Waspada! Jangan Sampai Broker Forex Lakukan Ini

Perdagangan Berjangka Komoditi atau kerap disebut Perdagangan Berjangka merupakan salah satu jenis investasi yang dianggap memiliki peluang imbal hasil menarik. 

Ketika memutuskan untuk memilih Perdagangan Berjangka sebagai opsi investasi, tentunya tujuan utama investor adalah mendapatkan profit. Akan tetapi, ada sejumlah hal yang perlu dipahami para investor agar investasi yang dilakukannya benar-benar memberikan profit sesuai yang diharapkan. Berikut ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Perbedaan Forex dan Cryptocurrency, Biar Gak Salah Investasi!

Hal yang Harus Dipahami Sebelum Berinvestasi Forex

Forex

  1. Status Legalitas dari Broker Forex

    Investor tidak bisa secara langsung berinvestasi, tetapi harus melalui perantara pialang atau broker forex. Untuk itulah, hal wajib pertama yang investor perlu pahami sebelum memutuskan untuk berinvestasi adalah mencari tahu status legalitas dari broker forex tersebut.

    Tak sedikit pialang luar negeri yang menyebutkan jika mereka sudah mengantongi izin usaha trading yang dikeluarkan oleh otoritas dari negaranya. Padahal, Indonesia sudah menerapkan aturan dengan jelas, yakni, siapa saja yang menawarkan produk terkait trading forex dan semacamnya harus lebih dulu memperoleh izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti.

    Oleh sebab itu, jika belum mengantongi izin dari Bappebti, maka broker asing yang menjalankan usahanya di Indonesia memiliki status ilegal. Hal ini tentu bisa sangat merugikan siapapun yang berniat menjadi calon investornya.

  2. Alamat Kantor Berizin Resmi

    Selain legalitas dan izin dari Bappebti, status izin lokasi atau alamat kantor perusahaan jasa forex juga perlu dipastikan. Pasalnya, banyak ditemukan oknum perusahaan forex nakal di Indonesia. 

    Di mana mereka tidak mempunyai izin untuk kantor cabangnya, namun tetap berani menjalankan aktivitas perdagangan forex. Hal ini wajib diwaspadai oleh para investor agar hal-hal negatif yang tak diinginkan dapat dihindari.

    Untuk mengetahui apakah alamat kantor tersebut telah berizin resmi atau belum, calon investor bisa melakukan verifikasi secara langsung, yakni dengan mengakses informasinya di laman resmi www.bappebti.go.id.

  3. Transaksi Forex Tercatat Secara Legal

    Hal lainnya yang juga tak kalah penting untuk diperhatikan adalah transaksi yang dilakukan benar-benar tercatat di Kantor Bursa Berjangka. 

    Di Indonesia sendiri terdapat dua Bursa Berjangka yang diakui, yakni PT Bursa Berjangka Jakarta atau BBJ dan PT Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (BKDI). 

    Kedua Bursa Berjangka tersebut menjadi tempat yang mengakomodasi segala jenis transaksi forex, indeks saham, dan komoditas dari para broker di Indonesia.

    Saat bertransaksi melalui broker, investor perlu memastikan jika transaksi yang mereka lakukan benar-benar sudah tercatat di database Bursa Berjangka. Supaya nantinya pihak investor bisa memperoleh jaminan yang dikeluarkan oleh Lembaga Kliring.

    Setiap transaksi yang telah tercatat di database BBJ dapat diverifikasi dengan mudah melalui SITNA atau Sistem Informasi Transaksi Nasabah. Sementara transaksi di BKDI dapat diverifikasi melalui CITRA atau Clearing Information of Trade.

  4. Transparansi Biaya Transaksi (Spread)

    Selanjutnya, biaya transaksi juga perlu menjadi perhatian. Pasalnya, kebanyakan broker kurang terbuka atau transparan saat menawarkan biaya transaksi yang minim, bahkan nol. Namun margin atau spread untuk jual belinya terbilang tak masuk akal sehingga ketika dihitung secara global, biaya transaksinya jadi jauh lebih tinggi.

