Memahami Apa Itu Pemeringkat Efek yang Diakui di Indonesia dan Interpretasi Tabel Peringkatnya

Guna menjamin kelancaran dari aktivitas di pasar modal, ada beberapa lembaga penunjang yang perannya sangat dibutuhkan bagi para pelaku di sektor tersebut. Beberapa contoh lembaga penunjang pasar modal adalah Bank Kustodian, Biro Administrasi Efek, Wali Amanat, serta Pemeringkat Efek. Masing-masing lembaga penunjang di pasar modal tersebut tentu memiliki peran dan tugasnya tersendiri. 

Sebagai contoh, untuk pemeringkat efek, secara umum lembaga tersebut bertugas untuk menerbitkan peringkat untuk penerbitan dari surat utang atau debt securities. Hal tersebut mencakup commercial paper dan obligasi. Peran dari pemeringkat efek ini menjadi sangat penting karena bisa menjadi dasar bagi investor untuk mengetahui produk mana yang layak untuk dipilih dan ideal bagi rencana investasinya. 

Lantas, seperti apa pembahasan lebih lanjut tentang pemeringkat efek sebagai lembaga penunjang di pasar modal Indonesia tersebut? Juga, apa saja tugas yang diemban oleh lembaga tersebut dan cara menginterpretasi tabel peringkatnya? Nah, untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, simak rangkuman penjelasannya berikut ini. 

Selengkapnya tentang Pemeringkat Efek

Pada dasarnya, pemeringkat efek bisa dipahami sebagai lembaga atau perusahaan yang menerbitkan informasi mengenai peringkat terhadap penerbitan dari surat utang atau debt securities. Beberapa contoh surat utang atau debt securities yang diterbitkan peringkatnya oleh pemeringkat efek adalah obligasi serta commercial paper. 

Perusahaan yang terjun menjadi pemeringkat efek biasanya menjalankan beberapa tugas dan jasa sekaligus. Salah satunya adalah pada aktivitas penasihat investasi yang membuat perusahaan atau lembaga pemeringkat efek harus memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK

Pada aktivitas pemberian penilaian pada sebuah efek, pemeringkat efek bakal melakukan penelaahan atau analisis pada kondisi serta kinerja dari perusahaan yang berencana memberi penawaran efek utangnya. Di samping itu, pemeringkat efek juga akan memberi peringkat yang simpel dan gampang untuk dipahami oleh pihak investor ataupun masyarakat secara umum. 

Pengertian pemeringkat efek yang lainnya adalah penasihat investasi dengan bentuk perseroan terbatas. Perusahaan yang terjun sebagai pemeringkat efek menjalankan aktivitas pemeringkatan serta memberikan peringkat. Pada pelaksanaan aktivitasnya, pemeringkat efek harus melakukan pemeringkatan tanpa ada campur tangan dari suatu pihak tertentu. Dalam kata lain, pemeringkat efek menjalankan tugasnya tersebut secara independen.

Dengan memastikan tugasnya dijalankan secara independen, atau dalam kata lain tidak ada sangkut paut atau pengaruh dari pihak lain yang mungkin memanfaatkan jasanya, kredibilitas dari pemeringkat efek sudah pasti akan terjamin. Objektivitas dalam menjalankan tugasnya juga pasti bisa diraih dan hasil peringkat yang diterbitkan oleh pemeringkat efek bisa dipertanggungjawabkan dengan dasar penilaian yang jelas. Oleh karena itu, barulah peran dari pemeringkat efek sebagai lembaga penunjang di pasar modal yang mampu membantu kelancaran aktivitas investasi pada pelaku di dalamnya bisa dilakukan dengan optimal.  

Instrumen yang Menjadi Objek dari Pemeringkat Efek

Menjadi lembaga yang bertugas untuk memberikan peringkat terhadap sejumlah efek tertentu, pemeringkat efek tentu menjadi bagian penting dari lembaga penunjang pasar modal di Indonesia. Tapi, apa saja instrumen yang menjadi objek dari lembaga ini? Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa objek pemeringkatan dari pemeringkat efek yang penting untuk kamu ketahui. 

  • Efek yang memiliki sifat utang, efek beragun aset, sukuk, maupun jenis efek lainnya yang dapat diberi peringkat oleh perusahaan ini. 
  • Pihak yang menjadi entitas atau company rating, seperti reksa dana serta dana investasi real estate dengan bentuk kontrak investasi kolektif atau KIK. 

Terkait penilaian yang diberikan oleh pemeringkat efek ditentukan berdasarkan kode tertentu menyesuaikan dengan tradisi dari setiap lembaganya. Jadi, pemberian peringkat yang dilakukan oleh lembaga pemeringkat efek bisa jadi berbeda. Hal ini berlaku pula pada kode penilaian atau pemeringkatan yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat efek tertentu. 

Baca Juga: Portofolio Efek - Arti, Contoh, dan Cara Mengelolanya

Perusahaan Pemeringkat Efek yang Resmi di Indonesia

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, lembaga pemeringkat efek di Indonesia diwajibkan untuk berhasil mengantongi izin usaha terlebih dulu dari OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. Tanpa izin usaha tersebut, kredibilitas dari pemeringkat efek akan dipertanyakan dan akan cenderung diragukan oleh para pelaku di pasar modal. 

Untuk saat ini, terdapat setidaknya 5 lembaga pemeringkat efek yang resmi dan telah mendapatkan izin usaha dari OJK. Kelima perusahaan pemeringkat tersebut adalah sebagai berikut. 

