12 Resolusi Keuangan yang Wajib Diterapkan di Tahun Ini

Di awal tahun yang baru ini, kamu tentu sudah memiliki sejumlah resolusi dalam hidup. Pada umumnya, hampir semua orang akan melakukan sejumlah perbaikan yang dapat membawa hidup mereka ke arah yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Inilah tujuan dari sebuah resolusi, hingga tak heran jika kamu juga melakukan hal yang sama di dalam kehidupan di awal tahun ini.

Di antara sejumlah resolusi yang paling sering dilakukan, keuangan menjadi bagian yang tidak kalah pentingnya. Apapun kondisi keuangan di tahun lalu, sudah pasti kamu tetap menginginkan kondisi yang jauh lebih baik lagi di tahun ini.

Sebuah resolusi keuangan akan membantu untuk bisa lebih mudah dan lebih efisien dalam mengelola keuangan, sehingga kondisi keuangan akan jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Bukan hanya itu saja, hal ini juga dapat membantu untuk bisa lebih mudah dalam mencapai berbagai tujuan keuangan yang telah ditetapkan di tahun ini. Kamu dapat menerapkan berbagai aturan baru yang dianggap tepat, agar semua tujuan keuangan dapat tercapai dengan baik. Lalu, sudah siapkah kamu untuk melakukan resolusi di dalam keuangan sekarang?

Mulai resolusi keuangan saat ini juga dengan menyimak 8 resolusi keuangan yang wajib diterapkan tahun ini di dalam keuangan:

1. Susun dan Jalankan Anggaran Keuangan

Langkah pertama yang wajib dilakukan untuk mengawali resolusi keuangan adalah dengan cara menyusun sebuah anggaran keuangan. Kamu dapat membuat sebuah anggaran yang baru atau bahkan sekedar memperbaiki anggaran yang telah digunakan sebelumnya.

Jangan berlebihan, susunlah sebuah anggaran yang masuk akal, di mana pemasukan dan juga pengeluaran berimbang dan bisa mendukung hidup secara efektif. Namun di luar semua itu, menjalankannya juga tentu menjadi hal yang tidak kalah pentingnya. Kamu tentu paham benar bahwa sebaik apapun anggaran yang dibuat, tentu tidak akan bermanfaat jika tidak pernah menjalankannya dengan baik di dalam kehidupan.

Untuk itu, mulailah disiplin dalam menjalankan anggaran keuangan yang telah disusun, sehingga resolusi keuangan memang bisa membawa dampak positif bagi keuangan itu sendiri.

2. Tingkatkan Nilai Tabungan

Jika selama ini telah terbiasa menabung dan menyisihkan sebagian pendapatan ke dalam pos tabungan, maka resolusi yang satu ini tidak akan sulit untuk dijalankan. Cobalah untuk meningkatkan nilai tabungan bulanan, sehingga jumlah tabungan tersebut menjadi lebih besar dari sebelumnya.

Jika selama ini hanya menyisihkan 10% saja dari total pendapatan, maka mulailah meningkatkannya menjadi 15% per bulannya. Ini akan sangat membantu keuangan menjadi lebih baik dan stabil ke depannya. Kamu dapat memiliki sejumlah tabungan / dana cadangan yang cukup besar, sehingga keuangan menjadi lebih aman.

Baca Juga: Menabung untuk Liburan ke Luar Negeri, Ini Strategi yang Harus Dilakukan

3. Lunasi Semua Utang

Hutang adalah beban di dalam keuangan, terutama jika utang ini hanyalah bersifat konsumtif dan tidak menghasilkan apa-apa. Mulailah melakukan perbaikan keuangan dengan cara melunasi semua utang, sehingga keuangan menjadi lebih baik ke depannya.

Jika utang cukup besar, maka lakukan pelunasan secara bertahap, sehingga jumlah cicilan utang ini tidak akan membebani keuangan terlalu berat. Mulailah dari utang yang memiliki sejumlah bunga dan biaya yang paling besar, sebab kedua komponen ini juga membebani keuangan setiap bulannya.

4. Lakukan Investasi yang Baru

Jangan lupa untuk menempatkan sejumlah dana investasi di dalam keuangan, bahkan jika memungkinkan kamu harus menambah nilainya. Coba mulai melakukan sejumlah investasi yang baru di tahun ini, sehingga keuangan mengalami perbaikan dari tahun-tahun sebelumnya.

Pilih instrumen investasi yang dianggap tepat dan menguntungkan, termasuk dengan cara mempertimbangkan risiko yang terdapat di dalamnya.

5. Disiplin dalam Membayar Tagihan

Jika memiliki sejumlah tagihan bulanan, maka mulailah untuk lebih disiplin dalam membayarnya. Ini sangat penting, terutama jika sejumlah tagihan ini memiliki biaya bunga dan denda atas keterlembatan pembayaran yang dilakukan. Hindari biaya bunga dan denda tersebut, sebab jumlahnya bisa saja cukup besar setiap bulannya.

Bayarlah tagihan tepat waktu, atau juga bisa memanfaatkan fasilitas auto debet dari rekening tabungan setiap bulannya, ini akan menghindarkan dari keterlambatan pembayaran.

