Tips Bisa Makan Enak dengan Uang Belanja Rp20 Ribu Sehari

Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia dan badai PHK yang melanda karyawan, banyak orang, mungkin termasuk kamu harus mengencangkan ikat pinggang. Berhemat dengan uang seadanya.

Meskipun hidup hemat dan sederhana seharusnya dipraktikkan oleh siapapun dan dalam keadaan apapun. Bukan saat krisis saja.

Nah, jika kamu hanya diberikan uang belanja Rp20 ribu per hari, berikut Cermati.com berikan tips mengelolanya. Tenang! Dengan uang Rp20 ribu kamu bisa makan tiga kali sehari bahkan bisa untuk dua atau tiga orang sekaligus.

Baca Juga: 5 Cara Menghemat Uang Belanja Biar Cukup Sebulan

1. Buat Daftar Menu Makanan


Buat Daftar Menu Makanan

Pastikan kamu membuat daftar menu makanan yang akan dimasak setiap hari selama seminggu. Hal ini untuk mencegah kebingungan ketika sampai di pasar atau tukang sayur.

Biasanya emak-emak sering bingung mau masak apa untuk hari itu, sehingga akhirnya membeli sayur mayur yang saat itu terlintas di benak. Kalau belanja tanpa direncanakan sebelumnya atau bersifat dadakan, potensi membeli bahan-bahan yang tidak diperlukan akan semakin besar.

Jadi buat daftar menu makanan sederhana setiap hari, contohnya:

  • Senin: Tumis kangkung dan tempe goreng.
  • Selasa: Sayur sop tetelan dan tahu goreng.
  • Rabu: Sayur asam dan ayam goreng.
  • Kamis: Tumis oncom tauge dan bakwan jagung.
  • Jumat: Sayur bayam jagung, jamur krispi, dan sambal terasi.
  • Sabtu: Sayur bening tauge sawi dan ikan kembung pedas.
  • Minggu: Soto ceker ayam dan perkedel kentang.

Dengan membuat daftar menu setiap hari, kamu akan fokus membeli bahan-bahan pangan untuk makanan di atas. Contoh menu di atas dapat dimasak dengan harga Rp20 ribu atau kurang dari itu.

2. Pilih Lauk Pauk Sederhana, tapi Bergizi


Pilih Lauk Pauk Sederhana

Makan tidak perlu bermewah-mewahan. Apalagi dengan uang belanja pas-pasan. Asal ada sayur dan lauk, sebetulnya sudah cukup untuk memenuhi gizi kamu. Pilih lauk yang sederhana saja. Makan tahu dan tempe setiap hari toh tidak akan membuatmu mati kan?

Coba kita hitung harga menu makanan di atas. Ini berdasarkan pengalaman penulis ketika memasak di rumah dan membeli bahan pangan di pasar maupun tukang sayur. 

  • Senin: Sayur kangkung 2 ikat = Rp5.000, tempe goreng 1 papan = Rp7.000, bumbu untuk menumis (cabai campur, tomat) = Rp7.000. Total Rp19.000 dan sisa Rp1.000 bisa dibelikan penyedap rasa.
  • Selasa: Sayur sop (wortel 2 buah, kentang 1 buah, kol, buncis, daun seledri) = Rp5.000, tetelan sapi = Rp5.000, tahu kuning isi 6 pcs = Rp5.000. Total Rp15.000, sisa Rp5.000. Bisa dibelikan bumbu instan sayur sop 1 bungkus Rp2.000, lada dan ketumbar sasetan @Rp500 per bungkus, masing-masing 2 bungkus = Rp2.000. Sisa Rp1.000 simpan.
  • Rabu: Sayur asam (kacang panjang, asam jawa, daun so, melinjo, pepaya muda, labu siam, jagung, dan lengkuas) = Rp8.000, kepala ayam = Rp9.000, bumbu dapur (sereh, lengkuas, jahe, kunyit, daun jeruk, daun salam) = Rp2.000. Total = Rp19.000, sisa Rp1.000 + simpanan Rp1.000 kemarin untuk beli bumbu instan sayur asam 1 bungkus Rp2.000.
  • Kamis: Oncom = Rp1.000, tauge = Rp2.000, jagung manis 1 buah = Rp3.000, tepung terigu seperempat kg = Rp2.000. Total Rp8.000. Sisa Rp12.000, bisa dibelikan buah semangka (potongan seperempat) = Rp10.000. Sisa Rp2.000, simpan.
  • Jumat: Bayam 2 ikat = Rp5.000, jagung manis 1 buah = Rp3.000, jamur = Rp5.000. Total = Rp13.000. Sisa Rp7.000. Jika cabai sudah mau habis, beli untuk stok = Rp5.000, terasi = Rp1.000, sisa Rp1.000 bisa minta bawang merah atau bawang putih.
  • Sabtu: Tauge = Rp2.000, sawi 1 ikat = Rp3.000, ikan kembung ½ kg = 15.000. Total Rp20.000.
  • Minggu: Soto ceker ayam (kol = Rp2.000, tauge = Rp2.000, daun bawang = Rp2.000, ceker ayam ¼ kg = Rp8.000), kentang = Rp3.000. Total = Rp17.000, sisa = Rp3.000 simpan.

