Memahami Arti dari Cashflow Quadrant dan Keempat Jenisnya agar Mampu Pilih Karier yang Tepat

Semua orang pasti mendambakan pekerjaan yang bisa dijalani sesuai dengan passion dan kemampuan yang dimilikinya. Namun, terlepas dari itu semua, tujuan utama dari seseorang untuk bekerja adalah agar bisa mendapatkan penghasilan yang mampu memenuhi segala kebutuhan hidup dan keinginannya. Karena alasan inilah mengapa hampir semua orang pasti diharuskan untuk memiliki pekerjaan agar bisa menjalani kehidupan dengan lebih mapan.

Namun, tahukah kamu jika ada sebuah teori yang menggambarkan cara seseorang dalam mendapatkan penghasilannya? Teori tersebut dikenal dengan sebutan cashflow quadrant yang dikemukakan dan dipopulerkan oleh Robert Kiyosaki. Robert Kiyosaki sendiri adalah salah satu orang yang kerap menggagas beragam konsep dan pendapat menginspirasi bagi banyak orang. 

Terkait teori cashflow quadrant sendiri dijelaskan oleh Kiyosaki sebagai sebuah diagram yang menggambarkan mengenai cara seseorang mendapatkan penghasilannya. Berdasarkan penjelasannya tersebut, diketahui jika terdapat beragam cara berbeda yang digunakan oleh setiap orang sesuai dengan sumber pendapatan yang dimilikinya. 

Tentunya, hal tersebut berhulu dari keterampilan teknis berbeda, kepribadian atau tipe seseorang, hingga jalur edukasinya. Nah, bagi kamu yang ingin tahu lebih lanjut tentang apa itu pengertian cashflow quadrant dan beragam jenisnya, simak ulasan yang telah Cermati rangkum berikut ini. 

Mengenal Cashflow Quadrant

Seperti yang dijelaskan oleh Robert Kiyosaki, cashflow quadrant adalah sejumlah metode berbeda dan digunakan setiap orang sesuai dengan sumber pendapatan yang dimilikinya. Metode penghasilan berbeda memerlukan keterampilan teknis berbeda pula, termasuk jalur edukasi, serta kecocokan dengan tipe individu atau orang yang tak sama juga. 

Selain itu, cashflow quadrant juga bisa dipahami sebagai suatu diagram yang mampu menggambarkan terkait cara seseorang dalam mendapatkan penghasilannya. Sesuai penjelasan Robert Kiyosaki pada bukunya, nilai yang dipercaya dan dianut oleh seorang individu atau pribadi mampu memberi pengaruh terhadap caranya dalam memilih suatu pekerjaan.

Walaupun mungkin sekilas terlihat hanya menjabarkan tentang metode berbeda dari setiap orang dalam mendapatkan sumber pendapatan, tidak sedikit orang yang menggunakan konsep teori cashflow quadrant ini sebagai pedoman agar mampu mencapai financial freedom atau kebebasan finansial.

Hal ini secara khusus kerap dilakukan oleh pengusaha maupun pihak lain yang ingin memahami lebih lanjut tentang pentingnya mengetahui metode penghasilan yang tepat agar kondisi keuangan tersebut bisa tercapai di waktu mendatang.

Baca Juga: Ukur Tingkat Solvabilitas Perusahaan Asuransi, Ketahui Risk Based Capital (RBC) dan Cara Ukurnya

Empat Jenis Cashflow Quadrant Menurut Robert Kiyosaki

Melanjutkan penjelasan tentang cashflow quadrant diatas, konsep tersebut dijabarkan sebagai model yang menunjukkan atau menggambarkan mengenai sumber pendapatan atau penghasilan seseorang. Terdapat 2 hal yang penting untuk dipahami sebelum mengulik lebih lanjut terkait konsep cashflow quadrant itu sendiri.

Yang pertama adalah memahami maksud dari beragam huruf yang terdapat pada setiap kuadran yang mewakili jenis atau tipe pekerja. Huruf pada setiap kuadran dari cashflow quadrant ini, antara lain:

  • E yang berarti employee atau karyawan
  • S yang berarti self employed atau bekerja sendiri
  • B yang berarti business owner atau pengusaha atau pebisnis 
  • I yang berarti investor

Sementara hal kedua yang perlu dipahami adalah mengenai pembagian kuadran dari diagram cashflow ala Robert Kiyosaki. Berdasarkan pembagian tersebut, sisi E pasti akan berpasangan dengan sisi S pada kuadran kiri. Sementara sisi B akan berpasangan dengan sisi I pada kuadran kanan. 

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan lebih terperinci terkait setiap kuadran pada cashflow quadrant seperti yang dijelaskan oleh Robert Kiyosaki pada buku yang ditulisnya.

Kuadran

Penjelasan

E atau Employee

Yang termasuk ke dalam kuadran E atau employee adalah mayoritas pekerja alias karyawan yang bekerja pada suatu perusahaan atau bisnis yang mampu memberi gaji tetap serta beragam keuntungan lain bagi mereka. Orang-orang yang termasuk ke dalam kuadran ini lebih cenderung memilih kenyamanan dan keamanan bekerja dengan mendapatkan gaji yang rutin setiap bulan dan pasti akan diterima.

Cukup dengan menjadi karyawan atau pekerja yang baik serta mampu memenuhi segala tanggung jawab kerja di sebuah perusahaan, orang dari kuadran ini tentu mengharapkan pekerjaan tersebut mampu memberi kenyamanan yang diinginkannya. Orang dari sisi kuadran ini harus menukar nyaris seluruh waktunya demi pekerjaan. Bahkan, waktu kerja yang dihabiskan bisa mencapai 40 sampai 60 jam tiap minggunya.

