Rekomendasi Obat Sembelit Agar Buang Air Besar Jadi Lebih Lancar

Buang air besar menjadi salah satu cara tubuh untuk mengeluarkan limbah makanan yang tidak dapat diolah oleh sistem pencernaan. Hal ini merupakan sesuatu yang normal dalam proses pencernaan manusia.

Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan masuk ke saluran cerna untuk diolah dan kemudian diambil nutrisinya. Sisa-sisa dari proses pengolahan inilah yang kemudian dibuang tubuh melalui buang air besar.

Sayangnya nih, tidak selamanya proses pembuangan limbah sisa pencernaan ini lancar. Pada beberapa kondisi, orang bisa mengalami kesulitan buang air besar yang lebih dikenal dengan istilah sembelit atau konstipasi.

Jika hal ini terjadi, cara paling cepat untuk mengeluarkannya adalah menggunakan obat sembelit. Obat-obatan ini sangat mudah didapatkan di apotek tanpa perlu resep dokter. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat sembelit alami di lingkungan sekitar rumah.

Banyaknya pilihan obat sembelit yang ada terkadang membuat orang bingung harus pilih yang mana. Nah, jika kamu juga sering merasa bingung obat mana yang harus digunakan, ulasan berikut mungkin bisa membantu.

Baca juga: Bantu Atasi Sembelit, Kenali Apa Itu Bisacodyl, Manfaat, Dosis Pakai, dan Efek Sampingnya

Apa Itu Sembelit?

Sembelit

Sembelit merupakan suatu kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan buang air besar. Secara umum, seseorang baru dikatakan sembelit ketika dalam seminggu, orang buang air besar kurang dari 3 kali. Namun definisi ini mungkin tidak berlaku untuk semua orang.

Pasalnya, setiap orang memiliki frekuensi buang air normal yang berbeda-beda. Ada orang yang setiap hari buang air besar, ada yang dua hari sekali, atau bahkan seminggu sekali.

Ada beberapa penyebab terjadinya sembelit. Salah satu yang paling sering terjadi adalah karena pilihan makanan dan lifestyle yang tidak tepat. Misalnya saja, kebutuhan cairan tidak tercukupi dan asupan serat kurang. Aktivitas fisik yang sangat sedikit juga berdampak pada gerakan peristaltik usus yang membuat proses pencernaan jadi lebih lambat.

Kamu mungkin juga bisa mengalami sembelit ketika rutinitas berubah atau sedang dalam perjalanan. Hal ini bisa terjadi karena ritme alami pencernaan dapat berubah saat sedang dalam perjalanan atau rutinitas berubah.

Beberapa obat-obatan tertentu juga memiliki efek samping sembelit. Selain itu, kondisi kesehatan seperti masalah terkait saluran cerna, diabetes, atau sindrom iritasi usus besar juga bisa menyebabkan sulit buang air besar.

Baca juga: Sederet Khasiat Buah Sawo, Mulai dari Sembuhkan Radang sampai Penawar Racun

Macam-Macam Obat Sembelit

Secara umum, obat sembelit terbagi ke dalam dua macam yakni obat sembelit alami dan yang dijual di apotek. Kedua obat ini tidak hanya tersedia untuk orang dewasa, tetapi bisa juga untuk obat sembelit anak.

  1. Obat Sembelit Alami

    Ada cukup banyak obat sembelit alami yang bisa dicoba di rumah. Obat-obatan ini umumnya lebih sedikit efek samping jika dibandingkan dengan yang dijual di apotek. Tetapi, jika menggunakan obat ini, efek pengobatan yang dirasakan akan sedikit lebih lama.

    Beberapa contoh obat sembelit alami yang bisa kamu gunakan, seperti jahe, minyak jarak, kefir, ubi jalar, sayuran hijau, kiwi, apel, serta biji chia. Selain untuk orang dewasa, berbagai bahan alam ini juga bisa digunakan sebagai obat sembelit anak.

