Tips Memilih Saham yang Benar Biar Gak Tekor

Ingin kaya raya? Investasi salah satu jalannya. Kamu dapat memilih investasi saham yang mampu memberi keuntungan besar.

Saat ini ramai fenomena pompom saham dari public figure. Awas, kalau tergiur dengan aksi ini, kamu bisa saja salah langkah. Bukannya untung, malah buntung.

Dalam investasi saham, sebaiknya lakukan analisis. Buat pemula, kamu dapat melakukan analisis fundamental, seperti membaca laporan keuangan perusahaan, dan lainnya.

Jadi jangan sampai membeli saham perusahaan yang tidak kamu kenali. Karena seperti kata Lo Kheng Hong, bursa saham tidak kenal belas kasihan.

Jika ingin investasi saham, begini cara memilih saham yang benar dan tepat supaya menghindari kerugian besar.

Baca Juga: Ekonomi Masih Sulit, Investasi Saham Lanjut Terus atau Tunda Dulu?

1. Perhatikan gerak harga sahamnya

Harga saham suatu perusahaan selalu berfluktuasi. Bergerak sewaktu-waktu, bahkan dalam hitungan detik.

Semakin banyak permintaan, harga sahamnya bisa kian melambung. Namun, kamu perlu waspada jika peningkatan harganya cukup drastis dan fantastis.

Misalnya, pembukaan saham hari ini, harga saham A Rp 200 per lembar. Tetapi pas penutupan sesi I, melonjak menjadi Rp 500 per lembar. Kemudian penutupan sesi II, naik lagi menjadi Rp 1.000 per lembar.

Pergerakan saham seperti ini sudah tidak wajar. Sebaiknya kamu hindari. Biasanya saham yang terkena Auto Reject Atas (ARA) atau Auto Reject Atas (ARB) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat cepat berubahnya.

Untuk pemula, sebaiknya hindari saham auto reject. Apalagi sudah masuk daftar UMA (Unusual Market Activity) atau saham yang bergerak di luar kewajaran.

Termasuk bila saham tersebut tidak likuid. Ciri-cirinya antrean bid dan offer sedikit. Kamu bisa cek di situs resmi BEI untuk mengetahui saham mana saja yang masuk daftar UMA.

2. Amati perubahan volume perdagangannya

Saham yang harganya meningkat drastis akan diiringi perubahan volume perdagangan yang signifikan pula.

Yang harus diwaspadai adalah ketika sahamnya mendadak populer dalam beberapa hari terakhir. Banyak diburu sahamnya, misalnya akibat pompom saham atau sentimen lain.

Jika indikasinya seperti ini, ada kemungkinan kalau saham tersebut sedang dipermainkan investor pemodal besar. Bandar juga bisa. Dari harga yang sebelumnya tinggi, kemudian tiba-tiba anjlok.

Untuk itu, hati-hati saat membeli saham. Jangan mudah tergiur karena harganya murah saja, tapi perhatikan kredibilitas sahamnya juga.

Baca Juga: Mau Investasi Cuan di 2021? Buruan Serok Saham Pilihan Ini

3. Laba yang dicetak perusahaan

Naik turunnya volume perdagangan suatu saham biasanya akan memengaruhi laba atau keuntungan sebuah perusahaan. Sayangnya, ini tidak terjadi.

Kondisi seperti ini mengindikasikan kalau perusahaan tersebut tidak memiliki fundamental yang bagus. Terutama dilihat dari laporan keuangannya.

Tips Memilih Saham yang Benar dan Tepat


Tips memilih saham yang benar dan tepat

  • Kenali perusahaan dan kinerjanya

Beli saham jangan karena hasutan, bujukan, rayuan, atau karena ikut-ikutan orang lain. Ini sama saja seperti beli kucing dalam karung.

Tetapi belilah saham lantaran kamu telah mengenali perusahaan dan reputasi pemiliknya. Semua itu dilakukan dengan cara analisis.

Di cek, yang punya siapa, laporan keuangannya masuk akal gak. Dalam laporan keuangan, dibedah lagi, misal utangnya wajar gak, valuasinya murah atau mahal, return on equity (ROE) atau tingkat pengembalian investasi minimal 15% atau kurang, dan lainnya.

Dengan begitu, beli saham pakai otak, bukan nafsu. Sehingga hasilnya pun jelas dan maksimal. Gak cuma 5% atau 10% saja, tetapi ratusan sampai ribuan persen.

  • Beli saham yang masuk indeks tertentu

BEI merilis beberapa indeks daftar saham sesuai karakteristiknya. Tujuannya agar investor lebih mudah memilih saham.

Misalnya Indeks LQ45. Berisi daftar 45 saham pilihan atau unggulan. Selain itu, ada indeks lain seperti IDXQ30, Kompas100, Pefindo 25, dan lainnya.

Saham-saham yang masuk dalam indeks daftar saham biasanya lebih terpercaya, dan terbukti menjanjikan keuntungan.

Baca Juga: Harga Saham Anjlok? Investor Tak Perlu Panik, Ini 6 Tips Hadapi Saham Turun

  • Lakukan analisis

Sebelum membeli saham, kamu bisa melakukan dua analisis. Pertama analisis teknikal, kedua analisis fundamental.

Analisis fundamental mengacu pada pendekatan kondisi politik, ekonomi, serta tren usaha. Kamu bisa melihatnya melalui laporan keuangan perusahaan atau emiten

Analisis teknikal menggunakan pergerakan pendekatan saham pada rentang waktu tertentu, termasuk harga dan fluktuasi, serta informasi titik tertinggi dan titik terendah saham. 

  • Pantau tren harga saham

Dalam hitungan menit, bahkan detik, harga saham bisa berubah. Banyak faktornya, ada eksternal maupun internal. Jadi, rajin-rajinlah mengamati pergerakan dan tren harga saham agar kamu tahu ke mana arahnya.

Luangkan waktu membaca atau menonton berita seputar pasar modal, agar kamu dapat selalu memperoleh informasi terbaru mengenai harga saham dan trennya, serta memaksimalkan keuntungan dari bermain saham.

Pahami Dulu, Baru Investasi

Sebelum terjun investasi saham, kamu harus paham dulu risikonya. Investasi saham memang mampu memberi keuntungan besar, namun sepadan dengan risikonya.

Mulai dari risiko rugi akibat penurunan harga sampai risiko likuidasi jika perusahaan bangkrut. Kalau sudah paham dan siap menanggung risiko apapun yang terjadi, barulah mantapkan investasi.

Gak usah langsung modal gede. Mulai dulu dari modal kecil, beli satu atau dua lot saham. Begitu sudah tahu strateginya, baru hajar banyak biar jadi miliarder.

Baca Juga: Cara Melihat Saham Mahal atau Murah, Cukup dengan Satu Cara Mudah Ini