Mengenal Property Crash, Ini Tanda dan Cara Siasatinya dengan Tepat

Banyak orang menganggap investasi properti merupakan pilihan menanam modal yang bijak karena nilainya yang terus bertumbuh seiring waktu. Di samping itu, sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, tidak sedikit orang yang memutuskan untuk membeli properti dengan cara Kredit Pemilikan Rumah atau KPR di bank dan membuat penjualan akan aset tersebut jarang sepi peminat. 

Tapi, tahukah kamu jika ada fenomena yang membuat jatuhnya industri properti sebagai imbas dari perubahan terhadap fundamental ekonomi? Fenomena tersebut dikenal dengan istilah property crash yang tentu saja penting dipahami oleh masyarakat yang terbebani dengan cicilan rumah atau properti sejenis lainnya. 

Yang menjadi pertanyaan, apa pengertian properti crash ini? Juga, seperti apa tanda yang menjadi indikasi terjadinya properti crash dan strategi ideal untuk mengantisipasinya? Nah, untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan lengkap tentang property crash berikut ini. 

Tentang Property Crash

Property crash adalah suatu istilah yang menunjukkan fenomena jatuhnya properti karena terjadi perubahan terhadap fundamental ekonomi. Sebagai contoh, fenomena ini bisa terjadi akibat peningkatan angka pengangguran, kenaikan tingkat suku bunga sangat tinggi, serta berbagai faktor lain yang mampu membebani pemilik properti sampai tak bisa membayar cicilan kredit properti yang ditanggungnya. 

Imbas dari kondisi ekonomi tersebut, banyak properti yang kepemilikannya ditarik oleh pihak perbankan sebagai penyedia layanan kredit. Di samping itu, property crash juga bisa memicu penurunan tingkat pembelian properti karena sulitnya kondisi ekonomi dan menurunkan daya beli masyarakat terhadap aset tersebut. 

Tanda Property Crash Tengah Terjadi

Fenomena property crash mempunyai sejumlah tanda atau indikasi yang bisa dianalisis. Tanda terjadinya property crash amat perlu dipahami oleh pemilik properti, entah yang berinvestasi jangka panjang ataupun jangka pendek. 

Berikut beberapa tanda property crash yang wajib kamu ketahui. 

1. Tingkat Penjualan Properti Bertambah 

Ketika terjadi fenomena property crash, indikasi pertama yang bisa kamu cermati adalah munculnya penawaran penjualan properti yang lebih tinggi dibanding biasanya. Umumnya, penjualan properti pun telah berlangsung dalam waktu yang lama, hingga bulanan atau tahunan. Bahkan, dalam kurun waktu yang panjang tersebut, properti masih kerap tak kunjung terjual. 

Jika kamu menyadari adanya kondisi ini, hal tersebut menandakan jika industri properti sedang jalan di tempat atau stagnan. Bisa dibilang, industri properti sedang tidak aktif karena tak mengalami pergeseran atau penjualan di antara pemain di dalamnya. 

2. Suku Bunga Meninggi

Tanda property crash yang kedua adalah suku bunga meninggi secara signifikan. Ya, peningkatan suku bunga begitu tinggi akan membuat masyarakat kesulitan membayar angsuran properti. Imbasnya, banyak debitur cicilan rumah atau properti tak mampu memenuhi kewajibannya dan membuat penjual properti melakukan over credit atau pengalihan cicilan ke bank lain

3. Properti Dijual dengan Harga Lebih Terjangkau

Hal lain yang menandai terjadinya property crash adalah nilai jual properti menurun dan menjadi lebih murah dibanding biasanya. Ketika fenomena ini terjadi, pemilik akan menjual properti miliknya di harga lebih rendah untuk menyiasati ketatnya persaingan penjualan dan penurunan daya beli.  

Tips Menyiasati Fenomena Property Crash

Ketika menyadari jika akan terjadi property crash dari tandanya, kamu tentu perlu memahami tentang strategi dan cara mengantisipasinya dengan sebaik mungkin. Sebenarnya, ada beberapa tips yang bisa membantumu menyiasati fenomena kandasnya industri properti ini, antara lain:

1. Riset Kapan Titik Terendah Nilai Properti Terjadi

Hal pertama yang perlu dilakukan ketika memprediksi terjadinya property crash adalah melakukan riset dan analisis terkait fenomena tersebut. Penting untuk mencari tahu tentang kapan titik terendah nilai properti akan terjadi dan melakukan perkiraan seakurat mungkin. 

