Awas! Ini 5 Modus Penipuan yang Sering Terjadi di ATM

Dalam dunia perbankan sebuah pelayanan merupakan faktor yang penting dalam menarik minat nasabahnya. Nasabah pada umumnya akan memilih bank yang memiliki tingkat pelayanan yang baik dan memuaskan.

Jenis pelayanan yang diberikan oleh pihak bank kepada nasabahnya tidak hanya sekadar dari pelayanan teller dan customer service saja tetapi juga meliputi berbagaihal seperti keanekaragaman produk bank, jangkauan luas mesin ATM  hingga fasilitas akses perbankan secara online. 

Menyoal Automated Teller Machine atau yang sering disebut dengan ATM, atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Anjungan Tunai Mandiri. ATM  bank telah lama hadir dan dikenal masyarakat luas untuk mengambil sejumlah uang yang tersimpan di rekening bank.

Sekilas tentang sejarah ATM 

Ternyata ATM  dikembangkan oleh Luther George Simjian pada tahun 1939. Pada tahun tersebut Luther mendirikan ATM di City Bank yang terletak di New York. Alat elektronik ini diberikan oleh pihak bank kepada pemilik rekening, yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi secara elektronik seperti mengecek saldo, mentransfer uang dan juga mengambil uang tanpa perlu dilayani seorang teller.  

Di samping penggunaannya yang mudah dan praktis tidak hanya untuk mengambil sejumlah uang saja, ATM juga digunakan untuk membantu berbagai kegiatan yang berhubungan dengan perbankan lainnya seperti melakukan transfer dan hanya untuk sekedar membayar tagihan bulanan.

Bisa dibilang, ATM sangat membantu masyarakat dan memberikan solusi praktis bagi nasabah bank. Berikut manfaat dan fungsi ATM untuk melayani berbagai transaksi perbankan, antara lain: 

  • Kemudahan penggunaan jasa perbankan
  • Keleluasaan dalam waktu pelayanan
  • Kecepatan dan ketepatan dalam pelayanan
  • Keamanan dalam hal pelayanan
  • Keanekaragaman yang di dapat dalam berbagai jenis pelayanan

Dengan seiring berkembangnya teknologi segala sesuatu yang diciptakan untuk membantu kegiatan manusia itu sendiri agar segalanya berjalan dengan cepat tanpa menyita waktu yang lebih banyak.

Namun, dewasa ini dengan hadirnya segala kecanggihan tersebut, ATM juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab guna meraup keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa melihat kondisi perekonomian orang tersebut alias tak pandang bulu.

Bahkan tidak sedikit dengan modus penipuan yang menargetkan ATM sebagai sasarannya, banyak orang terancam gulung tikar usaha bisnis yang ditekuninya itu karena dana yang diperuntukkan modal usahanya tadi hilang begitu saja dengan jumlah sangat besar.

Ada beberapa modus penipuan perbankan yang tidak lazim digunakan oleh penipu. Mengenali modus penipuan ini akan lebih membantu anda mengetahui jika ada sesuatu yang tidak wajar pada ATM yang Anda gunakan.

Berikut ulasan dari cermati.com tentang modus penipuan ATM, ketahui dan hindari agar Anda tak jadi korban. 

Baca Juga: Ngeri Penipuan Online Berkedok Unggah Foto Selfie dan KTP, Kenali 7 Cirinya

1. Modus Bobol ATM dengan Cara Hipnotis  

Hipnotis 

Modus penipuan dengan teknis hipnotis ini sangat familiar di kalangan masyarakat. Sudah ada banyak korban berjatuhan. Anda tentu harus waspada dan berhati-hati saat melakukan transaksi di ATM. 

Cirinya, pelaku biasanya menawarkan sesuatu kepada korban. Misalnya menawarkan bantuan apabila terjadi sesuatu dengan korban saat di depan mesin ATM. Salah satunya dengan menarik kartu yang tersangkut di mesin ATM.

Modus hipnotis ini mungkin saja terjadi jika korban bersentuhan dengan penipu, misalnya seperti di tepuk atau pun bersalaman. Hingga pada akhirnya membuat korban menjadi kebingungan dan tidak menyadari dengan kondisi yang telah terjadi bahwa kartu ATM yang dimilikinya telah ditukarkan dengan kartu buatan atau dengan yang palsu. Setelahnya, penjahat akan menguras uang korban dengan kartu ATM yang asli. 

Sebisa mungkin hindari memilih lokasi mesin   ATM di tempat-tempat sepi maupun tempat yang tidak terawat, tidak ada penjaga dan lain sebagainya. Tempat-tempat ini berpotensi menjadi sasaran penjahat. Anda harus senantiasa waspada ketika akan melakukan transaksi di ATM. Jangan mudah percaya dengan orang lain apalagi orang yang tiba-tiba menawarkan bantuan ke Anda, bisa jadi Anda sudah menjadi incaran mereka. 

Baca Juga: Waspadai 6 Modus Penipuan Minta Data Transaksi dan Info Pembayaran Kartu Kredit

2. Mengganjal dan Modus Lem di ATM 

Ilustrasi Meletakan Sesuatu Pada Slot Kartu 

Modus penipuan ATM ini juga masih sering terjadi. Modus kejahatannya adalah dengan meletakkan sesuatu (batang korek api atau tusuk gigi) pada slot kartu ATM yang akan mengakibatkan kartu ATM terperangkap di slot tersebut.

Pada saat bersamaan pula pelaku mulai melancarkan aksinya, dengan cara berpura-pura menawarkan pertolongan terhadap korban yang menjadi targetnya untuk mengeluarkan kartu ATM yang tersangkut tadi.

