Saham Treasuri (Treasury Stock): Aksi "Buyback" yang Bikin Harga Saham Naik?
Pernahkah kamu membaca berita seperti "Bank BRI Siapkan Dana Triliunan untuk Buyback Saham"?
Berita seperti ini biasanya disambut sorak sorai oleh para investor. Tapi, ke mana perginya saham yang dibeli kembali oleh perusahaan tersebut? Jawabannya: Masuk ke dalam brankas perusahaan dan berubah status menjadi Saham Treasuri (Treasury Stock).
Banyak investor pemula yang bingung, kenapa perusahaan repot-repot membeli sahamnya sendiri? Bukankah lebih baik uangnya dipakai ekspansi?
Ternyata, strategi ini punya dampak besar terhadap kenaikan harga saham dan keuntungan investor, lho. Yuk, kita bedah tuntas apa itu saham treasuri dan kenapa ini jadi sinyal positif di pasar modal!
Mau mulai investasi saham?
Pengertian Saham Treasuri
Pengertian Saham Treasuri
Saham treasuri adalah saham yang dibeli kembali oleh manajemen perusahaan dari pasar dengan tujuan tertentu, misalnya ketika harga saham perusahaan tersebut sedang turun drastis.
Pengertian lainnya, saham treasuri atau treasury stock merupakan saham perseroan yang diperoleh kembali oleh perseroan. Saham treasuri ini saham biasa yang dikeluarkan untuk investor dan kemudian dibeli kembali oleh perusahaan atas nama perusahaan itu sendiri.
Alasan kenapa suatu emiten melakukan saham treasuri atau pembelian kembali saham yang beredar:
- Menjualnya kembali ke pegawai perusahaan.
- Mendongkrak harga saham.
- Membagikannya sebagai dividen.
- Menukar surat-surat berharga yang dimiliki oleh perusahaan lain.
Tujuan utama perusahaan melakukan saham treasuri adalah sebagai salah satu upaya menjaga harga saham agar tidak turun terlalu dalam. Pembelian saham kembali itu (buyback) biasanya turut didorong oleh otoritas terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam situasi tertentu seperti market crash.
Saham treasuri bisa bersifat sementara waktu atau selamanya. Namun, pada umumnya, saham ini bersifat sementara. Saham treasuri ini sebenarnya tidak dipegang selamanya oleh perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan suatu saat akan melepas kembali saham treasuri tersebut kepada publik.
Jadi, saat saham treasuri itu dilepas kepada publik, perusahaan akan mendapatkan kas tambahan dari hasil penjualan saham treasuri. Bagi perusahaan, penjualan itu akan meningkatkan kas yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
Karakteristik Unik: Saham "Mati Suri"
Saham yang masuk kategori treasuri memiliki status yang berbeda dengan saham biasa yang kamu pegang. Saham ini dianggap "tidur" atau non-aktif.
Berikut ciri-cirinya:
-
Tidak Punya Hak Suara: Saham treasuri tidak bisa digunakan untuk voting dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
-
Tidak Dapat Dividen: Perusahaan tidak mungkin membayar dividen kepada dirinya sendiri.
-
Mengurangi Jumlah Saham Beredar: Ini poin paling penting yang mempengaruhi valuasi saham.
Mengapa Perusahaan Melakukan Buyback (Membuat Saham Treasuri)?
Ada alasan strategis di balik aksi korporasi ini. Biasanya, ini adalah kabar baik bagi investor karena:
1. Mendongkrak Harga Saham (Signaling)
Ketika perusahaan berani membeli sahamnya sendiri, itu sinyal bahwa manajemen percaya harga sahamnya saat ini terlalu murah (undervalued) dan punya prospek bagus. Ini memicu kepercayaan diri pasar, sehingga harga saham ikut naik.
2. Meningkatkan EPS (Laba Per Lembar Saham)
Ingat rumus dasar ekonomi? Jika permintaan tetap tapi penawaran (supply) barang berkurang, harga akan naik. Dengan menarik saham dari peredaran, jumlah lembar saham menjadi lebih sedikit. Akibatnya, rasio Laba Per Saham (Earnings Per Share/EPS) otomatis meningkat, membuat valuasi perusahaan terlihat makin seksi.