  • Fitch Ratings
  • Moody’s Investor Service
  • Standard and Poor’s 
  • PT. Fitch Ratings Indonesia
  • PT. Pemeringkat Efek Indonesia atau PEFINDO

Mengenai Peringkat yang Diberikan oleh Pemeringkat Efek

Telah dijelaskan sebelumnya jika terdapat 5 lembaga pemeringkat efek berbeda yang secara resmi telah diakui di Indonesia. Meski begitu, setiap lembaga pemeringkat efek di atas umumnya memiliki kode peringkat yang berbeda terhadap penilaian dari efek yang dilakukannya. 

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah informasi seputar kode penilaian atau peringkat yang diberikan oleh masing-masing lembaga pemeringkat efek tersebut. 

Baca Juga: Belajar Investasi Saham, Bagaimana Caranya?

Fitch Ratings

Peringkat Jangka Pendek

Peringkat Jangka Panjang dan Jangka Menengah

F1+, F1, F2, F3, B, C, D

AAA, AA+, AA, AA-, A+, A, A-, BBB+,BBB. BBB-, BB+, BB, BB-, B+, B, B-, CCC, CC, C, RD, D

Moody’s Investor Service

Peringkat Jangka Pendek 

Peringkat Jangka Panjang dan Jangka Menengah

P-1, P-2, P-3, NP

Aaa, Aa1, Aa2, Aa3, A1, A2, A3, Baa1, Baa2, Baa3, Ba1, Ba2, Ba3, B1, B2, B3, Caa1, Caa2, Caa3, Ca, C

Standard and Poor’s

Peringkat Jangka Pendek 

Peringkat Jangka Panjang dan Jangka Menengah

A-1, A-2, A-3, B, B-1, B-2, B-3, C, D

AAA, AA+, AA, AA-, A+, A, A-, BBB+, BBB, BBB-, BB+, BB, BB-, B+, B, B-, CCC+, CCC, CCC-, CC, C, D

Fitch Ratings Indonesia

Peringkat Jangka Pendek 

Peringkat Jangka Panjang dan Jangka Menengah

F1+(idn), F1(idn), F2(idn), F3(idn), B(idn), C(idn), D(idn) 

AAA(idn), AA+(idn), AA(idn), AA-(idn), A+(idn), A(idn), A-(idn), BBB+(idn), BBB(idn), BBB-(idn), BB+(idn), BB(idn), BB-(idn), B+(idn), B(idn), B-(idn), CCC(idn), CC(idn), C(idn), RD(idn), D(idn)

Pemeringkat Efek Indonesia

Peringkat Jangka Pendek 

Peringkat Jangka Panjang dan Jangka Menengah

idA1, idA2, idA3, idA4, idB, idC, idD

IdAAA, idAA+, idAA, idAA-, idA+, idA, idA-, idBBB+, idBBB, idBBB-, idBB+, idBB, idBB-, idB+, idB, idB-, idCCC, idSD, idD

Cara Menginterpretasi Peringkat dari Pemeringkat Efek

Dari penjelasan di atas, bisa dipahami jika setiap lembaga pemeringkat efek menggunakan kode khusus sebagai hasil penilaiannya. Setiap kode tersebut tentu memiliki makna tersendiri yang harus dipahami oleh investor. Berikut adalah cara menginterpretasi peringkat dari pemeringkat efek tersebut.

Interpretasi Kode Peringkat dari Standard and Poor’s dan Moody’s

Kode Standard and Poor’s

Kode Moody’s

Interpretasi

AAA

Aaa

Kualitas tinggi risiko minim

AA

Aa

Kualitas tinggi risiko rendah

A

A

Kualitas menengah risiko tinggi

BBB

Baa

Kualitas menengah risiko menengah

BB

Ba

Kualitas menengah rendah dan agar spekulatif

B

B

Kualitas rendah dan spekulatif

CCC

Caa

Kualitas sangat rendah dan spekulatif

CC

Ca

Tingkat spekulasi yang tinggi dan mendekati gagal

C

-

Tak membayar bunga

C

Kualitas sangat buruk

DDD

DD, D

Gagal

Interpretasi Kode Peringkat dari Pefindo 

IdAAA

Superior dalam jangka panjang 

IdAA

Beda tipis dengan peringkat idAAA dengan kapasitas sangat kuat untuk jangka panjang

IdA

Mempunyai kapasitas kuat untuk jangka panjang, tapi lebih sensitif pada efek pasif serta perubahan kondisi dan situasi ekonomi

IdBBB

Kapasitas memadai untuk jangka panjang, tapi situasi ekonomi yang merugikan maupun perubahan lingkungan bisa melemahkan kapasitasnya

IdBB

Kapasitas cenderung lemah untuk jangka panjang dan berisiko memberi ketidakpastian pada kondisi bisnis, ekonomi, dan keuangan

IdB

Kapasitas lemah untuk jangka panjang dan cenderung melawan kondisi keuangan, bisnis, dan ekonomi mampu mengacaukan kapasitas

IdCCC

Kondisi obligor rentan serta bergantung terhadap kondisi bisnis serta finansial agar meraih komitmen keuangan

IdSD

Gagal, tapi masih ada potensi meraih komitmen finansial

idD

Gagal 

Pemeringkat Efek Memudahkan Aktivitas Investasi Investor Obligasi

Intinya, pemeringkat efek adalah perusahaan yang bertugas memberi peringkat terhadap surat utang. Hal tersebut tentu saja mampu membantu investor dalam menjalani aktivitas investasinya dengan lebih optimal. Karenanya, memahami peran dari lembaga penunjang pasar modal ini sangat penting bagi para pelakunya. 

Baca Juga: Saham Preferen: Arti, Contoh, dan Bedanya dengan Saham Biasa