*Perhitungan di luar minyak goreng, garam, gula, bawang merah, dan bawang putih yang sudah distok.

3. Belanja di Pasar atau Tukang Sayur


Belanja di Pasar Tradisional

Kalau mau dapat harga murah supaya bisa hemat, belanja di pasar tradisional atau tukang sayur keliling langganan. Belanja di tempat tersebut, kamu bisa membeli bahan pangan sesuai budget. Misalnya sayur sop atau sayur asem seharga Rp5.000.

Oleh penjual nantinya bisa dibuatkan paket sayur sop atau sayur asem seharga itu. Begitupun dengan belanja bumbu (cabai, tomat, bawang merah dan putih). Kalau langganan kan sudah pasti dikasih banyak.

Beda jika kamu berbelanja di supermarket. Harganya pasti jauh lebih mahal dan tidak bisa meminta sayur mayur sesuai budget, karena sudah ada harga banderol.

Baca Juga: 15 Tips Mengubah Kebiasaan Boros Menjadi Kebiasaan Hemat

4. Simpan Stok Sayur atau Bumbu di Wadah Tertutup di Kulkas


Simpan Stok Sayur atau Bumbu di Wadah Tertutup

Jika kamu masih punya stok sayur, cabai, dan bahan pangan lain yang bisa dipakai untuk esok hari, simpan di wadah tertutup. Cuci bersih terlebih dahulu sebelum ditaruh di lemari es supaya awet.

Contohnya, jika kamu membeli bayam 2 ikat harganya lebih murah dibanding 1 ikat. Tapi kalau dimasak 2 ikat terlalu banyak, maka sisanya bisa disimpan untuk esok hari. Tempe 1 papan pun bisa kamu bagi untuk 2 kali masak lho.

5. Kumpulkan Uang Kembalian


Uang Receh

Uang kembalian ternyata bermanfaat lho. Jangan remehkan uang kembalian setiap kali selesai belanja. Jika masih ada sisa uang 1.000 atau 2.000 perak, kumpulkan. Lumayan bisa untuk tambahan membeli bahan pangan ketika sedang mepet kurang duit belanja.

6. Jangan Buang Makanan


Jangan Buang Makanan

Bila ada makanan yang tidak habis, jangan langsung dibuang. Misalnya sisa tempe goreng kemarin. Maka, bisa kamu siasati untuk membuat menu makanan yang berbeda, seperti oseng-oseng kacang panjang dan tempe, atau hidangan lainnya. Jadi makin irit pengeluaran.

Kamu Pasti Bisa!

Dapat jatah uang belanja Rp20 ribu sehari bukanlah momok. Langsung pesimis dan menggerutu, bisa beli apa dengan duit segitu. Mengeluh cuma dilakukan orang-orang yang kurang bersyukur.

Kalau kamu pintar mengatur atau mengelola keuangan dengan baik, uang Rp20 ribu bisa jadi hidangan komplit, lezat, dan bergizi untuk keluarga. Selamat mencoba. 

Baca Juga: Ingin Hidup Hemat Di Jakarta Dengan Gaji 10 Juta? Baca Tips Ini