Saham Nyangkut: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Melihat aplikasi sekuritas yang isinya merah semua alias "kebakaran" memang bikin pusing, lemas, bahkan susah tidur. Dalam dunia saham, kondisi ini populer dengan istilah "Saham Nyangkut".

Ini terjadi ketika kamu membeli saham di harga tinggi (biasanya karena ikut-ikutan/FOMO), lalu harganya turun drastis dan tak kunjung naik kembali. Dilema pun muncul: Didiamkan bikin sakit hati, dijual sayang karena rugi.

Tenang, kamu tidak sendirian. Bahkan investor profesional pun pernah mengalami fase ini. Yang membedakan pemenang dan pecundang adalah bagaimana cara mereka merespons situasi ini.

Apakah harus langsung jual rugi? Atau beli lagi di bawah? Yuk, tarik napas dalam-dalam, dan simak strategi penyelamatannya berikut ini.

Apa Itu Saham Nyangkut? (Floating Loss)


Saham Nyangkut adalah...

Pertama, mari luruskan istilahnya. Selama kamu belum menekan tombol Jual (Sell), kerugianmu masih bersifat Floating Loss (kerugian bayangan/potensi rugi). Uangmu belum benar-benar hilang, hanya nilai asetnya yang menyusut.

Kerugian baru menjadi nyata (Realized Loss) jika kamu memutuskan untuk menjualnya di harga bawah.

Penyebab Saham Nyangkut

Sebelum mencari tahu cara keluar dari saham nyangkut, kenali dulu penyebab saham nyangkut yang kerap dikeluhkan investor atau trader.

1. Beli karena ikut-ikutan

Ini biasanya terjadi pada trader atau investor yang tidak punya tujuan dan rencana investasi, apalagi strategi. Ikut-ikutan teman beli saham yang lagi hits, saham pompoman artis biar ketularan jadi sultan, dan mengakibatkan saham nyangkut.

2. Membeli di akhir rally saham

Rally saham adalah ketika harga saham mengalami peningkatan tajam. Selepas tren kenaikan, pasti ada penurunan.

Kamu tidak menyadari atau tidak paham hal ini, sehingga membeli saham di harga tertinggi. Jika harga saham sudah kemahalan atau tinggi, kecenderungannya pasti akan turun lagi. Berarti potensi rugi besar buatmu. Terlebih jika kerugian tersebut dibiarkan.

3. Membeli saham saat tren turun

Bangga kalau bisa dapat saham murah. Membeli saham saat trennya lagi turun, sampai dibela-belain jual harta benda.

Tetapi, akibat tidak melakukan analisa fundamental dan teknikal, beli saham murah berkualitas buruk. Bukannya naik, saham murah yang kamu beli justru makin merosot. Tidak pernah kembali ke harga tertingginya. Boncos deh.

4. Trading saham pakai feeling

Banyak trader atau investor melakukan trading tanpa membuat perencanaan sebelumnya, seperti trading plan saham. Trading hanya mengandalkan feeling. Sementara feeling bisa salah, sehingga sering menyebabkan saham nyangkut.

Maka, penting membuat trading plan saham seperti memasang harga beli dan harga jual saham di level berapa. Harga ini akan menjadi patokanmu agar tidak membeli atau menjual saham di luar skenario yang sudah disusun.

Contoh Saham Nyangkut


Saham Nyangkut

Saham PT Bumi Resourcers Tbk (BUMI) pernah mencapai harga tertinggi Rp 8.750 per lembar pada 2008. Tetapi, kemudian terus amblas ke harga Rp 50 per lembar saham atau masuk deretan saham gocap.

Per 23 Desember 2021, harga saham BUMI berada di level Rp 66 per lembar saham. Sejak saat itu sampai kini, harga saham perusahaan tambang milik grup Bakrie ini tidak pernah kembali ke level tertingginya di 2008.

4 Strategi Jitu Mengatasi Saham Nyangkut

1. Average Down (Beli Lagi di Bawah)

Strategi ini cocok untuk saham Tipe A (Fundamental Bagus). Caranya adalah dengan membeli lagi saham yang sama di harga bawah. Tujuannya agar harga rata-rata (Average Price) pembelianmu turun.

  • Syarat: Kamu masih punya dana tunai (cash) dan yakin saham tersebut akan memantul naik (rebound).

2. Wait and See (Hold)

Jika kamu tipe investor jangka panjang dan memegang saham Blue Chip, opsi terbaik mungkin adalah diam dan sabar. Sejarah membuktikan saham berfundamental kuat akan kembali ke harga wajarnya seiring waktu. Matikan aplikasi, fokus kerja, dan biarkan dividen mengobati luka hatimu.

3. Cut Loss (Amputasi)

Strategi ini wajib dilakukan untuk saham Tipe B (Gorengan). Sakit memang, tapi ini ibarat mengamputasi tangan yang terkena racun agar tidak menyebar ke seluruh tubuh. Jika saham gorengan sudah turun 50% dan tidak ada harapan bangkit, lebih baik jual sisa asetmu. Selamatkan modal yang tersisa daripada hilang 100%.

4. Switching (Tukar Guling)

Ini adalah teknik lanjutan. Kamu melakukan Cut Loss pada saham busuk, lalu segera memindahkan sisa modalnya ke saham lain yang sedang Uptrend atau berpotensi naik kencang. Tujuannya: Menutup kerugian di saham lama dengan keuntungan (profit) dari saham baru.

Tabel Keputusan: Harus Ngapain?

Masih bingung? Gunakan "Contekan Keputusan" berikut ini agar lebih objektif dan tidak baper.

Kondisi Saham Fundamental Perusahaan Tren Harga Strategi Terbaik
Blue Chip / Bagus Laba Tumbuh, Rutin Dividen Koreksi Sementara Average Down atau Hold
Second Liner / Sedang Laba Stagnan Sideways (Datar) Hold (Tunggu momen)
Gorengan / Buruk Rugi, Utang Besar, Masalah Hukum Downtrend Parah (Terjun Bebas) Cut Loss & Switching (Segera!)

Psikologi Trading: Hindari "Sunk Cost Fallacy"

Satu hal yang membuat orang susah move on dari saham nyangkut adalah bias psikologis bernama Sunk Cost Fallacy.

Kamu merasa "Sayang banget kalau dijual, kan belinya mahal", padahal faktanya harganya sudah hancur. Ingat, pasar saham tidak peduli di harga berapa kamu beli. Pasar hanya peduli kinerja masa depan.

Jangan biarkan ego menahanmu memegang aset sampah. Jadikan kerugian ini sebagai "Uang Sekolah" agar kamu lebih bijak di masa depan.

Pentingnya Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal

Saham nyangkut sering terjadi pada investor atau trader pemula akibat ketidakpahaman mengenai analisis fundamental dan teknikal. Beli saham cuma bermodal nekat, feeling, cap cip cup, atau ikut-ikutan.

Jika ingin terhindar dari saham nyangkut, meminimalisir risiko investasi saham, kamu harus memiliki kemampuan analisis. Analisis fundamental, seperti analisis laporan keuangan emiten, mengenali saham; serta analisis teknikal yang meliputi cara membaca grafik saham, menentukan pola saham, menentukan support dan resistance, dan lainnya.

Dengan belajar analisis fundamental dan analisis teknikal saham, kamu bisa membuat trading plan saham dan mengambil keputusan tepat dalam trading. Jadi, kamu tidak akan terjebak di saham nyangkut lagi.

Baca Juga: Kode Broker Saham Indonesia, Ini Daftarnya