  2. Obat Sembelit di Apotek

    Jika menginginkan reaksi pengobatan yang lebih cepat, kamu bisa memilih untuk membeli obat sembelit di apotek. Namun, hasil yang cepat ini juga dibarengi dengan risiko efek samping yang juga lebih besar.

Baca juga: Dikenal Sebagai Obat Wasir, Apa Saja Khasiat Daun Ungu?

Manfaat Obat Sembelit

  • Melancarkan buang air besar.
  • Menurunkan penyerapan air di feses.
  • Mengatasi kram perut, nyeri, atau perut kembung akibat sembelit.
  • Merangsang pergerakan usus.
  • Melunakkan feses.

Efek Samping Obat Sembelit

Efek Samping Obat Sembelit

Obat sembelit umumnya relatif aman untuk digunakan, terutama obat sembelit alami. Meski begitu, beberapa efek samping juga mungkin terjadi seandainya penggunaannya tidak sesuai dengan dosis yang seharusnya.

Berikut beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat menggunakan obat sembelit.

  • Perut terasa tidak nyaman
  • Perut mengalami kram
  • Perut kembung
  • Mulut kering
  • Mual
  • Muntah
  • Diare

Berbagai efek samping tersebut biasanya akan membaik sendiri setelah obat tidak lagi digunakan. Namun, pada beberapa kasus, efek samping yang lebih serius mungkin bisa terjadi. Segera temui dokter jika hal tersebut kamu alami.
Selain itu, efek samping yang dirasakan oleh setiap orang tidak selalu sama. Bisa saja kamu mengalami efek samping lain yang mungkin berbeda. Karena itu, segera hentikan penggunaan jika terjadi perubahan yang tidak nyaman atau mengganggu dan segera pergi ke pusat pelayanan kesehatan.

Harga Obat Sembelit

Obat sembelit dibanderol dengan harga yang cukup bervariasi di apotek. Untuk setiap jenis sediaan dan merek yang berbeda, harga yang ditawarkan juga tidak sama.

Untuk obat sembelit alami, harganya masih lebih terjangkau dibanding obat sembelit yang dijual di apotek. Bahkan, kamu bisa mendapatkannya tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan karena bahan tersebut sudah ada di dapur.

Meski begitu, harga obat di apotek juga masih cukup terjangkau. Kamu bisa mendapatkannya mulai dari Rp7 ribuan sampai Rp100 ribuan.

Dosis dan Cara Penggunaan Obat Sembelit

Penggunaan obat-obatan ini harus sesuai dengan petunjuk penggunaan yang ada di kemasan atau resep dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa ada anjuran dokter.

  1. Obat Sembelit Alami

    Obat sembelit alami memiliki cara penggunaan yang berbeda-beda, tergantung bahan yang digunakan. Berikut beberapa contoh penggunaan bahan-bahan alami untuk mengatasi sembelit.

    • Jahe

      Geprek jahe lalu rebus selama beberapa menit. Tambahkan madu jika suka. Jahe juga bisa dijadikan obat sembelit anak, tetapi untuk yang usianya kurang dari satu tahun tidak boleh ditambah madu.

    • Minyak jarak

      Kamu bisa menambahkan 1 sdm minyak jarak ke dalam jus atau salad. Bisa juga dikonsumsi langsung sebanyak 1 sdm. Obat alami ini cukup digunakan sekali seminggu.

    • Biji chia

      Kamu juga bisa mengonsumsi biji chia saat sedang sembelit. Disebutkan bahwa ada 10 gram serat dalam 2,5 sendok makan biji chia, yang berarti sudah mencukupi 30 persen dari yang dibutuhkan oleh orang dewasa.Obat sembelit alami memiliki cara penggunaan yang berbeda-beda, tergantung bahan yang digunakan. Berikut beberapa contoh penggunaan bahan-bahan alami untuk mengatasi sembelit.

