Exchange Rate, Ini Pengertian, Jenis, dan Beragam Faktor yang Memengaruhinya

Di telinga masyarakat, istilah nilai tukar, exchange rate, atau kurs tentu sudah tidak asing lagi terdengar. Meski begitu, masih ada banyak orang yang belum memahami betul mengenai pengertian dari istilah tersebut dan faktor-faktor seperti apa yang memengaruhi fluktuasinya. 

Nilai tukar atau rate of exchange sendiri merupakan salah satu komponen yang amat penting dan sangat berkaitan dengan kondisi keuangan di sebuah negara. Jika nilainya tengah menguat, artinya kondisi perekonomian di negara tersebut bisa dibilang sedang menguat pula. Sebaliknya, saat nilai tukar mata uangnya melemah, artinya sedang ada gejolak ekonomi yang harus mampu dievaluasi dengan segera. Lantas, apa sih yang sebenarnya dimaksud dengan exchange rate

Baca Juga: Exchange Traded Fund ETF, Investasi Kekinian yang Lebih Murah dari Harga Skincare

Apa Pengertian Exchange Rate?

Pengertian Exchange Rate

Secara definisi, yang dimaksud dengan exchange rate adalah nilai tukar dari satuan uang sebuah negara saat disandingkan dengan satuan uang dari negara lain. Sebagai contoh, per 25 April 2022, masyarakat Indonesia perlu menukarkan sekitar 14 ribuan Rupiah untuk mendapatkan 1 Dolar AS. 

Nilai tukar sebuah mata uang tentu akan terus mengalami perubahan atau fluktuasi tanpa henti. Hal ini dikarenakan ada beragam hal yang memengaruhi perubahan nilai tukar sebuah mata uang. Beberapa di antaranya adalah tingkat suku bunga sebuah negara, tingkat inflasinya, dan juga intervensi dari bank sentral pada pasar uang.

Exchange rate bisa disebut pula sebagai kurs, yaitu, perbandingan harga atau nilai mata uang. Hal ini berarti jika seluruh mata uang dari negara di seluruh dunia mempunyai harga atau nilai yang tidak sama. Dengan begitu, kamu perlu menukarkan mata uang tersebut dengan nilai atau harga yang sesuai dengan perbandingan atau exchange rate yang sedang berlaku. 

Peran Exchange Rate

  1. Pada Aktivitas Impor dan Ekspor

    Sesuai dengan definisi di atas, exchange rate akan memengaruhi transaksi impor ataupun ekspor agar aktivitas tersebut dapat berjalan dengan lancar dan tidak merugikan salah satu pihak yang bersangkutan. 

  2. Pada Pasar Valas atau Valuta Asing

    Pada dunia pasar valuta asing, terdapat proses transaksi penukaran mata uang sesuai dengan harga dan nilai yang telah ditentukan serta disetujui oleh para pihak terkait. 

Exchange rate dari mata uang sendiri bisa mengalami 2 hal, yakni, apresiasi atau peningkatan, serta depresiasi atau penurunan. Saat mengalami apresiasi, exchange rate mata uang sedang meningkat atau nilainya menjadi lebih kuat jika dibandingkan dengan mata uang dari negara lainnya. Di sisi lain, yang dimaksud dengan depresiasi adalah menurunnya harga atau nilai mata uang sebuah negara dibanding mata uang dari negara lainnya. 

Metode Pertukaran Mata Uang

Dalam menentukan exchange rate sebuah mata uang, terdapat 2 sistem utama yang dapat digunakan. Yang pertama adalah mata uang floating, dan yang kedua adalah mata uang yang dipatok. Untuk sistem yang pertama, pasar akan menentukan exchange rate floating atau mengambangnya.

Dalam kata lain, pembeli akan bersedia untuk membayar nilai mata uang berapa pun nilainya. Hal tersebut ditentukan berdasarkan permintaan dan penawaran, yang di gilirannya didorong investasi asing, inflasi, rasio ekspor atau impor, serta berbagai faktor ekonomi lain. 

Umumnya, negara yang memiliki pasar ekonomi stabil dan matang akan memakai sistem pertukaran mata uang mengambang atau floating. Artinya, hampir semua negara besar akan menggunakan sistem tersebut dalam aktivitas exchange rate, termasuk, Amerika Serikat, Inggris Raya, dan juga Kanada. 

Alasannya karena exchange rate floating dirasa lebih efisien. Sebab, pasar akan langsung mengoreksi nilai tukarnya secara otomatis dengan bercermin pada kekuatan ekonomi, inflasi, dan faktor lainnya. 

Namun, jika ekonomi sebuah negara mengalami ketidakstabilan, metode pertukaran mata uang floating ini dapat menjadi penghambat investasi. Alhasil, investor akan menjadi korban dari perubahan tidak menentu pada nilai tukar, dan juga inflasi yang mengacaukan. 

Baca Juga: Jakarta Interbank Offered Rate atau JIBOR: Pengertian, Manfaat, Tugas, dan Sistem Layanannya

3 Jenis Exchange Rate 

Jenis

Penjelasan

Kurs Beli

Sesuai namanya, kurs beli digunakan pihak money changer atau bank untuk membeli mata uang asing. Dalam kata lain, jenis exchange rate ini berlaku ketika pihak bank atau money changer akan membeli mata uang asing menggunakan mata uang atau valuta lokal, atau jika di Indonesia berarti Rupiah.

