Bayar Tunai vs Kredit, Lakukan Pertimbangan Ini Sebelum Memutuskan

Manusia modern semakin hari semakin dihadapkan pada kompleksnya kehidupan. Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap needs atau kebutuhan untuk survive serta memenuhi gaya hidup yang sarat dengan perubahan yang begitu dinamis. Persaingan sudah merambah kemana-mana, ada persaingan kerja, persaingan memperoleh status atau gelar tertentu dan tentunya persaingan untuk menunjukkan gaya hidup selayak mungkin. Dari itu semua sering kali menimbulkan kesenjangan ekonomi, yang pada akhirnya jebakan gaya hidup modern ini banyak mengorbankan rencana keuangan Anda akibat kebanyakan orang juga tidak mau ketinggalan untuk meraih semua kenikmatan tersebut dan pada ujung simpulnya, semua orang membutuhkan biaya dan uang agar kebutuhan senantiasa terpenuhi.

Hal yang sering kali menjadi masalah dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan dan gaya hidup adalah ketidaksepadanan antara pendapatan dan pengeluaran. Padahal secara prinsip ekonomi, seharusnya pengeluaran itu harus lebih kecil dari pendapatan. Di zaman modern sekarang ini banyak yang sudah lupa petuah bijak tersebut.

Kondisi tersebut sekarang ini seringkali dimanfaatkan oleh perusahaan atau lembaga pembiayaan non-perbankan untuk mengambil keuntungan. Jika Anda sering menyaksikan adanya promosi dari multifinance, itu adalah salah satu contoh. Produk yang sering ditawarkan oleh multifinance adalah kredit. Dengan adanya kredit masyarakat juga diiming-imingi untuk pembiayaan segala kebutuhan bahkan untuk biaya konsumtif sekalipun. Dengan kredit ini sangat memungkinkan bagi kita untuk membeli atau memiliki barang di waktu kita belum mempunyai uang untuk membayarnya. Coba sekarang Anda amati barang di sekitar Anda, berapa yang Anda beli secara tunai dan lebih banyak mana jika dibandingkan dengan kredit.

Pertimbangkan Beberapa Hal Berikut ini Sebelum Membeli Tunai atau Kredit

Kenapa hal itu penting kita ketahui? Mengingat jika membeli secara kredit, Anda harus memikirkan bunga kredit yang cukup besar untuk sebuah pinjaman. Sedangkan di sisi lain ada beberapa jenis barang yang cukup mahal jika dibeli secara tunai. Untuk membantu Anda dalam memutuskan membeli barang secara tunai atau kredit, berikut beberapa hal yang harus dipertimbangkan:

1. Pilih Barang dengan Resale Value Tinggi

Nilai Jual Kembali Mobil Bekas via carsguide.com.au

 

Jenis barang  ini akan sangat berpengaruh terhadap nilai resale barang yang Anda beli tersebut. Misalkan Anda ingin membeli rumah, maka pilihan yang paling tepat adalah membeli secara kredit. Meskipun Anda harus membayar angsuran, nilai rumah dan tanah tersebut tidak akan turun di kemudian hari, bahkan akan terus naik harganya. Jadi Anda tidak akan merugi.

Kebalikannya adalah barang seperti smartphone, dan perlengkapan elektronik lainnya, karena faktor pemakaian jenis barang-barang tersebut nilai jualnya cenderung menurun sangat cepat semakin hari. Jadi akan lebih cocok Anda membeli tunai untuk jenis barang seperti elektronik dan lain sebagainya. Kesimpulannya, bayar kredit itu lebih sesuai untuk jenis barang yang nilai penyusutannya lambat atau bahkan nilai jualnya semakin naik, seperti tanah, ruko dan lain sebagainya.

2. Adakah Sisa Uang Ketika Membeli Secara Tunai?

Sisa Uang via staticflickr.com

 

Memikirkan sisa uang setelah membeli sesuatu itu sangat penting agar Anda tidak tergolong dalam kategori orang yang ceroboh. Jika dengan membeli secara tunai cenderung membuat Anda tidak punya lagi sisa uang untuk kebutuhan yang darurat, maka kredit juga bisa menjadi alternatif paling bijak. Dengan kredit, Anda bisa menggunakan sisa uang untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya urgent.