6. Belanja dengan Cerdas

Belanja rutin bulanan adalah salah satu komponen pengeluaran yang paling besar di dalam keuangan, jadi mengelolanya harus dengan se-efektif mungkin. Lakukan belanja bulanan dengan cerdas, di mana kamu dapat berhemat dan menyimpan sejumlah uang setiap bulannya.

Pilih supermarket yang paling murah dan manfaatkan diskon ataupun penawaran khusus yang mereka berikan kepada pelanggannya. Kamu juga bisa berhemat dengan cara memanfaatkan fasilitas belanja hemat dari kartu kredit.

Baca Juga: Strategi Miliki Tabungan Rp10 Juta Meski Gaji Pas-pasan

7. Beri Penghargaan pada Diri Sendiri

Lihat kembali anggaran keuangan dan periksa dengan cermat bagaimanakamu telah menjalankannya selama sebulan ke belakang. Jika menjalankannya dengan efektif, maka ini adalah sebuah pencapaian yang baik untuk keuangan.

Beri penghargaan pada diri sendiri atas hal tersebut, alokasikan sejumlah dana untuk menyenangkan diri sendiri, misalnya dengan pergi ke kafe untuk menikmati kopi dan camilan favorit bersama dengan teman atau orang terdekat. Ini akan membuat Anda lebih bersemangat untuk menjalankan keuangan lebih baik lagi ke depannya.

8. Kurangi Pengeluaran yang Bersifat Konsumtif

Ada banyak pengeluaran yang hanya bersifat konsumtif saja dan pada dasarnya tidak begitu dibutuhkan pengadaannya di dalam keuangan. Mulailah kenali pengeluaran yang seperti ini dan pangkas pengeluaran ini di dalam keuangan. Dengan begitu, kamu dapat berhemat dan menyimpan lebih banyak uang lagi ke depannya.

9. Mulai Berbisnis Kecil-kecilan

Daripada uang kamu mengalir begitu saja dengan berbelanja secara komsutif, lebih baik alihkan pengeluaran belanja konsumtif tersebut dengan membuka bisnis kecil-kecilan. Seperti online shop yang menjual aksesoris atau sebagai agen pulsa. Bisa juga memulai bisnis berdasarkan hobi yang sedang ditekuni seperti memasak atau menggambar.

Tidak perlu menyiapkan modal yang mencekik kantong jika hanya untuk sebuah bisnis yang jadi sampingan. Dengan kocek Rp500 ribu - Rp 1 juta sudah bisa memulai bisnis sendiri.

Dengan membuka bisnis, kamu bisa belajar untuk mengatur uang lebih baik lagi, belajar bagaimana dunia bisnis yang sebenarnya dan tentunya penghasilan tambahan yang lumayan. Asalkan memiliki komitmen yang tinggi ketika memulai bisnis ini, maka keuntungan pun tidak akan sulit dicapai.

10. Mulai Menyisihkan untuk Dana Darurat

Menyiapkan dana darurat harusnya sudah menjadi kewajiban ketika kamu telah memiliki penghasilan sendiri dan memutuskan untuk lepas dari uang orang tua. Tapi harus diingat dana darurat memiliki fungsi yang berbeda dengan tabungan.

Tujuan dari diadakannya dana darurat kedalam pengaturan keuangan harus lah jelas untuk menghindari Anda dari menggunakannya sesuka hati. Jika bisa, buat rekening baru lain khusus untuk menyimpan dana darurat.

11. Membeli Asuransi

Memang, bergabung dengan asuransi akan menambah pengeluaran setiap bulan. Namun, melihat manfaat dan kemudahan yang bisa didapat, baik dalam proses pendaftaran, pembayaran, maupun pencairan dana, apa kamu yakin tidak mau bergabung?

Pertimbangkan prospek jangka panjangnya karena bila dihitung-hitung tidak hanya terlindungi dari berbagai risiko finansial yang bisa terjadi kapan saja dimasa depan, kamu juga bisa sekaligus berinvestasi seperti membeli produk asuransi unit link.

12. Mengurangi Pengeluaran Konsumtif

Sambutlah tahun baru dengan tujuan finansial yang lebih bijak dan baik. Salah satunya dengan bertekad untuk mengurangi pengeluaran yang sekiranya dinilai sebagai pengeluaran konsumtif dan lebih memfokuskan keuangan untuk pengeluaran yang produktif. Seperti untuk berinvestasi, modal usaha atau menyicil rumah.

Dengan tujuan keuangan yang lebih jelas dan produktif. Kamu juga secara bertahap bisa memperbaiki keuangan mu yang tidak sehat sebelumnya karena banyaknya pengeluaran yang sebagian besarnya adalah hal-hal yang berbau konsumtif, seperti belanja berlebihan atau implusif.

Rencanakan dengan Matang

Melakukan resolusi keuangan mungkin bukanlah yang mudah bagi semua orang, dibutuhkan komitmen dan juga disiplin yang besar untuk menjalankannya di dalam keuangan. Mulailah hal ini dengan rencana yang baik, termasuk dengan menyusun anggaran yang paling tepat bagi keuangan, sehingga Anda memiliki motivasi yang kuat untuk melakukan resolusi keuangan ke depannya.

Baca Juga: Alasan dan Cara Memilih Asuransi Kesehatan yang Tepat untuk 60 Tahun Keatas