    • Jahe

      Geprek jahe lalu rebus selama beberapa menit. Tambahkan madu jika suka. Jahe juga bisa dijadikan obat sembelit anak, tetapi untuk yang usianya kurang dari satu tahun tidak boleh ditambah madu.

    • Minyak jarak

      Kamu bisa menambahkan 1 sdm minyak jarak ke dalam jus atau salad. Bisa juga dikonsumsi langsung sebanyak 1 sdm. Obat alami ini cukup digunakan sekali seminggu.

    • Biji chia

      Kamu juga bisa mengonsumsi biji chia saat sedang sembelit. Disebutkan bahwa ada 10 gram serat dalam 2,5 sendok makan biji chia, yang berarti sudah mencukupi 30 persen dari yang dibutuhkan oleh orang dewasa.

  2. Obat Sembelit di Apotek

    Di apotek, ada banyak obat sembelit yang dijual. Tidak hanya untuk orang dewasa, apotek juga menyediakan obat sembelit anak.

    Berikut beberapa contoh yang bisa kamu gunakan.

    • Coloxyl Infant Drops

      Obat sembelit anak ini bisa digunakan pada batita dan juga bayi. Untuk yang berusia 18 bulan sampai 3 tahun, diberikan dosis 0,8 ml, usia 6 sampai 18 bulan sebanyak 0,5 ml, dan kurang dari 6 bulan sebanyak 0,3 ml.

    • Interlac

      Obat sembelit anak ini bisa diberikan sebanyak 5 tetes sehari cukup sekali. Kocok obat dahulu sebelum digunakan.

    • Lactulose Syrup

      Obat ini bisa digunakan untuk segala usia. Pada bayi diberikan sebanyak 5 ml/hari, sementara anak 1-6 tahun sebanyak 5-10 ml/hari. Pemberiannya bisa satu sampai dua kali sehari.

      Untuk anak usia 7-14 tahun diberikan 15 ml/hari dan dewasa diberikan dosis 15-45 ml/hari.

    • Microlax

      Dosis untuk bayi dan anak berusia kurang dari 3 tahun sebanyak 2,5 ml atau 0,5 tabung. Sedangkan untuk yang berusia lebih dari 3 tahun dan dewasa bisa diberikan 1 tabung.

      Untuk menggunakannya, kamu perlu berjongkok lalu masukkan ujung tabung yang sudah dibuka ke dalam dubur. Selanjutnya, pencet keluar isinya sesuai dosis.

Baca juga: Gejala Tipes, Penyakit Tipes, Pengobatan Sakit Tipes: Ini yang Perlu Kamu Tahu!

Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Mengonsumsi Obat Sembelit

  • Selalu gunakan obat sembelit sesuai dengan resep dokter atau petunjuk penggunaan yang ada dalam kemasan.
  • Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa ada petunjuk dokter.
  • Ibu hamil dan menyusui tidak boleh sembarangan menggunakan obat, selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu, bahkan jika akan menggunakan obat alami.
  • Jika memiliki penyakit tertentu, konsultasikan penggunaan obat sembelit dengan dokter terlebih dahulu.
  • Simpan di tempat kering dan sejuk, serta jauhkan dari cahaya matahari.

Baca juga: Diare: Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Cara Mengobatinya

Penggunaan Obat Sembelit Harus Diikuti Perubahan Pola Makan

Obat sembelit hanya boleh digunakan untuk sementara waktu dan bukan dalam jangka panjang. Itu artinya, kamu tidak bisa selalu menggantungkan harapan pada obat ini ketika kesulitan buang air besar.

Sebagai gantinya, kamu juga perlu mengubah pola makan menjadi lebih sehat agar buang air besar jadi lebih lancar. Konsumsilah makanan tinggi serat seperti buah dan sayuran lebih banyak agar kamu tidak perlu merasakan sembelit lagi di masa depan.