3. Biaya Perawatan dan Pajak

Biaya Pajak via terrameridiana.com

 

Entah Anda membeli dengan tunai atau kredit, pastinya setelah Anda memiliki properti atau barang tersebut ada yang mewajibkan Anda untuk membayar pajak. Belum lagi biaya perawatan untuk setiap jenis barang yang berbeda-beda. Sudahkah Anda memikirkan hal tersebut? Apakah nantinya kira-kira penghasilan Anda cukup untuk merawat dan membayar pajak sedangkan Anda harus membayar angsuran setiap bulannya?

Baca Juga : Kondisi Keuangan Anda Sehat? Begini Cara Mengetahuinya

4. Pertimbangkan Proteksi Asuransi

Pertimbangkan Proteksi Asuransi via cphblog.com

 

Asuransi merupakan bagian penting dari hidup di zaman modern ini, itulah mengapa saat Anda mengajukan kredit, pihak bank biasanya sudah menawarkan fitur asuransi kredit, baik itu KPR, Multiguna, KTA, maupun jenis kredit lainnya. Sebaliknya, jika Anda ingin membeli tunai, maka program asuransi bisa Anda dapatkan secara terpisah. Banyak sekali perusahaan asuransi yang bisa Anda pilih. Untuk mendaftarkan diri di program asuransi secara mandiri Anda juga harus pandai-pandai dan jangan sampai jatuh kepada perusahaan dadakan yang mempunyai reputasi rendah. Bisa-bisa Anda malah akan masuk ke dalam jurang penipuan. Ingat, telah banyak sekali kasus gagal klaim asuransi yang disebabkan oleh berbagai macam faktor.

5. Jeli Melihat  Bunga Kredit  Rendah

Jeli Melihat Bunga Kredit Rendah via thepeoplesbudget.org

 

Ada istilahnya bunga mengambang  (floating) sebagai kebalikan dari bunga tetap (flat). Ketika Anda mengajukan kredit pasti Anda akan dihadapkan kepada dua istilah tersebut. Untuk bunga floating terkadang memang sedang turun dan berubah-ubah. Anda harus lebih hati-hati jika memilih bunga mengambang, karena suatu saat nanti bisa saja akan naik tinggi. Berbeda dengan bunga yang sifatnya tetap, maka dari awal pinjaman sampai akhir pelunasan sudah ditetapkan besaran bunga sekian persen dari pokok hutang. Oleh karena itu, lebih baik Anda memilih bunga flat. Jika tidak ingin terkenal beban bunga kredit, silahkan bayar tunai.

6. Sesuaikan Angsuran dengan Kemampuan Jika Memilih Kredit

Kemampuan Membayar Angsuran via clientattraction.com

 

Semua orang memang harus berkorban untuk mendapatkan sesuatu. Akan tetapi berbeda dengan kredit, jangan sampai Anda terlalu berani berkorban untuk mengalihkan dana untuk angsuran pinjaman. Ini akan sangat mengganggu stabilitas keuangan keluarga Anda. Jika Anda mampu sebaiknya berikan porsi angsuran maksimal hanya 1/3 dari penghasilan. Tetapi Anda juga mesti ingat bahwa Anda hanya akan menggunakan 2/3 dari gaji untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jika Anda seorang pegawai, maka cukup mudah bagi Anda untuk mengatur keuangan dan angsuran kredit. Akan tetapi, jika Anda adalah seorang wiraswasta, maka Anda sendiri yang harus pandai-pandai mengatur keuangan.

Baca Juga : 11 Kebiasaan Boros yang Harus Anda Ditinggalkan

Baik Tunai atau Kredit, Pastikan Anda bisa Menyesuaikan dengan Kebutuhan

Sebenarnya tidak ada masalah mau bayar tunai atau kredit saat membeli produk. Semua mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing yang diperlukan hanyalah bagaimana strategi Anda dalam mengatur pilihan yang menurut Anda paling tepat tersebut, agar ketika membayar tunai atau kredit tidak menjadi beban keuangan Anda selanjutnya.

Baca Juga : 14 Strategi Belanja Bulanan Hemat di Supermaket