Waspadai 6 Modus Penipuan Minta Data Transaksi dan Info Pembayaran Kartu Kredit

Kartu kredit adalah salah satu alat pembayaran yang paling populer dan sering digunakan masyarakat. Praktis, mudah, banyak promo dan cashback membuat keuangan bisa jadi lebih hemat selama bijak menggunakannya.

Apalagi saat ingin belanja dalam jumlah besar tapi uangnya masih kurang, atau lagi kepepet gaji sudah habis, kartu kredit bisa menjadi penyelamat untuk tetap bisa belanja kebutuhan hidup dan gaya hidup.

Tak dipungkiri adanya beragam benefit tersebut membuat banyak pengguna kartu kredit menjadikannya sebagai alat pembayaran utama. Namun, dibalik beragam manfaat transaksi cashless, pengguna kartu kredit sering menjadi incaran penipuan online.

Tidak sedikit kasus penipuan kartu kredit terjadi. Modusnya beragam, seperti modus minta data transaksi dan info pembayaran kartu kredit.

Bahaya apabila data transaksi dan info pembayaran kartu kredit bocor

Hal penting yang harus Anda ketahui adalah apabila penipu/peretas telah mendapatkan info kartu kredit berupa data transaksi dan pembayaran terakhir kartu kredit, maka data-data tersebut bisa digunakan oleh peretas sebagai alat validasi kepemilikan akun bank ataupun fintech, sehingga hacker bisa leluasa takeover akun kartu kredit Anda.

Pasalnya, apabila kita ada urusan seputar perbankan, pastinya Anda akan bertanya dengan cara menghubungi call center bank resmi, lalu mereka akan bertanya kepada Anda pertanyaan seputar nomor kartu kredit hingga kapan transaksi pembayaran terakhir dilakukan guna memverifikasi data Anda.

Jadi kini Anda harus waspada, kalau semisal ada telepon yang mengatasnamakan bank/fintech menghubungi Anda duluan dan minta data-data pribadi (termasuk data transaksi terkini) itu adalah penipuan. 

Oleh sebab itu, kita perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang modus penipuan maupun cara-cara menjaga data-data pribadi yang sifatnya rahasia. Data-data pribadi tersebut seperti foto selfie KTP, NPWP, nomor kartu kredit, nomor CVV (card verification value), kode OTP (one time password), nama ibu kandung, dll.

Lalu, apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari rayuan maut penipu online kartu kredit?

Simak tips lengkapnya dari cermati.com berikut ini:

1. Tidak Memberikan Informasi Transaksi Terakhir Kartu Kredit

transaksi terakhir kartu kredit

Jangan mudah percaya ketika dihubungi oleh penelpon tidak dikenal lalu mengaku dari pihak bank, fintech, provider telepon seluler, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) ataupun Bank Indonesia.

Umumnya modus via telepon ini sering dilakukan. Penipu akan menanyakan transaksi terakhir kartu kredit Anda seolah-olah mereka adalah dari pihak resmi. Mereka akan mengatakan memerlukan data Anda untuk keperluan update/ pembaruan sistem agar kartu kredit tidak terblokir.

Selain itu jebakan lainnya adalah iming-iming hadiah atau situasi darurat palsu seperti pembayaran gagal dan sebagainya. Jelas, hal ini merupakan penipuan phishing dengan teknik social engineering via telepon.

Tips: Jangan melayani obrolan ini, langsung saja tutup teleponnya, blokir nomor tersebut jika diperlukan. 

Ada banyak korban tak mengetahui hal ini, dan mereka percaya saja dengan apa yang dikatakan penipu. Akhirnya, secara tidak sadar memberikan informasi data-data pribadi mereka seperti nomor kartu kredit, CVV dan OTP.

Baca Juga:  Waduh, Spear Phishing Merajalela! Ini Lho 3 Modus Phishing dan Tips Menghindarinya

2. Jangan Memberikan Informasi Pembayaran Terakhir

pembayaran terakhir kartu kredit

Memberikan informasi pembayaran terakhir kartu kredit akan membuat pelaku bisa melacak informasi kartu kredit Anda. Biasanya pelaku akan menanyakan pembayaran terakhir secara detail seperti buat membeli atau membayar apa, dimana, hari apa, tanggal berapa, jumlah berapa sampai jam berapa.

Dengan informasi sedetail ini kesempatan pelaku pun semakin besar untuk mengetahui informasi lainnya dari kartu kredit Anda, seperti nomor kartu kredit bahkan sampai pin kartu kredit. Atau bisa saja informasi ini digunakan lagi untuk penipuan dengan teknik lainnya untuk menelpon Anda dengan nomor yang berbeda.

3. Jaga Informasi Kartu Kredit

informasi kartu kredit

Informasi kartu kredit yang harus dijaga dengan baik adalah nomor kartu kredit yang berjumlah 16 digit pada bagian depan kartu kredit, CVV yaitu 3 angka terakhir yang ada pada belakang kartu kredit, kode OTP (one time password) dan tanggal kadaluarsa / expired kartu kredit (ada di bawah nomor kartu kredit pada bagian depan kartu kredit).

Tips: Jangan pernah bagikan nomor kartu kredit, CVV, PIN dan OTP kepada siapapun.

Jika informasi ini diketahui pihak yang tidak bertanggung jawab akan sangat bahaya. Kartu kredit Anda bisa dikuras habis limitnya oleh penipu online dan Anda harus menanggung beban membayar cicilannya.  

Pahami info dasar seperti 9 digit terakhir dari kartu kredit Anda adalah angka khusus yang digunakan pihak bank untuk mengidentifikasi pemilik kartu. 

