Kenali Lebih Dekat Apa Itu Manajer Investasi dan Tips Memilihnya

Di antara banyaknya instrumen investasi yang bisa dipilih oleh investor, reksa dana masih menjadi salah satu idaman, khususnya bagi investor pemula. Bukan tanpa alasan, reksa dana kerap dipilih sebagai instrumen investasi karena memiliki cara kerja yang simpel dan mudah dipahami. Selain bisa dimulai dengan modal 100 ribu Rupiah saja, pengelolaan modal investasi reksa dana juga dikelola oleh Manajer Investasi atau biasa disebut sebagai MI.

Dalam investasi reksa dana, peran dari Manajer Investasi ini tidak boleh disepelekan. Ibarat pengemudi, Manajer Investasi merupakan sosok yang bertugas mengelola modal investasi dari para investor untuk dialokasikan pada sejumlah instrumen tertentu yang telah dipilihnya secara hati-hati dan telah dianalisis. Jadi, bisa dibilang jika MI inilah yang memiliki tanggung jawab dalam mengelola dana investor agar mampu mendapatkan keuntungan dan imbal hasil yang optimal.

Namun, tahukah kamu apa saja sebenarnya tugas dan cara kerja dari Manajer Investasi ini? Di samping itu, bagaimana tips memilih MI yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan investasi reksa dana? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasan lengkap tentang apa itu Manajer Investasi berikut ini.

Apa Itu Manajer Investasi?

Manajer Investasi adalah ...

Pada dasarnya, yang dimaksud dengan Manajer Investasi adalah pihak yang bertanggung jawab dalam mengelola portofolio efek atau investasi kolektif dari para nasabahnya. Namun, hal tersebut tidak berlaku pada perusahaan asuransi, bank, dan dana pensiun yang aktivitas usahanya dilakukan sendiri sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku. 

Sementara itu, jika mengutip dari penjelasan Investopedia, pengertian Manajer Investasi adalah organisasi atau orang yang membuat keputusan terkait investasi pada portofolio sekuritas dengan atas nama nasabah atau klien. Pengambilan keputusan investasi tersebut dilakukan dengan berdasarkan parameter dan tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya.

MI ini bisa menangani segala aktivitas yang berhubungan dengan pengelolaan dana dan portofolio nasabahnya. Hal tersebut meliputi pembelian serta penjualan instrumen, pemantauan portofolio, pengukuran kinerja, laporan klien dan peraturan, hingga penyelesaian transaksi. 

Apabila kamu berinvestasi pada instrumen reksa dana dan menyetorkan sejumlah dana, maka pihak MI akan melakukan pengelolaan dan penempatan dana pada instrumen tertentu yang telah ditentukan. Selama menggunakan jasa MI tersebut, dana yang kamu miliki akan digunakan untuk membeli maupun menjual obligasi, saham, maupun instrumen investasi lainnya. Pada periode tertentu, pihak MI akan membuat laporan secara rutin pada pihak nasabah terkait aktivitas investasi yang telah dilakukannya.

Cara Kerja Manajer Investasi

Cara kerja Manajer Investasi adalah sebagai berikut: 

  • Pihak nasabah menyetorkan sejumlah modal ke MI dan kemudian dikumpulkan bersama dana dari banyak nasabah lainnya. 
  • Lalu, pihak MI akan mengelolanya serta menempatkan modal tersebut pada sejumlah instrumen tertentu yang telah dianalisis dan mengikuti instruksi investasi yang telah diberikan oleh pihak investor. 
  • Selama pada periode investasi ini, bisa saja pihak MI akan melepas atau membeli saham, obligasi, maupun sejumlah investasi yang telah dimilikinya. Tentunya, segala aktivitas tersebut akan dilaporkan kepada pihak investor secara rutin dan terbuka.

Jadi, bisa dibilang jika cara kerja dari Manajer Investasi adalah mengatur dana investasi para kliennya pada instrumen tertentu untuk mendapatkan hasil yang optimal dan sesuai target.

Tugas dan Kewenangan Manajer Investasi

Setelah mengetahui pengertian dan cara kerja dari Manajer Investasi, kamu bisa mengetahui sejumlah tugas dan kewenangan yang dimiliknya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah tugas dan kewenangan Manajer Investasi secara umum.

  • Mengelola Dana atau Aset Nasabah

    Saat investor menyetorkan dana dalam jumlah tertentu, pihak Manajer Investasi akan langsung mengelolanya untuk membeli sebuah produk investasi tertentu. Alokasi pembelian instrumen investasi tersebut berbeda, tergantung dari jenis reksa dana yang dipilih oleh investor atau sesuai instruksi yang telah diberikan sebelumnya.

    Sebagai contoh, jika memilih reksa dana saham, maka mayoritas dana investasi akan dialokasikan pada instrumen saham, dan sebagian kecil lainnya ditempatkan pada produk lain dengan tingkat risiko lebih kecil sebagai bentuk dari strategi diversifikasi. Dengan begitu, keuntungan investasi yang bisa didapatkan lebih optimal dan mampu meminimalkan risiko kerugian. 

