruk dalam mengelola keuangan dan mulai membuat financial goals. Dengan begitu, sedikit demi sedikit keuangan perusahaan pribadi akan bangkit dan berkembang. Tetap semangat dan pantang menyerah, ya!

Baca Juga: Jadi Tonggak Keuangan, Kenali Lebih Dekat tentang Dana Darurat dan Cara Mengumpulkannya Ini