Kurs Jual

Biasanya, kurs jual ini dipakai oleh bank atau layanan money changer untuk menjual valuta asing. Artinya, kurs jual digunakan sebagai harga jual dari mata uang yang telah ditetapkan pihak bank atau money changer tersebut. 

Exchange rate jual digunakan oleh pihak tersebut untuk melakukan aktivitas transaksi menukarkan mata uang. Contoh sederhananya adalah saat kamu ingin menukarkan Rupiah ke mata uang lain, misalnya, Dollar US atau Yen.

Kurs Tengah

Nilai tukar atau exchange rate yang posisinya ada di antara kurs beli dan kurs jual. Nilai tukar tersebut bisa didapatkan melalui penjumlahan kurs beli dan kurs jual, lalu dibagi dua atau, penghitungan kurs tengah ini juga bisa dilakukan dengan mengetahui nilai atau rate rata-rata kedua jenis kurs sebelumnya. 

Beragam Faktor yang Memengaruhi Exchange Rate

Faktor yang Memengaruhi Exchange Rate

  1. Inflasi

    Inflasi memiliki arti sebagai melonjaknya harga jasa atau barang, maupun bisa juga diartikan sebagai menurunnya nilai mata uang lokal. Perdagangan internasional merupakan dasar utama yang memengaruhi inflasi ini, karena mampu mengubah nilai dari valuta lokal ataupun asing.

    Contohnya, dengan inflasi tinggi, harga barang di negara tersebut akan meningkat sehingga jumlah barang yang diekspor akan menurun. Sebaliknya, jika inflasi rendah, permintaan ekspor akan meningkat sehingga turut mendorong pula nilai tukar mata uangnya. 

  2. Suku Bunga yang Berbeda

    Selain itu, perbedaan pada suku bunga juga sedikit banyak memberi pengaruh terhadap nilai tukar karena berkaitan langsung dengan arus modal internasional. Apabila suku bunga negara meningkat, modal asing juga turut bertambah, dan membuat nilai tukar valuta lokal menguat pula. 

  3. Kegiatan pada Neraca Pembayaran

    Nilai tukar juga akan ikut berubah tergantung dari kegiatan pada neraca pembayaran. Saat aktif, neraca pembayaran akan meningkatkan permintaan dari debitur asing dan membuat nilai tukar uang lokal bertambah. Hal tersebut juga berlaku sebaliknya sehingga aktivitas ini memberi pengaruh pula pada pergerakan kurs.

  4. Kontrol Pemerintah

    Faktor ini mengarah pada aktivitas mengawasi nilai tukar dari valuta asing, seperti membatasi impor, dan sebagainya. Hal ini menjadikan permintaan akan valas menjadi lebih kecil dan menguatkan mata uangnya sendiri. Oleh sebab itu, pemerintah perlu melakukan kebijakan guna menjaga kestabilan dari nilai tukar valuta lokalnya. 

  5. Ekspektasi

    Tidak hanya itu, ekspektasi juga memegang andil pada perubahan exchange rate, seperti, melalui informasi atau kondisi khusus yang bakal terjadi di masa mendatang. Misalnya, kabar tentang naiknya inflasi di Amerika akan membuat pasar valas menjual mata uang negara tersebut karena nilainya diprediksi akan menurun di masa mendatang. 

  6. Capital Outflow

    Faktor terakhir yang mempengaruhi exchange rate adalah capital outflow atau aliran modal yang keluar. Contoh dari faktor ini adalah modal negara yang dikeluarkan untuk membayar utang ataupun keperluan negara. Semakin tinggi jumlahnya, semakin berkurang pula permintaan akan valuta lokal di pasar valas. 

BI Exchange Rate

Lalu, bagaimana nilai tukar Rupiah pada exchange rate BI atau Bank Indonesia? Berikut adalah daftar nilai tukar Rupiah terhadap beberapa mata uang asing per 25 April 2022. 

Mata Uang

Kurs Jual

Kurs Beli

1 AUD

10.544 Rupiah

10.432 Rupiah

1 CAD

11.392 Rupiah

11.274 Rupiah

1 CNY

2.223 Rupiah

2.200 Rupiah

1 EUR

15.583 Rupiah

15.425 Rupiah

100 JPY

11.252 Rupiah

11.139 Rupiah

1 USD

14.432 Rupiah

14.289 Rupiah

1 SGD

10.564 Rupiah

10.452 Rupiah

Exchange Rate Adalah Komponen Penting dan Menjadi Indikasi Kondisi Ekonomi Negara

Itulah penjelasan mengenai pengertian exchange rate, jenis, dan sejumlah faktor yang memengaruhinya. Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan jika nilai tukar merupakan komponen penting dari kondisi ekonomi sebuah negara. Dalam kata lain, kuatnya exchange rate sebuah mata uang bisa diartikan bahwa kondisi keuangan di suatu negara sedang stabil.

Baca Juga: 4 Tips Tukar Uang Saat Liburan di Luar Negeri