Tidak rumit, riset ini bisa dilakukan dengan mencari informasi di internet terkait properti atau bertanya ke agen perumahan. Hal tersebut bisa menjadi landasan keputusan untuk memahami tren pasar ketika terjadi property crash dan mengambil langkah yang terbaik untuk menyiasatinya.

2. Lakukan Langkah Penjualan Properti

Jika kamu merupakan investor properti, situasi property crash wajib dianalisis untuk mengetahui perkiraan kenaikan atau penurunan nilainya akan terjadi. Jika mampu memperkirakan kapan fenomena ini akan terjadi, kamu bisa mengambil keputusan yang tepat dalam meminimalkan risiko kerugian finansial. 

Salah satunya dengan melakukan penjualan pada properti yang dimiliki. Hal ini penting untuk dilakukan agar mampu menghindari penurunan harga properti lebih jauh lagi ke depannya. Khususnya, harga properti tak bisa secara sederhana kembali meningkat ke harga normal atau reratanya selayaknya sebelum terjadi property crash. 

Umumnya, keputusan menjual properti ini diambil investor aktif yang mempunyai waktu untuk menganalisis kondisi dan tren pasar. Keputusan tersebut bisa dianggap paling ideal diambil karena bisa memicu pergerakan aset properti serta memperoleh keuntungan jangka pendek. 

Apabila property crash sudah terjadi dan diperkirakan akan berakhir, kamu pun bisa mulai membeli kembali properti sebagai investasi mumpung harganya masih terbilang rendah. Dengan begitu, ketika harganya naik, potensi capital gain akan menjadi lebih maksimal pasca berakhirnya property crash. 

3. Tetap Bertahan dan Bayar Cicilan Jika Mampu

Tips lainnya untuk menanggapi terjadinya property crash adalah tetap bertahan dan terus membayar cicilannya jika mampu. Ya, selain menjual properti sebelum terjadi penurunan harga pada aset tersebut, kamu juga bisa tetap menahannya dan tak melakukan penjualan meski sedang terjadi property crash sekalipun. 

Langkah ini bisa kamu ambil jika investasi properti dilakukan untuk jangka panjang, misalnya hingga belasan atau puluhan tahun ke depan. Terlebih jika kamu bukan investor aktif yang mempunyai waktu dan kemampuan untuk menganalisis kondisi pasar properti, strategi ini bisa dibilang lebih bijak untuk dilakukan. 

Tahan hasrat menjual properti meski harganya terus menurun dan geliat industri tersebut melemah. Pun ketika pemilik properti lain gencar melakukan penjualan untuk menghindari kerugian, kamu tetap membulatkan tekad untuk menahan properti milikmu. Yang penting, pastikan jika kondisi keuangan tetap mampu membayar cicilan kredit properti tepat waktu dan lancar tanpa berisiko memicu masalah finansial serius. 

Setidaknya, langkah ini akan memberi imbas yang positif terhadap harga properti yang kembali naik ketika fenomena property crash berakhir. Jadi, saat angsuran properti telah lunas, kamu tetap memiliki aset tersebut dengan harga wajar dan bahkan lebih tinggi dibanding dengan harga belinya dulu. 

Jangan Salah Ambil Keputusan saat Dihadapkan Fenomena Property Crash

Sebagai kondisi yang sering kali membuat ricuh para pemain properti dan masyarakat yang tengah terbebani dengan kredit properti, fenomena property crash memang perlu disiasati dengan pertimbangan matang. Dengan mencermati tandanya, kamu bisa menganalisis tren dan pergerakan harga properti kedepannya, apakah layak untuk menahan kepemilikan properti atau lebih baik menjualnya segera sebelum harganya terus menurun. Dengan begitu, keputusan untuk menanggapi fenomena ini bisa diambil dengan sebaik mungkin tanpa berisiko memicu masalah keuangan hingga menelan kerugian masif karenanya.