Pandemi Covid-19 Belum Usai, Simak 10 Tren Lingkungan Kerja Ideal Tahun 2021

Setiap tahun pasti memiliki tren tersendiri yang tentunya diikuti banyak kalangan. Setiap tren juga semakin berkembang sesuai dengan pengaruh lingkungan. Salah satu tren yang tidak pernah ketinggalan dan terus beradaptasi di setiap tahunnya adalah tren tempat kerja.

Tren tempat kerja yang sesuai dengan profesi yang dijalankan, maka sudah dipastikan akan menumbuhkan semangat kerja pada setiap karyawan. Begitu sebaliknya, jika tempat kerja tidak sesuai profesi, maka jangan heran jika karyawan tersebut tidak mood bekerja. Alhasil, pekerjaannya jadi tidak selesai dengan baik alias berantakan.

Maka dari itu, tempat kerja juga menjadi pertimbangan penting yang perlu diperhatikan bagi setiap perusahaan. Selain membuat nyaman para karyawan, tempat kerja yang sesuai juga membuat karyawan menjadi lebih produktif dalam bekerja, sehingga perusahaan bisa maju dan berkembang.

Jika di tahun 2020 ini tren tempat kerja beralih dari kantor ke rumah atau work from home karena adanya pandemi corona atau Covid-19.  Lantas bagaimana tren tempat kerja di 2021?

Berikut ini ada beberapa tempat kerja yang akan menjadi tren di 2021 dan bisa jadi rekomendasi setiap perusahaan. Simak ulasannya yang telah Cermati.com rangkum dari situs LinkedIdn.

1. Menggunakan Teknologi untuk Jaga Kesehatan Mental

Menggunakan teknologi untuk jaga kesehatan mental

Selama pandemi Covid-19, membuat kesehatan mental para pekerja menjadi terganggu. Bagaimana tidak, virus penyakit beredar dimana saja dan tentunya bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Hal ini tentunya membuat para pekerja menjadi khawatir berlebih karena takut terserang virus penyakit yang pada akhirnya pekerja bisa menjadi stress.

Agar karyawan dapat terhindar dari gangguan kesehatan mental, perusahaan bisa melengkapi dengan beberapa teknologi yang memiliki kecanggihan untuk mengukur kesehatan mental para pekerja. Dengan teknologi kesehatan mental tersebut juga bisa membantu pekerja bermeditasi, tetap bugar, dan menjaga pola makan sehat dan sebagainya.

Beberapa aplikasi teknologi kesehatan mental ini seperti Calm, Headspace, Classpass, Fitbit, Woebot, Talkspace, BetterHelp, dan Virgin Pulse.

2. Perusahaan Memberikan Keuntungan Lebih Kepada Karyawan

Perusahaan pastinya mengukur keuntungan disetiap saat dan bagaimanapun kondisinya. Namun, perusahaan juga perlu melihat sisi dari karyawannya. Dari pandemi Covid-19 ini yang membuat perekonomian masyarakat terguncang, perusahaan perlu menjadi bagian dari solusi terbaik para karyawannya.

Perusahaan bisa memberikan keuntungan lebih kepada karyawannya yang mau berjuang untuk kemajuan perusahaan. Keuntungan ini bisa mulai dari waktu kerja yang fleksibel, fasilitas kantoran yang aman dan mendukung, dukungan kesehatan, asuransi untuk anak dan sebagainya.

3. Pekerja Memprioritaskan Keselamatan, Keamanan dan Kesehatan


Kerja di masa pandemi

Selama Covid-19, karyawan mengharapkan perusahaan untuk menjaga fasilitas mereka tetap bersih, berkomunikasi secara teratur tentang status pembukaan kembali mereka, dan menjaga kondisi kerja yang aman. Saat pencari kerja mengevaluasi tawaran pekerjaan, mereka memilih "keamanan lingkungan kerja" daripada "peluang untuk pertumbuhan profesional" dan bahkan "kualitas calon rekan kerja". Perusahaan yang mematuhi pedoman nasional dan lokal akan lebih efektif dalam merekrut dan mempertahankan bakat sekarang karena pekerja perlu merasa aman sebelum mereka dapat merasa nyaman melakukan pekerjaan mereka dan menjadi bagian dari sebuah organisasi.

4. Tenaga Kerja Global yang Tersebar

Selama pandemi Covid-19, memaksa perusahaan untuk lebih fleksibel guna mengamankan kesehatan karyawan dan keluarganya agar tidak tertular virus penyakit tersebut. Jika pandemi ini belum usai atau bersih total, maka di tahun 2021 perusahaan masih perlu mempertahankan fleksibel ini.

Perusahaan tak perlu menunggu pencari kerja datang untuk melamar pekerjaan, sebab, perusahaan bisa mencari para calon pekerja yang berbakat dan memiliki kriteria yang mumpuni dari berbagai platform lowongan kerja.

