Inilah Kisah Sukses Surya Paloh yang Pernah Jualan Karung Goni dan Ikan Asin

Siapa yang tak mengenal sosok Surya Paloh? Dirinya tak hanya populer sebagai pengusaha di bidang pers dan media, tapi juga politikus kenamaan Tanah Air. Namanya identik dengan stasiun televisi Metro TV dan partai politik Nasional Demokrat (NasDem).

Ia mendirikan Media Group yang menaungi harian Media Indonesia, Lampung Post, serta stasiun televisi Metro TV serta menjadi pemimpin Media Group dan Dirut Metro TV pada tahun 2000-2006.

Berkecimpung juga di dunia politik, Surya Paloh pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar (2004-2009). Ia lantas mendirikan ormas Nasional Demokrat (Nasdem) yang kemudian meneruskan parpol Nasional Demokrat.

Kini, Prof. (H.C.) Dr. (H.C.) Drs. H. Surya Dharma Paloh, demikian nama lengkapnya, tercatat sebagai salah satu politikus Indonesia yang paling kaya raya. Total kekayaannya yang didapatkan dari berbagai bisnis seperti media massa, katering, perhotelan, pertambangan dan lainnya itu diperkirakan mencapai Rp8,5 triliun.

Baca Juga: Mengulas Kiprah Bisnis Aburizal Bakrie, Pemilik Bakrie Group yang Menaungi tvOne dan ANTV

Profil Surya Paloh

Profil Surya Paloh (Sumber: nasdem.id)

Surya Paloh terlahir dari pasangan Nursiah Paloh dan Daud Paloh. Ia lahir di Banda Aceh, 16 Juli 1951. Sekilas mengenai latar belakang keluarganya, Surya Paloh mempunyai tiga orang saudara kandung, yaitu Usman Paloh, Rusli Paloh, dan Rohana Yusuf Paloh. 

Dari pernikahannya dengan Rosita Barack di tahun 1984, Surya Paloh memiliki seorang anak bernama Prananda Surya Paloh. Surya Paloh ialah paman dari Reino Barack dan istrinya, artis dan penyanyi populer—Syahrini. 

Surya Paloh besar di Pematangsiantar, Sumatera Utara. Dan di sanalah kariernya sebagai pengusaha andal dimulai. Adapun Surya Paloh memulai perjalanannya sebagai pengusaha sejak dirinya masih remaja. 

Kini, Surya Paloh telah merajai bisnisnya yang menggurita, khususnya dalam media massa dan perhotelan bintang lima. Namun dulunya, pengusaha yang kini diketahui menjajal pula bisnis pertambangan dan perhotelan ini memulai semuanya dari nol. 

Sambil sekolah, siapa yang menyangka jika Surya Paloh pernah berdagang ikan asin, teh dan karung goni. Saat itu, ia membeli dari kedua orang sahabat sekaligus mentornya dalam ranah usaha. Ia pun lantas menjualnya kembali ke sejumlah kedai kecil serta perkebunan (PT Perkebunan Nusantara).

Awalnya, Surya Paloh berkiprah sebagai pengusaha di Medan dan sekitarnya. Namun belakangan, Surya Paloh pindah ke ibukota karena kegiatan politik dan bisnisnya.

Pendidikan Surya Paloh

Kilas balik ke tahun 1970. Terjun ke dunia politik sejak masih kuliah, Surya Paloh sudah malang melintang sebagai salah satu politikus Indonesia. 

Ya, setelah menyelesaikan SMA, Surya Paloh menimba ilmu di Fakultas Hukum USU (Universitas Sumatera Utara). Di sana, ia berkiprah dalam organisasi KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia) dan menjadi seorang pemimpin. Setelah organisasi itu bubar, Surya Paloh diketahui aktif menjadi Sekber Golkar. Ia pun aktif menjadi Koordinator Pemuda dan Pelajar.

Waktu itu, ia pun getol menggeluti bisnisnya. Ia bahkan lebih giat menjajal usaha di sektor lain, termasuk distribusi mobil dan perhotelan.

Namun sebagai imbasnya, kesibukan berbisnis dan berorganisasi tersebut membuat Surya Paloh tertinggal dalam urusan kuliahnya. Akhirnya, Paloh pun pindah ke FISIP UISU (Universitas Islam Sumatera Utara) di tahun 1972. Ia berhasil menyelesaikan kuliahnya dan mendapat gelar sarjana di tahun 1975.

Dari Pengusaha Katering Jadi Konglomerat Media

Setelah menetap di Jakarta, Surya Paloh mendirikan organisasi Putra-Putri ABRI. Organisasi ini merupakan cikal bakal dari Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) di Jakarta, 1978.

Melalui FKPPI, Surya Paloh kian unjuk gigi dan membawa pengaruhnya di Partai Golkar. Di masa itu, Paloh juga sempat mendirikan Surat Kabar Harian Prioritas pada Mei 1986. Namun, koran ini dicabut izinnya oleh pemerintah.

Memasuki 1989, Paloh tak hanya menghidupkan kembali Majalah Vista, ia pun menggandeng Yously Syah—pemimpin dan pemilik redaksi Media Indonesia. Paloh memboyong Media Indonesia ke Gedung Prioritas, dan ternyata mengalami perkembangan pesat.

Setelah era reformasi cukup mereda, Paloh mendirikan Metro TV, stasiun televisinya sendiri, di tahun 1999. Surya Paloh yang tadinya hanya dikenal sebagai pengusaha katering pun lantas naik level menjadi konglomerat media. 

Ikut Mengupayakan Kebebasan Pers di Indonesia

Di sepanjang sejarah Pers dan Jurnalistik Indonesia, Metro TV menjadi stasiun televisi pertama yang semua sajiannya adalah berita. Namun tak hanya itu saja pengaruh yang diberikan seorang Surya Paloh.

