Pencari Kerja Perlu Kenali 5 Ciri-ciri Penipuan Lowongan Kerja via Online

Semakin canggihnya teknologi pada akhir-akhir ini, semuanya dapat dilakukan dengan sistem online. Dengan begitu, semua informasi bisa dengan mudahnya tersebar didunia maya. Ini tentunya memberikan dampak positif dan negatifnya. Misalnya saja sekarang ini banyak tawaran lowongan pekerjaan melalui online. 

Dengan adanya lowongan pekerjaan yang dibagikan secara online ini memudahkan para pencari kerja untuk mengakses perusahaan mana saja yang membutuhkan karyawan atau tenaga kerja. Namun, disisi lain tak sedikit sekelompok orang atau oknum yang melakukan penipuan dengan mengatasnamakan lowongan kerja yang ditawarkan melalui online.

Untuk kamu yang sedang mencari kerja melalui online harus berhati-hati dan perlu mengetahui lowongan kerja yang benar dan mana lowongan kerja abal. Sebagai gambarannya untuk mempermudah kamu, simaklah ciri-ciri penipuan lowongan kerja online berikut ini yang dikutip oleh Cermati.com dari berbagai sumber.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Perusahaan Tidak Jelas

Seringkali orang-orang terjebak dengan perusahaan palsu karena tawaran iklan yang menggiurkan dan menjanjikan. Dengan disertai deskripsi perusahaan yang dilebih-lebihkan membuat banyak orang tertarik untuk melamar pekerjaan di suatu perusahaan. Untuk itu, sebelum melamar pekerjaan harus teliti untuk memilah dan memilih. 

Sebaiknya, sebelum melamar pekerjaan kamu perlu mengetahui kejelasan perusahaan yang akan dituju mulai dari perusahaan bergerak dibidang apa, terpercaya atau tidaknya dan lain sebagainya. Semua informasi ini bisa kamu dapat dengan mencari sumber melalui internet atau bertanya kepada orang-orang secara langsung. 

Pengalaman seseorang juga sangat berpengaruh mengenai penilaian sebuah perusahaan mengenai lancar tidaknya sistem gaji, cara kerja, situasi tempat kerja, dan lain sebagainya. 

2. Alamat Perusahaan dan Email Tidak Sesuai

email
Email perusahaan tidak sesuai

Disetiap iklan online mengenai lowongan pekerjaan biasanya menyertakan alamat perusahaan dan alamat email. Dalam hal ini para pencari kerja juga harus sangat berhati-hati.

Cek alamat perusahaan dengan teliti. Kamu juga bisa memanfaatkan google maps untuk melihat keberadaan lokasi perusahaan. Jika perusahaan tersebut dirasa dekat dengan tempat tinggal, lebih baik telusuri saja terlebih dahulu. Ditakutkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan nantinya seperti halnya penipuan. 

Selain alamat perusahaan, banyak orang tertipu dengan alamat email perusahaan yang tidak sesuai. Memang sedikit sulit untuk membedakan apakah itu alamat email perusahaan palsu atau tidak. Mudahnya, perusahaan terpercaya pasti menggunakan nama perusahaannya sebagai emailnya, seperti …@abcd.com atau …@satuduatiga.com dan sebagainya, sedangkan perusahaan yang abal tidak atau hanya menggunakan domain gratis.

Baca Juga: Cara Cepat Dapat Kerja bagi Fresh Graduate

3. Tawaran Gaji Tidak Wajar

Berikutnya adalah tawaran gaji tinggi tidak wajar. Setiap orang pasti menginginkan pekerjaan yang mudah dengan gaji yang tinggi dan itu normal adanya. 

Akan tetapi, kamu harus pandai dalam memperhatikan apakah gaji tersebut sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan nanti. Banyak orang tergiur karena gaji yang ditampilkan cukup besar. 

Riwayat pendidikan juga menjadi pertanyaan dalam hal ini. Jika yang diinginkan sebagai pekerja biasa mungkin lulusan SMA sederajat dapat masuk dalam pekerjaan tersebut. Sementara untuk lulusan sarjana mungkin dapat menempati bagian yang lebih tinggi. 

