Kelilit Utang, Solusinya Mending Negosiasi Bank atau Minta Bantuan Keluarga?

Utang sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu kesehatan finansial. Terlebih jika berutang untuk sesuatu yang konsumtif.

Coba bayangkan, bila utang banyak, tidak sanggup membayar, maka aset atau harta berhargamu akan hilang disita bank. Riwayat kredit di SLIK Checking pun jadi jelek.

Hal ini berlaku juga untuk utang kartu kredit maupun pinjaman KTA. Apabila sudah terjebak utang, hanya ada dua pilihan yang harus kamu lakukan.

Pilihan pertama, meminta pertolongan keluarga untuk melunasi utang. Sedangkan kedua, negosiasi kepada pihak bank.

Baca Juga: 5 Keuntungan Pinjaman Online untuk Bisnis Kamu

Keuntungan Negosiasi Utang Kartu Kredit ke Bank


Negosiasi dengan bank agar bisa membayar utang

1. Bisa menikmati fasilitas diskon

Mungkin banyak orang yang meragukan keuntungan ini. Logikanya bagaimana mungkin seseorang yang sudah terjerat utang, bisa memperoleh diskon atas utang-utangnya?

Benar, tapi ini nyata. Besarnya diskon yang diberikan tergantung pada sisa jumlah utang. Namun, utang yang sudah diberi diskon tidak bisa dicicil.

Artinya, kamu harus melunasi semua sisa utang saat diskon diberikan. Sangat disayangkan kalau ternyata kamu tidak mempunyai uang yang cukup saat itu.

Keuntungan ini sama sekali tidak ada artinya, sehingga jumlah utang yang dibayar tetap sama atau bahkan lebih besar karena adanya bunga.

2. Cicilan dapat diperpanjang

Keuntungan lainnya adalah di mana kamu dapat meminta restrukturisasi atas utang. Artinya tenor pembayaran utang dapat diperpanjang sesuai dengan kondisi keuangan kala itu.

Jika kamu niat membayar utang, tapi kebetulan ekonominya lagi sulit, maka bisa langsung mengajukan permohonan kepada bank. Meski begitu, restrukturisasi ini tidak menghapus atau mengurangi jumlah utang.

Namun, bank memilih alternatif untuk mengecilkan suku bunga yang dibebankan kepada debitur. Alhasil debitur bisa membayar utangnya secara lancar sampai lunas.

Jika kondisi finansial kembali pulih, maka perjanjian tentang pembayaran utang dapat dikembalikan ke skema awal. Ini juga berdasarkan permintaanmu sebagai debitur, sehingga pelunasan utang menjadi lebih cepat.

Baca Juga: Pilihan Pinjaman Ini Bisa Membantumu dalam Mengembangkan Bisnis Menjadi Besar

3. Gabungan dua keuntungan di atas

Keuntungan negosiasi dengan bank adalah kamu bisa mendapatkan keduanya, yaitu diskon dan restrukturisasi. Hal ini tentunya akan semakin meringankan finansial, sehingga penataan keuanganmu menjadi lebih mudah dilakukan.

Sayangnya, tenor pelunasan pinjaman tidak bisa dilakukan. Akan lebih baik kalau kamu jujur mengenai kondisi finansial yang sebenarnya kepada bank, sehingga bank bisa memberikan diskon dan restrukturisasi yang paling pas.

Dengan keuntungan gabungan ini, kamu diharapkan dapat membayar cicilan dengan lancar. Tidak ada lagi pembayaran yang menunggak, sehingga riwayat kredit tidak terganggu.

Keuntungan Minta Bantuan Keluarga


Minta bantuan keluarga juga menjadi solusi untuk melunasi utang

1. Tidak perlu membayar bunga

Bank tidak bisa menghapuskan bunga utang begitu saja. Bank tetap akan membebankan bunga kepada debitur, tapi dalam jumlah yang lebih ringan. Jika awalnya 1% per bulan, mungkin setelah restrukturisasi menjadi 0,8% per bulan. 

Jika kamu meminta bantuan keluarga untuk membayar utang, itu artinya tidak ada suku bunga yang perlu dibayar. Keluarga membantu secara ikhlas, tapi sesuai dengan perjanjian yang ditetapkan di awal.

Jika memang keluarga punya uang, kenapa tidak meminta bantuan mereka? Uang yang harusnya membayar bunga bank bisa dipakai untuk kerpeluan lain. Utang pun bila diakumulasikan menjadi lebih kecil. 

Baca Juga: Tagihan Kartu Kredit Bebas Jebol Kalau Pakai Cara Ini

2. Jauh lebih fleksibel

Keuntungan selanjutnya adalah pembayaran utang menjadi lebih fleksibel. Kamu bisa menyesuaikan tenor cicilan utang sesuai kemampuan finansial.

Apakah itu 5 tahun, 10 tahun, terserah karena kamu berutang kepada keluarga sendiri. Lagipula keluarga tidak mungkin memaksa untuk membayar utang dalam 1 tahun kalau kamu tidak mampu.

Yang pasti, pembayaran harus lancar setiap bulan. Jangan karena keluarga, kamu jadi suka-suka bayar utang, bahkan menyepelekannya.

Sebaiknya bicarakan tenor cicilan utang dan jumlah yang perlu dibayar setiap bulan. Apakah utang itu berbunga atau tidak. Semuanya perlu dibicarakan baik-baik untuk mencegah terjadinya perselisihan di kemudian hari.

Pilih Alternatif yang Sesuai dengan Sikon

Mau negosiasi bank atau minta bantuan keluarga sebenarnya kembali lagi ke pilihan masing-masing. Intinya, sesuai dengan situasi dan kondisi keuangan saat itu.

Jika keluarga punya uang dan mau memberi pinjaman, apa salahnya dimanfaatkan. Tapi kalau memang tidak punya, lebih baik dinegosiasikan dengan pihak bank sebelum utang terlanjur menumpuk. 

Baca Juga: Usia 25 Tahun Mau Punya Penghasilan Ratusan Juta? Begini Caranya