Bursa Saham Ambruk, Downtrend Sejak 27 sampai 29 Januari 2026. Kapan Rebound?
4 Maret 2026 IHSG dibuka langsung turun tajam -5.10% ke 7486.321, nyaris menembus low price sebelumnya yaitu 7481.988. Pergerakan IHSG sejak awal 2026:
- 20 Januari 2026, IHSG mencatatkan all time high 9174.474.
- Sejak awal tahun 2026 IHSG anjlok -12.81%.
- IHSG mulai downtrend ketika anjlok pertama kali pada tanggal 27 - 29 Januari 2026.
- Support IHSG di 7481.988 (sementara), jika ditembus maka support berikutnya 6538.321.
- Titik aman kuartal I di 8337.05 (minimal).
- Resistance gap IHSG ada di 7932.52, 8873.476, 9120.154 (perlu ditutup).
Katalis yang membuat IHSG ambruk sejak awal 2026:
- 27 Januari 2026, pembekuan rebalancing pasar saham Indonesia oleh MSCI (Morgan Stanley Capital International) menyoroti rendahnya porsi saham beredar (free float) dan potensi masalah transparansi di pasar saham Indonesia.
- 5 Februari 2026, perubahan outlook utang Indonesia oleh Moody’s Ratings dari stabil ke negatif, rating tetap baa2 karena tanda-tanda pelemahan pengambilan kebijakan di Indonesia.
- Penundaan peninjauan indeks oleh FTSE Russell.
- 28 Februari 2026, serangan serentak oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran memuncak drastis.
- Geopolitik Maret 2026, gangguan jalur pelayaran strategis di Laut Merah sangat tinggi. Iran melakukan blokade di Selat Hormuz, jalur vital bagi 20% pasokan minyak dunia. Selain itu serangan fasilitas energi ke negara sekitar menyebabkan produksi gas alam cair (LNG) di Qatar terhenti.
- 4 Maret 2026, lembaga pemeringkat utang global Fitch Ratings memangkas outlook atau proyeksi rating utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Meski demikian, Fitch mempertahankan rating Indonesia di peringkat BBB atau layak investasi.
Semua peristiwa sepanjang kuartal pertama tahun 2026 ini mencerminkan interaksi kompleks antara faktor struktural domestik, evaluasi global, dan geopolitik sehingga memicu kekhawatiran investor global akan daya investabilitas pasar Indonesia.
Walaupun ketidakpastian geopolitik sempat membuat sektor energi sedikit menguat, namun saham perbankan masih jadi beban utama. IHSG kembali turun tajam walaupun regulator sudah berupaya memperbaiki transparansi dan komunikasi dengan investor internasional.
Beberapa katalis yang mungkin membuat IHSG rebound dalam waktu dekat:
- Pertengahan Maret 2026 negosiasi dagang Amerika Serikat dan China yang diwakili oleh He Lifeng dari China dan Scott Bessent dari Amerika Serikat dengan topik tarif dagang, ekspor teknologi, supply chain dan investasi.
- 31 Maret – 2 April 2026 rencana kunjungan Donald Trump ke China, sehingga diperkirakan hubungan diplomatik kedua belah pihak akan lebih tenang dan hati-hati menjelang kunjungan.
Mau mulai investasi saham?
Diperkirakan pasar akan bullish terutama komoditas, emerging market, saham Asia dan Amerika.
Potensi Rebound untuk Emiten:
AMMN, BRMS, MEDC, PGEO, ADRO, UNTR, INDY, SGRO, LSIP, SMAR, CUAN, BBCA, BMRI, BBNI, TLKM