Korban biasanya akan langsung meninggalkan ATM untuk mencari bantuan di dalam. Lalu bisa jadi penipu telah mengawasi korban saat memasukkan PIN akan melancarkan aksinya.

Penipu akan melepaskan kartu dari perangkap yang dibuatnya, lalu memasukkannya lagi beserta PIN yang benar untuk mengambil sejumlah uang pada kartu tersebut atau penipu bisa berpura-pura membantu korban dengan mengeluarkan kartu dan menyuruh pihak korban untuk mencoba memasukkannya lagi sambil mengecek PIN.

Terkini, tahun 2020 ini modus penipuan ATM menggunakan lem di mesin  ATM sehingga uang tidak keluar. Orang akan mengira ATM rusak sehingga kartu ATM / uang tidak keluar, padahal dari jauh pencuri akan datang dan melepaskan lem-nya lalu melancarkan aksinya.

Dilansir dari cnnindonesia.com, dua pembobol ATM di Semarang, Jawa Tengah berhasil ditangkat. Modusnya yakni memasang lem pada slot kartu sehingga kartu ATM menempel dan pemilik / korban menduga kartu tertelan. Pencuri berhasil meraup Rp100 juta dari modus memasang lem di mesin ATM ini. 

3. Modus Menggunakan Alat Skimming  

Hati-hati Dengan Alat Skimmer di ATM 

Modus yang dilakukan satu ini tergolong sangat canggih, karena untuk melancarkan aksinya dengan menggunakan sejumlah peralatan. Misalnya seperti alat pemindai magnetik yang biasa disebut dengan skimmer, dudukan slot di mesin ATM, dan dengan menggunakan bantuan perangkat kamera.

Begitu calon korban melakukan kegiatan bertransaksi otomatis data yang dimiliki korban tercatat melalui alat pemindai tersebut. Dengan begitu penipu bisa mudahnya mengakses data ATM yang dimiliki korbannya tadi. Kemudian langkah selanjutnya untuk mengamankan data yang telah berhasil dicuri dari pihak korban, dimasukkan ke dalam kartu palsu buatannya sendiri dan digunakan untuk melakukan transaksi.

Baca Juga: Tindak Kejahatan Phishing Makin Marak, Ini Cara Menghindarinya

4. Nomor Call Centre Palsu

Ilustrasi Nomor Call Center Palsu 

Modus kejahatan call center palsu ini juga masuk dalam modus kejahatan phishing. Tekniknya, penipu menempelkan selembaran informasi berupa nomor panggilan darurat atau nomor call center bank (nomor palsu) untuk laporan nasabah. Pertama-tama, pelaku terlebih dahulu memastikan jika mesin ATM dalam kondisi rusak atau sengaja dibuat rusak sebelumnya.

Sehingga kondisi semacam itu bisa membuat kartu ATM korban tertahan di dalam mesin. Pada akhirnya korban yang merasa panik akan langsung menghubungi call center yang telah ditempel oleh penjahat. Kemudian saat di korban melakukan panggilan telepon, maka pelaku akan mengarahkan korban untuk menuruti segala instruksi perintahnya.

Dalam keadaan panik dan tidak sadar serta ditakut-takuti oleh penjahat yang mengatasnamakan dirinya dari pihak customer center bank, maka korban akan menuruti apa saja yang dikatakan oleh si penipu. Misalnya, penipu akan menanyakan berapa PIN ATM korban, apa nama username maupun password internet banking hingga kode OTP kepada korban. 

5. Modus Tukar Uang

Cara yang satu ini juga sering digunakan oleh penipu kejahatan ATM . Yakni, berpura-pura memerlukan bantuan dari calon korban dengan cara memohon kepada korbannya untuk mentransfer sejumlah uang yang dimintanya ke sebuah rekening. Sebagai gantinya, penipu akan menyerahkan uang tunai kepada korban sebagai pengganti dengan nominal yang sama. Namun kenyataannya uang tunai yang hendak digunakannya ternyata adalah uang palsu.

Baca Juga : Kartu Kredit Hilang dan Dipakai Orang? Ini Solusinya

Tips Aman Transaksi di ATM 
  • Pilih lokasi ATM dimana mesin ATM terlihat terawat dan tidak terlalu ramai. Hindari lokasi ATM yang sepi atau tidak terawat dan tidak ada pengawas sama sekali. 
  • Jangan pernah membagikan data-data pribadi (username, password, kode OTP, PIN  ATM, kode CVV, nomor kartu kredit, foto selfie KTP /NPWP, nama ibu kandung, dan lain sebagainya). Jika data-data pribadi sudah Anda bagikan ke penipu, uang di rekening Anda bisa dikuras habis. 
  • Segera laporkanlah apabila ada transaksi yang janggal di rekening Anda. Laporkan dengan cara telepon ke nomor call center bank resmi atau datang langsung ke bank agar kartu kredit atau debit Anda dapat dibekukan sementara waktu. 
  • Jika Anda sudah tertipu, segera laporkan penipuan tersebut ke pihak berwajib meskipun kerugian yang Anda alami belum tentu terlacak.
  • Berilah himbauan peringatan kepada orang terdekat Anda senantiasa berhati-hati agar modus penipuan ATM tidak terjadi kepada mereka.
Selalu Waspada Saat Bertransaksi di ATM

Dengan mengetahui 5 modus penipuan di atas sekiranya dapat membantu Anda lebih waspada dan berhati-hati lagi saat melakukan transaksi perbankan. Baik melalui mesin ATM atau juga online banking, karena dengan berhati-hati dapat meminimalisir terjadinya penipuan terhadap Anda. 

Baca Juga: Waduh, Spear Phishing Merajalela! Ini Lho 3 Modus Phishing dan Tips Menghindarinya