Standar Kolektibilitas BI Checking untuk Lolos Rekrutmen BUMN: Pastikan Kredit Aman!
Rekrutmen BUMN selalu menjadi incaran banyak orang karena gaji yang kompetitif, jenjang karier yang jelas, serta prestise yang tinggi. Namun, di balik ketatnya seleksi administrasi dan kompetensi, terdapat satu faktor krusial yang sering luput dari perhatian pelamar: rekam jejak kredit atau BI Checking.
Saat ini, penggunaan produk kredit seperti paylater dan pinjaman online tengah digemari, yang membuat isu BI Checking dalam Rekrutmen Bersama BUMN semakin relevan. Banyak pelamar baru menyadari bahwa kedisiplinan membayar cicilan ternyata berpengaruh langsung pada peluang kerja mereka.
Standar Kolektibilitas BI Checking untuk Lolos Rekrutmen BUMN
BI Checking atau yang sekarang dikenal sebagai SLIK OJK adalah catatan riwayat kredit seseorang, mulai dari pinjaman bank, leasing, sampai kartu kredit. Di dalam laporan ini, ada yang disebut status kolektibilitas, yaitu penilaian kelancaran pembayaran utang.
Secara umum, kolektibilitas dibagi menjadi lima tingkat:
- Kolektibilitas 1 (Lancar): Pembayaran selalu tepat waktu, tidak ada tunggakan.
- Kolektibilitas 2 (Dalam Perhatian Khusus): Ada keterlambatan, tapi masih di bawah 90 hari.
- Kolektibilitas 3 (Kurang Lancar): Tunggakan sudah mulai serius, biasanya 90–120 hari.
- Kolektibilitas 4 (Diragukan): Tunggakan makin panjang dan risiko gagal bayar tinggi.
- Kolektibilitas 5 (Macet): Utang tidak dibayar dalam waktu lama dan masuk kategori gagal bayar atau kredit macet.
Nah untuk standar kolektibilitas BI Checking yang aman berdasarkan berbagai sumber, BUMN mengharapkan pelamar memiliki kolektibilitas 1. Jadi, riwayat kredit masih termasuk sehat dan tidak dalam masalah keuangan yang serius. Kolektibilitas 2 ke atas sudah dianggap berisiko, apalagi untuk posisi yang berkaitan dengan keuangan, administrasi, atau pengelolaan aset.
Bank Indonesia yang merupakan lembaga independen pun menjelaskan bahwa BI Checking bisa digunakan sebagai bagian dari penilaian integritas dan tanggung jawab finansial seseorang terutama soal kebiasaan mengelola kewajiban.
Jadi, meskipun tidak semua BUMN menyebutkan secara jelas batas kolektibilitas dalam proses rekrutmennya, punya riwayat kredit yang bersih akan sangat membantu peluang lolos seleksi.
Bagaimana Jika Status Kolektibilitas 5?
Nah, kolektibilitas 5 alias kredit macet sendiri merupakan status terburuk dalam laporan kredit seseorang. Biasanya muncul karena pinjaman yang tidak dibayar sama sekali atau sudah lama menunggak tanpa pernah coba dibayarkan.
Kalau mau mencoba ikut rekrutmen BUMN di tahun depan tau periode selanjutnya, tapi laporan kredit tercatat kol-5, kamu jangan langsung menyerah. Ada beberapa hal penting yang bisa dipahami.
-
Data BI Checking Masih Bisa Diperbaiki
Status kolektibilitas yang tercatat di laporan kredit itu tidak permanen, kok. Data BI Checking tetap bisa diperbaiki, tapi prosesnya memang tidak instan. Untuk memperbaikinya hanya bisa dilakukan setelah semua masalah utang benar-benar sudah diselesaikan.
-
Mulai Bereskan Utang
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mulai menyelesaikan seluruh utang atau tunggakan yang tercatat. Kamu bisa mulai dengan melunasi secara penuh atau meminta skema restrukturisasi kepada pihak bank atau pihak peminjam.
Selama tunggakan masih ada, status kolektibilitas tidak akan berubah. Jadi lebih baik mulai diselesaikan pelan-pelan meskipun harus membutuhkan waktu yang lama.
-
Data BI Checking atau SLIK Tidak Auto Update
Nah, setelah semua utang sudah dibereskan, perlu diperhatikan juga bahwa laporan SLIK OJK atau BI Checking tidak otomatis langsung berubah. Butuh waktu sampai lembaga keuangan memperbarui data dan mengirimkannya ke sistem. Jadi tidak perlu panik kalau data kamu masih belum update, karena status tidak langsung berubah dalam hitungan hari. Biasanya butuh beberapa minggu.
-
Riwayat Kredit Tetap Ada, tapi Statusnya Bisa Berubah
Perlu dipahami juga kalau seluruh catatan atau riwayat kredit tidak dihapus. Tapi, statusnya bisa berubah. Misalnya, dari kolektibilitas macet menjadi lancar setelah seluruh kewajiban utang diselesaikan dan tidak ada tunggakan lagi.
Kalau memang merencanakan ikut rekrutmen BUMN di tahun depan atau periode berikutnya, sebaiknya segera cek satatus kolektibilitas dari sekarang dan mulai diperbaiki. Karena tidak sedikit yang gagal di tahap administrasi, padahal masalah seperti ini bisa diperhatikan lebih awal.
Cara Cek Laporan Kredit di Cermati
Kalau penasaran dengan laporan kreditmu, kamu bisa mulai cek laporan kredit secara online melalui Cermati. Saat ini Cermati bekerja sama dengan biro kredit dan menyediakan fitur laporan kredit secara online. Caranya juga gampang dan bisa dilakukan dari mana saja.
Buat kamu pengguna baru, berikut cara mudah cek laporan kredit melalui Cermati.
- Unduh aplikasi Cermati melalui App Store atau Play Store.
- Daftar akun dengan mengisi nomor HP, email, dan nama lengkap.
- Setelah akun aktif, pilih menu Laporan Kredit di halaman utama.
- Lakukan verifikasi identitas dengan foto KTP dan verifikasi wajah.
- Konfirmasi data pribadi sesuai identitas, lalu lanjutkan proses.
- Setelah verifikasi selesai, laporan kredit bisa langsung dilihat dan digunakan.
Dari laporan tersebut, akan terlihat status kolektibilitas, riwayat pinjaman yang masih aktif, hingga gambaran kondisi kredit secara keseluruhan. Lewat Cermati, informasi yang digunakan juga mudah dipahami, jadi tidak perlu pusing baca istilah yang rumit.
Jangan Sepelekan BI Checking Saat Ingin Masuk BUMN
Rekrutmen BUMN tidak hanya menilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) atau kemampuan teknis, tetapi juga melihat tanggung jawab kamu dalam mengelola kewajiban finansial pribadi. Pastikan kondisi laporan kreditmu tetap sehat di level 1 agar proses seleksi berjalan tenang tanpa hambatan administratif.
Dengan rutin mengecek laporan kredit di Cermati, masalah finansial bisa diketahui dan diperbaiki sebelum jadi penghambat di tahap seleksi. Intinya, persiapan rekrutmen BUMN sebaiknya dilakukan dengan lebih teliti, termasuk memastikan laporan keuangan dalam kondisi aman agar proses seleksi bisa dijalani dengan lebih tenang.