Diantara keduanya pasti tingkat kesulitan dalam bekerja berbeda dan gaji atau upah yang diberikan juga pastinya berbeda. Perusahaan pun pasti akan mempertimbangkan gaji yang akan diturunkan kepada para pekerja dengan apa yang mereka dapatkan untuk perusahaannya. 

Istilah lainnya yaitu 50-50 sesama menguntungkan. Jadi, sangat tidak mungkin juga jika pekerjaan yang akan dilakukan mudah dengan imbalan gaji yang tinggi. Inilah sebabnya banyak orang yang tertipu dengan perusahaan palsu yang dilihatnya melalui iklan lowongan pekerjaan online.

4. Berbayar

gaji
Berbayar

Modus yang satu ini dapat diketahui dengan jelas sejak awal kamu merespon tawaran lowongan pekerjaan abal tersebut. Untuk perusahaan yang berbayar diawal memang mencurigakan. 

Bagaimana tidak? Kamu bekerja untuk mendapatkan uang. Tetapi dalam hal ini belum terjun kerja saja sudah harus mengeluarkan uang untuk membayar pendaftaran atau biasa dibilang untuk administrasi.

Mungkin memang ada perusahaan yang menetapkan pembayaran diawal sebagai biaya pendaftaran. Akan tetapi, pencari kerja juga harus mengetahui betul apakah perusahaan itu memang ada atau hanya perusahaan palsu yang dibuat-buat pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Jika dirasa yang dinginkan pihak perusahaan berbayar dengan ketentuan pembayaran yang tinggi namun perusahaan mencurigakan, jelas sudah ada yang tidak wajar dalam pekerjaan tersebut. 

Baca Juga: Lakukan 4 Hal ini Saat Mencari Pekerjaan di Situs Pencarian Kerja

5. Meminta Data Pribadi Secara Langsung

Untuk perusahaan biasanya jika mereka tertarik dengan CV yang kamu buat pasti akan menghubungi untuk tes wawancara beserta data pribadi sebagai calon pekerja. Penjadwalan akan diinformasikan lengkap dengan tempat dan akan bertemu siapa di perusahaan nanti. 

Namun, apabila terdapat ucapan ‘selamat Anda diterima diperusahaan’ tersebut langsung disertai dimintanya data pribadi melalui online kamu perlu curiga. Sebab, tidak ada perusahaan yang tidak akan melakukan interview secara langsung untuk calon pekerjanya.

Dengan interview, perusahaan bisa mengetahui calon pekerjanya mulai dari bagaimana cara ia menanggapi pertanyaan, tingkah laku, tingkat kesopanan, dan lain sebagainya. Sharing dan meminta pendapat teman atau orang lain sangat diperlukan juga. Hal ini bertujuan untuk menghindari penipuan yang sedang ramai terjadi saat ini.

Selalu Waspada dan Lapor ke Pihak Berwajib

Modus penipuan yang mengatasnamakan lowongan pekerjaan yang ditawarkan melalui online ini tak jauh-jauh hanya untuk meraup banyak keuntungan dari korban yaitu para pencari kerja yang termakan dengan rayuan. Kebanyakan dari oknum penipuan ini meminta sejumlah uang untuk melakukan pendaftaran, kemudian akan dimintai uang lagi untuk melakukan sesi selanjutnya misal psikotes atau lainnya dan seterusnya. Bahkan, bila ditotal bisa mencapai jutaan rupiah.

Jika kamu menemukan oknum seperti ini, harus patut dicurigai karena perusahaan yang benar dan terpercaya tidak akan melakukan pungutan biaya apapun. Segera hubungi pihak yang berwajib agar kasus penipuan tersebut bisa ditindaklajuti ke jalur hukum sehingga tak ada lagi oknum penipuan.

Baca Juga: Mau Kerja Online? Cari Lowongan Kerja Freelance Di Situs Ini