Perusahaan bisa menerapkan sistem kerja yang fleksibel untuk calon pekerja ini asalkan bisa menetapkan organisir yang baik dan tepat dan juga tanpa adanya penyesuaian gaji yang memberatkan pekerja tersebut.

5. Perusahaan Memiliki Pendekatan Hybrid


Perusahaan memiliki pendekatan hybrid

Virus Covid-19 yang belum bersih total membuat semua para pekerja dan perusahaan khawatir akan adanya penularan yang besar. Guna menghindari hal ini, banyak perusahaan memiliki pendekatan hybrid, di mana karyawan datang ke kantor selama beberapa hari, sementara sisanya bekerja dari jarak jauh.

Model tempat kerja hybrid memungkinkan struktur dan keramahan (di kantor) sambil menawarkan kemandirian dan fleksibilitas (di rumah). Perusahaan bisa menerapkan sistem pembagian kerja, seperti karyawan di bagian menjadi dua tim, yaitu tim A dan B untuk pembagian hari kerja.

6. Perusahaan Berkomitmen dengan Target

Sebagian besar perusahaan memiliki seorang "Chief Diversity and Inclusion Officer", yang mengalami banyak tekanan tahun ini karena pandemi Covid-19 yang membuat kondisi perusahaan menjadi terguncang, terutama selama protes seputar ketidaksetaraan.

Selain memikirkan perihal kesejahteraan karyawan di masa pandemi, seorang Chief Diversity and Inclusion Officer juga tetap harus berpegang teguh atau komit dengan target yang telah ditentukan sehingga harus menjalankan operasional perusahaan dengan baik.

7. Perusahaan Memberikan Pelatihan


Perusahaan memberikan pelatihan

Covid-19 mengganggu ekonomi global, menyebabkan kesenjangan keterampilan melebar, sementara peningkatan otomatisasi pekerjaan memicu permintaan untuk pelatihan. Guna mempertahankan dan meningkatkan keahlian para karyawannya, perusahaan bisa memberikan pelatihan.

Keterampilan yang paling banyak diminta menuju tahun 2021 adalah kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, komputasi awan, keamanan siber, pemulihan bencana, AR & VR, blockchain, IT perawatan kesehatan, dan desain UX.

Baca Juga: Pencari Kerja Perlu Kenali 5 Ciri-ciri Penipuan Lowongan Kerja via Online

8. Perusahaan Mendukung Pekerja Wanita

Selama pandemi Covid-19, banyak perusahaan yang terpaksa memberhentikan karyawaannya terutama pada pekerja wanita. Meski memiliki gelar yang mumpuni, namun wanita masih kurang terwakili dalam peran kepemimpinan dan kesehatan mental mudah terganggu.

Setelah pandemi Covid-19 ini selesai, sebagian besar wanita akan memperbaiki karirnya dan tentunya sebagai perusahaan yang bagus perlu mendukung dengan pernuh.

9. Percepat Transformasi Digital di Tempat Kerja


Percepat transformasi digital di tempat kerja

Tak heran jika pandemi Covid-19 ini juga membuat kesenjangan keterampilan kerja. Agar tidak terlambat dan jauh ketinggalan, perusahaan perlu memberikan lebih banyak pelatihan bagi karyawan untuk mendukung kebutuhan transformasi digital dan kecepatan perubahaan.

Teknologi ini, seperti pelacakan kontak, alat kolaboratif, dan perangkat lunak berbasis AI, telah diadopsi secara luas untuk mendukung kesehatan mental karyawan, meningkatkan produktivitas, memungkinkan fleksibilitas dan keselamatan.

Baca Juga: Melamar Kerja Lewat Website Perusahaan atau Situs Pencari Kerja? Pahami ini Dulu, Yuk!

10. Tenaga Kerja Per Jam

Sebelum Covid-19, pekerja per jam tidak pernah dianggap penting dan diperlakukan. Saat ini, para pekerja ini dipandang perlu untuk menjalankan peradaban dan pekerja per jam akan diperlakukan seperti pekerja penuh waktu. Sebab, tenaga kerja per jam ini juga telah memberikan kinerja yang sama terhadap kemajuan dan perkembangan perusahaan.

Rencanakan Karir untuk Masa Depan

Bagaimanapun tren tempat kerja di masa mendatang, namun kesuksesan karir tetap ada di tangan masing-masing setiap orang. Tempat kerja hanyalah pendukung yang mengantarkan karir sukses seseorang. Untuk itu, rencanakan dengan matang mau seperti apa karir Anda di masa depan. Yang lebih penting, tetap semangat menjalankan proses untuk mencapai kesuksesan

Baca Juga: Lagi Melamar Kerja? Yuk, Siapkan Surat Rekomendasi Kerja