Mengenal Bid and Ask, Istilah Populer di Investasi dan Trading Saham

Saham menjadi pilihan investasi saat ini. Ditambah dengan kemajuan teknologi saat ini, investasi saham tidak hanya bisa dilakukan dengan membeli saham dari emite dalam negeri, tapi juga seluruh dunia.

Saham juga menjadi favorit banyak orang karena potensi keuntungannya yang bisa mencapai berkali-kali lipat dan cocok sebagai tabungan di hari tua.

Nah, dalam dunia saham terdapat berbagai istilah yang umumnya digunakan untuk sebutan sebuah aktivitas, naik-turun nilai dan fenomena baik pada investasi atau trading saham.

Namun, dari sekian banyaknya istilah gaul dan teknikal di dunia saham. Istilah bid and ask adalah istilah paling populer dan juga paling sering digunakan.

Lalu apa itu bid and ask pada saham?

Pengertian Istilah Bid and Ask pada Saham


Bid and Ask

Secara tampilan bid adalah kolom yang tersedia untuk permintaan beli saham tertentu. Tak hanya itu, terdapat bid volume yang menunjukkan jumlah lot saham yang ingin dibeli oleh investor. Sedangkan ask/offer merupakan kolom yang menunjukkan penawaran harga jual saham tertentu.

Sedangkan pengertian dari istilah bid and ask (bid and offer) lebih tepatnya mengacu pada penawaran harga dua arah yang menunjukkan potensi harga terbaik di mana sekuritas dapat dijual dan dibeli pada titik waktu tertentu.

Harga penawaran mewakili harga maksimum yang bersedia dibayarkan oleh pembeli untuk saham atau keamanan lainnya. Harga permintaan merupakan harga minimum yang bersedia diambil oleh penjual untuk keamanan yang sama.

Antara bid dan ask yang diajukan akan terus berubah hingga antara pembeli dan penjual menemukan harga yang pas hingga transaksi kemudian terjadi.

Biasanya transaksi berhasil ketika terjadi ketika penjual dan pembeli telah sepakat akan harga untuk keamanan yang tidak terlalu tinggi dari penawaran, serta tidak terlalu rendah dari permintaan.

Ketika aksi bid dan ask terjadi, maka ada dua kemungkinan yang dapat terjadi yaitu pihak pembeli yang menaikkan harga atau bid dan pihak penjual yang menurunkan harga atau ask.

Untuk penjelasan lebih rincinya, bisa dilihat di tabel ini:

Bid pada Saham

Ask/Offer pada Saham

Istilah bid digunakan ketika kamu ingin membeli saham di harga yang lebih rendah dibandingkan dengan last price. Untuk melakukan transaksi, kamu diharuskan untuk memasukkan harga yang ingin kamu keluarkan untuk membeli saham tersebut atau disebut juga dengan bid price.

Harga bid mengacu pada harga tertinggi dari pedagang yang ingin membeli keamanan.

Pada saat melakukan bid, kamu harus mendapatkan penjual yang menawarkan saham di harga bid price yang sudah kamu tentukan agar terjadi transaksi. Namun, apabila kamu melakukan bid dalam jumlah yang besar, kamu juga harus menemukan penjual saham dengan volume yang besar.

Berlawanan dengan bid, ask/offer merupakan kebalikan dari bid dimana harga trader melakukan antri jual. Trader lain yang ingin membeli saham supaya bisa mendapatkan sahamnya maka membeli di harga dimana sudah ada trader yang ingin menjual ini.

Apabila kamu ingin menjual saham, kamu akan melakukan offer untuk saham yang kamu akan jual dan memasukkan harga yang ingin kamu terima atas penjualan saham tersebut atau disebut juga dengan offer price.

Harga ask mengacu pada harga terendah yang diajukan oleh pemilik dari keamanan yang ingin menjualkannya.

Saat kamu melakukan offer, kamu harus menunggu sampai ada pembeli yang ingin membeli sesuai dengan offer price yang kamu berikan.

Baca Juga: Pemegang Saham: Pengertian, Hak dan Kewajiban Mereka

Beberapa Contoh Bid and Ask Saham


Contoh Bid and Ask Saham

Agar kamu lebih memahami lagi konsep dari bid and ask pada saham, berikut beberapa contoh ilustrasinya yang diambil dari berbagai sumber:

1. Kamu ingin membeli saham properti di salah satu perumahan baru daerah BSD (Bumi Serpong Damai) Tangerang Selatan, yang ditunjukkan dengan kode saham BSDE. Kamu ingin melakukan bid dengan harga Rp1.050 dan jumlah pembelian 100 lot.

Melihat situasi pasar, kamu bisa melihat bahwa terdapat sebanyak 39.254 antrian lot yang mengantri untuk membeli dengan harga yang sama.

Kamu juga melihat bahwa harga terakhir di pasar pada saat itu adalah Rp1.075. Jika kamu ingin membeli dengan cepat, maka kamu bisa melakukan pembelian di harga Rp1.075.

Opsi lainnya, bisa menunggu di harga yang di inginkan, contohnya Rp1.060, order kamu akan terpenuhi jika terdapat penjual yang melakukan penjualan di harga bid price yang kamu inginkan.

Begitu pun sebaliknya, apabila kamu melakukan offer, kamu harus menunggu sampai ada pembeli yang ingin membeli sesuai dengan offer price yang kamu berikan.

2. Terdapat penawaran tertinggi untuk sebuah saham ABC Corp adalah Rp151.894, maka investor A yang ingin membeli saham pada harga pasar saat ini akan membayar Rp151.894. Sedangkan investor B yang ingin menjual saham ABC dengan harga pasar saat ini akan menerima uang sebesar Rp151.174.

Jika terdapat pemilik pasar yang ingin menurunkan harga menjadi sekitar Rp151.174 hingga Rp.151.894 untuk saham ABC, maka akan menunjukkan kesediaan untuk membeli A pada harga Rp151.174 (harga penawaran).

Lalu akan dijual dengan harga sekitar Rp151.894 (harga yang diminta). Hal ini memberikan keuntungan pada pembuat pasar.

Kedua contoh bisa dijadikan sebagai gambaran umum sebuah proses atau momen terjadinya bid and ask/offer pada investasi atau trading saham.

Baca Juga: Trading Saham Harian: Cara Kerja Hingga Tips Tradingnya Biar Cuan

Kenali Istilahnya agar Makin Pintar Main Sahamya

Selain bid and ask masih ada beberapa istilah pada saham yang juga harus kamu kenali dan pahami lebih jauh lagi. ini agar kamu bisa lebih baik lagi baik dalam berinvestasi atau trading saham.

Dengan memahami istilah saham dengan  baik, semakin mudah juga kamu dalam mengatur strategi bermain saham. Yang akhirnya, kamu jadi bisa meminimalisir risiko dan memaksimalkan keuntungan dari berinvestasi saham.

Baca Juga: Nilai Pasar: Pahami Pengertian, Kelebihan dan Metode Hitungnya