3. Persiapan Bonus Karyawan (ESOP)
Saham treasuri seringkali disimpan untuk dibagikan kembali kepada karyawan berprestasi atau manajemen melalui program kepemilikan saham (Employee Stock Option Program - ESOP) sebagai insentif.
4. Menjaga Stabilitas Harga
Saat pasar sedang panik (crash) dan harga saham terjun bebas tak wajar, perusahaan melakukan buyback untuk menahan agar harga tidak jatuh lebih dalam.
Tabel Perbandingan: Saham Beredar vs. Saham Treasuri
Agar lebih paham bedanya saham yang ada di portofoliomu dengan saham treasuri, cek tabel ini:
| Fitur | Saham Beredar (Outstanding Shares) | Saham Treasuri (Treasury Stock) |
| Pemilik | Investor Publik / Institusi | Perusahaan Penerbit Itu Sendiri |
| Hak Dividen | Dapat | Tidak Dapat |
| Hak Suara (RUPS) | Punya | Tidak Punya |
| Status Perdagangan | Aktif diperjualbelikan | Disimpan (Tidak aktif) |
| Pengaruh ke EPS | Menjadi pembagi laba | Mengurangi pembagi laba (Meningkatkan EPS) |
Contoh Saham Treasuri di Indonesia
Contoh Saham Treasuri
Berikut beberapa perusahaan besar di Indonesia yang pernah melalukan saham treasuri atau pembelian kembali saham dalam beberapa tahun terakhir dari berbagai sumber:
- Belum lama ini, Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) dikabarkan akan menjual saham treasuri sebanyak 229 juta lembar saham dalam periode 28 Januari 2021 hingga 25 Februari 2022.
- Untuk contoh lainnya, seperti yang pernah dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia (BBRI), saham treasuri yang dimiliki oleh perusahaan dari hasil buyback pada 2015 dan 2016 dialihkan untuk program kepemilikan saham bagi pekerja perusahaan pada 2020.
- Berikutnya, ada perusahaan terbuka lainnya tercatat memiliki saham treasuri seperti Telkom (TLKM) atau Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Ketiga perusahaan di atas melakukan pembelian kembali saham karena ingin menyelamatkan harga saham yang menurun drastis karena pasar modal sedang bergejolak atau perusahan sedang mengalami krisis finansial.
Metode Pembelian Kembali Saham oleh Emiten
Terdapat beberapa metode yang digunakan oleh perusahaan untuk kembali membeli sahamnya yang sudah beredar di publik. Berikut beberapa di antaranya:
|
1. Tender Offer |
Perusahaan mengumumkan kepada publik bahwa mereka bersedia membeli saham investor di harga tertentu (biasanya di atas harga pasar/premium) dalam periode waktu terbatas. |
|
2. Open-market Repurchase |
Perusahaan membeli sahamnya secara bertahap di bursa saham reguler, sama seperti investor biasa, sampai target jumlah lembar tercapai. |
|
3. Dutch Auction |
Pada metode ini perusahaan menyebutkan range harga saham yang ditawarkan dimana para pemegang saham akan memilih satu harga yang mereka tetapkan untuk menjual saham yang mereka miliki kepada perusahaan. |
Masing-masing metode digunakan disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan dari perusahaan tersebut dalam melakukan saham treasuri, berikut juga dengan peraturan, kebijakan dan kesepakatan didalamnya.
Apakah Ini Sinyal Beli?
Secara umum, munculnya kabar perusahaan akan melakukan buyback dan menyimpannya sebagai saham treasuri adalah sinyal positif (Bullish Signal).
Ini menunjukkan perusahaan punya kas melimpah (cash rich) dan peduli pada nilai pemegang saham. Namun, sebagai investor cerdas, tetap perhatikan harga belimu (entry point). Jangan mengejar harga yang sudah terbang terlalu tinggi karena euforia buyback.
Ingin tahu saham perusahaan mana yang sedang rajin melakukan buyback tahun ini? Cek beritanya di aplikasi investasi terpercaya!