Swing Trading Saham: Pengertian, Taktik, dan Cara Mengatasi Risikonya

Apakah kamu ingin mendapatkan keuntungan (capital gain) dari pasar saham, tetapi tidak punya waktu untuk memantau pergerakan grafik setiap menit seperti seorang scalper? Atau mungkin kamu merasa investasi jangka panjang terlalu membosankan?

Jika iya, maka Swing Trading adalah jawabannya.

Gaya trading ini sangat populer di kalangan pekerja kantoran atau pebisnis karena menawarkan keseimbangan antara fleksibilitas waktu dan potensi keuntungan jangka pendek-menengah. Mari kita bedah tuntas strategi ini agar portofoliomu makin hijau!

Apa Itu Swing Trading?


Swing trading adalah strategi untuk mengeruk keuntungan dengan cepat

Secara sederhana, Swing Trading adalah strategi jual-beli saham dengan tujuan mencari keuntungan dari ayunan harga (price swing) dalam rentang waktu beberapa hari hingga beberapa minggu.

Berbeda dengan day trader yang harus menutup posisi sebelum pasar tutup di hari yang sama, seorang swing trader akan menahan (hold) sahamnya selama tren kenaikan masih berlangsung. Kuncinya ada pada momentum. Kamu membeli saat harga terindikasi akan berayun naik (swing low) dan menjual saat ayunan harga mulai melemah atau mencapai target (swing high).

Poin Kunci:

  • Durasi: Harian hingga Mingguan (biasanya 3 hari s.d. 3 minggu).

  • Fokus: Analisis Teknikal (tren harga) dikombinasikan dengan sentimen pasar.

  • Cocok untuk: Karyawan, mahasiswa, atau siapa pun yang tidak bisa memantau pasar full-time.

Perbedaan Swing Trading vs Scalping vs Investasi

Agar lebih paham di mana posisimu, simak tabel perbandingan berikut ini. Tabel ini akan membantumu memilih gaya yang paling pas dengan profil risikomu.

Fitur Scalping Swing Trading Investasi (Investing)
Jangka Waktu Hitungan detik/menit Hari hingga minggu Bulan hingga tahun
Analisis Utama Bandarmology & Tape Reading Analisis Teknikal (Chart Pattern) Analisis Fundamental (Laporan Keuangan)
Pemantauan Wajib real-time (full monitor) Santai, cek berkala (pagi/sore) Sangat jarang (bulanan/kuartalan)
Target Profit Kecil tapi sering (1-3%) Menengah (5-20% per swing) Besar dalam jangka panjang (Bagger)
Tingkat Stres Sangat Tinggi Sedang Rendah

Taktik Swing Trading


Taktik swing trading

Taktik swing trader biasanya mengambil posisi hold dalam jangka waktu tertentu, yaitu harian, mingguan atau bulanan, untuk mengeruk keuntungan dari naik turunnya harga saham.  

Mereka mengidentifikasi tren di pasar, statistik saham dari sisi harga maupun volume yang diperdagangkan. Kemudian dalam waktu singkat melakukan jual atau beli saham.

Dari Cuan Kecil Jadi Besar


Fokus swing trading 

Dalam jangka pendek, cuan dari swing trading memang kecil. Mungkin 5% sampai 10% saja setiap minggu. Tetapi daripada rugi, lebih baik untung tips.

Toh kalau diakumulasikan, bakal signifikan juga keuntungan yang didapat. Inilah yang menjadi fokus swing trader.

Namun jangan salah, strategi swing trading sanggup mencetak keuntungan besar ketika harga saham tinggi di awal perdagangan.

Selanjutnya ditahan, karena mungkin saja harganya bisa melejit lagi. Atau jual sebagian saham, dan sisanya untuk jaga-jaga bila harga saham semakin naik.  