  • Memilih dan Menentukan Instrumen Investasi Apa yang Akan Dibeli 

    Tugas lainnya dari MI adalah untuk memilih serta menentukan instrumen investasi apa yang akan dibelinya dari modal investor. MI memiliki kewenangan untuk memilih sejumlah instrumen, seperti, obligasi, saham, surat berharga, atau deposito yang nantinya bakal dibeli. 

    Seluruh keputusan investasi tersebut dilakukan dengan berdasarkan informasi dan analisis yang telah dilakukannya. Oleh karena itu, investor tidak perlu ragu karena pihak MI pasti akan memilih instrumen yang dirasa mampu memberikan keuntungan paling optimal. 

    Nah, tugas kamu sebagai investor adalah memantau hasil investasi yang telah dilakukan oleh MI tersebut, apakah menguntungkan ataukah tidak. Dalam kata lain, kamu tetap harus memerhatikan kinerja dari produk reksa dana yang telah dimiliki dan jangan ragu untuk mengganti MI jika hasilnya kurang memuaskan. Pasalnya, perkembangan reksa dana secara garis besar dipengaruhi oleh kemampuan dan kepiawaian MI mengelola dan meracik portofolio investasi kliennya. 

  • Memutuskan Instrumen Investasi yang Akan Dijual atau Dilepas

    MI juga memiliki tugas untuk memutuskan kapan waktu terbaik dalam menjual maupun melepas instrumen investasi pada portofolio kliennya. Langkah ini biasanya diambil ketika instrumen memiliki kinerja yang kurang baik atau ada produk lain yang lebih menjanjikan. Dengan begitu, performa keuntungan yang dihasilkan bisa lebih memuaskan. 

  • Membuat Laporan Hasil Investasi pada Klien

    Terakhir, tugas yang tidak kalah pentingnya dari Manajer Investasi adalah melaporkan serta menyampaikan hasil dari investasi yang telah dilakukannya. Laporan tersebut mampu dilihat pada aplikasi layanan MI. Beberapa informasi yang bisa diketahui melalui laporan tersebut adalah nilai rata-rata unit investasi, jumlah yang telah dimiliki, serta persentase dan nilai keuntungan yang telah didapatkan. 

Cara Memilih Manajer Investasi

Karena memiliki peran dan tugas yang sangat krusial tersebut, ada banyak hal yang penting untuk diperhatikan dan diketahui sebelum memilih Manajer Investasi. Agar tak salah pilih, simak cara memilih Manajer Investasi terbaik dan sesuai dengan kebutuhan berikut ini.

  1. Cek Rekam Jejak Kinerjanya

    Salah satu hal terpenting yang perlu kamu lakukan agar bisa memilih layanan atau perusahaan Manajer Investasi terbaik dan sesuai kebutuhan adalah mengecek rekam jejak kinerjanya terlebih dulu. Dengan rekam jejak kinerja yang baik dan sudah terbukti, kredibilitas MI juga secara langsung akan terjamin. 

    Dalam melihat histori Manajer Investasi ini, kamu perlu mencari tahu berapa lama layanan atau perusahaan tersebut telah beroperasi dan catatan kinerjanya pada pasar modal. Apabila terlihat menjanjikan dan mampu mengembangkan dana kliennya dengan optimal, maka perusahaan sekuritas tersebut tentu layak untuk dipilih. 

  2. Pastikan Legal dan Kredibel

    Tips lainnya dalam memilih MI adalah memastikan dulu status terdaftar dan izin usaha yang resmi dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Kedua hal tersebut merupakan bukti otentik yang menunjukkan apakah Manajer Investasi legal dan kredibel. Jika sebuah perusahaan sekuritas tak memiliki status terdaftar atau izin usaha dari OJK, hampir bisa dipastikan jika layanannya ilegal alias bodong dan seharusnya dihindari. 

  3. Perhatikan Kinerjanya

    Hal terakhir yang tidak kalah pentingnya untuk dicermati dalam memilih Manajer Investasi adalah memerhatikan kinerjanya. Namun, kinerja MI ini mungkin baru bisa kamu ketahui secara mendetail setelah membeli produknya dan telah rutin menabung reksa dana selama beberapa waktu. 

    Oleh karena itu, pastikan untuk terus rutin memantau kinerja portofolio reksa dana kamu dan cek apakah kinerjanya memuaskan atau tidak. Jika memang mampu memberi hasil yang kurang maksimal atau tak sesuai harapan, jangan ragu untuk beralih ke layanan lainnya.

Selalu Cari Tahu Kinerja Manajer Investasi Sebelum Membeli Reksa Dana

Itulah penjelasan lengkap mengenai Manajer Investasi, cara kerja, tugas, hingga cara memilihnya. Secara umum, MI adalah lakon utama dalam investasi reksa dana dan memiliki peran krusial terkait peluang perkembangannya. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi reksa dana, cari tahu dulu kinerja MI agar aktivitas tersebut bisa memberi imbal hasil sesuai harapan.