Sama-Sama Punya Risiko Rendah, Lebih Baik Investasi Emas atau Reksa Dana?

Seiring dengan banyaknya literasi tentang pentingnya menjaga keuangan, banyak orang kini telah melek investasi dan mulai membandingkan instrumen apa yang terbaik untuk dipilih. Salah satu perbandingan yang sering dilakukan oleh para investor adalah memilih antara investasi emas atau reksa dana.

Baik investasi emas atau reksa dana pada dasarnya merupakan opsi investasi yang aman untuk dipilih dengan risiko rendah. Investasi reksa dana atau emas juga bisa dimulai dengan modal cukup terjangkau serta mampu memberi potensi keuntungan yang tak kalah dengan instrumen lainnya. 

Yang menjadi pertanyaan, antara investasi emas atau reksa dana, mana yang lebih baik dipilih? Untuk mengetahui jawabannya, kamu perlu mengetahui plus minus dari keduanya dan menyesuaikan kebutuhan. Berikut penjelasannya. 

Investasi Emas atau Reksa Dana

Apa Sih Bedanya Emas dan Reksa Dana?

Sebelum masuk ke perbandingan, kita mulai dari dasarnya dulu.

Emas adalah barang fisik yang nilainya cenderung naik seiring waktu. Saat ini, selain emas fisik, ada juga Emas Digital. Nah apa itu emas digital? Ini adalah emas murni yang kamu beli secara online tetapi belum dicetak (tidak berbentuk fisik saat dibeli), sehingga harganya lebih murah dibandingkan emas fisik.

Sedangkan reksadana adalah wadah investasi yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI) profesional untuk ditempatkan ke berbagai instrumen keuangan seperti saham, obligasi, hingga pasar uang.

Intinya: Emas kamu kelola sendiri, sedangkan reksa dana dikelola oleh profesional.

9 Perbandingan Emas vs Reksa Dana

Biar nggak bingung, berikut perbandingan head-to-head antara keduanya:

1. Likuiditas (Seberapa Cepat Dicairkan?)

  • Emas: Super likuid. Mau jual hari ini? Bisa banget. Kamu bisa datang ke toko emas atau kalau punya emas digital, tinggal buka platform seperti Cermati yang punya fitur pencairan instan.

  • Reksa Dana: Tergolong likuid juga, tapi biasanya butuh waktu pencairan (redemption) sekitar 2–7 hari kerja sampai dana masuk ke rekeningmu.

2. Modal (Butuh Duit Berapa?)

Ini kabar baik buat kamu yang gajinya sering "numpang lewat". Nggak perlu nunggu kaya raya dulu buat investasi, karena:

  • Emas Digital & Reksa Dana: Keduanya bisa dimulai dengan modal receh, cuma dari Rp10.000.

3. Jangka Waktu Investasi

  • Emas: Paling ideal untuk jangka panjang, minimal 5 tahun ke atas agar imbal hasilnya kerasa.

  • Reksa Dana: Lebih fleksibel tergantung jenisnya:

    • Jangka Pendek: Pilih Reksa Dana Pasar Uang.

    • Jangka Menengah: Pilih Reksa Dana Pendapatan Tetap atau Campuran.

    • Jangka Panjang: Pilih Reksa Dana Saham.

4. Risiko Kehilangan

  • Emas: Emas fisik berisiko hilang atau dicuri kalau tidak disimpan di brankas. Solusi amannya adalah Emas Digital, karena catatan berat gramasi, nilai investasi, dan histori transaksi tersimpan rapi dan lengkap di aplikasi.

  • Reksa Dana: Tidak ada risiko kehilangan fisik, tapi risiko utamanya adalah kinerja investasi yang turun atau risiko gagal bayar dari pihak pengelola.

5. Cara Transaksi

  • Emas: Bisa beli manual di toko emas atau lebih praktis lewat platform emas online (digital).

  • Reksa Dana: Semua transaksi dilakukan secara online lewat aplikasi, tinggal klik-klik saja.

6. Potensi Keuntungan

  • Emas: Kenaikan harganya cenderung stabil namun terlihat lambat. Hal ini dipengaruhi oleh harga emas dunia dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

  • Reksa Dana: Potensinya bisa lebih tinggi, tapi sangat bergantung pada jenis reksa dana yang dipilih dan kinerja pasar saat itu.

7. Diversifikasi

  • Emas: Kamu bisa melakukan strategi average price (mencicil beli di harga berbeda-beda) untuk mendapatkan harga rata-rata yang lebih rendah.

  • Reksa Dana: Diversifikasi terjadi secara otomatis karena Manajer Investasi akan memecah modal kamu ke berbagai instrumen (saham, obligasi, deposito).

8. Risiko Pemalsuan

  • Emas: Emas fisik rawan palsu jika kamu beli di tempat yang kurang kredibel.

  • Reksa Dana: Aman dari risiko pemalsuan karena tidak berbentuk barang fisik yang bisa diimitasi.

9. Keuntungan Tambahan

  • Emas: Bisa dijadikan jaminan (agunan) saat kamu butuh pinjaman dana mendesak.

  • Reksa Dana: Bagus untuk diversifikasi portofolio investasi kamu agar tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang (don't put all your eggs in one basket).

Jadi, Pilih Investasi Emas atau Reksa Dana?

Pada akhirnya, keputusan terbaik kembali lagi pada tujuan dan kondisi keuanganmu. Jika kamu mengutamakan keamanan dan stabilitas nilai untuk jangka panjang, emas adalah pilihan tepat; khususnya emas digital yang sangat ideal sebagai dana darurat karena likuiditasnya yang tinggi dan bisa dicairkan kapan saja selama 24 jam tanpa fisik dengan harga yang lebih terjangkau.

Sebaliknya, jika kamu menginginkan fleksibilitas jangka waktu, mengejar potensi imbal hasil yang lebih tinggi, serta kenyamanan pengelolaan aset oleh tenaga ahli, maka reksadana adalah jawabannya.