Ia ikut mengusung kebebasan pers di Indonesia saat era reformasi. Pers RI lantas mendapatkan kebebasannya setelah Permenpen Nomor 1/Per/Menpen/1984 dicabut Menpen Yunus Yosfiah di tahun 1998. 

Dengan dukungan teknologi fully digital, Metro TV yang berlambangkan kepala burung rajawali putih itu mencetak sejarah. Metro TV tercatat sebagai salah satu terobosan paling besar dalam dunia pertelevisian nasional.

Bisnisnya yang moncer bersama Metro TV dan Media Indonesia Group membuat Surya Paloh terbang makin tinggi. Ia melebarkan sayapnya dengan mengganyang sektor usaha lain dan mendirikan beberapa hotel, pusat perbelanjaan (Sun Plaza Medan) hingga beberapa perusahaan marmer.

Baca Juga: Menjajaki Karier Jurnalistik dan Politik Dahlan Iskan, Pendiri Jawa Pos Group

Kian Mantap Berkiprah sebagai Politisi RI

Surya Paloh pernah mengikuti konvensi capres dari Golkar pada tahun 2003. Saat itu ia bersaing dengan Wiranto, Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie, serta Prabowo Subianto. Akan tetapi, Paloh tergusur dari Golkar sewaktu Bakrie menjadi Ketum di tahun 2009.

Paloh lantas hengkang dari partai beringin dan menggagas Ormas Nasional Demokrat (NasDem) pada tahun 2010. Ketika itu ia mendirikannya bersama Sultan Hamengkubuwono X. Ormas itulah yang kini menjelma menjadi parpol NasDem. 

NasDem yang bergerak berlandaskan jargon Restorasi Indonesia menjadi parpol yang masuk 10 besar di pemilu 2014 lalu. NasDem saat itu mengantongi 6,72 persen suara. 

Kemudian pada pemilu 2019, NasDem memperoleh 9,05 persen suara. Perolehan tersebut membuat partai politik ini naik peringkat dan masuk lima besar yang mendapat suara terkuat di Tanah Air.

Dalam beberapa kesempatan, NasDem kerap mendukung pemenang pemilu. Sejumlah kader NasDem pun sudah duduk di kursi pemerintahan. 

Namun Surya Paloh belum pernah secara formal menduduki jabatan dalam pemerintahan. Sebaliknya, ia menjadi tokoh yang bergerak di belakang layar. 

Bisnis Surya Paloh

Surya Paloh mempunyai banyak sumber yang menghasilkan pundi-pundi uang. Bisnisnya yang menggurita tak hanya dibangun di ranah media massa dan pers. Tapi juga perhotelan, pertambangan, dan usaha katering. Berikut beberapa di antaranya:

Jenis Usaha

Keterangan

PT Indocater (Katering)

Surya Paloh juga mempunyai usaha katering yang bernaung di bawah Media Group. Bisnisnya di sektor industri makanan serta pelayanan katering ini bernama PT Indocater. Telah berdiri sejak tahun 1978, usahanya ini berfokus dalam menyediakan makanan katering untuk berbagai perusahaan besar.

Media Group Hospitality (Perhotelan)

Dalam sektor perhotelan, Surya Paloh mempunyai sejumlah hotel yang tersebar di kota-kota besar seluruh Nusantara. Selain memiliki InterContinental Bali Resort, Sheraton Media Hotel Jakarta, InterContinental Hotel Jimbaran, dan The Media Hotel and Tower, The Papandayan Hotel Bandung juga adalah kepunyaannya. Semua hotel tersebut beroperasi di bawah naungan Media Group Hospitality.

Pertambangan

Untuk pertambangan, Surya Paloh memiliki sejumlah bisnis atas nama PT Pusaka Marmer Indahraya (PUMARIN) yang mengelola marmer, PT Emas Mineral Murni yang mengendalikan emas, serta PT Surya Energi Raya yang bergerak di bidang minyak dan gas. 

Dalam bisnis minyak bumi dan gas, Media Group juga telah bekerja sama dengan PT China Sonangol Media Investment (CSMI) sejak tahun 2009.

Media Massa dan Pers

Media Group ialah bisnis pers dan jurnalistik yang beroperasi di bawah pengawasan Surya Paloh. Sebagai salah satu media paling besar di Indonesia, Media Group menaungi sejumlah anak perusahaan media berita online, media cetak dan siaran televisi, hingga bisnis percetakan.

Sukses Mengantongi Sejumlah Penghargaan

Surya Paloh (Sumber: www.jawapos.com)

Selama berkiprah sebagai pebisnis dan politisi, Surya Paloh telah mendapatkan beberapa penghargaan. Di tahun 2014, Surya Paloh mendapat gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professorship) dari Beijing Foreign Studies University, di Beijing, Cina. 

Pada tahun 2015, Surya Paloh mendapat Anugerah Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra dari Presiden RI. Kemudian di tahun 2019 ia mengantongi Lencana Bintang Astha Hannas berkat kontribusinya dalam visi misi Presiden RI Ir. Joko Widodo terkait revolusi mental.

Dan terbaru di tahun 2022 lalu, Surya Paloh menerima penganugerahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (H.C.) dari Universitas Brawijaya. Selain itu, ia merupakan anggota kehormatan dari perguruan pencak silat Merpati Putih.

Surya Paloh yang namanya selalu masuk daftar 100 orang terkaya RI ini juga mendapatkan penghargaan dari Sesepuh Sunda sebagai Warga Tatar Sunda dalam Festival Budaya Tatar Sunda di Alam Santosa, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga: Begini Cerita Sukses Bos Tajir MNC Group, Hary Tanoesoedibjo