Jika tidak melakukan tanggung jawab kerjanya, artinya tak ada gaji atau penghasilan yang bisa didapatkan. Di samping itu, dengan jenjang karir jelas, sistem kerja di perusahaan ternama membuat kuadran E yakin akan mendapatkan kesejahteraan hidup yang layak. Dengan kenaikan gaji per tahun, beragam bonus dan tunjangan, serta lain sebagainya bakal dinanti oleh kuadran E ini selama mampu meraih penilaian kinerja positif pada sistem perusahaan yang baik pula.

Jadi, secara singkat, kuadran karyawan ini menggambarkan jenis orang yang membutuhkan rasa aman dan kenyamanan jangka panjang dalam mendapatkan penghasilan. Namun, orang dari kuadran ini cenderung tak berani mengambil langkah besar dan penuh risiko demi mampu meraih kondisi kehidupan yang lebih menjanjikan.

S atau Self Employed

Selanjutnya, untuk kuadran S atau self employed merupakan orang yang kerja sendiri dan menjadi bos atas dirinya sendiri. Walaupun bekerja sendiri terkesan sebagai suatu peningkatan ketimbang bekerja bagi orang lain, kedua kuadran yang pertama ini pada dasarnya memiliki kesamaan.

Kesamaan tersebut adalah keduanya perlu merelakan waktu yang dimilikinya demi uang. Selayaknya karyawan, apabila seorang self employed libur ataupun berhenti bekerja, maka penghasilannya juga akan berhenti. Karenanya, agar bisa terus mendapatkan penghasilan, mereka diharuskan untuk terus bekerja. Beberapa contoh pekerjaan dari kuadran ini adalah arsitek, desainer, dokter, dan agen asuransi.

B atau Business Owner

Business owner atau pengusaha, termasuk ke dalam kuadran B merupakan pemimpin dan mendelegasikan tugas kepada anggota timnya. Hal ini dilakukan sebagai alih-alih dalam berusaha menyelesaikan seluruh pekerjaannya sendirian. pengusaha tak hanya mempunyai pekerjaannya sendiri, tapi juga pemilik dari suatu sistem.

Melalui sistem yang baik, seorang pengusaha tak perlu bekerja dengan keras selayaknya karyawan maupun self employed. Menurut Kiyosaki, seorang pebisnis mampu meninggalkan bisnisnya selama setahun lebih, namun tetap bisa merasakan keuntungan atau penghasilan darinya.

Selayaknya investor, pengusaha juga mempunyai tingkat kebebasan lebih besar ketimbang karyawan biasa sebab tak ada ikatan terkait jam kerja atau jenis pekerjaan yang harus dilakukan. Hanya saja, diperlukan kemampuan dan keahlian khusus agar bisa menjadi pengusaha yang handal dan mampu menumbuhkan sinergi pada timnya hingga mampu mencapai tujuan serta menjalankan pekerjaan dengan lebih efisien dan efektif.

I atau Investor

Terakhir, kuadran I atau investor merupakan pihak yang mempunyai aset dan bisa digunakan untuk menghasilkan uang sendiri. Kuadran I atau investor adalah orang yang telah menghasilkan uang di satu maupun lebih kuadran serta mampu membuat uang tersebut secara pasif bekerja untuknya. Investor memperoleh uang melalui pembelian aset, misalnya saham maupun properti di mana nilainya akan terus bertambah seiring waktu.

Karenanya, tidak sedikit pihak yang menganggap jika kuadran I menjadi tahapan yang paling tinggi pada cashflow quadrant ini. Bahkan, kuadran ini diyakini dimiliki oleh mereka yang telah mempunyai kebebasan finansial dan waktu dalam hidupnya. Melalui pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki, serta terus diperbaharui, aset investor ini pada akhirnya bakal berkembang dan menghasilkan pendapatan sendiri bagi mereka.

Menurut Kiyosaki, baik kuadran I dan B alias kuadran kanan merupakan jalan agar bisa mencapai kebebasan finansial sesungguhnya. Kendati demikian, tak berarti orang yang berada pada kuadran E atau S tidak mampu mencapai financial freedom. Hanya saja, kuadran I dan B ini mempunyai keuntungan yang relatif lebih besar ketimbang kuadran kiri.

Baca Juga: Terjadi saat Menarik Dana Lebih Besar dari Saldo, Ini Pengertian Overdraft dan Faktor Terjadinya

Kombinasikan Setiap Kuadran dari Cashflow Quadrant agar Lebih Optimal Menghasilkan Pendapatan dan Mencapai Financial Freedom

Kebebasan finansial barangkali merupakan impian banyak orang agar tak perlu merasa harus selalu bekerja dengan menghabiskan banyak tenaga dan waktu. Akan tetapi, sebelum hal tersebut bisa tercapai, kamu mungkin harus mencoba beragam pekerjaan dan aktivitas yang mampu menghasilkan pendapatan dari kuadran yang berbeda.

Oleh karena itu, agar lebih optimal dalam menghasilkan pendapatan dan mampu meraih financial freedom, kamu mungkin perlu mengkombinasikan beragam kuadran yang telah dijelaskan sebelumnya.

Baca Juga: Wajib Dipahami Akuntan dan Manajemen, Ini Pengertian Neraca, Cara Menyusun, dan Membaca Isinya