Harga Emas Mau ke Mana? Tren dan Proyeksi Pasar 2026

MINYAK DUNIA,

Brent dan WTI (West Texas Intermediate) Crude, keduanya adalah acuan yang digunakan untuk menentukan harga minyak mentah di pasar global. Meski sama-sama minyak mentah berkualitas tinggi, Brent dan WTI memiliki perbedaan penting mulai dari lokasi produksi, kualitas minyak, hingga perannya dalam perdagangan energi global. Perbedaan ini menyebabkan terbentuknya spread atau perbedaan harga diantara keduanya, selisih ini kemudian banyak dimanfaatkan oleh para trader CFD (Contract for Difference) dengan memperdagangkan pergerakan selisih harga antara Brent dan WTI. Strategi ini dikenal sebagai spread trading, di mana trader mencoba memperoleh keuntungan dari perubahan jarak harga antara kedua jenis minyak tersebut.

Aspek

BRENT

WTI (West Texas Intermediate)

Lokasi produksi

Laut Utara (antara Inggris dan Norwegia)

Amerika Serikat (Texas dan sekitarnya)

Peran di pasar

Acuan harga minyak global

Acuan harga minyak di Amerika Serikat

Distribusi

Umumnya diangkut menggunakan kapal tanker dari ladang lepas pantai

Banyak disalurkan melalui jaringan pipa dan pusat penyimpanan di Cushing Oklahoma

Kualitas minyak

Kandungan sulfur sekitar 0,40%

Kandungan sulfur sekitar 0,24%

Pengaruh harga

Lebih sensitif terhadap dinamika geopolitik dan perdagangan global

Lebih dipengaruhi kondisi produksi dan stok minyak di AS

Pada akhirnya, Brent dan WTI sama-sama menjadi indikator penting bagi pasar energi dunia. Pergerakan harga keduanya sering digunakan untuk membaca kondisi ekonomi global, mulai dari permintaan energi hingga ketegangan geopolitik, seperti sekarang ini, ketika Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran dan Palestina. Harga Brent yang awalnya downtrend dan menyentuh US$60 per barrels, tiba-tiba pada akhir Februari 2026 gap up dan mulai bergerak naik signifikan menyentuh US$120, naik hamper 100% hanya dalam beberapa hari saja.

Begitupun dengan harga WTI yang US$8-10 lebih rendah dari Brent. Setiap harga minyak dunia mulai stabil atau cenderung turun, biasanya Presiden Amerika Serikat mengeluarkan statement melawan kebijakan Iran, sehingga harga minyak kembali bergerak naik. Kenaikan harga minyak dunia tentu turut menyebabkan inflasi dimana-mana, penguatan dolar Amerika. Awal Mei 2026 harga minyak dunia mulai turun di bawah US$100 per barrels, menyusul keluarnya UAE dari OPEC+ dan pernyataan positif dari Washington bahwa perang sudah akan berakhir dengan melakukan gencatan senjata dan perundingan.

EMAS DUNIA,

Inflasi dan kondisi geopolitik kali ini tidak terlalu berimbas terhadap pergerakan harga emas dunia. Ketika terjadi perang dan suhu geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memanas, harga emas dunia justru turun dari tertingginya US$5602 (all time high) pada 29 Januari 2026 ke posisi terendah US$4099 pada 23 Maret 2026. Tetapi kemarin, 5 Mei 2026 harga emas dunia bergerak naik kembali setelah Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan bahwa operasi tempur yang diluncurkan sejak Februari 2026 terhadap Iran telah berakhir karena tujuan perang AS di Iran sudah tercapai.

Kini prioritas Washington adalah membuka kembali Selat Hormuz. Hari ini, 6 Mei 2026 harga emas dunia sudah bertengger di atas US$4700 per troy ounce. Pertanyaannya, sampai kapan kondisi rebound dan bullish ini ?

 

Pekan ini harga emas dunia diperkirakan bergerak dalam kisaran konsolidasi US$4.487 – US$4.727 per ons, dengan arah ditentukan oleh rilis data tenaga kerja AS (NFP) pada 8 Mei 2026. Perkiraan pasar sekitar 73.000 penambahan pekerjaan, turun dari 178.000 bulan sebelumnya. Secara teori, jika NFP lebih tinggi dari ekspektasi, maka dolar menguat, emas tertekan. Sebaliknya, jika NFP lebih rendah dari ekspektasi maka dolar melemah, emas berpotensi rebound.

Emas masih menjadi aset safe haven walau tekanan dari dollar kuat dan suku bunga tinggi menahan kenaikan harganya saat ini. Untuk mengatasi pelemahan rupiah, Pemerintah Indonesia berencana membatasi pembelian dollar Amerika maksimal US$25.000 per bulan. Sampai beberapa hari kedepan, nilai tukar 1 dolar Amerika terhadap rupiah berkisar Rp17.250 – 17.500, stabil. Sehingga harga emas domestik akan berkisar Rp 2,5 juta — Rp 2,8 juta per gram, emas fisik dapat ke Rp 3 juta per gram.

Saat ini emas digital sudah dapat dikonversi menjadi emas fisik dengan biaya tertentu di platform Cermati. Selalu beli di area support, jangan lupa gunakan promonya. Kumpulkan emasnya, cetak bila diperlukan fisiknya hanya di Cermati.