Sedangkan CVV adalah kode keamanan rahasia yang fungsinya juga sebagai nomor otorisasi manual untuk kartu supaya bisa melakukan transaksi. Jangan pernah juga berikan PIN kartu kredit kepada siapapun termasuk orang terdekat, agar tidak sembarangan digunakan. Kode OTP juga harus dirahasiakan karena kode OTP bisa berkaitan dengan internet atau mobile banking Anda.

Selain itu, kerahasian nama ibu kandung juga sangat penting. Nama ibu kandung digunakan sebagai cara untuk bank mengidentifikasi nasabahnya dan biasanya ditanyakan untuk kebutuhan memblokir kartu kredit atau debit yang hilang.

Baca Juga: Tindak Kejahatan Phishing Makin Marak, Ini Cara Menghindarinya

4. Waspada Terhadap Penipuan yang Mengatasnamakan Bank ataupun Cermati

voice phishing

Pihak bank tidak akan menanyakan nomor kartu kredit, CVV, OTP, transaksi dan pembayaran terakhir kartu kredit. Sebab, tentu saja pihak bank sudah memiliki data tersebut dan catatan secara lengkap mengenai segala transaksi yang dilakukan setiap nasabahnya.

Waspadai modus penipuan dari oknum yang sudah mendapatkan data diri Anda di black market, jadi penipu ini bisa jadi telah memiliki data pribadi korban (misalnya, email, nama lengkap, nomor KTP/NPWP).

Jadi si penipu ini akan menyebutkan data-data tersebut, seolah-olah penipu ini memang dari pihak resmi (bank/OJK/BI/Cermati.com atau perusahaan lainnya) karena ada data-data informasi korban.

Ketahui bahwa Cermati.com tidak pernah menanyakan informasi yang sifatnya rahasia seperti CVV, OTP, PIN dan lain sebagainya kepada siapapun. Jadi jika Anda tiba-tiba menerima telepon dari orang yang mengaku dari Cermati.com lalu meminta informasi tersebut dengan iming-iming rewards atau cashback, itu adalah penipuan.

Tips:  Langsung tutup telepon dari penipu. Jangan pernah membagikan data dan informasi kartu kredit yang sifatnya rahasia. Jangan mudah tergiur juga dengan rayuan gombal penipu seperti hadiah ratusan juta atau ditakut-takuti kartu kredit akan terblokir jika tak memberikan data-data yang diminta.

5. Hati-Hati dengan Modus Pembayaran Tagihan Kartu Kredit

email phishing

Jika ada penelpon yang menagih pembayaran kartu kredit tapi meminta informasi kartu kredit seperti nomor kartu kredit/ CVV/OTP maka jangan diberikan dan langsung tutup telponnya.

Hal ini juga berlaku ketika Anda menerima pesan email ataupun via SMS/WhatsApp dari pihak yang mengatasnamakan bank tapi alamat emailnya palsu.

Jadi ingat ya, pihak bank selalu mengirimkan tagihan pembayaran kartu kredit ke email dan tidak pernah meminta Anda mengirimkan data-data pribadi apapun.  

Tips: Ketika ada telepon tak dikenal, lalu mengarah ke permintaan data kartu kredit jangan dilayani. Tutup telepon tersebut. Lalu apabila menerima email dari bank cek, email tersebut apakah resmi atau tidak. Jangan pernah mengirimkan data seperti foto selfie dengan KTP/NPWP, kode OTP, CVV dan nomor kartu kredit.

Zaman now serba digital, pihak bank tidak akan menelpon untuk menagih atau melaporkan tagihan kartu kredit. Jika Anda terlambat menerima tagihan kartu kredit tapi belum ada pemberitahuan, hubungi customer service bank penerbit dengan nomor yang tercantum di website resminya.

Baca Juga: Ngeri Penipuan Online Berkedok Unggah Foto Selfie dan KTP, Kenali 7 Cirinya

6. Jangan Meminjamkan Kartu Kredit ke Orang Lain

memberikan kartu kredit ke orang lain

Lebih baik Anda juga waspada dengan hal ini dan jangan pernah meminjamkan kartu kredit ke orang lain. Hal ini juga berlaku untuk orang-orang terdekat juga. Bisa saja penipu mengintai orang terdekat dan tak sadar memberikan data-data kartu kredit Anda.

Tips: Walaupun orang terdekat tersebut bisa dipercaya, lebih baik jangan pinjami kartu kredit ya. Jadi hindari meminjamkan kartu kredit ke keluarga atau teman tanpa pengawasan langsung. Jangan pernah juga bagikan nomor PIN kartu kredit kepada siapapun.

Selain itu berikan edukasi kepada mereka pentingnya menjaga data-data pribadi agar tak jadi korban penipuan online.

Lebih Waspada dan Jangan Lupa Rajin Ganti PIN Kartu Kredit

Berhati-hati itu perlu agar tak jadi korban. Ingat ada banyak korban penipuan kartu kredit karena mereka tidak mengetahui modus-modus penipuan, mudah percaya omongan manis penipu hingga cuek tak menjaga data-data pribadi yang sifatnya rahasia.

Jadi mulai hari ini, jangan lagi meremehkan penipuan online sebab hal ini bisa mengincar kepada siapa saja. Selalu waspada! Lindungi data-data pribadi kartu kredit seperti CVV, PIN, tanggal expired kartu kredit, kode OTP, nomor KTP dan ibu kandung. Jangan lupa juga untuk rutin mengganti PIN kartu kredit minimal per 6 bulan sekali agar aman.

Baca Juga: Waspadai 7 Modus Penipuan Online Zaman Now dan Cara Menghindarinya