Indikator Wajib untuk Swing Trader Pemula

Seorang swing trader tidak menebak-nebak buah manggis. Keputusan beli dan jual didasarkan pada data dari grafik (chart). Berikut adalah indikator teknikal paling dasar namun powerful yang wajib kamu kuasai:

1. Moving Average (MA)

Ini adalah indikator sejuta umat. Kamu bisa menggunakan dua garis MA, misalnya MA-20 (rata-rata harga 20 hari) dan MA-50.

  • Sinyal Beli (Golden Cross): Saat garis MA periode pendek memotong ke atas garis MA periode panjang.

  • Fungsi: Mengidentifikasi arah tren, apakah sedang naik (uptrend) atau turun (downtrend).

2. Support dan Resistance

Bayangkan harga saham seperti bola yang memantul di dalam ruangan.

  • Support adalah lantai. Saat harga turun menyentuh level ini, ada potensi harga akan memantul naik kembali. Ini area beli yang ideal.

  • Resistance adalah atap. Saat harga naik menyentuh level ini, harga cenderung sulit menembus dan bisa berbalik turun. Ini area jual yang potensial.

3. Volume Transaksi

Grafik harga yang naik tinggi tanpa disertai volume yang besar seringkali adalah sinyal palsu (false break). Volume memvalidasi kekuatan tren. Pastikan saat harga naik, volume transaksi juga meningkat signifikan.

Risiko Swing Trading


Risiko swing trading dapat diminimalisir

Menjalani swing trading bagi pemain saham yang jago sekalipun tidak lepas dari risiko. Jika sampai salah menganalisis tren maupun harga saham, kamu bakal rugi besar.

Sudah borong banyak saham, ternyata harganya bukan malah naik, tetapi kian merosot. Ini akibat kamu salah menghitung. Analisa kamu tidak tepat.

Tetapi tenang saja, risiko swing trading ini bukan tidak bisa diminimalisir. Cara mengurangi dampak buruk swing trading:

  • Average Down

Average down adalah strategi investasi dengan melakukan pembelian secara bertahap ketika harga saham jatuh. Jadi seperti menggelontorkan duit lagi beli saham yang harganya merosot dari harga awal.

Kalau dipikir-pikir strategi average down bakal membuatmu rugi semakin besar bila saham yang dibeli, harganya terus jeblok. Akan tetapi, bila melihat sisi positifnya, bisa saja kelemahan ini dapat membalikkan keadaan harga saham kembali menanjak.

Jika ingin startegi average down berhasil pemilihan perusahaan yang tepat. Beli saham perusahaan dengan fundamental baik yang stabil dan punya peluang tumbuh cukup besar. Bukan sebaliknya, beli saham perusahaan yang sudah pasti rugi.

Sudah perusahaannya tekor, harga sahamnya terus terseret turun, dan kamu pun makin pusing.

  • Stop Loss

Ekspektasi atau prediksi seringkali tak seindah realita. Membayangkan bisa dapat keuntungan besar, tetapi ternyata ambyar.

Bila ketika menjalankan swing trading, kamu justru merugi, langsung saja stop loss. Membatasi kerugian dengan menerapkan nilai batasan harga terendah.

Stop Loss Buy untuk membatasi kerugian pada transaksi sell. Stop Loss Sell gunanya untuk membatasi kerugian pada transaksi buy.

Apakah Swing Trading Cocok untuk Kamu?

Jika kamu memiliki pekerjaan tetap namun ingin dana nganggurmu bekerja lebih keras daripada deposito, swing trading adalah metode yang paling masuk akal. Kamu tidak perlu stres memelototi layar, cukup lakukan analisis di malam hari atau akhir pekan, pasang pesanan jual-beli otomatis (automatic order) di aplikasi sekuritas, dan biarkan pasar bekerja.

Ingat, tidak ada strategi yang 100% anti-rugi. Mulailah dengan modal kecil untuk belajar mengenali pola pasar.

Sudah siap memulai perjalanan trading-mu? Yuk, buka rekening saham sekarang dan praktikkan strategi ini!