  5. Biaya Swap yang Tak Seharusnya

    Hal penting lainnya yang juga perlu diperhatikan adalah terkait beban biaya swap yang tak seharusnya. Swap merupakan biaya yang dibebankan ketika order milik investor masih “stay” di pasar. Di mana order tersebut masih terbuka hingga melampaui batas waktu yang ditentukan.

    Menurut pakar, dalam PBK terdapat dua kategori produk yang bisa ditawarkan, yakni menggunakan Futures atau Spot.

    Produk Futures memiliki umur kontrak tersendiri, tapi tidak akan menimbulkan swap. Sementara, produk Spot umumnya tidak memiliki umur kontrak, jadi bisa dipertahankan cukup lama, namun bisa menimbulkan swap.

    Adapun besar kecilnya biaya swap sangat dipengaruhi tingkat suku bunga masing-masing negara. Sehingga nilainya tidak menentu dan swap yang harus dibayarkan tergantung posisi yang dimiliki investor.

    Untuk produk investasi yang diperdagangkan dengan cara Spot, kebanyakan adalah emas dan forex. Sementara yang diperdagangkan dengan cara Futures adalah minyak mentah dan indeks saham.

    Ketika calon investor tidak memahami hal ini, oknum pialang nakal bisa saja membebani mereka dengan biaya swap untuk produk investasi yang berbasis Futures

    Selain itu, saat perbedaan tingkat suku bunga antar dua negara sangat lebar, maka dalam trading forex salah satu posisinya bisa memperoleh swap tersebut. Namun oknum pialang nakal mungkin saja akan tetap membebankan swap pada investor.

  6. Perhatikan Setoran Dana di Rekening Terpisah

    Terakhir, perhatikan setoran wajib ke akun rekening terpisah atau segregated account. Akun rekening ini digunakan sebagai wadah untuk menampung semua setoran dana para nasabah. Di mana, rekening tersebut pun tidak dapat diakui sebagai aset atau harta Pialang Berjangka.

    Jenis rekening terpisah ini digunakan demi melindungi kepentingan investor. Misalnya saja ketika pihak broker belakangan mengalami masalah, nantinya rekening terpisah tersebut tidak dapat disita atau diambil alih oleh kreditur.

    Tak sampai di situ, jika pihak broker melakukan penarikan dana dari akun rekening terpisah tersebut, maka akan ada sanksi pidana yang akan menjeratnya.

    Saat ini, regulasi di Indonesia mewajibkan 70 persen dana di rekening terpisah penyimpanannya berada di Lembaga Kliring. Hal ini untuk lebih melindungi dana nasabah dan meningkatkan keamanannya.

    Permasalahan sering kali muncul ketika pihak broker meminta nasabah melakukan penyetoran dana bukan ke akun rekening terpisah. Hal ini tentu akan menimbulkan banyak kerugian bagi investor yang ingin berinvestasi.

    Saat ini, calon investor bisa melakukan verifikasi atas rekening terpisah dengan mudah melalui laman resmi Bappebti di www.bappebti.go.id.

Baca Juga: Sukses Jalani Forex Trading, Berikut Tipsnya Bagi Trader Pemula

Pahami dan Pelajari Terlebih Dahulu

Peluang imbal hasil yang tinggi menjadi salah satu daya tarik trading forex bagi investor, terutama pemula. Namun, alih-alih hanya tergiur iming-iming keuntungan, ada baiknya untuk mempelajari bagaimana cara kerjanya dan poin pentingnya sebelum mulai menginvestasikan modal di tangan.

Saat ini ada banyak informasi yang bisa diperoleh dengan mudah terkait trading forex. Jadi, jangan buru-buru membuat keputusan tanpa pertimbangan yang matang. Semoga bermanfaat!

Baca Juga: Cara Ampuh Menjadi Trader Forex Sukses dan Deretan Trader Forex Terkaya di Dunia Sebagai Inspirasi